
Yeon membayangkan betapa bahagianya ia bersama Park Min setelah kehidupan pernikahannya. Walaupun kemungkinan besar mereka akan selalu sibuk dengan urusan masing masing, itu tak akan menjadi masalah atas Cinta yang tengah memenuhi relung hati masing masing.
Wanita itu kini tengah menatap layar ponselnya, kalau kalau kekasihnya akan meneleponnya. Namun, layar ponsel itu tak kunjung menampilkan sebuah notifikasi orang yang kini tengah yeon nantikan
Yeon melempar ponselnya ke atas kasur lalu pergi kedapur untuk mengambil susu dan meminumnya
"Apakah Park Min sesibuk itu sehingga ia tidak sempat mengabari dirinya?" Batin Yeon dengan kesal menaruh gelas dengan menghentaknya
Ia menarik nafas berulang kali untuk menurunkan emosinya yang kini tengah naik karena kesal
Perempuan itu mencoba berfikir positif tentang Park Min yang sepertinya tengah sibuk dengan pekerjaannya sampai sampai lupa untuk memberi kabar kepada dirinya.
Dirinya kini tengah berada di dalam kamar berbaring di atas kasur yang empuk menatap langit langit kamarnya dengan seksama
Ia tersenyum ketika mengigat lamaran yang dilakukan Park Min. Yah, walaupun mungkin fans park min pasti akan banyak yang membencinya.
Ia tertawa ketika membayangkan betapa banyak fans park min yang membencinya hanya karena alasan ia menikahi park min.
__ADS_1
Sungguh kasihan sekali para wanita itu, mencintai tetapi tidak dicintai. Tidak, bukan begitu. Mereka para fans memiliki tempat tersendiri di hati park min karena jikalau tanpa mereka park min tidak akan sampai seperti sekarang. Akan tetapi, mempunyai tempat tersendiri itu bukan berarti ia mencintai nya, iya memang benar mencintai akan tetapi Cinta yang di maksud berbeda dengan Cinta yang diberikan kepada Yeon. Yahh memang susah untuk di pahami.
Suara dering telepon menyadarkan Yeon dari lamunannya. Ia meraba sekitarnya mencari untuk menemukan ponselnya
Tertera nama Park Min di layar kaca ponsel tersebut. Yeon tersenyum kecil. Ia segera mengangkat telepon tersebut.
“Yaa Chagi, mengapa kau lambat sekali mengangkat teleponnya?” Ucap Park Min dengan sedikit kesal
“Yaa, kau meneleponku hanya untuk memarahi ku kah?”
“Tidak tidak, Mianhe”
“Baby, aku rindu padamu, rindu rindu rindu sangat sangat sangatlah merindukanmu”
Wajah Yeon memerah ketika Park Min dengan Imutnya mengatakan bahwa dirinya tengah merindukan dirinya saat ini.
Tidak terbayangkan wajah imut Park Min ketika sedang mengatakan perkataan itu
__ADS_1
“Maka cepat selesaikan pekerjaanmu itu lalu kemarilah”
“Really?”
“Yes, why not?”
“Love You Baby, aku akan cepat cepat menyelesaikan pekerjaanku” Ucap park min sumigrah lalu mematikan teleponnya dan kembali fokus dengan pekerjaannya.
Dirinya saat ini ingin sekali bertemu dengan kekasihnya itu, makanya ia cepat cepat ingin menyelesaikan pekerjaannya saat ini.
Yeon yang tersenyum mendengar perkataan Park Min menggeleng gelengkan kepalanya karena tidak tahan mendengar imutnya suara Park Min.
Ia Kini kembali menatap langit langit kamarnya sambil tersenyum lalu menghela nafas dan menutup matanya untuk beristirahat
Akan tetapi, wanita itu tiba tiba saja terduduk ketika mengingat jikalau susu kotaknya belum ia masukkan kedalam kulkas.
Perempuan itu bergegas keluar dari kamarnya menuju dapur untuk memasukkan kembali susu kotaknya agar tidak basi karena terlalu lama di luar kulkas.
__ADS_1
Tak lupa juga dirinya mengunci pintu rumahnya lalu kembali menuju kamarnya.
Kini dirinya bisa tenang beristirahat. Tak perlu takut jika akan ada orang yang tidak dikenal memasuki rumahnya atau pun mengkhawatirkan susu kotak yang akan basi jika terlalu lama diletakkan di luar kulkas.