Tidak Usah Di Baca

Tidak Usah Di Baca
EPS 11


__ADS_3

Kondisi Syuyin sekarang jauh lebih baik, meski masih susah untuk berjalan. Bukan syuyin namanya kalo hanya tiduran di ranjang rumah sakit.


Syuyin memilih untuk tinggal di mansion kakeknya, Luna yang mengetahui keadaan syuyin kini lebih banyak waktu untuk menjaganya


"Ku dengar kemarin jakson di selamatkan para mafia? apa itu benar?" tanya luna menatap syuyin


"Aku yang menyuruhnya" sahut syuyin santai


"Aneh seharusnya mereka menangkapmu dan jakson, bisa-bisa kau dan jakson melapor dan menangkap mereka"


"Entahlah aku malah memiliki perasaan aneh pada mafia"


"Apa!?" teriak luna


"Astaga kenapa kau berteriak luna?" tanya syuyin menutup kedua telinganya


"Kau tidak boleh mencintai mafia syuyin! itu berbahaya" ucap luna serius


"Aku tidak tahu tentang perasanku! setiap di dekatnya aku merasa ada gelenjar aneh di tubuhku, aku selalu bersikap acuh padanya semakin ku acuh rasa ini semakin berat" tutur syuyin


"Syuyin? apa yang kau maksud itu samuel recullo?" tanya luna


"kurasa iya!" sahut syuyin menunduk


"Astaga syuyin!! misi mu gagal! kau seharusnya yang membuat samuel jatuh cinta denganmu kenapa kau sendiri terperangkap jebakanmu sendiri"


"Aku belum mengerti perasaanku luna! Jangan katakan ini pada kakek. aku harus membuktikan perasaanku sendiri"


"Terserah!"


****


Tok


Tok


Tok


"Masuklah"


"Sam.. ku dengar kemarin kau menyelamatkan agen FBI?" tanya Roy


"Ya aku yang menyelamatkannya" sahut sam santai


"Kenapa? apa kau tidak berfikir mereka akan bahaya untuk kita?"


Sam pun melipat kedua tangannya di depan dada. "Aku tidak peduli"


"Kenapa begitu?"


"Aku merasa aku mendapatkan cahaya kembali roy..." sahut sam lirih


"Apa karna gadis muda itu?"


Sam pun mengangguk. "Entahlah aku seperti pernah bertemu dengannya"


"Gadis itu bisa membahayakan serigala hitam sam!" ucap roy serius


Sam hanya diam memikirkan sesuatu.


"Ku harap kau melupakan perasaanmu sam, sebelum dia datang ke kehidupanmu dan mengacaukan serigala hitam" ucap roy kemudian pergi dari ruangan sam


"Apa aku sudah mencintai syuyin? but secepat ini? oh my good, so crazzy!!. gadis itu membuatku gila, kenapa sekarang aku ingin menemuinya?? aku rindu aroma tubuhnya aku rindu senyumnya?? No no! dia berbahaya sam! dia bisa mematahkan taringmu. Forget it! dia jebakan!"


Tok


Tok


Tok


Seketika lamunan sam buyar setelah mendapati adiknya datang siapa lagi kalo bukan Frans. Wait wait apakah frans baru saja mengetuk pintu? This is a rare thing!

__ADS_1


"Woww apa yang membuatmu datang sesopan ini brother?" tanya sam menatap frans


Frans pun berlalu menduduki sofa. "Aku lepaskan syuyin untukmu sam!" ucap frans


"Hahaha. kenapa kau tak melakukannya dari dulu?" sahut sam terkekeh


"Aku baru sadar! Sial! kenapa aku bisa seperti ini" ucap frans mengacak rambutnya frustasi


"Kenapa kau sefrustasi itu brother? kau hanya Admire him not love him!" ucap sam menekam pada kalimat terakhir


"Aku I do not know! aku belum menyadarinya!"


Sam tertawa renyah. "Thanks brother! kau sekarang sadar jika syuyin untuk ku!"


"Kenapa kau seyakin itu?"


Sam mengangkat satu alisnya dan mengkerutkan dahinya. "of course I'm sure!"


"Hahaha. kita ini mafia sam! syuyin bisa saja membuat kita hancur"


"Dan aku rela untuk hancur"


Frans menoleh ke sam tak percaya " You so crazzy brother!" ucap frans kemudian pergi dari ruangan sam


"Am I wrong?" tanya sam pada diri sendiri


"I don't care!" sambungnya


****


Jakson datang ke mansion Dinarga tujuannya untuk melihat keadaan Syuyin. Jakson sangat merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Syuyin dan Sialnya kenapa harus para mafia yang menolongnya?


"Anda mencari siapa tuan?" tanya penjaga mansion Dinarga


"aku Jakson agen FBI negara barat" sambil menunjukan kartu nama. "Aku kemari untuk menjenguk Syuyin Ryuko" sambungnya


"Maaf membuat anda lama tuan saya penjaga baru! Silahkan masuk."


"Wow apa yang membuatmu datang Jakson?" tanya Luna


"Aha aku mau menjenguk Syuyin! Aku sangat khawatir dengan keadaannya" sahut Jakson semangat


"Jakson datang kemari ternyata hanya untuk Syuyin!" gumam Luna dalam hati


"maaf Jakson, Syuyin baru saja tertidur semalaman dia tidak bisa tidur" bohong Luna. Sebenarnya Syuyin sudah siuman sekarang saja Syuyin tengah rebahan dengan memainkan game onlinenya di ponsel


"Oh baiklah maaf menganggu aku hanya memberi buah-buah an segar dan bunga ini" ucap Jakson tersenyum kecut


"Jakson apa kau punya waktu?"


