
Selama berada di atas kapal, pihak wisata liburan mengadakan acara setiap malam di ruang tengah kapal yang membawa banyak orang melintasi samudra itu.
Kebanyakan orang yang berada di kapal itu adalah orang kaya dan berstatus. Tentu saja pasti orang kaya, harga tiketnya saja sangat mahal. Orang biasa mana bisa beli.
Terlihat Yeon mengenakan gaun berwarna merah maroon untuk menutupi lekuk tubuh indahnya itu. Rambut hitamnya dibiarkan tergerai dengan make up yang tipis namun tetap terlihat cantik dipadukan dengan high heels berwarna silver nampak sangat mempesona malam itu.
Sedangkan Park min memakai kemeja berwarna hitam dengan rambutnya yang sudah di cat berwarna hitam nampak sangat cocok di tubuh pria itu.
“Sudah siap kekasihku?” Tanya Park min dengan menjulurkan tangannya dan tentu saja tak lupa senyuman maut nya kepada Yeon yang tengah menebalkan riasan di wajahnya
Yeon tak menggubris pertanyaan sekaligus ajakan dari Park Min. Ia hanya tengah asik sibuk menebalkan riasan wajahnya.
Park min yang merasa dirinya di cuekin menjadi sangat kesal. Ia mendekatkan dirinya dan memeluk Yeon dari belakang
“Baby, kau tak melupakan aku di sini kan?” Ucap Park min dengan wajah imut lalu menciumi tengkuk leher Yeon
“Kau menganggu, tunggulah sebentar“ Ucap yeon yang masih asik menebalkan riasannya
Park min nampak tak memperdulikan perkataan Yeon. Ia tetap memeluk yeon dan menciumi tengkuk leher kekasihnya itu. Wangi Mawar dari tubuh yeon memabukkan Park Min sehingga ia enggan melepaskan pelukannya dari Yeon.
“Jika kau masih saja kurang hajar, aku akan melemparmu ke laut!” Ancam Yeon dengan pandangan mata mengimitidasi nya
__ADS_1
“Wangimu enak baby. Aku enggan melepaskanmu. Lebih baik kita tidak usah mengikuti acara malam ini”
Kata kata Park min sukses membuat hati Yeon bergetar. Namun, ia tetap tidak ingin meninggalkan acara malam itu karena ia merasa akan berbahaya jika malam ini ia tak menghadiri acara malam itu dikarenakan ucapan park min tadi
“Enak saja, aku sudah dandan cantik begini masa batal menghadiri acaranya. Kan sayang”
“Justru karena kau dandan cantik makanya kita batalkan saja. Aku tak ingin wajah cantik kekasihku ini di lihat orang. Aku tidak ikhlas” Ucap park min dengan wajah memelasnya
“Tidak, kita akan menghadiri acara itu” Ucap yeon dengan tegas
Park min memutar tubuh kekasih nya itu menjadi saling bertatap wajah
“Apa? kenapa kau memutar tubuhku seenak mu saja?!” Ucap yeon dengan sedikit kesal karena park min yang seenaknya memutar tubuhnya
Yeon yang merasa risih karena terus di tatap oleh park min itu mencubit perut park min agar park min berhenti menatapnya seperti itu
“Aduh baby, kau jahat sekali” Ucap park min sambil mengelus perut nya yang di cubit oleh yeon
“Siapa suruh kau menatapku seperti itu” Balas Yeon karena tidak terima dengan perkataan park min yang mengatakan dirinya jahat
Siapa suruh ia menatap yeon seperti itu?! Dirinya hanya risih karena terus terusan di tatap
__ADS_1
“Menatap ya” Ucap Park Min sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Yeon
“Kau mau apa?” Tanya yeon dengan gugup karena park min begitu dekat dengannya
“Mau apa? Menurutmu?”
Belum sempat Yeon menjawab, park min langsung membungkam mulut Yeon dengan ciuman manisnya
Yeon yang terkejut dengan apa yang di lakukan park min itupun mendorong park min namun kekuatannya kalah oleh kekuatan park min.
Park min ******* bibir Yeon dengan agresif. Lidah mereka bertemu dan bergulat di dalam sana.
Yeon yang mulai kehabisan nafas karena mengikuti alur main Park min pun mendorong park min
“Kenapa?” Ucap park min dengan wajah memelasnya
Mata Yeon terbelalak. Bagaimana bisa ia mengajukan pertanyaan ketika yeon hampir saja kehabisan nafasnya karena ciuman darinya? Huh memang menyebalkan sekali.
Melihat yeon yang tidak merespon itu, park min kembali mencium bibir yeon dengan agresif. Yeon yang berusaha memberontak tak menghentikan park min untuk melakukan aksinya itu.
Park min melepaskan ciumannya karena yeon tak membalasnya. Ia beralih menuju leher Yeon, namun dengan cepat tangan yeon menutup mulut park min
__ADS_1
“Kita akam ketinggalan pestanya jika kau terus mempermainkan ku” Ucap Yeon dengan segera menarik tangan Park Min menuju ruang tengah di mana pesta nya di adakan.
Park Min yang menyayangkan penolakan dari yeon hanya mendengus kesal dan mengikuti Yeon menuju tempat di mana acaranya tengah berlangsung.