
Syuyin bersandar di pintu kamarnya sesekali Syuyin tersenyum membayangkan dirinya dan Sam ini sangat mendebarkan
FLASHBACK ON
"Syuyin izinkan aku memilikimu!" ucap Sam
"Aku bingung Sam aku membencimu dan mengacuhkanmu tapi kenapa perasaan ini tumbuh di hatiku. Ak aku aku mencintaimu Sam!" sahut Syuyin lirih
"dan aku lebih mencintaimu" ucap Sam memeluk Syuyin
"Jangan dekati laki-laki lain ingat kau milikku Syuyin Ryuko" bisik Sam di telinga Syuyin
FLASHBACK OFF
"Syuyin Syuyin!" teriak Luna kegirangan
"astaga Luna kenapa kau selalu berteriak!" sahut Syuyin kesal
"Syuyin aku sangat senang.
Today I am verry happy Syuyin!"
"hmm dan apa yang membuatmu sebahagia ini?"
"Emm ini rahasia!"
"Menyebalkan lalu apa maksudmu?" tanya Syuyin melipat tangan di dada.
"Emm kau dari mana Syuyin? kau juga tampak senang?" tanya Luna mengalihkan pembicaraan
"Tentu aku mencari hiburan! kau ini malah pergi ke salon!"
"Upss sorry!"
****
Di mansion Moskov. Sam datang dengan Roy setelah dari pantai. Entah apa Moskov memanggil Sam untuk hal penting
"Apa yang membuat paman memanggil Sam?" tanya Sam membungkuk hormat
"Paman rasa kau memang harus mendapatkan cahaya Sam..." ucap Moskov
"Apa yang paman maksudkan?"
Moskov menghembuskan nafas berat "Paman tidak tahu kau akan suka atau tidak tapi paman harap kau menyetujuinya" ucap Moskov serius
"Katakan saja paman apapun itu Sam akan lakukan"
"paman sudah semakin tua Sam, mungkin saatnya paman pensiun dari Recullo Son Group karna kau sekarang pewaris satu-satunya paman ingin Sam menggantikan paman menjadi presdir di Recullo Son Group" tutur Moskov
"tak apa paman Sam akan mencoba, mungkin Sam bisa mencari kesibukan lain seperti menjadi presdir tidak seterusnya Sam bekerja di dunia gelap ini terus" sahut Sam terkekeh kecil
"Jika kau bersedia besok kau bisa datang untuk penyambutan, jika kau belum mengerti assiten pribadimu besok akan membantu.. tapi Roy juga akan tetap di sampingmu Sam"
"Roy boleh ikut Sam kekantor paman?" tanya Roy
__ADS_1
"tentu Roy kau yang akan menjaga Sam" sahut Moskov
"Pasti paman Sam tidak akan mengecawakan paman"
****
Recullo Son Group
Perusahaan besar menjulang tinggi dengan kemewahan dan ke eleganannya. Sam menuruni mobilnya dengan Roy di belakangnya. Ini pertama kali bagi Sam menjadi seorang CEO di perusahaan turun temurun Kakeknya dahulu. Sebagai pewaris selanjutnya Sam tidak akan menyiakan meskipun Ibunya yang tak menganggapnnya
"*Wah liat itu presdir baru kita!"
"Oh my good tampan sekali"
"Wahh tampan sekali"
"Bikin betah kerja*!"
Bisik-bisik para pegawai saat Sam melewatinya. Assiten pribadi Sam yang baru datang menghampiri. Gadis cantik bertubuh tinggi, berkulit sawo mateng, hidung mancung, dan bulu mata yang lentik.
"Selamat datang Tuan Recullo! Anda bisa memanggil saya Selena" ucap Selena menunduk hormat
"Senang bertemu denganmu Selena" sahut Sam tersenyum tipis. Sam pun melirik ke Roy "Dia assiten pribadiku dari dulu, dia Roy mungkin bisa meringankan pekerjaanmu" sambung Sam
"Terimakasih Tuan Recullo dengan senang hati menerima kedatangan anda dan Tuan Roy. Mari saya antar keruang matting karna ada pengenalan CEO baru langsung dari presdir Moskov" tutur Selena sopan
"Mari!"
