
Glen melihat Alvaro yang sudah duduk di atas motornya yang sudah dia nyalakan, Glen pun mendekati sahabatnya itu dan berdiri disamping motornya dengan wajah yang dingin dan kedua tangan yang dia lipat didepan.
Alvaro melirik padanya, kemudian membuka kaca helm full facenya.
"Apa?" Tanya Alvaro yang mengetahui kedatangan Glen menghampirinya karena ingin mengatakan sesuatu.
"Kenapa Lo maksa dia kaya gitu dan marah?" Tanya Glen dengan nada bicara yang sangat dingin dan meninggi.
Alvaro yang mendengar cara berbicara Glen pun membuka helm-nya dan menatap pada lelaki itu dengan tajam.
"Marah? Nggak ada yang marah. Dan gue tetep bakal nganter Cindy, Glen! Gue harus pastiin dia sampe ketempat pemotretan dengan aman!" Balas Alvaro yang tidak kalah tingginya dengan nada bicara Glen tadi.
Emosi mulai tersulut diantara mereka, meskipun keduanya adalah sahabat, tapi hal seperti ini tentu tidak bisa dihindari kan?
"Emangnya siapa elo Al? Apa Lo pacarnya?" Saat mendengar pertanyaan dari Glen itu, Alvaro membanting helm nya dengan keras ke atas tanah, dan turun dari motornya untuk berdiri berhadapan dengan Glen.
"Glen! Alvaro! Apa sih yang kalian lakuin sekarang?!" Mika dan Cindy yang baru saja keluar dari dalam rumah pun melihat kedua lelaki itu kini sedang berdiri saling berhadapan, dengan wajah yang siap untuk beradu tinju. Glen segera mendorong Alvaro untuk menjauh dari hadapannya, dan Alvaro sendiri tidak memiliki niat untuk kembali mendekati Glen.
"Ayo Cin!" Ajak Alvaro seraya mengambil helm nya dari atas tanah dan kembali memakainya, kemudian dia kembali naik ke atas motornya.
Cindy yang tidak tahu menahu dengan apa yang terjadi di antara kedua sahabat lelakinya, dan Mika tersebut hanya bisa melirik kearah Glen yang melihatinya. Kemudian dua mengambil helm yang ada diatas lemari helm disana, "Gue duluan ya Mik." Pamitnya pada Mika. Mika hanya mengangguk dan memeluknya sebagai salam perpisahan.
Kemudian Cindy berbalik untuk menghadap Glen dan mengucapkan hal yang sama, "Gue duluan ya Leb." Pamitnya pada lelaki itu. Wajah Glen memperlihatkan sebuah senyuman yang dipaksakan pada Cindy, lelaki itu mengangguk dan mengusap lengan kiri Cindy.
"Hati-hati ya!" Ucapnya.
__ADS_1
Cindy pun mengangguk dan memakai helm itu, kemudian naik ke atas motor milik Alvaro. Tidak seperti Cindy, Alvaro yang saat itu tengah emosipun tidak memberikan pamitnya pada dua sahabatnya itu dan pergi begitu saja.
Glen kemudian berjalan ke arah gerbang, hendak menutupnya. Tapi disaat itu ada sebuah mobil yang hendak masuk kedalam rumah Mika. "Glen, jangan tutup Nak!" Jendela kaca itupun terbuka dan Mama dari Mima berteriak meminta untuk gerbangnya tidak ditutup.
Glen pun mengangguk dan melebarkan gerbang garasi rumah Mika.
Saat Glen berjalan untuk mengambil tas-nya dan bergegas pulang, Mika yang mengikutinyapun bertanya padanya. "Len, apa sih yang sebenernya terjadi? Lo sama Alvaro berantem?" Tanyanya.
Glen tidak menjawab pertanyaan Mika tersebut dan hanya tersenyum saat dia melihat Mama Mika keluar dari dalam mobil.
"Tante, Glen pulang dulu ya… Tadi yang lain udah pada pulang duluan." Jelas Glen sekaligus berpamitan.
Sedangkan Mika yang ada dibelakang Glen itu menunggu waktu untuk kembali bertanya pada lelaki itu.
