Tidak Usah Di Baca

Tidak Usah Di Baca
EPS 4


__ADS_3

Di sebuah kamar besar nan mewah tampak pria tampan yang gagah itu sedang berdiri di balkon menikmati indahnya senja melihat lampu-lampu kota yang mulai dinyalakan.


Tok Tok Tok


"Masuk" Ucapnya.


"Tuan saya di perintah nyonya besar tuan di minta turun ke bawah". Ucap seorang asissten rumah tangga kepada pria itu.


Tanpa menjawab pria itu berjalan keluar kamar menuruni tangga untuk bertemu Ibunya.


"Bara. Mama ingin bicara dengan mu" Ucap seorang Ibu Parubaya kepada putranya yang bernama Bara.


Bara adalah Leader Genk Serigala genk pembuat onar.


"Apa yang ingin Mama bicarakan"


"Mama ingin kamu pindah sekolah di Jerman"


"Kenapa Bara harus pindah ?" Bara pun meninggikan ucapannya.


"Jaga sikapmu Bara. Tenang lah Mama akan jelaskan."


Bara pun menghela nafas panjang dan mengangguk.


Bara pun mendengarkan penjelasan Mamanya.


"Mama hanya ingin kamu tidak mengikuti jejak sepupumu Dika." Ucap Mama Bara dengan mata nanar.


"Apa yang Mama maksud?."


"2 minggu ini kamu masih bisa diindonesia. Seterusnya kamu harus melanjutkan pendidikan mu di jerman."


"Apa!!??" Bara spontan meninggikan ucapnya.


"Ini demi kebaikanmu nak. Mama tidak suka kamu ikut-ikutan genk mu itu. Mama tidak mau kehilangan kamu nak" Ucap Mama Bara dengan mata berkaca-kaca.


Tanpa ucapan apa pun Bara langsung pergi mengambil jaket dan kunci motornya.


Bara mengemudikan motornya dengan kecapatan kencang.


"Argghhhh sial-sial" Ucap Bara frustasi membanting stir motornya..


"Kalo saja Dika gak mati ini semua gak akan terjadii".


Malam pun berlalu.


Gelap berganti dengan terang sinar matahari menorobos masuk ke celah jendala kamar seorang gadis cantik yang masih setia dengan mimpinya.


Kring kring kring.


" Hoamhhhh. Yaampun setengah 7 aku telatt" Teriak Alana terkejut.


Ia pun langsung bergegas kekamar mandi membersihkan diri. Tak butuh waktu lama karena sedang terburu-buru mandi pun menjadi singkat.


Alana langsung berlari keluar.


menuruni tangga dengan berlari kecil.


"Ade pelan-pelan turun tangganya." Ucap Adit pada Alana.


"Alana udah telat kak. Nanti Alana sarapan di sekolah. Bye Mom bye Dad Bye Kak" Alana pun mencium punggung tanggan Mommy dan Daddynya.


Alana langsung masuk kedalam mobilnya.


Menggunakan mobilnya dengan kencang namun Alana juga lihai dalam menyetir kecepatan tinggi.


Sesampainya di sekolah ia terlambat Alana pun bergabung pada murid yang terlambat.


ada sekitar 13 anak yang terlambat dan hanya Alana lah yang perempuan.


"Calon istri gue ternyata demen telat sekarang" Ucap seorang laki-laki di samping Alana.


Yang sekarang suara itu sudah familiar di telinga Alana.


"Gue kesiangan" Ucap Alana ketus tanpa menatap Bagas.


Bagas pun menatap kedepan.


dan memikiran sesuatu.


"Anak-anak sebagai hukuman kalian terlambat kalian bersihkan seluruh kamar mandi di sekolah ini dan karna Alana cewek Alana menyapu halaman belakang kelas mu " Ucap Pak Budi tegas.


"Pak Alana itu kan cewek masak suruh nyapu halaman belakang kelas sendirian. Biar saya temenin aja pak" usul Bagas pada Pak Budi.


