
Tok
Tok
Tok
Tok
"Aduh Abang jam segini belum bangun. Gak tau apah sekarang tu dah siang" Gumam seorang gadis kecil cantik.
"Bang bangun bang.. Abangg bangun udah siang" Ucap sang gadis cantik pada kakanya.
Yang masih setia pada mimpinya.
"Hoamm" Seorang Pria Tampan enggan membuka matanya dan masih setia dengan mimpinya.
"Bang... Bangun... Telat nih nanti Dara" Ucap Dara membangunkan kakaknya.
"Apa sih dek" Jawab Pria tampanan yang masih enggan membuka matanya.
"Ini tuh udah setengah 7 bang!!! Inget sekarang itu hari senin. Upacara bang!! Upacara!! Nanti telat!" Ucap Dara kesal pada kakaknya yang enggan untuk bangun dan bersiap-siap.
"Iya iya nih gue bangun" Ucap Pria Tampan itu dengan kesal.
"Yaudah Bang Bagas cepet siap-siap" Dara mendorong Bagas kearah kamar mandi agar cepat bergegas.
"Bawel amat sih lo. Iya gue mandi" Ucap Bagas berjalan gontai dengan muka bantal.
Dara pun tersenyum puas lalu turun kebawah untuk sarapan.
"Gimana abang dek udah bangun?" Tanya Yuni pada anaknya Dara.
Seorang Wanita Parubaya yang masih cantik nan manis.
"Udah mah abang lagi mandi. Aku kesel mah sama abang" Gerutu Dara memanyunkan bibirnya.
"Kesel kenapa anak papah" Tanya Java pada anak perempuannya.
Java Adijaya Pria Parubaya yang masih terlihat tampanan nan berkharisma.
"Abang suka begadang banguninnya susah" Kesal Dara.
"Adek bilangin abang biar gak ngegame terus." Ucap Java mengelus halus rambut anaknya.
"Udah Dara bilangin abang gak pernah denger" Gerutu Dara kesal. "Papah anterin Dara kesekolah ya? Abang lama nanti telat" Sambung Dara memohon pada Papahnya.
"Oke anakku sayang pamit dulu sama Mamah" Ucap Java tersenyum manis.
"Dara berangkat ya mah" Ucap Dara mencium pipi mamah nya.
Dara masih duduk di bangku SMP kelas 8 dan Bagas sudah duduk di bangku SMA kelas 12.
"Iya hati-hati ya sayang" Ucap Yuni tersenyum manis pada anaknya.
Dara pun pergi bersama Papahnya.
Bagas pun baru menuruni tangga dengan santainya sambil menggendong tas nya
"Morning mamah" Sapa Bagas pada Yuni.
"Morning sayang" Jawab Yuni tersenyum kearah Bagas.
"Udah sepi aja udah pada berangkat mah?" Tanya Bagas sembari duduk ke kursi meja makan.
"Iya adek kamu kesel kamu bangunnya siang terus" Ucap Yuni sambil memberikan lauk pada Bagas.
"Lohh.. Bagas kan orangnya santuy mah. Ngapain buru-buru?? " Ucap Bagas enteng sambil menikmati makanannya.
"Ini udah gak bisa santai Bagas. Yaampun udah jam 6.50 nak kamu bentar lagi telat sana berangkat" Ucap Yuni dengan terkejut melihat jam diponselnya.
__ADS_1
Bagas pun lansung bergegas untuk berangkat kesekolah.
Tak lupa Bagas mencium kening Mamahnya lalu pamitan berangkat kesekokah.
Bagas sampai kesekolah dengan terlambat.
Seluruh siswa SMA Pemuda sudah berbaris bersiap upacara.
Berbeda dengan Bagas, Jefri, dan Naufal yang baru sampai.
"Telat lagi nih kita" Ucap Naufal cengengesan menatap 2 Sahabtnya.
"Udah ah yuk kita bakal dijemur sama Pak Budi di tengah lapangan" Ucap Jefri mengajak kedua temannya segera kelapangan.
ke 3 Pria Tampanan itu tidak menggunakan Dasi, tidak menggunakan Topi. Baju yang keluar tidak dimasukan rambut acak-acakan.
Namun itu sangat terlihat tampanan.
Emm Jantel men.
Dimata para siswa perempuan
3 Most Wanted SMA Pemuda langsung datang ketengah lapangan.
Tentu saja itu adalah pusat perhatian kaum hawa.
Teriakan-teriakan histeris siswa-siswa perempuan yang kagum akan ketampanan 3 Badboy bin plaboy yang temapannya memang di atas rata-rata.
"Itu Bagas ya ampun ganteng bngtt"
"Omegatt Bagas gantengya"
"Jefri keren banget."
"Ahh Jefri cintakk deh mwahh"
"OMG Naufall lov youuuu."