"Waktu ku tidak terlalu banyak!"


"Mau kau antarkan aku ke salon? sebentar saja? aku tidak punya teman untuk datang kesana" ucap Luna meragu


Jakson terdiam sejenak. "Kalau kau tidak memiliki waktu tak apa!" ucap Luna sedikit kecewa


"Mari kita berangkat!" sahut Jakson yang membuat mata Luna berbinar


"Thanks, Jakson.!"


Luna dan Jakson pun menaiki mobil Jakson, Jakson membelah kota New york untuk mengantar Luna ke salon mewah langganannya. memang Luna dan Syuyin bertolak sifat Luna lebih ke anggunan sedangkan Syuyin sedikit tomboy


"Kau tidak keberatan untuk menunggu?" tanya Luna menatap Jakson


"It's okay Luna. I wait for you" sahut Jakson tersenyum manis


"Masuklah kedalam kau bisa bersantai" ucap Luna dan di angguki Jakson


Luna dan Jakson berjalan memasuki salon mewah tersebut. pegawai salon menunduk hormat dengan kedatangan Luna, para pelanggan salon yang melihat ketampanan Jakson sedikit tercenga


"*Hey lihat apa itu kekasih Luna?"

__ADS_1


"Aku baru melihatnya!"


"Luna tidak pernah mengajak laki-laki datang ke salon*!"


Bisik-bisik para pelanggan salon yang masih terdengar oleh Luna. namun Luna hanya mengacuhkan saja dan mendatangi manager salon yang tak lain sahabatnya sendiri


"Wow! Luna sudah lama tak pernah datang ke salon kecilku ini dan datang kembali dengan kekasihmu ya?" goda Arabella manager salon


"no Ara! dia temanku!" sahut Luna sedikit melirik Jakson


"Hahaha. Aku tahu kau malu Luna! baiklah apa yang membuatmu datang kemari beby?" tanya Arabela


"Emm aku ingin perawatan sedikit dan siapakan tempat untuk bersantai Jakson" ucap Luna pada Arabela


"Haha oke oke"


"Buat kan tempat yang tidak membosankan!" bisik Luna


Jakson pun bersandar di sofa di sebuah ruangan, entah ini salon atau restaurant namun tersedia menu makanan, tersedia Tv, dan buku-buku. Jakson memilih untuk bermain game onlinenya sembari menunggu Luna


****


Sam yang bosan memtuskan untuk pergi ke pantai tempat dimana pertama kali dirinya bertemu dengan Syuyin.


Sam mengendarai mobilnya dengan santai hingga sam sampai di pantai. Entah kebetulan atau apa mata elang itu melihat jelas gadis muda yang membuatnya berdebar, hati sam ternyut melihat gadis muda itu berjalan pincang. Sam pun berjalan santai menghampiri Syuyin


"Kenapa kau bodoh sekali memilih kesakitan dari pada bersantai dirumah" celetuk Sam yang membuat Syuyin menoleh


"Aku tidak punya waktu untuk bersantai! Luka ini harus segera sembuh" sahut Syuyin tanpa memandang Sam


Sam pun duduk di pasir mengamati Syuyin yang tengah berjalan pelan "Kenapa kau menutupi kesakitanmu?" tanya Sam.


Syuyin berhenti dan duduk di sebelah Sam "Menunjukan kesakitanku sama saja menunjukan kelemahanku" sahut Syuyin kemudian duduk di sebelah Sam


"Kenapa jika kelemahan mu di ketahui orang lain?"


"jika mereka mengetahui mereka dengan mudah mengalahkan ku!"


"apa selama kau bekerja kau mencari kelemahan musuhmu?" tanya Sam memandang Syuyin


Syuyin pun memandang Sam "Tidak juga! menemukan kelemahannya membuatku lebih mudah mengalahkannya!" sahut Syuyin


"Apa kau sudah menemukan kelemahanku?"


"Tidak! kau sangat misterius"


Sam tertawa keras "kelemahanku adalah dirimu!" ucap Sam menunjuk dada Syuyin


"Kenapa aku?"


"Karna kau nyawaku Syuyin! jika seseorang melukaimu maka aku akan lemah seolah kehilangan nyawa!"


Deg


"Kenapa kenapa kenapa?? arghh sial bagaimana ini aku malah terjebak oleh cinta mafia!!!" gerutu Syuyin dalam hati


Sam dan Syuyin bersitatap cukup lama. Sam pun mendekatkan wajahnya ke Syuyin hingga kening mereka bersatu


"Tidak ada alasan yang membuatku berhenti mencintaimu Syuyin Ryuko" ucap Sam lirih


"Dan ada seribu alasan yang membuatku benci kepadamu Samuel Recullo" sahut Syuyin


Sam pun menangkup kedua pipi Syuyin, Sam menatap nanar mata Syuyin


"Izinkan aku memilikimu!" ucap Sam


Kemudian sam mendekatkan wajahnya kembali, dan Cup sam mencium bibir Syuyin. Begitu lembut dan penuh cinta tak ada gairah keduanya, Syuyin membalas ciuman sam dan tangannya menggantung di leher sam


"Kau menggagalkan misiku ss sam.." ucap Syuyin terngah


"dan misimu lah yang membuat kita terjebak Syuyin"

__ADS_1


__ADS_2