Tidak Usah Di Baca

Tidak Usah Di Baca
EPS 5


__ADS_3

Waktu pun berlalu begitu cepat kini saatnya seluruh siswa SMA Pemuda kembali kerumahnya masing-masing.


Begitupula dengan Alana yang sudah berjalan keparkiran menuju mobilnya.


Mobil mewah berwarna merah tua dengan atap terbuka.


sungguh elegan jika di kemudikan Alana.


Alana pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Tiba-tiba ban mobil Alana bergoyang merasa tidak nyaman Alana pun membanting stir ke kiri untuk minggir.


Dan Alana mengumpat saat mengetahui ban belakangnya bocor bahkan dua-dua nya.


Alana dibuat kesal karna ponselnya lowbet.


Waktu sudah semakin sore Alana pun berusaha mencari taxi.


Namun nihil sudah dari tadi ia menunggu taxi tidak ada yang lewat.


Saat sedang masih sibuk mencari taxi.


suara knalpot dengan suara yang berat terdengar berisik karna knalpot blombong.


Dren dren dren.


Pengendara motor klx itu pun turun menghampiri Alana.


Pengendara klx itu adalah Bagas yang tidak sengaja melihat Alana ditepi jalan.


"Kenapa belum pulang?" Tanya Bagas menatap Alana.


"Ban mobil gue bocor. mau kabarin bengkel hp gue lowbet dari tadi nyari taxi gak ada yang lewat." Keluh Alana terlihat lelah.


"Ayo gue anterin. Mobil lo biar diurus bengkel tempat gue" Ajak Bagas memberikan helm pada Alana.


Alana pun hanya diam ia sedikit ragu karna gensi.


Bagaimana bisa? seorang Alana Putri Abimanyu dengan mudahnya menerima tawaran dengan seseorang yang baru ia kenal.


"Gak usah banyak mikir. udah sore nih" Ucap Bagas.


Alana berpikir sejenak ia pun mengangguk.


Kini ia menerima helm pemberian Bagas.


Bagas pun tersenyum puas Alana pun lalu menaiki motor tinggi milik Bagas.


"Pegangan" Ucap Bagas meraih tangan Alana.


Alana pun hanya nurut saja ia melingkarkan tangannya di perut Bagas.


Senja terlihat begitu indah Alana dan Bagas tertawa disepanjang jalan.


Kadang mereka berkata dengan keras karna susah mendengar mereka terlihat seperti sepasang kekasih.


Akhirnya mereka sampai dikediaman Abimanyu.


Alana pun turun dan membuka helmnya.


namun ntah mengapa kunci helm itu susah sekali dibuka.


Bagas yang mengetahui Alana kesulitan pun membantu membuka kunci helm Alana.


Deg


Jantung Alana berdegup lebih kencang melihat Bagas tepat didepanya.


"ternyata cowok ini ganteng juga" Ucap Alana dalam hati.


"Dah selesai." Ucap Bagas membuyarkan lamun Alana.


"Thanks ya gas" Ucap Alana tersenyum manis.


"Etss tunggu lo harus kasih gue sesuatu" Ucap Bagas menahan Alana yang sudah membalikan badan.


Alana pun membalikan badanya.


ia menatap Bagas penuh tanya.


"Jadi lo tolongin gue gak ikhlas?" Tanya Alana mengangkat kedua alisnya.


"Ya bukan gue gak ikhlas gue cuma mau minta nomer WA lo" Ucap Bagas tersenyum manis.


"Gue gak punya WA!" Ucap Alana tegas.


"Ayolah gak bakal gue sebarin" Rengek Bagas memohon.

__ADS_1


Alana pun menghela napas berat.


"Oke mana hp lo?" Ucap Alana sambil mengulurkan tangannya.


Bagas pun memberikan ponselnya.


Alana mencatatkan nomer WAnya.


"WA gue kalo ada yang penting-penting aja!" Ucap Alana tegas ia pun pergi meninggalkan Bagas.


Bagas tersenyum puas menatap punggung Alana yang menjauh.


Karna waktu sudah magrib Bagas pun dengan cepat langsung pergi meninggalkan kediaman Abimanyu untuk pulang kerumahnya.


Saat Alana sampai terlihat di ruang keluarga Kakaknya dan juga Mommynya tengah asyik menonton tv.


Membuat Alana kesal mobilnya bocor sedangkan Kakak dan Mommynya asyik menonton tv.


"Beby. Kenapa kau baru pulang? ini sudah sangat petang?" Tanya Adit khawatir pada Adiknya.


Alana memutar bola matanya malas ia begitu kesal.


Alana pun tidak menghiraukan perkataan Kakaknya.


Alana langsung naik kekamar.


Adit pun diisyaratkan Mommynya untuk keatas merayu Adiknya.


Saat Adit sudah diambang pintu ia melihat Alana sedang rebahan diranjang dengan mendengarkan musik lewat handset.


Adit pun mendekati Adiknya melepas handset yang melekat ditelinga Alana.


Dan itu pun membuat Alana berdecak kesal.


"Apa yang terjadi beby? kenapa kau pulang terlambat?" Tanya Adit khawatir.


"Kau tau kak? bagaimana susahnya Alana mencari taxi? kau tahu bagaimana bingungnya Alana disaat mobilku bocor" Gerutu Alana kesal.


