
Syuyin yang bosan memutuskan untuk pergi ke mansion kakeknya. Syuyin memilih untuk bersepeda, bersepeda membuat syuyin semakin sehat.
"Aaaa....!" teriak syuyin yang tersungkur, sepeda yang dirinya kendarai di srempet oleh mobil lamborgini berwarna merah
Pintu mobil itu pun di buka melihatkan sosok pria tegap tampan! dan berusia matang tersebut berjalan menolong syuyin
"Nona, are you okey?" tanya nya
"I fine sir, Thanks" sahut syuyin
"Kau terluka!"
"Ini tidak parah"
"Aku akan membawamu ke rumah sakit!"
Syuyin yang menolak pun di angkat paksa tubuhnya oleh pria tersebut, pria tersebut mendudukan kursi di samping pengemudi.
"Kepala ku pusing" gumam syuyin memijat kepalanya
"Sebentar lagi kita sampai di rumah sakit...." sahut pria tersebut sembari menyetir mobil
Tak ada sahutan dari syuyin
"Nona kau baik-baik saja?" saat menoleh syuyin sudah tak sadarkan diri, pria tersebut menambah kecepatan mobilnya. Melesat begitu cepat hingga sampai di rumah sakit
Saat dokter dan perawat datang mereka segera membawa syuyin di IGD
"Selamtkan dia!" ucap pria tersebut
"Pasti, tuan"
****
Sam telah sampai di markaz, Sam menangkap sosok Enemi
"Anda sudah datang, tuan" sapa enemi membungkuk
"Dimana roy dan valcon?" tanya sam datar
"Tuan roy sedang berada di gudang senjata, sedangkan Valcon pergi keluar tuan" sahut enemi
Sam mengangkat satu alisnya
"apa yang di lakukan Valcon?"
"Saya tidak tahu, tuan. Valcon pergi begitu saja"
"Baiklah pergilah beistirahat!"
"Terimakasih"
****
Di gudang senjata, Roy tengah menghitung senjata-senjata yang siap di kirim ke arab. Roy pun mengetahui jika tuannya telah datang, Roy menghentikan aktivitasnya
"Apa yang kau cari sam" tanya roy tanpa memalingkan wajahnya
Sam pun mendudukan dirinya di sofa yang tersedia, dan meneguk segelas wine
"Dimana, Valcon?" tanya Sam setelah meneguk segelas wine
"Dia pergi keluar"
"Apa yang dia lakukan?" tanya sam mengangkat satu alisnya
"Aku tidak peduli!"
"Baiklah hubungi Valcon, suruh dia ke ruanganku setelah makan malam..." titah Sam bangkit dari sofa
Roy menghembuskan nafas kasar
__ADS_1
"Kau bisa lakukan kegiatanmu nanti roy!" sambung Sam, Sam pun pergi ke ruangannya
****
Mata indah itu mulai membuka matanya, Syuyin melihat ke sekitar ini bukan kamarnya melainkan kamar rumah sakit
"Kau sudah sadar nona?" tanya seorang pria tersebut
"Thanks, sir. I so fine"
"Tidurlah kau butuh istirahat"
"Aku harus pulang" sahut Syuyin yang turun dari ranjang, pria tersebut pun menahanya
"Kau masih lemah"
"Aku tak apa! Sungguh"
Pria tersebut menghembuskan nafas barat
"Perkenalkan aku Valcon, dan siapa nama mu?" tanya Valcon menjabat tangan syuyin
"Aku syuyin, terimakasih Valcon"
"Aku seharusnya meminta maaf! Aku yang menyrempetmu"
"Itu sudah berlalu"
****
Syuyin yang memaksa untuk pulang pun diiyakan oleh Valcon. Syuyin di gandeng oleh Valcon untuk memasuki mobilnya
Valcon melajukan mobilnya ke apartemen syuyin, Kini valcon dan syuyin sudah berada di depan pintu apartemen syuyin
"Thanks Valcon aku sangat merepotkan!" ucap Syuyin tersenyum tipis
"Okey, masuklah aku mengantarmu"
"Kau mau minum?" tanya syuyin
"Kau punya air putih dingin?"