"Baiklah tapi Alana membersihkanya hanya setengah sisanya kamu". ucap Pak Budi tegas..


" Oke siap"


Halaman belakang.


Bagas dan Alana pun memulai hukumannya.


Hening

__ADS_1


Hening


Hening


Namun Bagas selalu mencuri-curi pandangan Alana.


Bagas tersenyum kecil jika melihat wajah imut Alana.


"Kenapa lo telat?" Tanya Alana memecah keheningan.


"Udah biasa" Jawab Bagas.


Alana menggerutkan alisnya.


Bagas pun duduk di kursi yang berada disana di susul Alana duduk di sebelahnya.


"Jadi lo sering telat?"Tanya Alana pada Bagas.


" Ya karna datang terlambat itu tradisi" Jawab Bagas enteng.


Alana pun hanya menggeleng-gelengkan kepala.


"Lo sendiri kenapa telat?" Tanya Bagas pada Alana.


"Gue kan udah bilang kalo gue bangun kesiangan" Jawab Alana sambil menunduk.


"Sama dong kaya gue. Jodoh kalik" Ucap Bagas tersenyum manis.


Alana memutar bola matanya malas.


"Gue bangun kesiangan cuma sekali ya dan lo katanya sering telat berarti lo selalu bangun kesiangan" Ucap Alana pada Bagas.


Bagas pun tersenyum tipis.


"Gue males bangun pagi" Ucap Bagas tanpa menatap Alana.


"Kalo lo males lo bakal nglewatin terbitnya mentari" Ucap Alana menatap Bagas.


"Gue gak tertarik" Ucap Bagas.


Alana pun mengerutkan dahinya.


"Apa yang buat lo tertarik?" Tanya Alana.


Bagas pun merubah posisi menghadap Alana.


Menatap manik indah Alana.


"Yang bikin gue tertarikk?? Emm Lo kayaknya" Jawab Bagas.


Jantung Alana berdebar kencang.


Pipinya merah saat Bagas mengatakannya dan menatapnyanya.


"Yaampun jantung jangan copott dulu pleasee" Ucap Alana dalam hati.


Bagas semakin mendekat kewajah Alana.


Bagas berbisik ke Alana.


"Lo cantik gue suka sama lo" Bisik Bagas di telinga Alana.


Blushhh


Pipi Alana memerah bagaikan tomat.


Bagas yang melihatnya tersenyum tipis


Alana dan Bagas masih bertatap-tatapan wajah mereka sangat dekat deru nafas mereka terdengar.


jantung Bagas serasa berdegup sangat kencang begitupun Alana.


"Woyyy!" Teriak Naufal membuyarkan tatapan mereka.


"Ehh curut lo itu suruh bersih-bersih bukanya tatap-tatapn. Ntar anak orang lo bikin hamil duluan" Omel Naufal pada Bagas.


"Ganggu aja sih lo. Fal" Sinis Bagas pada Naufal.


Jefri terkekeh geli melihat ekspreksi Bagas.


Alana yang malu pun memilih meninggalkan mereka.


"Lo tertarik sama dia gas?" Tanya Jefri duduk di samping Bagas.


"Gue gak tertarik" Jawab Bagas dingin.


"Ehh anak orang jangan lo bikin patah hati ****. Alana cantik jangan di php in kalo gue gak cinta Megan udah gue mbat tu Alana" Crocos Naufal yang sedikit kesal.


"Tapi gue cinta sama Alana" Ucap Bagas tersenyum kecil.


"Perjuangin cinta lo" Ucap Jefri menepuk bahu Bagas.


Alana yang baru tiba dikelas langsung duduk di kursinya.

__ADS_1


Beruntung hari ini jamkos.


Ia langsung meminum air dari botol minum yang ia bawa.


"Ya ampun Al. kamu udah selesain hukumanmu?" Tanya Megan pada Alana.


"Iyaa ini baru selesai capek banget tauk" Keluh Alana.