Adit pun menelan ludahnya kasar..


Ia pun memeluk Adiknya yang begitu manja.


"Maafkan aku, Beby. Kakak janji jalan yang akan kau lewati akan terbebas dari paku atau apapun yang membuat ban mobil mu bocor"


"Tidak perlu. Aku hanya kesal bisa-bisanya kau dan Mommy menonton tv sedangkan aku kesusahan".


"Ajak aku makan malam denganmu malam ini".


" Setuju."


Kediaman Adijaya.


Dikamar Bagas tengah ramai suara canda tawa hari ini Naufal dan Jefri bermain kerumah Bagas mereka asyik bermain PS.


Tok


tok


Tok


"Masuk" Ucap Bagas yang masih fokus pada PS nya.


Seorang gadis cantik membawakan sepiring cemilan dengan ketiga minuman di mampan.


ia terlihat sangat anggun nan imut.


"Ini minumanya" Ucap Dara ramah.


"Makasih, Dara" Ucap Naufal tersenyum manis pada Dara.


"Sama-sama" Dara pun ingin beranjak pergi namun dihentikan Naufal.


"Mau kemana?" Tanya Naufal.


"Dara, mau turun Kak."


"Disini aja"


"gak boleh katanya Bang Bagas, Dara boleh kesini kalo cuma dibutuhin bang Bagas aja" Ucap Dara melirik sinis kepada Bagas.


Bagas pun hanya menelan ludahnya.


"Aelah adik gue jelek-jelekin abangnya banget" Ucap Bagas dalam hati.


Naufal yang mendengar ucapan Dara pun tertawa terbahak-terbahak.


"Adek lo jujur banget gas" Ucap Naufal cengengesan.

__ADS_1


"Gue mau pulang nyokap gue sakit" Ucap Jefri beranjak pergi.


"Nyokap lo kenapa, Jef?" Tanya Bagas ikut berdiri.


"Gue dapet WA dari pembantu gue. Katanya nyokap gue pingsan" Ucap Jefri terlihat cemas.


"Gue ikut, Jef" Ucap Naufal.


"Sorry banget, Jef. gue gak bisa ikut lo bentar lagi gue ada urusan sama bokap gue" Ucap Bagas iba melihat Jefri.


"Gapapa kok yaudah salamin ke nyokap lo ya, Gas. gue pamit".


Kediaman Abimanyu.


" Beby apa kau sudah siap"


"Sebantar lagi".


Alana pun menuruni tangga dengan anggun.


ia terlihat sangat cantik mengenakan dress berwarna biru muda dengan rambut diikat keatas menyisakan rambut dikedua pipinya.


dengan make up tipisnya.


" Wah-wah anak Mommy cantik sekali mau kemana?." Tanya Ratih yang baru datang.


Alana pun tersenyun manis.


ia langsung merangkul tangan kakaknya.


"Tentu saja aku akan berkencan" jawab Alana tersenyum lebar.


"Oh benarkah? kau akan berkencan dengan lelaki tampan ini Alana?" Tanya Ratih dengan nada menggoda.


"Tentu"


"Kau tau kau akan mendapat tatapan iri oleh gadis-gadis luaran sana melihat kau berjalan dengan laki-laki ini".


" Ini yang aku mau membuat mereka kesal" Ucap Alana mantap.


Ratih hanya menggelengkan kepala.


Adit dan Alana pun pergi berpamitan.


mereka menaiki mobil milik Adit mereka terlihat seperti sepesang kekasih padahal mereka adalah saudara.


Mereka sampai di caffe yang mewah dan megah banyak pengunjung disana.


Anak-anak muda, pembisnis, keluarga konglomerat tentu saja pelanggan caffe tersebut bukan orang-orang biasa.


dan benar saja saat Adit dan Alana turun banyak sekali pasang mata yang melihat kearah mereka.


Banyak gadis-gadis terpesona melihat Adit namun menatap tidak suka pada Alana.


Adit dan Alana tidak memperdulikan itu mereka langsung berjalan menuju meja VVIP.


Meja VVIP berada diatas yang langsung dapat melihat indahnya lampu kota.


"Aku sudah lama tidak berkencan denganmu" Ucap Alana senang.


"Kau merindukan suasana ini, Beby?"


"Ya. semenjak aku di London kita tidak pernah bertemu" Alana pun mulai terlihat sedih Adit yang tidak mau Adiknya sedih itu pun lngsung befikir ingin menghiburnya.


"Hey, Beby. Kita sekarang bisa dinner berdua. kau sangat senang bukan?"


"Ya aku sangat senang".


Pesanan makanan mereka pun datang makanan yang datang adalah makanan kesukaan Alana dan Adit.


Dimeja sebrang.


Ternyata malam ini keluarga Adijaya tengah makan malam bersama namun tidak sekeluarga hanya ada Tuan Adijaya dan Putra tampannya.


Adit yang sedang asyik makan sambil mendengarkan obrolan Papahnya dengan rekan bisnisnya.


kini mata nya menangkap sosok gadis yang membuat jantungnya berdebar.


ia pun sedikit kesal mengetahui Alana duduk dengan seorang laki-laki dan disitu Alana tengah tersenyum lebar.


" Pah, Bagas permisi sebentar" Ucap Bagas beranjak menghampiri Alana.


Follow


Like


Komen

__ADS_1


__ADS_2