
"Selamat pagi anak-anak" Sapa Bu Hana pada seluruh siswa dengan senyum manisnya.
"Pagi buk" Sahut seluruh siswa.
"Sebelumnya Ibu minta maaf karena datang terlambat. Hari ini kelas kita kedangan teman baru. Silahkan kamu memperkenalkan diri" Ucap Bu Hana dengn mempersilahkan pada Gadis cantik tersebut.
"Selamat pagi teman-teman. Perkenalkan nama ku Alana Putri Abimanyu. Kalian bisa panggil aku Lana atau singkatnya Al. Semoga kalian menerima aku dengan senang hati. Mungkin kalian ingin bertanya?" Ucap Alana tersenyum manis pada teman-temanya.
dari meja pojok tengah.
Fiki mengacungkan jari telunjuknya.
"Gue mau tanya" Ucap Fiki yakin.
"Silahkan" Singkat Alana.
"Lo jomblo gak?" Tanya Fiki Cengengesan. Pertanyaan konyol yang membuat semua siswa tertawa terbahak-bahak.
"Hadoh Fiki fiki maupun dia jomblo. Dia gak mau sama lo fiki" Ucap Jefri tertawa terbahak-bahak.
"Emm ok gue disini jomblo kok hehe" Jawab Alana tersenyum malu.
"Lah tuh kan jomblo dia. Jodoh gue mah dateng sendiri" Ucap Fiki dengan pedenya.
"Neng jomblo yakk? kalo jadi pacar abang mau gakk?" Ucap Naufal dengan nada menggoda.
Dan itu pun langsung mendapat cubitan dari Fani.
"Abang jangan goda dia. Itu sepupunya Megan" Ucap Fani ketus pada Naufal.
"Haduh udah-udah maaf ya Alana. Sekarang kamu bisa duduk dimeja kosong itu". Ucap Bu Hana melerai keramaian kelas.
sebelum Alana pergi kekursinya.
Tiba-tiba dari bangku paling belakang mengangkat suara.
" Etss! Tunggu dulu Buk Hana Cantik kan Bagas belum tanya." Ucap Bagas menyela.
"Iya apa gas kamu silahkan bertanya" Ucap Bu Hana
"Alana Putri Abimanyu? Nama yang indah cantik seperti orangnya. Mau gak jadi Ibu dari anak-anak kita?" Ucap Bagas menggoda Alana dan mengundang tawa seluruh kelas.
"Bagas!!!" Teriak Bu Hana geram pada tingkah muridnya yang satu ini. "Sudah Alana kamu jangan dengarkan Bagas kamu langsung duduk dimeja kosong itu".
Alana pun hanya mengangguk berjalan kearah kursi kosong.
" Cowok gila!! baru masuk sekolah udah dipertemuin makhluk anehh" Gumam Alana dalam hati.
"Woyy cupu cepet lo dudukin kursi yang buat Alan cepet!!!" Titah Bagas pada temannya yang duduk didepanya.
Karena tidak mau mendapat masalah ia pun langsung menduduki kursi yang mau diduduki Alana.
"Ka..kamu duduki disana aja. Mata aku buram kalo dibelakang" Ucapnya dengan gugup dan menunduk.
"Okelah." Singkat Alana
Kini Alana duduk di depan Bagas.
Cowok gila yang ditemui Alana.
Bagas tersenyum puass. Mungkin Bagas tertarik pada Alana.
"Alanaaa kangennn" Ucap Megan tiba-tiba memeluk Alana.
"Megan aku juga kangen" Ucap Alana membalas pelukan Megan.
Di sebelah kiri Alana tampak gadis cantik mengulurkan tanganya.
"Haii kenalin gue Stefani sahabatnya Megan dan bakal jadi sahabat lo" Ucap Fani tersenyum manis pada Alana.
"Hai Fani aku Alana" Ucap Alana membalas uluran tangan Fani dengan tersenyum manis.
setelah selesai berkenalan mereka pun melanjutkan pelajaran.
