Tidak Usah Di Baca

Tidak Usah Di Baca
EPS 13


__ADS_3

Roy kembali keruangan tempat Sam. Rok mengetuk pintu terlebih dahulu


Tok


Tok


Tok


"Masuk"


Roy segera mendekat menghadap Sam


"Ada apa?" tanya Sam menatap Roy


"Tidak tahu! hanya...."


"Bosan?"


Tidak dapat di bohongi Roy memang bosan "Hmm kenapa aku lebih senang melukai musuh" guma Roy


Sam terkekeh "Ini akan jadi hal baru untuk kita Roy. tidak ada salah ketua mafia menjadi presdir"


"Mungkin.. kita bisa membunuh penghalang kita saat berbisni" sambung Sam tersenyum devil


"dan aku akan bersemangat melakukan hal itu Sam" sahut Roy senang


"Tanyakan pada Valcon untuk perkembangan senjata di Spanyol!" titah Sam datar


"untuk saat ini masih aman, Valcon menyeledupakan senjata ke taman anak-anak polisi tidak akan curiga untuk memeriksa!"


"Ide yang tidak terlalu buruk. Bagaimana yang berada di korea? apa semua obat-obat an terjual?"


"Terjual pesat Sam..."


Sam tersenyum lebar mendengar "Kekayaan mu kali ini jika di hitung tidak akan habis, peninggalan Ayahmu sangat banyak Sam, bertambah dengan penjualan-penjualan obat-obat an dan senjata sekarang bertambah paman mu memberikan perusahaan ini dan jika perusahaan ini berkembang pesatt kembali kekayaanmu tidak akan terhitung Sam" tutur Roy senang


Hahaha Sam tertawa "Roy ternyata pria brengsek itu meninggalkan Ibu ku dengan meninggalkan harta yang melimpah!"


"ya begitu Sam"


****


"Arghh Luna kenapa kita ke mall? apa kau mau membuang-buang uang lagi?" bisik Syuyin pada Luna yang masih sibuk memilih pakaiaan


"Ayo coba ini dress ini sangat bagus untukmu" sahut Luna


Syuyin menolak menggeleng cepat "Luna cukup jangan belanja terlalu banyak" ucap Syuyin tegas


"Kenapa sih Syuyin. Kakek memberikan kita kartu card unlimited gunakan kartu itu untuk bersenang-senang" sahut Luna santai


"Tapi kau juga harus pandai menggunakannya. hampir setiap hari kau belanja! pakaiaanmu saja sangat banyak dan juga belum semua kau pakai" omel Syuyin


"Kenapa kau brisik! jika kau tidak mau menggunakan kartu card mu biarku bayarkan!" Syuyin hanya memutar bola matanya malas dan membiarkan Luna memilih pakaiaan


"Syuyin lihat" ucap Luna sambil memperlihatkan hoddie laki-laki yang bagus "Bagus bukan?"


"Bagus lalu kenapa kau melihatkan hoddie itu untukku?" tanya Syuyin terheran


"Hehehe siapa tau kau mau membelikan pacarmu" 'Upss' Luna menutup mulutnya "Mana ada yang berhasil jadi pacarmu bisa-bisa mereka kau tendang Hahaha" ledek Luna


"Enak saja! berikan hoddie itu biar aku yang bayar dan menjadi milikku" ucap Syuyin merebut hoddie tersebut


"Mau kau berikan siapa?"

__ADS_1


"Untuk...? untuk... pacarku lah!"


"Hahaha pria hebat mana yang mampu menjinakan sangat betina sepertimu Syuyin" ledek Luna tertawa


Syuyin tidak memperdulilakan Luna. Syuyin berjalan ke kasir dan membayar Hoddie tersebut. Syuyin berencana memberikannya pada Sam


"Sudah ayo kita pulang" ajak Syuyin


"hmm baiklah"


****


Ting pesan masuk 'Honey❤'


"Nanti jam 5 sore temui aku di pantai"


Sam tersenyum membaca pesan tersebut.


"Oke sayang😍"


Setelah itu Syuyin tidak membalas pesan dari Sam. Sam kembali berkutat pada dokumen-dokumen Sam mempelejari tentang perusahaan ini Sam mudah mengerti mudah baginya karna Sam orang yang cerdas!


