
Sam mengendarai mobilnya untuk pulang setelah bertemu dengan Syuyin.
Kota malam yang sepi karna Sam melewati jalanan sepi.
Dor
Suara tembakan nyaring membuat Sam menghentikan mobilnya. "Suara tembakan siapa itu?" gumam Sam.
Sam pun tidak memperdulikannya dan tetap melajukan mobilnya. Baru saja Sam akan tancap gas sudah ada pria-pria berpakai serba hitam, serta menggunakan penutup muka menghadangi jalanan Sam
"Shit! membuang waktu saja!" umpat Sam kesal. Sam yang kesal memencet klakson mobilnya berkali-kali guna untuk menyingkirkan orang-orang tersebut.
Sam pun keluar dari mobil dengan rahang yang mengeras "apa jalanan ini milik nenek moyang kalian?" bentak Sam pada orang-orang di depannya. Sam hanya sendiri sedangkan orang-orang tersebut lebih dari 5 orang
"aku akan membunuhmu!!" ucap salah satu dari pria-pria tersebut. Sam berpikir jika ini musuh-musuhnya "Sial aku hanya membawa satu pistol" umpat Sam dalam hati
"apa kau bercanda?" tanya Sam santai menaikan satu alisnya. Sontak para orang-orang tersebut terbelalak bagaimana ada orang yang sudah di cegat, di dongakan senjata tajam menanggapai sesantai itu. hanya Sam yang dapat sesantai itu bagi Sam melawan 10 orang bukan hal yang susah tapi tidak tahu untuk hari ini? Sam hanya membawa satu pistol?
"Woo Samuel Recullo humor itu benar ternyata! kau memang tidak memiliki takut" sahut salah satu pria-pria tersebut. Sam terkekeh mendengar
"apa yang perlu aku takuti pada kalian pecundang! menyerangku saja harus menutup muka apa kau takut wajahmu teringat dengan ku?"
"Serang!" seru para pria tersebut
Sam dengan cepat menangkis segala serangan. Bugh bugh bugh Sam menendangi para pria tersebut. Tak lupa Sam menembak satu persatu hingga tumbang. Namun sayang salah satu dari mereka melarikan diri!
"Sial! beraninya kabur!" ucap Sam kesal. Sam pun berlalu mengambil ponselnya menghubungi markaz
'Hallo sam ada apa?' sapa Valcon dari sebrang telfon
"bereskan mayat-mayat di gang ZX suruh Roy mencari tahu tentang mereka" ucap Sam penuh penekanan kemudian mematikan telfonnya sebelum mendengar sahutan Valcon
****
Sam membuka pintu ruangannya di Markaz menjatuhkan tubuhnya di kursi kebesaraannya.
Tok
Tok
__ADS_1
Tok
" masuk" sahut Sam. Roy pun berjalan ke arah Sam membawa berkas-berkas
"Sam mereka adalah suruhan mafia gagak hitam! dendam yang tak habis-habis ini membuat para pemimpin baru mafia mafia musuhmu itu kekeh menyerang Serigala hitam" tutur Roy menjelaskan.
"Biarkan saja tetap jaga keamanan menuju markaz jangan biarkan Agen intejilen, Mafia, dan gangster mengetahui. lengkapi senjata pada anak buah yang keluar markaz untuk berjaga-jaga" sahut Sam datar
"baik Sam hari ini Frans terbang ke jepang"
"Kenapa dia tidak mengatakan padaku?" tanya Sam mengkerutkan dahi
"Sepertinya Frans patah hati Sam. Frans memilih untuk kembali ke jepang"
"Hah anak itu! tidak pernah dewasa"
"Sam aku kembali ke gudang senjata! besok kita harus ke kantor" pamit Roy dan di angguki Sam
Sam mengambil ponselnya dan menelpon Frans. Jujur Sam masih merindukan Frans walau Sam terbilang sangat kejam pada Adiknya itu dan kadang semena-mena tapi Sam sangat menyayanginya
'Hallo?' sapa Frans dari sebrang telfon
'Ahh sudahlah Sam hati ku sedang kacau! ka kau jaga Syuyin saja' sahut Frans dengan nada lemas
"Apa yang terjadi dengan mu? jangan minum terlalu banyak Frans!"
