
"Hmmm..... lalalalalala.... "
"lalalala... lalalala... lalala... "
"Senangnya"
"lalalalalalala.......lalalala.... "
Ceklekk..... (Keluar dari kamar mandi)
"Hmmm.... hari ini harus bekerja lagi"
"Tak apalah, kan akan bertemu dia"
"ughhhh senang nya"
"Mukaku menjadi merah jika mengingat nya"
"Sudahlah, aku akan bersiap"
Yeon pun mempersiapkan dirinya untuk pergi bekerja. Setelah siap, ia langsung pergi ke lokasi dengan semangat.
"Hmmm, lalalala.... lalalala.... "
"Senang sekali ya pagi ini"
"Biasa saja"
"Ada rahasia?"
"Sebaiknya kau urus saja pekerjaan mu itu dari pada kau menganggu ku, yakan Park Min"
"Aku hanya ingin bersamamu"
"Hus hus... sana sana.... jauh jauh... "
"Hiks, aku di usir, huwaaaa..... "
"Dasar yaa..... "
"Hehehehe..... "
"Aku ada pemotretan, aku akan pergi duluan"
"Hati hati sayang, jangan terlalu sexy, nanti banyak yg melirik"
"Kau cari mati?"
"Ampun mak lampir, hahahaha"
"memang cari mati"
"sudah sana"
"huh"
Yeon pun bekerja dengan suasana hati yang sangat baik.
__ADS_1
Setelah selesai pemotretan, ia pun langsung saja pulang tanpa memberi tahu Park Min terlebih dulu. Yeon memilih memberitahu nya lewat telepon dari pada bertemu. karena mengigat kejadian waktu itu, yeon merasa sangat malu hingga wajah nya berubah warna menjadi merah karena saking malu nya.
"Huh, melelahkan sekali hari ini"
"Lebih baik aku tidur saja"
"Aku akan memberitahunya dulu"
Yeon pun tidur dengan tenang dan nyenyak.
Pagi hari nya, tiba tiba saja maneger Yeon berkata bahwa hari ini pemotretan di batalkan karena cuaca mendung, takut tiba tiba di tengah pemotretan turun hujan. Karena merasa sangat senang dengan berita itu, Yeon pun langsung meloncat loncat dengan senang di atas kasurnya dengan senyum yg terlukis di wajah cantik itu.
Kringggg........
"siapa sih"
"huh"
"ganggu aja"
Ceklek.....
"Sayang.... "
"Park Min!"
"Kau tidak membiarkan aku berdiri di depan pintu seperti ini terus kan?"
"oh, eoh, masuk lah"
"Terima kasih sayang"
"Huh, kejamnya"
"Biar, itu hukuman"
Park Min pun masuk ke dalam rumah Yeon. untung saja waktu itu Yeon sudah membereskan rumahnya, jadi tidak berantakan ketika Park Min datang berkunjung secara tiba tiba seperti ini.
"Mengapa kau ke sini?"
"Pemotretannya di batalkan"
"Aku tau"
"Hmmm"
"Kenapa?"
"Sini"
"Tidak"
"Duduk di sebelah ku"
"oh"
"Kau ada film?"
__ADS_1
"ada"
"Film apa?"
"Hantu"
"Eh, tidak jadi"
"Kau takut?"
"Tidak"
"Bohong"
"Tidak, jika kau tidak percaya sini test saja"
"oke"
Yeon pun pergi ke kamarnya dan mengambil kaset film horror tersebut lalu menyetelnya di TV ruang tamu nya dan menutup horden agar menutupi cahaya yang masuk melewati kaca jendela
"Sini nonton"
"Ya"
Mereka berdua pun menonton film horror bersama sama. pada saat menonton, yang paling banyak teriak ketakutan adalah Park Min. Ia sampai gemetaran karena saking takutnya menonton Film Horror.
"Jika takut kau tidak usah nonton lagi"
"Aku tidak takut"
Tiba tiba, Yeon menarik Park Min kedalam pelukannya dan hal itu membuat Wajah park min memerah seperti tomat karena merasa terkejut dan malu.
"Sudah, diam lah. aku sedang menonton "
"ya, baiklah"
"Anak baik"
"Jadi selama ini aku bukan anak baik?"
"Bukan"
"Kau jahat"
"Kau yang jahat"
"Huh, terserah"
"Diam lah, aku sedang menonton"
"Hmmm.... Wangi"
"Ya karena aku memakai parfum"
"Ga nanya"
"Oh"
__ADS_1
Hari itu, mereka menghabiskan waktu berdua bersama di rumah Yeon dengan menonton Film Hantu.