Tier by Revenge : LAGNALOK "DendaM"

Tier by Revenge : LAGNALOK "DendaM"
Arc Bloody bluum.


__ADS_3

Episode 12


Blaaaaaaar!


 


Suatu hantaman membuat orang itu tampak mundur ke belakang.


 


"Sial!" ucapnya kesal.


 


Menahan terjangan besar itu dengan pedang miliknya yang amat kuat itu. Pedang algojo yang bahkan lebih kuat kekuatannya dari Antemos milik Demos. Namun, mengapa pedang itu tak berada di tangan Demos saja?


 


Demos menatapnya dengan perasaan biasa saja. Satu lainnya tamoak menatap penuh harap pada temannya itu.


 


‘Kekuatan itu memang besar. Aku harap, dia tak terkecoh. Itu saja' batin satu musuh azza. Tentunya bukan Demos.


 


Wuuush!


 


Musuh azza yang baru saja menahan tangan besar itu. Tampak, melenguh dan menatap ke arah depan sana.


 


Dia terkekeh di tempat. Lalu, saat asap reda. Tampak, tangan itu masih ada. Lalu, dihilangkan oleh azza. Hingga azza pun melihat semua musuhnya itu.


 


"Bagaimanapun itu. Pedang kuat itu aku rasa tak bisa digunakan secara bebas," ujar Xavi.


 


Azza mendengarnya saja.


 


Musuhnya tampak berteriak akan menyerangnya.


 


Sebuah sinar tajam tampak mengarah pada azza dan Xavi. Lalu, dimunculkan lagi tangan merah itu.


 


Blaaaar!


 


Menahan semua hal itu.


 


Blaar blar blaaar!


 


Setelah itu, musuh tampak akan melompat ke atas. Azza lalu mengambil panah apinya itu.


 


Blaaaar!


 


Membuat ledakan dan apinya juga.


 


Blaaar!


 


Lalu, musuh ternyata masih bertahan dan kini mencoba menebas tubuh dari azza.


 


Azza yang teringat serangan awal musuhnya yang sampai membuat kesadarannya tak ada juga.


 


Tampak menghindar dengan kekuatan titannya itu.


 


Lalu, dari arah belakang dia tampak akan menyerang orang itu.


 


Pukulannya tampak akan menyentuh kepala orang ini.


 


Namun, dalam kecepatan yang tak terduga itu.


 


Blaaaaaar!


 


Sesuatu menghantam dari arah samping. Untungnya ditahan oleh tangan monster yang muncul itu.


 


Azza nampak mengecilkan tangan itu. Lalu, menghilangkannya dan melihat ada sosok monster merah dengan sayap itu.


 


"Heh!" Monster itu terkekeh di sana. Sepertinya satu orang lain kini akan membantunya.


 


Demos seperti sudah tahu. Sebelumnya juga dia memerintahkan hal itu. Untuk mengeroyok musuhnya itu.


 


"Jika kalian berdua tak mati! Kita akan menang!"


 


Demos membayangkan ucapannya pada keduanya itu. Lalu, di sana. Tampak monster itu pun maju ke arah azza.


 


Azza lalu menahannya. Namun, ada kuku-kuku tajam monster itu yang membuatnya menahan luka lubang itu.


 


Lalu, dia pun munculkan tangan itu. Monster itu lantas tebang ke atas.


 


"Sepertinya, kau punya kekuatan yang banyak ya! Sebelumnya kau punya tombak api, lalu panah api yang entah dari mana kau dapat. Lalu, kekuatanmu dalam mode setan serta sebuah tangan setan ini juga," ujar orang itu yang melihat tangan itu mengecil lagi.


 


Tap!


 


Musuh lain pun datang.


 


"Kepalaku sakit! Ayo kita kalahkan anak ini!" ujar orang itu.


 


Azza dan yang lainnya pun tampak akan bertarung lagi.


 


Lalu, mereka maju.


 


Blaaar!


 


Azza menahan tebasan itu dengan tangan merahnya itu. Lalu, meninju orang itu  namun, orang itu tangkap pukulannya. Hingga dia pun tampak dilempar ke atas.


 


Di atas sana. Dia tampak terus dihantam oleh monster bersayap itu.


 


Jduaagh heuaagh jduagh jduagh!


 


Azza kembali bangkit setelah beberapa luka dan potongan tubuhnya puluh. Dia masuki mode Titan dan langsung maju ke arah orang punya pedang.


 

__ADS_1


Si orang pedang menebasnya. Namun, kecepatannya bisa menhentikannya. Lalu, dengan cepat dia menggunakan tangan besarnya memukul.


