The Ritual

The Ritual
Memastikan


__ADS_3

Pagi itu Alvaro meminta pada semua sahabatnya termasuk pada Glen yang sempat berseteru dengannya kemarin, untuk berkumpul pada jam istirahat sekolah dikantin.


Alvaro memiliki niat untuk membicarakan apa yang dia dan Cindy alami kepada mereka semua, karena tanpa diduga-duga saat dia menjemput Cindy pagi ini, ternyata perempuan itu jatuh sakit.


Dan Alvaro mengambil kesimpulan bahwa sahabatnya tersebut jatuh sakit begitu mereka mengalami kejadian semalam.


"Hai Al!"


Alvaro yang sudah duduk menunggu dikantinpun terkejut saat sebuah tangan menepuk bahunya, dia melirik pada Sinta yang sekarang duduk disampingnya dan membawa dua gelas jus.


Perempuan itu memberikan satu gelas padanya dan meminum gelas jus yang lainnya dengan sedotan.


Alvaro tersenyum saat dia mendapatkan jus itu secara gratis dari Sinta.


"Thanks Ta!" Alvaro mengucapkan terimakasihnya dan meminum jus buah alpukat dengan coklat diatasnya.


Sinta yang mendapatkan ucapan tersebut mengangguk-ngangguk, dan kembali meminum jus itu seraya melirik ke arah kanan dan kiri, mencari teman-temannya yang lain.


"Oh iya… Cindy mana? Gw ga liat dia bareng Lu pagi ini!" Tanya Sinta saat dia menyadari ketidak hadiran perempuan cantik itu.


Biasanya, hampir setiap pagi Cindy selalu datang bersama Alvaro, kalau perempuan itu tidak ada jadwal pemotretan dan hal-hal lainnya yang menyangkut pekerjaan.


Tapi hari ini dia sama sekali belum melihat perempuan itu, sehingga dia penasaran dan bertanya pada Alvaro.


"Ada jadwal?" Tanya Sinta lagi. Alvaro menggelengkan kepalanya dan menaruh kembali gelas yang dia pegang itu ke atas meja.


"Cindy sakit, jadi dia gak sekolah hari ini." Jelas Alvaro, Sinta cukup terkejut mendengar jawaban itu.


"Siapa yang sakit?" Alvaro dan Sinta serempak mendongak, untuk menatap Ardhan yang datang dengan semangkuk bubur dan teh manis yang dibawanya.


Membuat kedua orang yang melihatnya itu mengerutkan kening mereka.


"Lu sakit Dhan?" Tanya Sinta, dan pertanyaan itu jugalah yang ingin Alvaro tanyakan pada lelaki dihadapannya itu.


Ardhanterdiam dengan kedua alis yang terangkat kebingungan, kemudian dia menggelengkan kepalanya seraya melihat pada bubur dan teh manis hangat dihadapannya.


"Nggak! gue belum sarapan tadi, jadi gue pesen bubur aja." Jawab Ardhan dengan santai.


Sinta yang mendapatkan jawaban itu hanya mengangguk, dan kembali meminum jus miliknya.

__ADS_1


Sedangkan Alvaro menggeleng-gelengkan kepalanya pada lelaki itu.


"Gw kira sakit, kan bubur makanan buat orang sakit." Gumam Alvaro, dan Ardhan yang mendengar ucapan itupun menjawab ditengah kegiatan mengunyahnya.


"Nggaj juga!"


"Pagi!" Mika dan Arina datang menghampiri ketiganya dan duduk dikursi yang kosong dimeja itu, ditangan mereka sudah ada omelet dan makanan lainnya yang mereka pesan.


Alvaro hanya menatap sekilas pada makanan tersebut untuk mengeceknya apakah mereka juga memesan bubur seperti Ardhan atau tidak, dan dia kembali meminum jus yang Sinta berikan tadi.


"Siang Mik!' Sinta menjawab sapaan Mika dengan senyuman jahil diwajahnya.


Mika yang mendengar balasan sapa dari Sinta pun memanyunkan bibirnya kedepan dan mengucapkan maaf tanpa bersuara pada perempuan itu, membuat Arina yang disampingnya hanya tertawa kecil.


"Jadi ada apa Al?" Tanya Mika,, kemudian dia memotong omeletnya untuk menyicipi sedikit terlebih dahulu sebelum dia memakannya.


Arina yang ada disebelah Mika pun melirik pada Alvaro dengan tatapan yang tidak penasaran.