Tok


Tok


Tok


"Masuk"


"Selamat siang presdir Sam setelah makan siang anda akan bertemu klaine di caffe burdo siang nanti" tutur Selena sopan


"Baru jadi CEO saja sudah disuruh matting! membosankan!" gumam Sam


"Oke thanks Selena"


Setelah sampai di Caffe Selena menangkap seorang wanita cantik dengan assitennya


"Maaf menunggu lama nona Stela" ucap Selena


"Ah aku baru saja datang" sahut Stela tersenyum manis


mata Stela menatap Sam yang begitu datar "Perkenalkan Stela dia Presdir Sam Recullo Son CEO baru di perusahaan" ucap Selena


"Senang bertemu denganmu presdir saya Stella" ucap Stella tersenyum manis namun berbeda dengan Sam yang tetap datar tanpa ekspreksi


"Selamat siang nona Stella. Mari kita bahas kerjasama anda dengan Recullo Son Group" ucap Sam datar


"Aha dengan senang hati Presdir Sam mari kita bahas"


Satu jam berlalu Stella menjalaskan dengan rinci. Selena memperjalas pada Sam dan Sam mengerti dengan siap Stella sudah tanda tangan kontrak kerjasama dengan Recullo Son Group


"Senang bisa berkerjamsama dengan anda" ucap Stella tersenyum manis


"Saya harap perusahaan anda dapat menguntungkan kedua pihak" sahut Sam datar


"Terimakasih atas waktu anda Nona Stella. Kami pamit undur diri" ucap Selena


"Baik terimakasih"


****


17.00

__ADS_1


New york


Sesuai janji Sam sampai di pantai dimana dia pertama kali bertemu dengannya dan pertama kali dia mengatakan isi hatinya. Mata Sam menangkap sosok gadis yang bermain pasir-pasir tersebut


"Maaf membuatmu menunggu sayang" ucap Sam memeluk Syuyin dari samping


"aku baru saja datang" sahut Sam melepaskan pelukan dari Sam


"ada apa honey? apa merindukanku sayang?" goda Sam


"tidak sama sekali!


" Hahaha lalu ada apa?"


Syuyin memberikan paper bag kepada Sam "ini untukmu karna sudah menyelamatkanku dan membuatku gila" ucap Syuyin


Sam meraih paper bag itu dan membukanya ternyata terdapat Hoddie berwarna hitam "ini untukku?" tanya Sam memastikan


"untuk supirmu! tentu untukmu"


Sam langsung memeluk Syuyin "Terimakasih sayang kau tidak perlu repot-repot" bisik Sam di telinga Syuyin


Sam melepas pelukannya dan membuka jasnya lalu mengganti dengan Hoddie pemberian Syuyin


"hoddie ini akan menjadi favoritku" gumam Sam


"tidak usah berlebihan itu hanya hoddie biasa" sahut Syuyin tersenyum kecil


"tentu ini bukan hoddie biasa sayang ini pemberianmu! I'm so happy dear! Thanks i love you Syuyin" ucap Sam sedikit berteriak


"i love you too Sam" sahut Syuyin lirih


Sam sudah mengenakan hoddie tersebut. Sam lebih terlihat tampan dan keren


"apa aku sangat tampan?" tanya Sam menggoda


"tidak biasa saja"


"tidak usah berbohong aku tau aku tampan" goda Sam kembali membuat Syuyin memutar bola matanya


"aku bekerja di Recullo Son Group" ucap Sam datar


Syuyin menoleh ke Sam dia terkejut " Lalu pekerjaan lama mu?" tanya Syuyin antusias


"aku tetap melanjutkan dibantu Valcon. aku tahu jika kekasihku ini menemui markaz ku pasti aku dan anak buahku akan berada di balik jeruji bahkan di bawah tanah"


Syuyin tiba-tiba memeluk Sam "aku tidak mau kau pergi Sam" ucap Syuyin tiba-tiba


"aku tidak akan kemanapun" sahut Sam lembut


"aku tidak mau jika para agen menangkapmu apalagi menyiksamu atau menghukumu"


"mereka tidak akan bisa menyentuhku walau seujung jari sekalipun Syuyin"


Syuyin memperat pelukannya "entah Sam ini apa tapi aku takut kehilanganmu"


Sam membelai rambut Syuyin lembut "aku akan selalu bersamamu sampai kapan pun"


Syuyin melepas pelukannya menatap lekat bola mata Sam "sampai kapan pun?" tanya Syuyin


"sampai rambut indahmu ini berubah menjadi uban"


Syuyin kembali memeluk Sam pria itu mencium pucuk kepala Syuyin

__ADS_1


"Apapun yang terjadi besok aku akan tetap bersama mu Syuyin! meskipun aku harus kehilangan taringku sekalipun aku tidak peduli dengan perbedaan kita"


TBC


__ADS_2