 


Blaaaar!


 


Orang itu mental sangat jauh sekali. Pukulan tangan besar itu selain berat juga kuat. Terlihat, hanya satu kali hantam saja. Membuat orang itu terpental amat jauh. Walaupun dirinya bisa tahan dan berdiri saat terhempas.


 


Kembali, si burung itu tampak langsung menerjangnua.


 


"Jangan merasa senang dulu kau!" teriaknya.


 


Lalu, mata Azza meliriknya.


 


"Sebaliknya kita kalahkan yang terbang duku. Dia lebih lemah dan sepertinya bisa kita manfaatkan kekuatannya!" ujar cepat Xavi.


 


Lalu, Azza menghindarinya. Kemudian dengan kecepatan juga dia menembaki dengan panah dari berbagai penjuru.


 


Burung itu terus terbang menghindarinya. Dia tampak tertawa karena semua serangan itu sepertinya mudah dia hindari.


 


"Hahahahaha! Hanya seperti ini kemampuanmu bocah?!" ujarnya sombong.


 


Lalu, beberapa saat.


 


Srak!


 


Dia merasakan sesuatu di belakang. Lalu, ternyata hal itu adalah azza sendiri.


 


Azza menarik dirinya dengan menyentuh alat terbangnya itu. Lalu, membanting cepat tubuhnya itu.


 


Blaaaaar!


 


Kini, si pedang datang dan azza sudah menghindarinya. Dia hilang sangat cepat sekali.


 


Wuuush!


 


Lalu, si pemuda pedang pun tampak mencari temannya. Banyak kepulan asap jadi dia aga kesulitan.


 


"Di mana eia?!" teriaknya frustrasi.


 


Setelah asap reda. Dia tampak melihat temannya itu sudah terpotong kepalanya. Lalu, kepala itu ada di tangan bocah bernama azza.


 


Tampak asap hitam di bagian kepala itu yang tersentuh azza.


 


Wuuush!


 


Orang itu menatap tak percaya. Pada saat itu juga. Orang itu pun marah. Eberginya tampak melimpah. Matanya juga memerah.


 


Demos tampak sepertinya akan menahannya. Namun, suatu gelombanh malah menghempaskannya.


 


 


Hyaaaa!


 


Lalu, setelah menghisap kekuatan monster tadi. Azza menatap musuhnya itu yang maju cepat juga. Dirinya tampak bisa menahan hal itu dengan tangan merah yang muncul. Lalu, tangan itu tampak bisa bergerak melayang dan mendorong orang itu.


 


Azza lalu melesat dalam mode Titan ke arah belakangnya itu.


 


Namun, orang itu segera melompat ke atas saat didorong juga.


 


Lalu, dia mendarat dan berikan suatu tebasan yang sangat besar. Memenuhi semua area dari azza berdiri. Xavi membelakak.


 


"Jika kita terkena hal itu. Kita akan kalah!" teriak Xavi khawatir.


 


Azza tampak akan menahannya. Sebuah tebasan itu yang berasal dari pedang super kuat itu. Tentunya harus ditahan oleh kekuatan yang sama besarnya.


 


Namun, sepertinya hal itu tak bisa. Mengingat saat ini tangan merahnya itu melayang terus menerjang musuhnya.


 


Lalu, azza tampak mencoba untuk menggunakan itu  lalu, dari sampingnya tampak berdiri seseorang.


 


Azza sedikit terkejut.


 


Dia adalah Billy.


 


Billy tampak menciptakan dinding api yang lumayan tebal ke depan sana. Berbentuk wajah dirinya.


 


Akan tetapi itu tak berhasil. Azza pun mundur.


 


Lalu, azza maju lagi. Dia merentangkan tangannya itu.


 


'Saat ini. Aku menginginkan kekuatan’ batin azza berharap. Lalu, saat tebasan mematikan itu mengenainya.


 


Blaaaar!


 


Lalu, tangan merah itu pun ikut lenyap.


 


Sang musuh tampak terjatuh dan pedangnya itu kembali hilang memasuki lingkaran merah itu.


 


Tampak, saat itu terlempar satu potongan tubuh ke tubuhnya.


 


Sebuah tangan itu tampak sepertinya menyerap kekuatan dari orang itu. Orang itu yang sudah melemah tampak tak berdaya dan kini sudah mati.


 


Lalu, kemudian. Potongan tubuh itu kembali menjadi lengkap lagi. Ternyata itu azza.


 


Dia sepertinya masih hidup dan bisa dapatkan kekuatan itu. Kekuatan menggunakan pedang algojo nomor lima yang sepertinya amat kuat.