Sam, Roy, dan Selena berjalan menggunakan lift menuju ruangan matting. Tempat dimana para pegawai-pegawai penting, dan Presdir Moskov
Prok prok prok
Tepuk tangan riuh dari orang-orang yang berada di ruangan tersebut
"Terimakasih paman. Aku Samuel Recullo yang akan memimpin perusahaan ini!"
****
"Silahkan masuk presdir Sam ini ruangan anda" ucap Selena mempersilahkan Sam
Sam pun duduk di kursi kebesarannya. "Selena tolong bantu aku untuk mengurus ini aku belum sepenuhnya mengerti" ucap Sam
"Dengan senang hati saya membantu anda presdir.." sahut Selena. kemudian Selena menatap Roy. "Tuan Roy ruangan anda berada di samping ruangan presdir Sam, anda akan saya ajarkan juga dan membantu untuk memperkembangkan perusahaan ini" sambungnya
"Baik terimakasih nona Selena" sahut Roy dingin
"Mari ikut saya ke ruangan anda!" ucap Selena dan di angguki oleh Roy
"Saya permisi presdir Sam jika anda butuh sesuatu anda bisa menggunakan telfon kantor untuk menghubungi saya" sambung Selena dan di angguki Sam
Roy dan Selena berjalan menuju ruangan samping. Saat memasuki ternyata lantai baru saja di pel dan belum sepenuhnya kering. Selena yang tak hati-hati pun terpeleset sebelum Selena jatuh ke lantai dengan cepat Roy memeluk tubuh Selena. Tangan Roy melingkar di perut Selena mereka bersitatap beberapa saat mereka mengalihkan pandangannya
"ma maaf nona saya refleks" ucap Roy menyesal
"Terimakasih tuan roy" sahut Selena gugup
__ADS_1
Ekhm Selena berdehem menetralkan jantungnya "Ini ruangan anda Tuan Roy, semoga anda nyaman dan anda menjadi senang untuk bekerja di perusahaan ini" ucap Selena santai
"Gadis ini bisa menetralkan suasana, dia tidak seperti gadis-gadis lainnya di senyumi saja sudah tergila-gila. Kenapa gadis ini tidak?" gumam Roy dalam hati
"maaf Tuan Roy saya permisi ke ruangan saya, Ruangan saya hanya di depan ruangan anda dan Presdir Sam. Jika membutuhkan saya silahkan hubungi saya" sambung Selena kemudia pergi ke ruangannya
"Dia sangat berbeda!" ucap Roy dalam hati
****
Drt drt drt
ponsel Syuyin berbunyi tertera nama 'Samuel ❤'
dengan semangat Syuyin mengangkat telfon dari Sam
"Hallo sam?" sapa Syuyin
'Siang gadisku! apa kau tak merindukan ku?' goda Sam
"Kenapa harus merindukanmu? kemarin kita baru saja bertemu huh!"
'Hey kau sungguh tak merindukanku? kau ini kekasihku Syuyin! kau wajib merindukanku!'
Syuyin terkekeh mendengar suara kesal Sam "Aku bercanda Sam, aku sangat merindukan wajah jelekmu"
'Orang jelek akan memiliki kekasih jelek'
"Apa kau baru saja mengatakan aku jelek?" ucap Syuyin kesal
'Aku tidak mengatakannya'
Tok
Tok
Tok
Pintu kamar Syuyin di ketuk oleh Luna "Sam nanti lagi Luna datang ke kamar ku, bye!" ucap Syuyin kemudian mematikan ponselnya
"Astaga aku tidak bisa membayangkan wajah Sam saat telfonnya ku matikan sepihak? Haha I don't care" ucap Syuyin dalam hati
Ceklek
"Kenapa lama sekali sih buka pintunya?" kesal Luna
"Ada apa lagi?" tanya Syuyin datar
"Syuyin kau mau pergi ke mall? ayolah Syuyin kita bermanja-manja?" ajak Luna
"Fyuhh! Aku tidak memiliki waktu untuk itu aku lebih merindukan misi-misiku! jika saja bukan karna pistol sialan mungkin aku sudah memiliki misi-misi" sahut Syuyin
"Apa kau tidak bisa sekali saja tidak melakukan pekerjaanmu? kau juga harus merawat dirimu!"
"Kenapa ? aku sudah cantik" ucap Syuyin percaya diri
__ADS_1
"Huh!"