Tier by Revenge : LAGNALOK "DendaM"

Tier by Revenge : LAGNALOK "DendaM"
Berperang dengan tali.


__ADS_3

Episode 17


Tap!


 


Mendaratlah azza di sana dengan pedang kegelapan versi 1.2.


 


Terlihat ada banyak penjagal berkelamin wanita itu. Terlihat juga wajahnya sangat kejam dan ada beberapa yang menyeramkan dengan pakaian hitamnya itu.


 


Azza tampak mencoba menyerang.


 


Hyaaaa!


 


Dia coba menebas salah satu wanita yang berada paling depan.


 


Heh!


 


Wanita itu terkekeh. Lalu, dia menggerakkan senjata yang berupa penyambit itu.


 


Haaaah!


 


Azza melihat dari belakang. Melesat ujung senjata iti.


 


Wuuush!


 


Azza pun mengelak ke kiri. Lalu, menendang ujung itu. Sementara ada satu orang yang sudah mengarahkan talinya ke depannya itu.


 


Brak!


 


Azza tampak terpental ke belakang. Terlebih lagi ada banyak ujung tali senjata itu yang berusaha mengejarnya.


 


Wuush Wuuush Wuuush!


 


Azza mendarat. Kemudian, azza pun tampak bersiap lagi. Tampak satu orang mengayunkan benda itu ke arahnya.


 


Wuuush!


 


Syut!


 


Blaaaar!


 


Terlihat, hal itu pun dihindarinya. Dia berada aman. Namun, tak berselang lama. Hal yang sama terulang dari sosok yang lainnya.


 


Blaaaaaaar!


 


Dia menghindarinya ke belakang.


 


Sret!


 


Terseret arus gelombang itu. Kemudian, dia pun tampak melompat cepat ke arah beberapa orang itu


 


 


Hyaaa!


 


Orang-orang itu menahan dirinya. Azza lalu mencoba gunakan Titan mode titan kembali menyerang orang yang sama.


 


Blaaaar!


 


Orang itu mental. Kini  semuanya tahu azza sedikit lebih berbahaya.


 


Satu orang dengan jengkel itu maju dari suatu arah.


 


Kini, mereka mengepung azza.


 


Blaaaar!


 


Azza lompat menghindari tali itu yang menerjangnya.


 


Lalu, blaaaar!


 


Terlihat, ledakan di bawahnya itu. Azza lalu menapak lagi. Lalu, satu tali itu pun tampak melesat ke depannya.


 


Wuuush!


 


Terlihat, Azza pun berusaha menahan itu dengan pedang kegelapannya.


 


Namun, tali itu ternyata bisa mengikat pedangnya. Dirinya pun kaget.


 


"Mereka bisa gerakan hal itu seperti apa yang mereka inginkan," ucap Xavi.


 


Lalu, azza melihat serangan lagi.


 


Membuat azza pun tampak melompat ke atas. Tali, yang ada di pedangnya terputus terkena hal tadi.


 


Trang!


 


Dia kembali menahan serangan. Beberapa tali itu mencoba menyerangnya.


 


Teanf trang trang trang trang!


 


Azza terus menghindar dan menangkis di tempatnya. Lalu, dia melompat ke atas tinggi sekali.


 


Menarik panahnua dan menembak beberapa pelaku penyerangan tali itu.


 


Blaaar blaaar blaaaar!


 


Terlihat beberapa orang terbakar karena itu. Semuanya kini menatap tak suka dan penuh hati-hati lagi.


 


Azza mendarat namun langsung disambut dengan hal yang sama lagi.


 


Blaaaar!


 


Dia terpental lalu berdiri dengan baik. Lalu, azza pun tampak terima menahan hal itu. Sembari menghindar menjauh.


 


Syut syut! Syut!


 


Azza melompat ke arah celah itu. Azza pun tampak menebas satu tali itu.


 


Trang!


 


Hal itu lantas membuat azza pun harus menyerang lagi.


 


Trang! Trang trang trang!


 


Beberapa orang terpental karena tekanan kuat azza. Lalu, beberapanya tampak maju lagi.


 


"Anak ini punya pedang yang bukan sembarangan. Kita harus laporkan hal ini."


 


Hyaaaa!


 


Trang!


 


Azza menahan satu tepbasan tali penyiksa neraka itu.


 


Blaaaaaaar!


 


Azza pun tampak melompat ke belakang lagi.


 


Tap!


 


Orang-orang itu nampak geram padanya. Azza pun tampak masih waspada dengan pedang kegelapannya.


 


Wuuush!


 

__ADS_1


Satu tali menjulur disusul yang lainnya.


 


Tamlak, azza melompat salto ke atas sana.


 


Beberapa tali menyerang lagi dan azza pun dapat menahannya.