"Apa kau tidak meminum alkohol?" tanya syuyin sembari menuangkan air dingin ke gelas kosong
"Aku tidak bisa minum!" sahut Valcon cengengesan
"Well Kita sama"
Valcon meneguk segelas air putih dingin tersebut
"Apa kau tinggal sendiri disini, Syuyin?" tanya Valcon meletakan gelasnya ke meja
"Ya, aku sendiri" sahut syuyin tersenyum tipis
"Kau gadis hebat!" puji Valcon tersenyum lebar
"Aku tidak sehebat itu" sahut syuyin terkekeh
****
di meja makan malam telah di siapkan makan malam untuk anggota serigala hitam, Di ruangan besar terdapat meja bundar berjumlah lebih dari 100, meja tersebut memiliki 7 kursi, setiap kursi untuk 7 anggota.
Salah satu meja bundar tersebut terdapat meja bundar besar yang khusus untuk Sam, Roy, Valcon, Enemi, dan Frans
Para koki koki mafia serigala hitam menghidangkan makanan-makanan enak. Sam memang kejam, namun Sam hanya kejam pada musuhnya tidak pada anak buahnya, Sam memperlakukan anak buahnya sangat baik itu yang membuat komplotan mafia tersebut setia terhadap Tuannya.
Namun meski begitu, Komplotan mafia tersebut sudah memiliki tujuan masing-masing. Kejahatan adalah pekerjaan mereka, Sam menyuruh koki koki tersebut untuk memasakan makanan yang sehat, Agar anak buahnya kuat dan tidak gampang mati
"Apa kau mencariku,Sam?" tanya Valcon menatap sam. Sam yang tadi fokus makan pun menghentikan aktivitasnya
"Kemana kau pergi?"
__ADS_1
"Aku pergi ke makam papa ku"
"Setelah itu?"
"Aku bertemu dengan gadis yang tak sengaja ku tabrak" sahut Valcon santay
"Baiklah, Jika kau besok keluar pakailah penyamaran dan jangan sembarangan berkenalan dengan orang lain..."
"di luar sana tidak ada yang dapat di PERCAYA!" ucap sam penuh penekanan. Valcon hanya mengangguk tanda jika dirinya mengerti
****
Sam menatap foto seorang wanita dan pria yang sedang menggendong anak kecil, foto tersebut menggambarkan aura kebahgiaan. Namun itu tidak lama setelah Papa sam berselingkuh dengan temannya, Mama sam yang tak terima melakukan sam dengan kejam, karna tahu jika Rania dan Marco melakukan hubungan terlarang mereka belum menikah namun sudah memiliki putra
Bayangan sam menangkap seorang wanita kejam yang selalu menyiksanya
"Mama!... sam takut disini gelap!! mama... hiks hiks" ucap seorang sam kecil saat usianya 5 th
"Aku tidak peduli dengan mu anak sialan! tidurlah di gudang yang gelap dan kotor ini" sahut Rania tertawa keras
"Aku takut mama...!!"
"Kenapa kau sangat cengeng anak sialan!" bentak Rania membuat Sam berjalan mundur. Rania mengambil ikat pinggangnya dan mencambuk Sam dengan kejam
"Sak sakit... mama!!... ampun mama, sam tidak akan nakal! sam akan tidur disini.."
"Bagus kau anak baik sialan!"
Aku anak sialan
Aku anak sialan
Aku anak sialan
Itulah yang di pikirkan Sam kali ini
"Arghhh sial!" sam berteriak melempar foto tersebut hingga pecah, sam mengambil senjata api nya dan menembak berkali ke foto tersebut hingga hancur
"Aku membenci kalian! aku membenci kalian hingga darah dagingku!!!"
Dor
Dor
Dor
Dor
Dor
Roy dan Valcon yang mengetahui jika di kamar tuannya terdapat suara tembakan pun belari menuju kamar Sam. Malam ini sam menginap di markaz karna besok pagi-pagi sekali sam dan setengah anggota mafia serigala hitam memiliki tugas di bawah tanah.
Tok
Tok
Tok
"Sam!! Are you okey?" Roy berteriak cemas di luar pintu
Sam dengan berat membuka pintu kamarnya
"Ada apa?" tanya sam datar
"apa yang kau lakukan? aku dengar telah terjadi baku tembak berkali-kali" ucap roy menekan
"Tidak ada apa-apa!"
Sam pun melenggang duduk di pinggir ranjang, Roy melirik di sebuah foto yang sudah hancur karna tembakan
"Itu?" tanya roy, dan di anggguki oleh sam
__ADS_1
"Aku mengingat kembali kedua manusia B*JINGAN tersebut!"