 

__ADS_1


Azza berdiri lalu mengekuarkan pedang itu yang kini berwarna hitam bukan merah lagi.


 


Lalu, Demos menataonya.


 


"Ternyata anak itu mendapatkan kekuatan baru ya? Pantas saja bisa menang melawan pedang algojo nomor lima. Dengan sebuah oeeang algojo juga. Yang bernama Dark sword. Pedang algojo nomor 6," ujar Demos.


 


Wuush!


 


Semuanya sudah selesai tentang segalanya. Saat ini, Demos pun bersiap. Saat ini kekuatannya kembali penuh. Semuanya kini akan berbeda.


 


Lalu, dengan percaya diri. Azza melihatnya dengan tatapan ajam bak petarung itu.


 


Mata keduanya bertemu lagi.


 


Lalu, mereka pun maju.


 


Blaaaaar!


 


Dua pedang algojo itu pun tampak saling bertemu. Hasilkan gelombang yang berbeda dari yang biasanya. Gelombang itu seperti menyusun dan membuat sebuah gambaran di sana.


 


Blaar blaar blaaar!


 


Lalu  keduanya terus melakukan itu dengan semua kemampuannya itu.


 


Demos tampak sudah bisa gunakan kekuatan iblisnya penuh. Terlihat aura hitam yang keluar dari tubuhnya. Bahkan, membuat Billy sangat ketakutan.


 


Azza sendiri hanya menatapnya siap untuk melawan. Lalu, azza dan Demos maju lagi.


 


Blaaar blaar blaar blaaar!


 


Dengan keduanya sangat kuat. Jika saja berada di luar ruangan sihir ini. Mungkin sudah membombardir segalanya.


 


Blaar blaaaar blaaaar!


 


Lalu, terlihat azza yang termundur itu. Demos maju dan gunakan Chikara yang saat ini bisa ditangkis karena saat ini. Azza punya pedang algojo yang amat kuat. Dark sword.


 


Heh!


 


Xavi terkekeh puas.


 


Lalu, Demos tampak menyadarinya. Demos kemudian tampak mengingat sesuatu di masa lalunya.


 


Blaaar!


 


Dia pun mundur. Azza akan menyerang lagi.


 


Dia maju akan menusuknya.


 


Orang itu menahannya dengan Chikara. Lalu, mundur ke belakang.


 


Demos sepertinya memikirkan sesuatu.


 


Blaar balar balar blaaar!


 


Lalu, hingga keduanya tampak kelelahan. Lalu, karena tubuh abadinya itu. Azza pun maju lagi dan tampak menebasnya.


 


Blaaaaaar!


 


Prang!


 


Tampak, pedang Antemos itu ...


 


Terlempar dan saat itu terpotong menjadi dua dari tangan Demos.


 


Demos pun mundur.


 


"Untuk saat ini. Kau memang sudah diatasku!" ujar Demos.


 


"Kau menang!" lanjutnya lagi.


 


Lalu, Billy pun menghampirinya.


 


"Baiklah, kita menang!" seru Billy.


 


Azza pun mengembalikan pedangnya itu. Demos yang aneh itu rampak menatap ke arah azza dan Billy yang akan berlaju. Di mana mereka akan melanjutkan perjalanan untuk keluar dari neraka. Tanpa halangan di bagian ini lagi.


 


"Sepertinya seseorang dari kalian. Bukan orang sembarangan ya? Aku tahu itu dari tatapan misterius itu," ujar Demos.


 


Lalu, azza dan kawan-kawan menatapnya.


 


"Yang lebih penting lagi. Banyak halangan yang akan menanti kalian dan aku jamin, hal itu sangatlah tidak mengenakkan," ucapnya lagi.


 


Namun, tak dipedulikan oleh mereka semua. Sepertinya dengan menyerahnya Demos. Pertarungan nereka pun selesai. Lalu, membuat azza bisa melangkah bebas ke area atas neraka ini.


 


Dia pun melangkah lewati tangga itu. Lalu, dia pun melihat dunia lain yang sangatlah panas. Namun, tidak berbentuk alam seperti daerah neraka yang biasanya. Tampak, kolam api nan luas itu. Beberapa manusia disiksa.


 


Lalu, Billy tiba-tiba lari sembari berteriak di sana.


 


"Jolly! Aku salah satu penggemar beratmu! Kau adalah panutanku! Namaku Billy. Bisa kau beri tanda tangan di pantatku?"


 


Lalu, terlihat seorang yang tengah bersantai dalam rendaman api itu.


 


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2