 


Trang!


 


Azza menahan hal itu dengan baik. Lantas, azza pun langsung menyerang mereka semua.


 


Mereka semua bertahan dengan tali itu yang mereka pendekkan.


 


Kemudian, azza pula menembak banyak panah api.


 


Membuat beberapanya tumbang karena panah itu sangatlah panas.


 


Blaaaaar!


 


Azza melompat ke belakang. Dikejar dan menghindari tali yang panjang itu.


 


Blaaar!


 


Tali itu menghancurkan pijakan itu. Melubanginya. Atap itu kini ada lubang dan banyak retak.


 


Namun, musuh sudah tak peduli dengan hal itu


 


 


Blaaaaar!


 


Azza tampak menahan satu dorongan tali. Hal, itu hampir membuat azza terjatuh. Namun, dia lompat saat itu.


 


Lalu, tali lain datang dan membuatnya harus menahannya dan terjatuh ke daratan masih di atas atap.


 


Blaaaaaar!


 


Dia tampak bangkit lagi. Satu musuh menyerang.


 


Hyaaa!


 


Dia sigap menghadap ke arahnya lalu ....


 


Trang!


 


Serangan itu ditangkisnya.


 


Lalu, melihat ke arah lain.


 


Datanglah satu orang melompat itu. Dia sepertinya akan menyerang dengan tali yang kuat. Tak peduli pada apa pun. Yang penting mengenai musuhnya..


 


Blaaaaaar!


 


Tampak, dia pun lompat ke belakang sana. Berhasil menghindar. Terseret.


 


Dia sigap lagi. Kemudian, datang hal itu lagi.


 


'Aku tak boleh lengah' batin azza.


 


Azza lantas lari menghindar. Lalu, beberapa orang juga menggunakan kekuatan yang sama.


 


Blaaaar blaaar blaaar!


 


Semua tali itu tampak dia hindari terus menerus.


 


Blaaar blaaar blaaaar!


 


Azza tampak melompat dan saling terjang dengan musuhnya itu.


 


 


Semua musuhnya juga melawan. Lalu, azza tampak terlempar ke belakang amat jauh.


 


Blaaaar!


 


Tali panjang datang lagi. Azza bersiap.


 


'Jangan lengah' batin dirinya.


 


Lalu, terlihat dia berlari ke samping. Tampak  tali itu bahkan sampai menjulur ke luar atap itu.


 


Terlihat, Azza yang berhasil menghindar. Lalu, orang-orang itu memendekkan senjata mereka. Melihat kepulan asap.


 


Azza langsung menghampiri mereka semua. Untuk menyerangnua.


 


Blaar blaar blaaar!


 


Serangan panah azza yang tampaknya efektif. Pasalnya beberapa musuh terlambat bergerak.


 


Blaaar!


 


Kini, terlihat satu orang lagi yang tampak masih bisa bertahan.


 


Tap!


 


Azza terlihat melihatnya saat dia baru menapak di tanah lagi. Dia bergumam untuk bersiap. Karena wanita itu mulai menggerakkan tali berbahayanya itu.


 


Wuuush!


 


Tali-tali itu tampak terbang ke arahnya. Berusaha untuk menusuknya.


 


Blaaaar!


 


Terlihat, azza pun terpental ke atas. Satu orang menggunakan talinya dari belakang azza.


 


Azza pun gunakan mode Titan tuk menendang hal itu.


 


Tampak, tali itu pun terpental ke orang yang sebelumnya. Menindihnya.


 


Blaaaar!


 


Azza lalu mendarat dan melesatkan beberapa panah ke segala arah..


 


Blaaar blaaar blaar!


 


"Aaarggh!"


 


Terdengar suara rintihan. Lapu, azza tampak melesat masuki salah satu kepulan asap di sekelingnya itu.


 


Terlihat, azza pun akan menyerang satu dari empat orang itu yang masih siaga.


 


Blaar!


 


Serangan azza mementalkan satu orang. Orang lainnya tampak menyerang azza dengan hal yang sama juga.


 


Jduaaaar!


 


Azza pun tampak terpental. Pedangnya tampak terikat satu tali yang terputus.


 


Lalu, satu orang lagi tampak datang ke arahnya.


 


Azza melompat menghindarinya. Azza lalu  menyerang dengan sebuah tebasan lagi. Maju dengan cepat dan akurat.


 


Blaar!


 

__ADS_1


Dua orang yang menahannya tampak kewalahan.


 


Terlihat, azza pun tampak mencoba menendang orang-orang itu dalam mode Titan.


 


Satu orang menunduk menghindar.


 


Blaaar!


 


"Aaaaaaaargh!"