Semua siswa tampak serius dengan materi yang diberikan Bu Hana.
Berbeda dengan Bagas. Bagas hanya menatap punggung Alana dengan tersenyum-senyum kecil.
Seperti membayangkan sesuatu
Kring kring kring
Jam istirahat tiba seluruh siswa bersorak ria.
__ADS_1
"Oke anak-anak kalian bisa beristirahat" Ucap Bu Hana meninggalkan kelas
"Ya buk" Sahut semua siswa.
"Abang kantin yukk" Rengek Fani pada Naufal.
"Aishh bentar dong Fan" Ucap Naufal.
"Hai nama gue Naufal Alexander kakanya Fani. Gue cowok paling ganteng disini" Ucap Naufal dengan mantap sambil mengulurkan tangan pada Alana.
Alana mengangkat satu alisnya.
Dia terheran dengan teman satu kelasnya yang hemmm pedenya minta ampun.
"Ooo hai senang berkenalan denganmu" Jawab Alana tersenyum manis.
Naufal langsung menatap tak percaya.
matanya terpana tanpa sadar mulutnya terbuka.
karena kagum melihat senyum Alana.
Jefri yang baru datang pun langsung memasukan gorengan kedalam mulut Naufal.
Naufal pun mengunyahnya tanpa henti menatap Alana.
"Bang.. Are you okey?" Tanya Fani pada Naufal.
"Yes gue okeyy " Ucap Naufal mengunyah gorengannya.
Saat Naufal masih asik ngalamun Bagas datang langsung menggebrak meja.
Brakk.
"Ehh oncomm" Teriak Naufal kaget.
"Kambing lo gue lagi asik berimajimasi lo dateng-dateng kagetin gue" Ucap Naufal sinis pada Bagas.
Bagas tertawa terbahak-bahak begitu pula dengan Jefri.
Alana hanya menggeleng-gelengkan kepala.
Karena sudah puas tertawa tatapan Bagas menangkap manik hitam milik Alana.
"kenapa jantung gue berdebar saat liat Alana senyum" Ucap Bagas dalam hati.
"Lagi an lo Fal kaya gak pernah liat cewek cakep aja." Ucap Jefri terkekeh melihat Naufal.
"Naufal lo jangan godain sepupu gue yaa. Gue gak bakal relain kalo sepupu gue mau lo jadiin salah satu mainan lo" Ucap Megan yang baru datang.
"Eh ayang Megan enggak dong abang Naufal kan cuma kenalan. Di Hati abang Naufal cuma ada ayang Megan kok" Ucap Naufal tersenyum manis pada Megan.
"Ayang-ayangan pala lo !" Ucap Megan sinis.
"Udah yuk Al. ikut kita kekantin tinggalin aja bang Naufal. dia itu Plaboy!!" Ucap Fani menatap sinis abangnya.
"Et dah adek gue. Aib abangnya di bilang-bilangin tu mulut lemes bener dahh" Gumam Naufal dalam hati.
"Kita susulin mereka yok gas" Ucap Jefri mengajak Bagas. dan di balas anggukan pada Bagas.
Alana dkk sudah jalan duluan kekantin.
Diikuti oleh Bagas dkk.
3 Most Wanted SMA Pemuda yang ketampananya diatas rata-rata.
Saat sedang berjalan santai tak jarang adek-adek kelas caper ke Bagas, Jefri, dan Naufal.
Seperti biasa mereka bersifat dingin dan acuh tanpa memperdulikan sapaan mereka.
Brukk.
"Woy punya mata gak lo!!??" Bentak Bagas pada gadis yang menabraknya.
"Maaf gas kamu gak papa kan?" Ucapnya sambil mengelus dada Bagas.
Sontak Bagas geram langsung menepis kasar tangan gadis itu.
