
Kamar Aleta.
Tok tok tok.
"Masuk" Jawab Aleta sambil rebahan membaca novel.
"Kak kakak lagi apa?." Tanya Boy yang mendatangi Aleta.
"Baca novel Boy memang kenapa tumben ke kamar kakak?." Tanya Aleta mencubit gemas pipi adiknya.
"Aduh sakit kak. Gpp sih cuma mau ngomong sama kakak." Ucap Boy sambil memegang
pipinya.
"Memangnya adik kecil mau bicara apa.?" Tanya Aleta dengan pensaran.
"Kakak kenal sama dokter dev dimana?" Tanya Boy pada kakaknya.
"Oh itu jadi tadi pagi kakak mau kekantor karena kecerobahan kakak. Kakak nyebrang sembarangan hampir aja ada mobil yang mau nabrak kaka untuk si pengendara bisa nge
rem dan pengendara itu dokter dev. trus kakak di tolong sama dokter dev di ajak kenalan deh udah gitu doang." Jawab Aleta panjang lebar.
"Oh gitu dokter dev ganteng ya kak?." Tanya Boy tiba-tiba.
"Iya ganteng Boy" Jawab Aleta gemas pada adiknya.
"Kalo gitu kakak pacaran dong sama dokter dev. Mommy juga kenal sama dokter dev." Ucap Boy sungguh-sungguh.
"Haha Boy tau apa kamu tentang pacaran? kamu itu harus fokus belajar! sekolah kamu itu masih anak kecil berumur 7 tahun belum saatnya okey?." Jawab Aleta mengacak-acak rambut adiknya gemas.
"Aduh kak jangan di acak-acak terus dong nanti kegantengan Boy jadi berkurang." Ucap Boy kesal.
Karena kesal Boy pun meninggalkan Aleta kekamarnya. Aleta gemas dengan adiknya. Sebenarnya Aleta kasian dengan adiknya di usianya yang terbilang sangat-sangat muda dan masih seorang kanak-kanak sudah mengidap penyakit langka. Namun dengan begitu Aleta malah sangat menyayangi adiknya dan terus memberinya semangat. Aleta pun membaringkan tubuhnya kembali keranjang Aleta memikirkan perkataan Boy tentang Devon.
"Haduh Boy kamu itu ada-ada aja masak kakak suruh pacarn sama Devon orang yang baru aku kenal" Gumam Aleta sambil tertawa kecil.
Kediaman wu Nardo.
Seorang pria parubaya yang masih terlihat gagah dan tampan sedang berjalan menuju ruangan utama keluarga. Setelah sampai disana?. Ya sepi seperti biasanya anak-anaknya sibuk di kamarnya masing-masing.
__ADS_1
"Aldin!!." Panggil Tn. Alex pada asisten pribadinya
"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" Jawab Aldin yang baru datang.
Aldin adalah asisten pribadi Tuan Alex. Aldin juga tinggal disana. karena Aldin adalah anak yatim piatu atas kebaikan Tuan Alex Aldin di angkat menjadi Asisten pribadinya.
"Panggilkan Aril, Devon, dan Daffa suruh mereka keruangan utama." Ucap Tuan Alex sembari melangkah berjalan ke sofa.
"Baik Tuan saya permisi." Jawab Aldin sopan dengan membungkukan badannya.
Di kamar Daffa.
Tok tok tok.
tok tok tok
tok tok tok
Ketukan pintu terjadi berulang kali namun tidak ada respon dari Daffa. Karena Daffa sedang menyetel musik dengan nada yang keras Daffa tidak mendengarkan ketukan pintu Aldin. Terpaksa Aldin masuk menrobos pintu itu.
"Busett anjirr kaget gue" Ucap Daffa terkejut karena Aldin sudah berada didepannya.
"Gue udah ketuk pintu lo berulang kali tapi lo gak respon gue langsung masuk aja. Sorry bikin kaget." Jawab Aldin dengan nada dinginnya. "Tuan besar Alex nyuruh lo turun kebawah keruang utama ada hal penting yang harus dibicarain. Permisi." Lanjut Aldin beranjak pergi.
Kamar aril.
Aril sedang sibuk dengan laptopnya. Dia menjadi terganggu dengan ketukan pintu berulang-ulang.
"Masukk" Jawab Aril kembali fokus kelaptopnya.
"Gue di suruh Tuan besar Alex suruh lo turun ada hal penting yang mau dibicarain." Ucap Aldin pada Aril.
"Ya ntar gue turun" Jawab Aril masih fokus dengan Laptopnya.
"Sekarang aja ril. Tuan besar sedang menunggu" Ucap Aldin lagi dan beranjak pergi.
Aril menghela nafas kasar. Mukanya jadi kesal karena sedang fokus disuruh turun.
Kamar devon.
__ADS_1
Devon kini sedang sibuk dengan ponselnya. Devon sedang menonton youtube melihat youtuber kesukaannya.
Tok tok tok
"Masukk" Ucap Devon yang masih fokus pada ponselnya.
"Tuan besar suruh lo turun dev ada hal yang mau dibicarakn." Ucap Aldin.
"Oke yaudah yokk." Ajak Devon langsung turun dengan Aldin.
Devon tidak pernah menentang perintah ayahnya. dia selalu bergerak cepat apabila ayahnya membutuhkannya.
Di ruang utama.
Keempat pria tampan itu datang dan langsung duduk di sofa. Tuan Alex menyruput Kopinya menghela napas panjangnya.
"Lama sekalian kalian ini.! Lelet! Lamban!" Caci Tn. Alex yang kesal pada anak-anaknya.
"Hih Daddy ini sebenrnya mau bicara apa?" Ucap Daffa sedikit kesal.
"Aril, Devon, Daffa? umur kalian ini sudah matang karir kalian sudah memuncak bagaimana? apakah sudah ada penghuni hati??" Tanya Tn. Alex serius pada anak-anaknya.
"Kalo Daffa sih cewek-cewek banyak pah. Tapi kalo hai Daffa cuma ada bidadari cantikk disini" Ucap Daffa sambil membayang-bayangkan sesuatu.
"Daddy ngapain tanyain kaya gini?" Tanya Aril menatap Ayahnya.
"Daddy ini pengen kalian buruan nikah kalian ini sudah berumur matang. Daddy ingin menimang cucu." Ucap Tn. Alex meletakan kopinya kemeja.
"Devon sudah ada Dadd seorang perempuan yang bikin pikiran Dev keganggu akhir-akhir ini" Ucap Devon dengan tersenyum-senyum.
"Hah dasar bucin kalian" Ucap Aril menatap sinis.
"Emangnya lo udah ada penghuni hai Ril?" Tanya Aldin menaik turunkan alisnya mentap Aril.
"Gu gue halah cewekk banyak cewek yang mau sama gue. Ta tapikan gue mau cari cewek yang tulus sama gue bukan cuma cinta sama harta gue." Jawab Aril dengan gugup. Tn Alex terkekeh melihat wajah Aril.
Hmm lanjut gak nih?
dukung Author ya biar semangat lanjutnya.
__ADS_1
Maaf nih masih banyak kekurangan kalian bisa kasih kritik dan saran tapi pliss jangan dihujatš¢.
Oke makasihh