Tier by Revenge : LAGNALOK "DendaM"

Tier by Revenge : LAGNALOK "DendaM"
Sengitnya adu ini.


__ADS_3

Episode 18


Srraaaaat!


 


Azza membelalak. Lalu, terlihat tali-tali datang dari arah-arah yang dekat sekali itu.


 


Blaaar blaar balar blaaar!


 


Orang itu ternyata menggunakan empat senjata sekaligus. Membuat banyak sekali hal itu keluar dari tanah.


 


"Hyaaa!"


 


Jduaaar!


 


Azza mencoba bergerak. Namun, itu semua mustahil.


 


"Sialan, tak ada ruang!" teriak Xavi tak suka.


 


Blaaaar!


 


Trang!


 


Pedangnya terlempar ke tempat lainnya. Menancap si tanah.


 


Terlihat, Azza terikat dengan banyak tali di tempat itu.


 


Wanita itu pun bisa melihatnya setelah asap pudar tak lama setelahnya.


 


"Hehehe!" tawanya senang.


 


Saat itu juga. Anehnya seperti sesuatu menyerap azza. Tali-tali itu menyalurkan hal itu kepada mayat-mayat wanita penjagal lain yang sudah mati.


 


Lantas membuat mereka hidup lagi.


 


Xavi tak percaya melihat itu.


 


"Mereka menyerap penderitaan dari korban tali mereka ya? Jadi begitu," ucap Xavi.


 


Tampak, azza pun melihat wanita itu tampak mendekat ke arahnya. Dia lalu mengambil pedang azza itu. Lalu, menunjukkan ujungnya ke leher azza beserta Xavi yang berada di sana.


 


Mata Xavi membelalak kaget.


 


"Saatnya kau mati!" ucap orang itu.


 


"Bagaimana caranya?" ujar azza misterius.


 


Azza pun tampak mengedipkan matanya. Lalu, dia memasuki mode Titan..


 


Dia berontak hebat.


 


Grrrrrr!


 


Di sekitarnya tampak bergetar di sana. Wanita itu sedikit khawatir. Teman-temannya menyerang Azza.


 


Azsa lantas. Terikat banyak kini terkurung diikat dan diikat lagi oleh ratusan tali-tali panjang dan lebar.


 


Blaaar!


 


Keadaan menjadi seperti semula. Terlihat, semua penjagal itu ketawa lepas.


 


Tampak, azza tak berkutik lagi.


 


"Hahahaha! Kita menang!" ucap mereka.


 


Blaaaaaar!


 


Blaaar blaaar blaaar!


 


Tampak, di sekitar mereka. Kini seperti muncul suatu lubang.


 


Lalu ....


 


Blaaaaar!


 


Seorang azza tampak berhasil meninju salah satu dari mereka.


 


"Bagaimana bisa dia?"


 


Tap!


 


Azza pun kembali memegang pedangnya itu. Setelah dia mengincar orang yang memegang pedangnya itu.


 


Sring!


 


Dia tampak dalam mode Titan.


 


‘Dengan kemampuan menyerapnya. Azza menggunakan kemampuan tali-tali itu yang bisa melentur. Berkat itu, azza membuat dirinya panjang. Membuatnya bisa menyelinap dalam celah sempit tali itu’ batin Xavi.


 


Tap!


 


Terlihat, semua penjagal itu geram.


 


Mereka kembali gunakan tali mereka semua.


 


Azza diserang membabi buta.


 


Namun, azza dengan cepat menepis semuanya.


 


Blaaaar!


 


Azza terpental hampir jatuh. Lalu, dia pun tampak melihat orang-orang itu lagi setelah halangan reda.


 


Lalu, dia pun melompat pada satu badan tali yang keras. Lalu, dari atas sana menembakkan beberapa panah api.


 


Blaaar blaar balar blaaar!


 


Ke segala arah yang di mana dia melihat musuhnya ada di sana dia bidik dan lesatkan anak panah api itu.


