
“Istirahatlah, besok kan kau akan kembali bekerja. Terima kasih karena telah mengantarkanku pulang”
“Baby, kau manis sekali”
'Deg' jantung yeon serasa berhenti selama satu detik. Kejadian lamaran dari Park Min seketika terngiang di kepala yeon
Park Min mencium pucuk kepala yeon dengan lembut lalu bergegas mengemudikan mobilnya membelah jalanan yang ramai saat itu
Yeon berjalan memasuki rumahnya dengan wajah merah masih tak menyangka park min melamarnya malam itu
Yeon menjatuhkan tubuhnya di atas kasur kamarnya. Ia membuka HP dan tak menyangka jika lamaran park min kepada dirinya direkam dan menjadi trending topic nomor satu paling hangat untuk di bahas.
Sudah pasti jika akan banyak undangan yang ditujukan pada dirinya untuk membahas perihal lamaran malam itu
Yeon meghela nafasnya. Ia sedang tak ingin memikirkan masalah terkait pekerjaannya. Setidaknya hubungannya dengan park min lebih di perjelas dengan acara lamaran malam itu
__ADS_1
Yeon tersenyum mengingat dirinya yang dulu selalu murung, tak perduli dengan sekitar dan tak perduli dengan hari esok kini malah menantikan hari esok, esok dan esoknya lagi agar ia bisa bersama dengan park min menikmati hidup bersama dengan penuh cinta.
Hp yeon berdering akan tetapi ia tak mengangkatnya. Sudah jelas itu pasti menegernya, makanya ia tak ingin mengangkatnya karena sedang malas memikirkan masalah pekerjaannya.
Perempuan itu kini perlahan lahan menutup matanya karena rasa kantuk yang menyerangnya. Ia tertidur dengan sangat pulas menghilangkan kegundahan hatinya tentang pekerjaan.
.....
Ia mengerjapkan matanya berulang kali lalu berdiri dari tempat tidurnya berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari debu dan kuman yang menempel di kulitnya.
Setelah selesai membersihkan dirinya, ia bersiap siap untuk keluar menemui sang menejer yang meneleponnya kemarin.
__ADS_1
Perempuan itu terlihat sangat menawan memakai pakaian casual seperti anak muda yang baru lulus SMA. Ia terihat sangat cantik dan bersinar karena kebahagiaan yang menyelimutinya.
Sepanjang pertemuannya dengan sang manajer, perempuan itu tak berhenti hentinya tersenyum terus. Sang manajer yang tengah membahas tawaran syuting drama hanya menggeleng geleng kan kepalanya karena terus melihat senyuman yang terlukis di wajah yeon tak henti hentinya bersinar mengambarkan jikalau dirinya saat ini tengah diselimuti rasa bahagia yang sangat sangatlah besar.
Yeon hanya terus menangguk anggukan kepalanya ketika manajer nya membahas kontrak kerja. Hati yeon merasa bahagia walaupun ia kini tengah membahas kontrak kerja dengan menejer nya.
Setelah pertemuannya dengan sang manajer, Yeon mengemudikan mobilnya membelah jalanan menuju ke sebuah tempat makan di pinggir jalan yang nampak sepi saat ini.
Saat memasuki tempat makan itu, pemilik toko tersebut tersenyum dengan lebar ketika melihat yeon datang setelah sekian lama tidak pergi ke warung itu.
Mereka berbincang akrab mulai dari bagaimana yeon bisa menjadi terkenal hingga ia terkenal sekarang. Yeon melihat sekelilingnya dan tersenyum lembut. Tidak ada yang berubah. Waktu ia kecil, ia sering ke tempat itu untuk makan bersama dengan soo young ketika mereka tengah merayakan sesuatu. Meskipun harga makanannya yang murah dan terjangkau untuk dompet anak sekolah, tetapi masakan di situ tak kalah enaknya dari restoran terkenal lainnya.
menjelang sore hati, tempat makan itu memang sepi karena orang orang baru saja pulang dari bekerja seharian.
Menjelang malam hari, Yeon berpamitan kepada pemilik toko lalu bergegas mengemudikan mobilnya menuju rumah untuk beristirahat
__ADS_1