 


Satu orang lain mental sangat jauh dan terjatuh dari atas itu. Menembus dinding pembatas yang ada di sana. Terlihat, orang itu marah dan tampak mengekuarkan aura hitam dan terlihat bisa memundurkan seorang azza.


 


"Mereka sepertinya punya sedikit kekuatan dendam," ujar  Xavi.


 


Azza mengangguk.


 


Hyaaa!


 


Orang itu tampak maju. Azza pun tampak menerimanya.


 


Trang!


 


Dia teroental. Kaget akan tebasan musuhnya itu.


 


Lalu, dari belakang sana ada pula yang menyerangnya. Azza mengelak dan menendang orang itu dalam mode Titan.


 


Blaaar!


 


Orang kuat itu tampak melesat ke arahnya.


 


Azza pum bersiap menyambutnya. Azza tampak menatap tajam.


 


Lalu, dia melompat ke atas menghindar.


 


Lalu, orang itu akan melompat namun, azza tembakan panahnya itu yang punya kobaran api yang besar.


 


Duaaar!


 


Api berkobar di sana sedikit lebih besar dari yang biasanya. Karena azza gunakan kekuatan kibaran api.


 


Azza lalu bersiap lagi. Kemudian, azza melihat orang itu yang bahkan membiarkan dirinua masih sedikit terbakar api.


 


Lalu, dia menyerang azza.


 


Lantas, azza pun lompat salto ke belakang.


 


Lalu, orang itu menyerang lagi dari jarak jauh.


 


Azzam menangkis ujung tali iti yang menerjang sebelum dia mendarat.


 


Akan tetapi wanita itu terus menyerangnya.


 


Azza pun tampak mundur sembari menahannya dengan baik.


 


Trang trang trang trang!


 


Azza tampak melompat ke sisi samping. Orang itu terkekeh dan menyabetkan senjatanya itu agak keras.


 


Blaar blaar balar blaaaar!


 


Azza tampak terbaring miring. Dia mencoba bangkit. Farah merembes dari kepalanya yang terkena hal tadi.


 


Tampak, azza pun bangkit. Asap mulai reda. Tampak, satu wanita penjagal ini tertawa kejam padanya.


 


Azza menatapnya dengan rajam dan bersiap bertarung lagi. Lantas, wanita itu pun maju ke arahnya.


 


Azza terlihat menahannya. Trang!


 


Dia menahan hal itu dalam mode Titan dan dia akan menyerangnua balik.


 


Orang itu pun terseret keras sekali ke belakang sana. Azza berdiri tenang lagi. Wanita itu terkekeh. Lalu, dia maju lagi.


 


Azza pun maju. Mereka saling dorong di sana.


 


Trang!


 


Azza keluarkan mode itu. Wanita itu lantas terpental.


 


Blaaaar!


 


Keluar asap ada di sana. Tampak, azza menyumbul dari dalam asap terluhat di luar area asap itu.


 


Tap!


 


Mendarat, kemudian menunggu beberapa detik.


 


"Ku harap ini sudah berakhir," ujar Xavi.


 


Terlihat kepulan itu agak aneh.


 


Azza dan Xavi terbelalak.


 


Ternyata tali wanita itu berputar dalam asap iti dan siap untuk menyambut mereka.


 


Lalu, melihat azza pun menahan hal itu dan dia pun terpaksa mundur.


 


Blaaaaar!


 


Azza tampak bertahan di pinggir atap. Dia lalu melihat wanita itu yang mengerakkan sambitnya.


 


Blaaaar!


 


Terlihat, dia ternyata bisa memunculkan hal itu dari bawah azza.


 


Azza pun kaget dan terpental karema itu.


 


Wanita itu melihat azza di atas sana.


 


Azza nampak sedikit terluka di lehernya. Dia melirik wanita itu yang sudah lesatkan beberapanya lagi.


 


Laku, suatu serangan fatal lagi membuat azza harus tersungkur di tanah itu.


 


Blaaaaar!


 


Ada beberapa lubang di sana. Lalu azza melihat tali itu keluar ujungnya dari lubang.


 


Azza pun bersiap dan langsung bertahan dari serangan tali itu yang sudah pasti bergerak ke arahnya.


 


"Heh!"


 


Orang itu tertawa melihat Azza.


 


Azza terpental keras pagi  terjatuh di tanah itu. Namun, masih di atas atap.


 


Dia bertahan dengan baik.


 


"Ini sedikit menjengkelkan," ujar Xavi.


 


'Dia bisa mengeluarkan hal itu di mana-mana. Setelah semua orang yang seperti itu dikalahkan azza. Orang ini makin leluasa melakukan hal itu' batin Xavi.


 


Azsa lalu bersiap lagi. Lantas sesuatu pun membuatnya terkejut. Sesuatu mengikatnya.


 

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2