
Malam pun akhirnya tiba. Yeon memutuskan untuk bertemu dengan Park Min dan meminta maaf kepadanya karena telah hilang kabar setelah kejadian malam itu.
"Kenapa jantungku berdegup menjadi 2 kali lebih kencang ketika aku memikirkan Park Min?"
"Huh, aku menjadi ragu ragu untuk menemuinya"
Yeon pun menghela nafasnya dan dengan penuh percaya diri melangkahkan kakinya untuk bertemu Park Min.
Disisi lain, Park Min sudah menunggu Yeon di pantai itu karena ia terlebih dahulu sampai sejam sebelum waktu yang di tentukan untuk bertemu.
"Apa seharusnya aku menjemputnya ya?"
"Tapi jika aku menjemput Yeon, maka pasti akan menjadi canggung"
"Ayolah Park Min, tunggu saja Yeon di sini dan persiapkan dirimu untuk bertemu dengan nya"
"Malam ini akan ku selesaikan kesalahpahaman yang terjadi waktu itu"
Park Min pun menunggu Yeon dengan jantung berdegup lebih cepat dari biasanya. Ia menjadi gugup entah kenapa.
Disisi lain, Yeon sedang menuju ke pantai tempat mereka membuat janji untuk bertemu. Dengan mobil nya, Yeon melaju sangat cepat karena di jalanan sepi tidak ada orang lewat. Mungkin karena sudah malam, jadi jalanan arah menuju pantai jadi sangat sepi.
Tadi sebelum Yeon melaju dengan mobilnya, ia sempat membeli sebuah selimut karena selimut di rumahnya sedang di cuci semua, jadi ia sekalian membeli agar ia tidak perlu pergi ke toko lagi setelah pulang. Jadi, Yeon agak terlambat beberapa menit dari jam yang sudah di tentukan untuk bertemu dengan Park Min
Setelah sampai di tempat tujuan, Yeon pun menggunakan syal nya agar tidak terlalu merasa kedinginan.
Saat ia berjalan menuju pantai, dari kejauhan ia melihat Park Min berjalan mondar mandir bolak balik seperti sedang berfikir sesuatu yang rumit.
Melihat hal itu, Yeon tertawa kecil karena ia merasa sikap itu agak lucu untuk dilihatnya karena Park Min selama berteman dengan Yeon tidak pernah bersikap seperti itu meski ia sedang gugup sekalipun.
Tapi hari ini, malam ini, Yeon menyaksikan sikap itu dengan mata kepalanya sendiri, terlebih lagi itu adalah seorang Park Min, jadi Yeon merasa sedikit lucu dan tertawa kecil sepanjang jalan dari pinggir pantai menuju tempat Park Min berada.
Karena merasa ada yang berjalan menuju ke arahnya, Park Min menjadi sangat gugup dan panik, sehingga ia menjadi terpleset dan terjatuh di pinggiran pantai
Melihat kejadian tersebut, Yeon yang sedang berusaha menenangkan dirinya mendadak menjadi tertawa terbahak bahak karena menurutnya itu lucu.
Park Min pun menjadi malu karena di tertawakan oleh Yeon. Ia kemudian menarik Yeon dan alhasil Yeon pun ikut terjatuh dan bajunya menjadi basah.
Melihat ekspresi terkejut Yeon, Park Min pun tertawa terbahak bahak hingga membuat Yeon menjadi kesal dan memukul Park Min dengan sangat keras
"Hahahahaha, aduh, aduh, hahahahaha........"
"kau, menjengkelkan sekali"
"Hahahahaha, aduh sakit, hahahahaha, ampun, ampun, hahahaha"
"Kau bilang ampun, tapi kau masih saja tertawa"
__ADS_1
"Hahaha, oke oke aku berhenti, hahaha"
"Tuh kau masih saja tertawa"
"Iya aku berhenti, maaf maaf"
"Huh"
"Bajumu basah?"
"Iya, basah. Aku tidak bawa baju ganti. Kau sih, pakai tarik aku segala. Kan bajuku jadi basah juga"
"Maaf"
"Huh"
"Kita duduk di pondok filla itu saja, agar tidak terlalu merasa dingin. Kita buat api unggun di situ"
"Jangan, aku mau pulang saja. Lagipula kalau kita membuat api di situ, nanti bisa kena marah orang yang menyewa filla itu untuk liburan"
"Aku yang menyewa nya"
"Hah? Kau jangan bercanda"
"Tidak, aku tidak bercanda. Aku yang menyewa nya karena aku merasa bosan di rumah. Jadi, malam ini aku tidak akan pulang ke rumah dan akan tidur di filla ini sekalian untuk refreshing"
"Terserah kau. Ikut tidak? Jika tidak ingin ikut menghangatkan diri ya tidak apa apa, kau mau mati di situ juga tidak apa apa, bukan urusanku, hahahaha"
"Kau jahat"
"Makanya ayo"
"Ya"
Mereka berdua pun membuat api unggun di pondok pinggir pantai filla tersebut untuk menghangatkan diri.
"Yeon...... "
"Ya?"
"Waktu itu....... "
"Hmmmm...... "
"Begini, aku waktu itu....... "
"Sudahlah, tidak usah di bahas saja"
__ADS_1
"Tidak Yeon"
"Hmmm...."
"Begini, lihat aku"
"Apa?"
"Lihatlah aku"
"Untuk apa? "
"Aku mencintaimu"
Mendengar Park Min tiba tiba berbicara seperti itu, Yeon pun menjadi terkejut dan segera melihat ke arah Park Min, namun pada saat ia menengok, Park Min tiba tiba mencium Yeon dan saat itu Yeon pun tidak mendorong Park Min walau pun terkejut.
"Yeon...."
"Hmm... "
"Aku mencintaimu"
"Emm... "
"Aku mencintaimu Yeon, tidak tahu sejak kapan, tapi ketika aku melihatmu, jantung ku berdegup lebih cepat dari biasanya. Dan juga saat kau syuting dengan pria lain, aku merasa marah. Aku mencintaimu Yeon. Jika kau tidak mencintaiku juga tidak apa apa. Tapi tolong jangan dekat dengan pria lain selain aku. Aku merasa marah saat melihat atau mendengar hal itu"
"Aku...juga...mencintaimu"
Mendengar kata Cinta dari Yeon, Park min pun terkejut dan tidak menyangka bahwa ternyata Cinta nya terbalas. Padahal ia sudah menyiapkan hati jika ia di tolak dan tidak di balas. Namun hal yang terjadi justru di luar dugaan nya.
Park Min pun menjadi sangat senang dan langsung memeluk Yeon yang pada saat itu tengah malu karena menyatakan Cinta nya juga
"Aku senang yeon, aku bahagia"
"Hmm... "
"Aku tidak menyangka bahwa kau juga akan mencintaiku"
"Hmmm... "
"Yeon, mulai dari sekarang, mau kah kau menjadi pacarku yang sesungguhnya, bukan hanya pacar di pekerjaan, namun juga pacar di dalam kehidupan ku setiap harinya, menjadi pacar nyata dalam hidupku dan pekerjaan ku juga?"
"I.. Iya"
Mendengar jawaban dari Yeon, Park min menjadi gembira tak terkendali. Ia memeluk yeon sangat erat.
Malam itu akhirnya mereka berdua resmi menjadi pacar sungguhan, bukan hanya pacar dalam pekerjaan akan tetapi juga menjadi orang yang sangat penting di kehidupan Park Min selain dirinya sendiri.
__ADS_1