 


Jduaaaar!


 


Bwoooosh!


 


Terlihat, panah itu meledak hebat sekali.


 


Semuanya tampak terbakar habis di tempat.


 


Azsa sendiri sedang ada di tempatnya juga.


 


Tap!


 


Dia lalu melihat satu orang yang belum sekarat. Lalu, dia pun maju ke arahnya. Lalu, blaaaar!


 


Berhasil menusuknya dan membuatnya tak sadarkan diri..

__ADS_1


 


Azza melihat satu mayat itu. Melihat pedangnya itu.


 


Lalu, dia mencoba menggunakan Taod untuk serap kekuatan mereka semua.


 


Tampak, hal itu malah membuat mereka bangkit kagi. Ternyata kekuatan Taod tak bisa menyerap tubuh mereka. Malah membangkitkan mereka.


 


Pertarungan pun terjadi lagi.


 


Blaar balar balar blaaar!


 


Azza kembali menang. Dia lalu coba tinggalkan semua orang di sana.


 


"Mereka semua sepertinya agak tidak biasa. Kekuatan mereka tak bisa diserap. Hanya kekuatan dari talu mereka yang bisa diserap. Sepertinya, nyawa mereka ada di senjata itu atau mereka semua sebenarnya adalah sebuah perwujudan dari jiwa atau kekuatan tali-tali itu saja," jelas Xavi.


 


"Ya!"


 


Tap tap tap tap tap!


 


Terlihat dia turun lalu, melihat banyak penjara di sana. Lalu, Azza pun lihat Billy yang tengah disekap.


 


Matanya menajam.


 


"Billy!" panggilnua.


 


Lalu, dia pun bergegas untuk selamatkan Billy. Akan tetapi ada sekumpulan orang yang menghalanginya.


 


"Jadi benar, dia bisa menyerap kekuatan perang penjagal lain lalu dikumpulkan pada pedang penjagal nomor 6 miliknya itu ya," ucap satu dari semua orang itu. Mereka tampak dipenuhi kekuatan gelap yang menguar menyeramkan itu.


 


"Mereka tampaknya bukan sembarang orang," desis Xavi melihatnya.


 


Azza mengangguk setuju.


 


Kini, terlihat salah satu orang keluarkan senjatanya yang berupa tombak.


 


Azza mengenali bentuknya. Tombak Auxilian versi Black impulsif.


 


Terlihat, bentuknya agak berbeda dan ukurannya juga lebih besar dari yang dia miliki dari menyerap kekuatan para penjagal yang itu.


 


Lalu, mereka pun tampam menyerangnya.


 


Blaaaaar!


 


Azza tampak terpental ke belakang. Semua orang itu luas. Lalu, dia aktifkan mode titannya itu.


 


Wuuush!


 


Orang itu tampak mudah menahannya. Membuat azza mundur karena itu.


Blaaar!


 


Azza lalu menggunakan panah apinya lagi. Kini dikobarkan lebih banyak api ke arahnya.


 


"Jika kita membakar habis pun. Sepertinya tak akan membunuh mereka," ucap Xavi.


 


Lalu .....


 


Wuuush!


 


Semua anak panah itu tampak dilesatkan ke arah depannya sana.


 


Blaaaar!


 


Mereka semua tampak menahannya dan semua ledakan itu tak ada.


 


 


"Sepertinya senjata mereka lebih kuat juga. Ledakan api sepertinya tak mempan pada mereka,’' ucap Xavi.


 


Azza mengangguk setuju.


 


Setelah ini, azza menarik lagi pedangnya itu.


 


Lantas, orang-orang itu pun maju ke arahnya.


 


Azza tampak menatap orang-orang itu yang menyerang dari beberapa arah.


 


Wuuush wuush wuush!


 


Azza menangkis dan menghindari dalam mode titannya itu.


 


Lalu, satu orang berhasil memundurkannya jauh ke belakang.


 


Lalu, mereka pun menyerang azza lagi.