"Eh Bela la bela udah deh lo tuh gak usah caper sama Bagas inget Harga diri dong!!" Ucap Naufal menatap jijik pada Bela.
Bela adalah salah satu penggemarnya Bagas bahkan dia sudah menyukai Bagas paska awal sekolah. Namun Bagas tidak pernah menganggapnya. Bagas tidak pernah memperdulikan Fans-fans alaynya.
"A... aku" Ucap Bela. Belum sempat melanjutkan ucapannya sudah terpotong oleh Bagas.
__ADS_1
"Udah tinggalin aja gue mau nyusul masadepan gue" Ucap Bagas meninggalkan Bela sendirian.
"Masadepan? siapa yang di maksud Bagas??" Ucap Bela dalam hati.
Sesak di dada yang di rasakan Bela saat ini.
Ia pun berencana mencari tahu siapa? orang yang dimaksud masadepan oleh Bagas.
Kantin
Saat di kantin Alana sedang asik berbincang dengan Megan dan Fani.
Mereka langsung akrab.
Di balik sifat dinginnya Alana memiliki sifat yang mudah bergaul.
Alana sedang asik menikmati makanannya.
Tiba-tiba Bagas ddk langsung duduk dimeja mereka.
Bagas pun langsung duduk di depan Alana.
Naufal di depan Megan dan Jefri di depan Fani.
"Hai Alana cantik" Sapa Bagas pada Alana tersenyum manis.
"Ngapain lo kesini" Tanya Alana heran pada Bagas.
"Lohh ini tuh kantin umum Al. Cowok seganteng gue bebas mau duduk dimana pun" Ucap Bagas menaik turunkan alisnya.
Alana pun memutar bola matanya jengah.
"Gapapa Al udah biasa kok kita satu meja mereka ini sahabat-sahabat kita" Ucap Megan memberi penjelasan.
"Iya Al dan sahabat pun bakal jadi cinta. Kaya rasa ini yang muncul dihati Fani" Ucap Jefri dengan mantap menatap Fani.
"Enak aja lo aja yang jatuh cinta gue ogahhh" Ucap Fani memutar bola matanya jengah.
"Kayaknya rasa cinta gue udah dateng deh. Jef" Ucap Bagas menatap Alana tajam.
"Whtt siapa bro yang bikin lo jatuh cinta??" Tanya Jefri terkejut pasalnya Bagas tidak pernah serius pada perempuan. Tidak ada yang membuatnya jatuh cinta.
Namun kini Bagas mengaku bahwa dia tengah jatuh cinta.
"Nih bidadari di hadapan gue" Ucap Bagas menatap Alana.
"Hah!!??? Nih cowok demam apa gimana sihh baru juga ketemu" Ucap Alana dalam pikiranya menatap tajam pada Bagas.
"Iya baru aja ketemu tapi tatapan lo senyum lo udah ambil hatinya Bagas Adijaya." Ucap Bagas seolah tau apa yang di bicarakan dalam pikiranya.
"Kok lo tau sih apa yang gue pikirin?" Tanya Alana mengangkat satu alisnya.
"Gue bisa baca pikiran lo" Jawab Bagas tersenyum tipis.
"hmm walau sedikit gila. menarikk". Ucap Alana dalam hati.
Alana dan Bagas masih bertatapan.
Seolah berbiacara melewati tatapan mata.
Naufak yang geram pun langsung menggebrakan meja.
Brakkk.
Buyar sudah tatapan mereka berdua.
" Ehh tuyul bisa gak sih lo gak usah ganggu suasanaa" Sinis Bagas pada Naufal.
Fani, Megan ,Jefri hanya terkekeh geli pada tingkah Bagas kali ini.
**Hai gusy!!
Maaf ya kalo masih ada typo salah kata.
Authornya baru belajar hehe.
Author bakal seneng kalo kalian hargain karya Author dengan tekan
Like
Love
komen
__ADS_1
Terimakasih**:))