
Sudah seminggu berlalu namun tetap saja kesibukan keduanya tak henti hentinya menerpa kedua insan tersebut.
Yeon melangkahkan kakinya pergi meninggalkan ruang kerjanya untuk bersantai sebentar meringankan rasa lelah yang menerjang dirinya saat ini.
Hembusan angin kencang menerpa wanita itu membuat rambutnya yang tergerai terbang bebas terbawa angin membuat kecantikan yang dimiliki Yeon nampak sempurna.
Yeon melangkahkan kakinya pergi meninggalkan tempat itu untuk kembali melanjutkan pekerjaannya yang masih belum selesai.
Dirinya menghela nafas panjang ketika melihat semua orang yang tengah sibuk mondar mandir karena harus mengurus banyak hal.
Setelah selesai dengan pekerjaannya, Yeon mengemudikan mobilnya dengan cepat membelah jalanan menuju sebuah tempat rahasia Yeon.
Dirinya turun dari mobil itu lalu berjalan melangkahkan kakinya memasuki sebuah rumah Kuno dan disambut oleh seorang nenek tua yang menempati tempat itu.
Nenek itu tersenyum sumigrah ketika melihat kedatangan Yeon malam itu. Ia mempersilahkan sang pemilik tempat itu masuk setelah lama tidak berkunjung kemari.
Yeon tersenyum lembut ketika mendapati sang nenek menyambutnya dengan antusias. Ia mengatakan jikalau dirinya akan menginap disini malam ini karena merasa lelah dengan pekerjaan yang menumpuk. Dirinya ingin mengistirahatkan tubuh dan pikirannya di tempat ini walau hanya semalam.
Perempuan itu kini memandang sayu kearah langit. Bintang Bintang nampak bertaburan dimana mana. Sinar Bulan nampak lebih cerah dari biasanya, seakan akan menyambut kedatangan dirinya ke tempat itu.
Dering telepon menyadarkan Yeon dari lamunannya. Tertera nama park min dilayar kaca Hp tersebut. Dengan cepat Yeon mengangkatnya
“Hallo?”
__ADS_1
“Kau dimana? Rumahmu sepi?”
“Kau di depan rumahku?”
“Hmm”
Yeon tanpa aba aba langsung mematikan teleponnya. Ia mengirimkan lokasinya saat ini kepada Park Min.
Park Min kesal karena sebelum pertanyaannya dijawab, Yeon sudah mematikan duluan teleponnya. Tetapi, rasa kesal itu hilang ketika mendapati SMS dari Yeon yang menunjukkan lokasi dimana ia berada sekarang.
Park Min dengan cepat langsung bergegas mengemudikan mobilnya membelah jalanan kota yang ramai malam itu.
Kini dirinya sudah berada di depan sebuah rumah kuno yang terpencil, agak jauh dari kota dan sepertinya jalan yang ia lalui tadi menanjak.
Disambutnya kedatangan Park Min dengan sebuah pelukan hangat dari Yeon.
“Baby, kau tadi membuatku khawatir”
“Maaf, aku hanya ingin merilekskan pikiranku di sini” Sahut Yeon dengan senyumannya
“Ini rumah siapa?” Tanya Park Min karena penasaran
“Rumahku”
__ADS_1
Park Min sedikit terkejut ketika Yeon berkata bahwa rumah kuno itu adalah rumahnya. memang luas, bukan! sangatlah luas. seperti kediaman zaman dulu.
Yeon yang sepertinya tahu akan isi pikiran park min segera menjawab “Iya, ini dulunya emang kediaman salah satu perdana menteri di kerajaan, namun karena separuh dari tempat ini sudah rusak, pemerintah membiarkan tempat ini terbengkalai begitu saja. Karena aku suka pemandangan dari atas bukit sini, apalagi tempat ini terpencil, jadinya aku beli aja terus kurenovasi seperti semula. Rasanya kaya balik ke zaman dahulu lagi” Ucap Yeon dengan sumigrah
“Didalam ada tamannya?”
“Ada dong. Rumah yang ini cuman rumah depan. kalau masuk kedalam lagi bakalan luas, ada tamannya. Dan tamannya itu luas kaya kebun bunga Mawar. terus juga ada kolamnya. kolam ikan. itu yang kedua. kalau masuk lagi, sama, ada tamannya juga. di tengah tengah taman ada tempat buat santai. disitu kita bisa nikmati pemandangan kota dari atas sini.” Ucap Yeon panjang lebar.
“Aku ngantuk”
“Kamarnya ada banyak, pilih aja yang mana. kamar disini ada ratusan. soalnya zaman dulu kan satu kediaman pasti banyak pelayan”
“Udah, kamu jelasinnya kaya pemandu wisata aja” Kekeh Park Min
Yeon mendengus kesal ketika dirinya tengah asik mengenalkan kediamannya itu malah park min mengajaknya bercanda
“Aku mau tidur sama kamu aja” Ucap Park Min tersenyum nakal
Yeon dengan cepat menarik Park Min mendorong nya memasuki sebuah kamar di tempat ketiga lalu Yeon dengan cepat pergi kekamarnya yang berada di seberang park Min
Park Min menatap Yeon yang berjalan semakin jauh dan ketika yeon berhenti di depan kamarnya menatap park min sambil melambaikan tangan, Yeon nampak seperti semut.
Park Min tersenyum geli melihat tingkah laku yeon lalu membalasnya melambaikan tangan sebelum keduanya terlelap masing masing di kamarnya
__ADS_1