"Nggak makan dulu, Nak?" Tanya Mama Mika yang sekarang mengambil tas miliknya dari dalam mobil.
"Glen!" Mika memanggil lelaki itu saat Glen hanya berjalan ke arah pagar untuk keluar. Langkah Glen pun berhenti, dia lupa menjawab pertanyaan Mika sebelumnya, kemudian dia berbalik.
"Gue gak bisa jelasin ke Elo sekarang Mik. Ini masalah gue sama Alvaro!" Ucap Glen pada perempuan itu.
Mika hanya bisa mengangguk dan tersenyum saat Glen enggan menjelaskan apa permasalahannya dengan Alvaro. Kemudian Glen pamit untuk pulang kerumahnya.
*****
Setelah mengantar Cindy ketempat pemotretan, Alvaro tidak langsung pulang. Dia menunggui sahabat kecilnya itu sampai pemotretan selesai, meskipun Cindy sudah memintanya untuk tidak menunggu dan pulang saja. Tapi Alvaro tetap tidak mau mendengar dan menunggui Cindy sampai larut malam.
__ADS_1
"Makasih ya, Al." Ucap Cindy saat dia sudah berada didepan rumahnya. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, cukup malam untuk keduanya pulang.
Alvaro hanya mengangguk menjawab ucapan terimakasih itu. Cindy tahu bahwa saat ini Alvaro masih dalam keadaan kesal, tapi dia tidak mengetahui terhadap siapa sahabat kecil sekaligus tetangganya itu kesal.
"Udah masuk dulu gih, gue liatin!" Ucap Alvaro. Cindy mengangguk saat mendengar perintah tersebut, Cindy tahu bahwa Alvaroo sedikit over protective padanya. Tapi dia tidak mau kalau Alvaro sampai harus seperti ini, membuang waktunya hanya untuk menunggu dirinya yang bekerja melakukan pemotretan dan lain sebagainya.
Trek! Cindy yang berjalan ke arah pintu masuk rumahnyapun terdiam, saat mendengar sebuah suara dari balik pohon besar yang ada ditaman pekarangan rumahnya. Alvaro yang ada di atas motor dan melihat gerak-gerik terkejut dari Cindy, menyipitkan matanya dan mematikan mesin motornya.
Cindy perlahan berbalik untuk menghadap pada pohon tersebut. Alvaro membuka helm nya, "Cin?" Panggilnya pada perempuan itu.
Tak! "AAaaaaa!" Cindy berteriak menutup telinganya dan berjongkok seraya memejamkan mata sesaat, setelah lampu diseluruh kompleks rumahnya tiba-tiba padam.
Alvaro yang memang berada cukup jauh dari tempat Cindy berdiripun segera turun dari motornya, dan berlari untuk menenangkan perempuan yang saat ini berjongkok ketakutan itu.
'Hihihi… Hihihi…' Saat Alvaro berhasil sampai ketempat Cindy berada dan memeluknya, sebuah tawa kencang terdengar ditelinga mereka.
Membuat Cindy semakin mengeratkan tangannya yang menutupi telinga, dan mendekat pada Alvaro.
Lelaki itu cukup terkejut mendengar suara tawa yang keras tersebut dan melirik kesegala arah untuk mencari sumber suara.
Cleck! "Cindy? Alvaro?" Sebuah senter tiba-tiba menyorot ke arah keduanya yang berdiri beberapa meter dari pintu rumah Cindy.
Alvaro pun segera melirik ke arah pintu masuk rumah Cindy, melihat seorang lelaki tinggi yang kini memegang senter dan mengarahkan padanya juga Cindy.
Lelaki itu adalah Ayah dari Cindy, dan Alvaro juga bisa melihat Mama Cindy yang berdiri disamping suaminya tersebut, yang mengenakan jaket dan menatapnya khawatir.
__ADS_1
"Ayo masuk!" Ucapnya. Alvaro pun mengangguk dan segera membawa Cindy yang masih dalam posisi seperti itu.
Cindy enggan membuka matanya meskipun dia sudah mendengar suara sang Ayah dan mendapatkan seberkas cahaya dipengelihatannya yang tertutup itu.