Itulah teriakan siswa perempuan disana.
Hmm terdengar alay banget yakk hihi.
"Nah ini ni ini 3 biangkerok yang suka terlambat" Ucap Pak Budi sebagai pembina upacara pagi ini.
"Selamat pagi Pak Budi. Yang ganteng" Sapa Bagas tersenyum manis.
"Apa kalian senyum-seyum!!??" Bentak Pak Budi menatap satu persatu anak bandel SMA Pemuda.
"Aduhh Pak Budi pagi-pagi udah galak." Ucap Naufal cengengesan.
"Tentu saya galak! Setiap hari senin kalian selalu berangkat terlambat! Sudah tidak pake dasi, tidak pake topi, baju tidak di masukan. Kalian pikir dengan penampilan seperti itu kalian dilihat seperti pelajar!!!?" Ucap Pak Budi dengan mode marah.
"Aduh Pak gak usah marah-marah dong saya tau kok Pak hukuman apa. Kaya biasanya kan? Okee Gusy kita ready kan?" Ucap Jefri tersenyum lebar menatap dua sahabtnya.
"Iya Pak Budi dengan penampilan begini kita ini malah terlihat Ganteng lo pak" Ucap Bagas dengan pedenya.
"Kepedean kamu ini" Sahut Pak Budi menatap sinis Bagas.
"Loh kalo gak percaya liat aja Pak. SELURUH SISWA PEREMPUAN SMA PEMUDA. LIAT SENYUM MANIS SAYA AJA PADA PINGSAN!. BENERKAN KAN GIRLS????" Ucap Bagas Lantang menatap semua barisan dengan senyum manisnya.
"Aduhh bagas aku bisa pingsan"
"Omegat-omegat gas jangan senyum please aku gak kuat"
"Duhh jantungku berdebar-debar gas"
Sahut siswa-siswa perempuan yang menggemari Bagas and the Genk.
"Kalian ini selalu saja bikin bapak pusing" Ucap Pak Budi memegang kepalanya dan memutar-mutar kepalanya.
__ADS_1
Bagas and the genk hanya terkekeh melihat gurunya.
Mereka bertiga pun melaksanakan hukumanya.
Dengan berjemur ditengah lapangan sampai upacara selesai.
setelah itu berlari 5 putaran dilapangan.
Bagas and the genk pun berlari menyurusi lapangan setelah selesai mereka langsung kekelas.
Untung saja mereka cepat melaksanakan hukumanya jadi tidak tertinggal materi bu Hana hari ini.
"Huh huh huh Gilakk tu guru udah di jemur suruh lari lagi" Ucap Naufal ngos-ngos an.
"Abang aja yang sering telat" Ucap seorang gadis cantik dari belakang menuju kearah Naufal.
"Aduh Fani kakanya ngos-ngos an ginu kasih minum kek malah di omelin" Ucap Naufal kesal pada Fani adiknya.
"Nih Air besok-besok gak usah telat!!!" Ucap Fani tegas sambil memberikan sebotol air pada Naufal.
"Nah gitu dong adikku sayang" Ucap Naufal dengan mengacak-acak rambut Fani.
"Ishh abang nyebelin rambut Fani jadi berantakan kan?" Ucap Fani kesal.
"Sini Fan. Biar gue rapiin rambut lo" Ucap Jefri sembari mendekat kearah Fani.
"Stop! Gak usah deket-deket gue." Ucap Fani sinis lalu meninggalkan Jefri.
"Sabar bro kalo lo mau dapetin adek gue. Lo harus terus berjuang" Ucap Naufal sambil menepuk-nepuk bahu Jefri untuk meyakinkannya.
Fani pun duduk ketempat duduknya dengan muka ditekuk.
"Kenapa sih Fani sayang?" Tanya Megan pada Fani.
Megan adalah sahabat Fani satu-satunya.
yang selalu mendengarkan keluh kesah Fani.
"Kesel sama bang Naufal ma Jefri" Kesal Fani dengan mendekap tanganya didada.
Megan yang mendengarkannya hanya geleng-geleng kepala.
Saat seluruh siswa sedang asik mengobrol.
Berbeda dengan Bagas yang melanjutkan tidurnya yang tadi dirumah tertunda.
Kesempatan untuk tidur karena Bu Hana sepertinya terlambat masuk kekelas.
Saat beberapa menit Bu Hana pun masuk kekelas.
Seluruh siswa pun duduk merapikan diri.
Sontak semua siswa terkjut Bu Hana membawa seorang Gadis cantik nan manis.
Hallo gusy?
Maaf-maaf kalo masih banyak typo dan salah kata.
Tolong dukung author.
dengan tekan tombol
Like
Love
komen.
Author sangat senang jika kalian menghargai karya ku terimakasih:))
__ADS_1