Sepetinya perempuan itu sudah mengetahui hal apa yang ingin Alvaro katakan pada mereka semua.


"Kita tunggu Glen aja." Jawab Alvaro, yang memang tidak ingin menjelaskan hal ini berulang kali.


"Langsung aja!" Glen yang datang dan duduk disamping Alvaro itupun langsung menagih apa yang ingin Alvaro katakan pada mereka.


Mika terdiam saat melihat kedua laki-laki itu sudah berbaikan setelah permasalahan kemarin yang entah apa alasannya.


"Tadi malem, gw sama Cindy kedatengan hantu itu." Jelas Alvaro, mereka semua mengerenyit.


Ardhan menghentikan kegiatan makannya dan mendekatkan diri pada Alvaro saat merasa bahwa dirinya sudah salah dengar.


Glen yang memang duduk disamping kanan lelaki itu melirik Alvaro dengan ujung matanya.


"Gimana-gimana?" Tanya Sinta yang duduk disamping kirinya, berbeda dengan Empat orang lainnya.


Arina hanya meminum minumannya dengan santai dan menatap ke arah Alvaro yang menatapinya.


"Ulangi Al!" Pinta Mika. Alvaro membuang nafasnya dengan sedikit berat, sebelum akhirnya dia menceritakan detail kejadian yang dia dan Cindy alami semalam.


Dia menceritakan bagaimana dia dan Cindy mendengar suara tawa yang sangat kencang dari arah pohon, dan menjelaskan pada mereka semua bahwa hari ini Cindy sakit.

__ADS_1


"Jadi, lu curiga kalau Cindy sakit gara-gara kemarin?" Tanya Sinta yang menyimpulkan semua cerita Alvaro.


Lelaki itu mengangguk dan menatap pada Arina yang saat ini terdiam dihadapan mereka semua dengan kepala yang sedikit tertunduk.


"Ri!" Panggil Alcaro, membuat perempuan itu mendongak untuk menatapnya.


"Ini hantu yang sama dengan hantu kemarin kan?" Tanya Alvaro.


Mika, Sinta Ardhan dan Glen kini ikut menatap pada perempuan berjaket hitam itu dengan penasaran.


Menunggu jawaban dari Arina, apakah sosok itu sama dengan sosok yang mendatangi Mika tempo hari?


Arina terlihat enggan untuk menjawab pertanyaan itu, tapi dia mengingat dirinya sudah berjanji pada sahabat-sahabatnya itu, bahkan sudah membuat kesepakatan kalau hantu itu datang kembali maka mereka semua akan mencari tahu.


"Iya, hantu ini hantu yang sama." Jawab Arina pada akhirnya. Mereka semua terlihat khawatir dengan hal itu, Alvaro bahkan menyandarkan dirinya pada kursi tempatnya duduk dengan lelah.


Mereka semua tediam, tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.


"Lo liat sosoknya gak, Al?" Tanya Glen, Alvaro yang mendapatkan pertanyaan itu segera menggelengkan kepalanya.


Karena dia memang tidak melihat apapun saat itu, dan hanya mendengar suara tawa yang keras.


"Tapi… Gak tau kalo Cindy! Soalnya kemarin dia gak mau ngomong apapun dan langsung masuk kamar sama Mama nya." Jawab Alvaro.


Glen yang bertanya dan mendapatkan jawaban seperti itupun mengangguk, dan kembali memikirkan apa yang mungkin saja terjadi.


"Apa harus kita memastikan, dan bertanya padanya sekarang?" Tanya Arina yang tiba-tiba membuka suara.


Mereka semua secara terkejut manatap pada Arina yang kebingungan dengan reaksi sahabat-sahabatnya itu.


"Kenapa?" Tanyanya untuk memastikan apakah ada yang salah dari kalimat yang dia ucapkan, ataukah ada yang salah dengan pertanyaannya tersebut.


"Nggak, Ri. Kita kaget aja! Tapi ide lo bagus juga. Kita langsung aja kerumah Cindy pulang sekolah hari ini. Sekalian menjenguk?' Usul Ardhan.


"Gimana guys?" Tanya Ardhan, mencari persetujuan yang lainnya.


Satu per satu dari mereka mengangguk menyetujuinya dan pada akhirnya mereka sepakat untuk mengunjungi Cindy hari ini.


Untuk menjenguk perempuan itu sekaligus memastikan apakah dia melihat sosok hantu tadi malam atau tidak.

__ADS_1


__ADS_2