
Setelah Daffa kembali Dimas terkejut melihat Daffa senyum-senyum sendiri. Ya karena Daffa lagi kasmaran wkwk.
"Sehat Daff?" Tanya Dimas sambil melambai-lambaikan tanganya kedepan muka Daffa.
"Sehat bangett!!!" Jawab Daffa dengan mantap dengan masih senyum-senyum.
"Kayaknya toilet caffe gue ada bidadari yang bikin lo gila Daff?" Tanya Aril sembari meminum kopi nya.
"Iya bang! Bidadari Cantik banget!!!" Jawab Daffa dengan mantap.
Di meja Aleta.
"Kita balik yuk udah mau habis jam makan siangnya" Ajak Aleta membereskan makanannya
"Yaudah ayok" Jawab Lala.
Mereka pun meninggalkan Caffe. Sedangkan di meja Aril yang masih menikmati makananya.
Di rumah sakit.
(Ke rumah sakitnya pas udah selesai kerja ya gusy)
"Hai junior kau harus minum obat mu kau harus sembuh! Semangat okey?" Ucap Devon dengan mengedipkan satu matanya.
Ceklek.
Pintu terbuka seorang dokter cantik dan baik masuk keruangan itu.
"Maaf permisi Dok. Bisa bicara sebentar?" Ucap dokter tersebut.
"Tunggu di ruangan saya" Jawab Devon tidak menatap dokter tersebut.
"Junior bilangkan pada Mommymu untuk tidak khawatir. Dokter Dev udah kasih obat. semangat ya besok sembuh kok. Oke?" Ucap Devon mengusap kepala Anak tersebut. Anak tersebut pun tersenyum karena di semangati oleh Devon.
"Dokter Tampan kaya bintang korea. Kalo Kakak ku liat Dokter pasti kakakku naksir" Ucap Anak kecil itu dengan tersenyum hingga gigi ompongnya terlihat.
Ceklek.
__ADS_1
Pintu terbuka Aleta masuk kedalam ruangan tempat terapi Adiknya betapa terkejutnya Devon saat melihat bidadari yang hampir dia tabrak tadi.
"Hay boy kakak datang menjemputmu" Ucap Aleta.
"Nah itu Kakak aku dok" Ucap Boy menunjuk Aleta.
"Kamu!" Ucap Aleta dan Devon bersama an. Devon tersenyum kecil melihat Aleta.
"Kita bertemu lagi" Ucap Devon dengan tersenyum. Aleta pun juga.
"Oooo jadi kak Aleta udah kenal sama Dokter Dev. Padahal tadi Boy pengen kenalin Kak Aleta sama dokter dev." Ucap Boy dengan tersenyum.
"Iya junior Dokter Dev udah kenal sama kakak mu" Jawab Devon sembari mengusap kepala junior dengan lembut.
"Kak Aleta dokter dev ini yang bikin Boy semangat terapi dokter dev selalu kasih Boy hadiah jadi Boy semangat Hihi" Ucap Boy tersenyum melihatkan gigi ompongnya.
"Oh ya kalau begitu Boy harus berterimakasih pada dokter dev" Jawab Aleta sambil mengusap halus rambut adiknya.
"Terimah makasih ya Dokter Dev." Ucap Boy memeluk dokter dev. Aleta tersenyum melihat adiknya.
"Makasih ya dokter dev" Ucap Aleta tersenyum kearah Dev. Devon yang melihat senyum Aleta terpana dengan kecantikan naturalnya.
"Oke Boy saatnya kita pulang. Apa kau tidak mau main nan robot baru keluar an tahun ini boy?" Ucap Aleta dengan nada menggoda. Boy pun langsung sumringah bahagia.
"Mau mau mau" Jawab Boy dengan senang.
"Ok kalau begitu berpamitlah terlebih dulu dengan Dokter dev." Ucap Aleta mengusap lembut kepala Boy.
"Dokter dev. Boy pulang dulu ya" Ucap Boy bersalaman pada Devon.
"Oke Junior jangan lupa lusa besok kau masih terapi lagi. besok dokter dev akan kasih hadiah banyakk banget" Seru devon dengan tersenyum lebar.
"Dokter dev. Kami permisi dulu" Pamit Aleta yang ingin beranjak pergi.
"Baik Hati-hati Aleta" Jawab Dev sambil membukakan pintu. Aleta pun hanya membalasnya dengan senyuman.
Devon melamun melihat Aleta dan Boy berjalan dengan bercanda ria Devon tersenyum mengingat senyum manis Aleta.
__ADS_1
Kediaman wu Nardo.
Mobil mewah itu berjalan masuk ke gerbang yang menjulang tinggi. Di parkirkanlah mobil mewah tersebut keluarlah seorang Pria Tampan yang gagah.
"Eh den devon udah pulang" Ucap salah satu tukang kebun disana.
Devon pun hanya membalas dengan senyuman lalu berjalan masuk kedalam rumah.
Tumben den Devon tersenyum biasa di sapa cuma ditatap aja.
Ucap tukang kebun itu dalam hati.
Satu mobil mewah itu masuk kedalam kediaman wu Nardo. Keluarlah dua pria yang tak kalah Ketampanannya. mereka pun masuk kedalam rumah.
Di meja makan.
Devon turun terlebih dulu dengan semangat. Tidak sabar menyantap makanan dimeja makan. Tak biasanya Devon seperti ini
"Wah-wah bang dev udah disini aja" Ucap Daffa sembari menarik kursi. Aril pun ikut bergabung ke meja makan.
"Gue udah laper banget nunggu kalian lama." Jawab Devon sambil makan.
Mereka pun menikmati makanannya masing-masing suasana dimeja makan hening.
Aril terkejut melihat adik-adiknya senyum-senyum sendiri.
"Woy!!" Bentak Arik menggebrakan tangan ke meja. Dan berhasil gebrakan itu membuat Devon dan Daffa terkejut.
"Brengsek! kalo jantung gue cepot gimana bang?." Ucap Daffa kesal pada Aril. Aril hanya tertawa puas telah mengganggu lamun adik-adiknya.
"Lagi lo pada ngapain sih? Mikirin apa lo sampe ngelamun senyum-senyum." Tanya Aril penasaran.
"Gapapa bang kepo bgt lo." Ucap Devon beranjak pergi diikuti oleh Daffa.
Tinggalah Aril yang masih berada di meja makan menikmati makanannya.
"Ck! Di tinggalin gue" Umpat Aril merasa kesal pada adik-adiknya.
__ADS_1
Hallo gusy! Maaf ya kalo masih banyak kurangnya. Maaf ya masih noob.