'Hah Sam salamkan pada paman Moskov aku kembali ke jepang! Hah jangan lupa transferkan aku bulanan oke! aku sedang meliris club malam ku disni"
Tutt tutt tutt
Belum sempat Sam mau bicara telfon sudah di matikan sepihak oleh Frans. Sam berdecak kesal menghadapi adiknya. Frans memilih untuk tinggal di jepang karna dirinya sakit hati setelah tahu Syuyin dan Sam adalah sepasang kekasih. Frans memilih untuk melanjutkan bisnisnya di club malam karna Frans memiliki club malam mewah yang setiap harinya menghasilkan uang bermiliyar-miliyaran.
****
Mentari pagi memunculkan sinarnya. Menerobos masuk ke celah jendela milik kamar seorang gadis cantik yang masih setia terhadap mimpinya
"Hoammmm" Syuyin menguap dan bergeliat. Pagi yang cerah dan sinar matahari menerpa kulit putih nan mulus itu.
Syuyin memilih untuk ke kamar mandi dan membersihkan diri. Setelah berendam 20 menit Syuyin menggunakan lilitan handuk dan memilih pakaiaan yang cocok untuknya. Syuyin membiarkan rambutnya tergerai dan menggunakan make up tipis
__ADS_1
Syuin berjalan pelan menuruni tangga menuju meja makan. Meja makan sudah di penuhi makanan lezat dan sudah beradanya Luna dan Dinarga dan... Syuyin menangkap sosok Jakson? Sepagi ini sudah ada di mansion?
"Morning!" sapa Syuyin tersenyum manis.
"Morning Syuyin!" sahut Jakson tersenyum manis. Luna yang melihat Jakson tersenyum manis ke Syuyin sedikit kesal.
"Wow morning Syuyin! tumben kau sudah bangun" celetuk Luna sinis.
"Hahaha untuk hari ini saja" sahut Syuyin cengengesan. Dinarga tersenyum melihat cucu-cucunya.
"Sudah ayo sini Syuyin kita sarapan" ajak Dinarga lembut
"Ah baik kek" Syuyin duduk di sebelah Luna dan di hadapannya adalah Jakson. "Jakson sepagi ini kau sudah main?" tanya Syuyin menatap Jakson.
"Aku diminta kakek Dinarga untuk sarapan bersama karna akan menerima misi" sahut Jakson tersenyum manis. Syuyin mengangguk
Syuyin mengambil lauknya dan memakannya. Sesekali Jakson mencuri pandangannya pada Syuyin. Luna sudah berapi-api menahan cemburu mengetahui Jakson mencuri pandangan pada Syuyin.
"kek apa boleh Luna ikut serta di misi Jakson?" tanya Luna mantap. Uhuk uhuk Syuyin tersedak mendengarnya. Dengan sigap Jakson mengambilkan segelas air untuk Syuyin.
"Pelan-pelan kalo makan Syuyin!" ucap Jakson lembut. Syuyin tersenyum tipis "Ah iya thanks ya" sahut Syuyin.
Luna kesal karna ucapannya di acuhkan karna Syuyin tersedak. Luna pun bangkit dari duduknya. "aku sudah kenyang!" ucap Luna lalu pergi meninggalkan meja makan begitu saja.
"Luna piringmu masih penuh!" teriak Dinarga menghadap Luna. Luna pun berhenti menghdap kakeknya. "Luna sudah CUKUP KENYANG!" sahut Luna penuh penekanan
"ada apa dengan Luna moodnya tiba-tiba berubah?" gumam Syuyin. Jakson pun mengamati Syuyin. "dia diet Syuyin" ucap Jakson.
"Hah? mana mungkin bagaimana kau tahu?" tanya Syuyin terheran. Jakson tersenyum tipis. "Luna ingin menurunkan berat badannya agar dia juga bisa menjadi agen intelejin" tutur Jakson.
"astaga Luna tadi berkata dia ingin ikut misi." ucap Dinarga merasa bersalah. Dinarga pun menantap Jakson. "Jakson pergilah ke kamar Luna bujuk dia biarkan dia ikut misi mu kali ini. Tapi tolong jaga dia" ucap Dinarga
"Siap kek!" sahut Jakson semangat. Syuyin pun ingin ikut misi tersebut karna sudah lama tidak menjalankan misi. "Kek Syuyin juga ingin ikut misi ini!" celetuk Syuyin semangat
"Aha ide bag-"
"tidak Syuyin! biarkan Luna mencoba dahulu!" sebelum Jakson mengatakan sesuatu sudah di dahului oleh Dinarga. "Oh baiklah" ucap Syuyin menunduk lesu
"Membosankan apa aku pergi menemui Sam saja ya?" ucap Syuyin dalam hati
__ADS_1
TBC