"Kasian banget lo Alana keringat lo ya ampun. Nih gue kasih lo tissue" Ucap Fani memberikan 2 lembar tissue.


"Makasih ya Fan" Ucap Alana tersenyum tulus pada Fani.


"Iya sama-sama Al. Oh ya tadi pas dihukum Jefri ikut kehukum ya Al?" Tanya Fani


"Iya sih ada tapi gue suruh bersihin halaman belakang sama Bagas. Kalo Jefri I do not know" Ucap Alana sambil mengangkat bahunya.


"Tumben nanyain Jefri. Udah mulai tertarik lo. Fan?" Tanya Megan dengan nada menggoda.


"Jangan salah paham deh lo. Gue tu cuma mastiin kalo abang gue juga ikut kehukum" Ucap Fani sedikit kesal.


"Lha kalo ada Bagas pasti ada 2 tuyul itu. Terus ngapain nanyain Jefri udah deh Fani kalo lo juga suka sama Jefri bilang aja gak usah malu" Ucap Megan tertawa bahak-bahak.


Alana pun juga ikut tertawa. Fani kesal mengerutkan dahinya dan bibir di manyunkan.


Saat mereka sedang asik berbincang dan berbercanda tiba-tiba ada yang menyapa dengan suara yang familiar.


"Hai girls" Sapa Naufal yang baru datang.


"Apasih bang" Sinis Fani.


"Abang cape Fan. minta minum" Rengek Nuafal manja.


"Bodoamat" Ucap Fani tegas.


"Ayang, Megan bawa minum gak?" Tanya Nuafal dengan mata nanar.


"Mau minta?"


"Iya yang. Abang Naufal aus bangett. Kamu tau gak yang tadi abang bersihin toilet disini udah kotor bau ya ampun ya ampun" Rengek Naufal sok dramatis.


Alana dan Megan hanya geleng-geleng kepala.


Lalu Megan mengambilkan sebotol air minum.


Belum juga di ambil Naufal sudah di rebut Bagas.


Glek glek glek.


Air yang memang tinggal sedikit itu pun habis di minum Bagas.


"Arghhh kamprett lo gas. Gue haus" Rengek Naufal kesal.


Bagas dan yang lainnya tertawa terbahak-bahak.


"Nih Fal. Minuman aku masih banyak" Ucap Alana memberikan sebotol air nya.


Bagas yang melihat pun jadi cemburu segera dia merebut botol air Alana.


"Ettss gak! Gak bisa botol air nya Alana harus di minum sama gue" Bagas langsung merebutnya.


Naufal yang geram pun juga langsung merebutnya.


Hingga mereka merebutkan botol air.


"Ini punya gue! Gue udah nunggu dari tadi" Ucap Naufal dengan menarik botol air yang di pegang Bagas.


"Gak. gak bisa! Ini punya gue!" Bagas juga menarik botol air tersebut.


"Heyy!! Stop stop!!!." Teriak Alana sedikit lantang.


dan...


pyarr.


Botol airnya jatuh air nya pun keluar semua.


"Kalian ini kaya kecil cuma botol air aja di rebutin" Bentak Alana menatap tajam Naufal dan Bagas.


"Gara-gara lo nihh" Ucap Naufal sinis.


"Udah deh bang lo tuh kaya anak kecill tau gak!" Bentak Fani pada kakanya.


Alana menatap tajam ke manik indahnya Bagas.


Bagas membalas tatapan Alana.


Alana yang tidak mau pipinya merah lagi pun langsung memalingkan wajah.


Jefri dan Megan tertawa terbahak-bahak.


"Emang deh lo berdua dari dulu waktu smp selalu ada aja yang di perebutin" Ucap Jefri sambil tertawa.


"Diem lo" Ucap Bagas dingin.

__ADS_1


Bagas pun duduk di tempat duduknya dengan kesal begitu pun Naufal.


Like, Love, Komenn


__ADS_2