 


Blaaaarr!


 


Azza sekali lagi terpental ke  belakang.


 


"Sial, kita tak  boleh  lengah," ujar Xavi.


 


Azza mengangguk.


 


Lalu, azza pun mencoba menembaki mereka dengan panahnya.


 


Blaar blaaar blaar blaaar!


 


Namun, itu semua tak mempan.


 


"Sial,"  kesal Xavi.


 


Tampak, dari depan pun. Beberapa orang itu melesat lagi ke arahnya.


 


Blaar blaar blaar blaar!


 


Tusukan itu tampak sedikit menggores luka pada badannya itu.


 


Hal itu membuat azza pun mundur ke belakang tak karuan. Namun datang tusukan lagi.


 


Azza memasuki mode titan membuatnya cepat dan bisa selamat dari itu semua.


 


Tusukan tak reda begitu saja.


 


"Ayo serang lagi!" teriak semuanya.


 


Azza pun melihat semua tusukan itu. Dia menghindar dan menangkis dengan pedang kegelapannya itu. Lantas, dirinya pun mencoba menyerang di beberapa celah.


 


Akan tetapi mereka punya kemampuan yang sigap. Menahan hal itu dan mentalkan dirinya ke belakang.


 


Azza pun tampak kurang puas dalam pertarungan itu. Dia maju dan sepertinya ingin sekali untuk menyerangnya.


 


Blaaaaaar!


 


Azza terpental ke belakang. Tampak, ada luka di dadanya itu.

__ADS_1


 


Tap!


 


Dia pulih. Lalu, maju ke depan. Mata azza menatap dan menebas.


 


Trang!


 


Satu orang menangkis lalu satu orang lain langsung menusuknya.


 


Azza menghindar. Namun, tusukan itu amat cepat dan menggores punggungnya  itu.


 


Mata Azza membelalak tak percaya.


 


Azza pun harus mundur. Semua orang itu tampak waspada.


 


Lalu, azza pulih lagi dan masuk mode Titan. Dia mengelilingi lawannya itu. Lalu, menujunya.


 


Blaaar!


 


Namun, semua itu tak nampan dan azza menjadi terpental di saat mode Titannua tidak aktif lagi.


 


Jduaaaaar!


 


Dia hancurkan satu dinding di sana itu. Beberapa orang sepertinya adalah tahanan tampak keluar dari sana.


 


Orang itu melihat Azza yang duduk di sana.


 


"Hey, lihat. Ada yang mental dari luar sampai menghancurkan tembok kita," ucap satu orang manusia dengan otot dan bibir tebal itu.


 


Terlihat, dia sedang melakukan sesuatu di atas meja dan kursi bersama beberapa tahanan lain.


 


Azza tampak bangkit.


 


Semuanya melihatnya.


 


"Dia ternyata masih hidup. Apakah dia bukan tahanan?" tanya salah satunya terkejut.


 


Lalu saat asap reda.


 


Mereka lihat orang-orang bertimbak itu. Lalu, azza pun bangkit dan maju ke depan sana.


 


Lantas setelah itu  tembok hancur itu kembali menutup seperti semula.


 


"Ada yang tak beres. Ini pertama kalinya ada keseruan seperti ini," ujar orang berotot itu. Seorang yang mungkin mahkluk lain itu tampak berpikir hal yang sama.


 


"Ya, ada sesuatu yang tak terduga."


 


Blaaaar!


 


Azza terpelanting lagi. Menyeka darah itu.


 


"Heh!"


 


Tampak, semua musuhnya itu terkekehh.


 


‘Selama kami semua tetap beesama. Itu tak masalah' batin seseorang.


 


Azza pun tampak bangkit dari sungkurannya itu.


 


“Ini tak normal. Mereka seperti punya pertahanan yang kuat. Padahal senjata mereka adalah tipe penyerang," ujar Xavi  heran juga.


 


Azza melihat dan mencoba mencari celah.


 


Dia lalu menggunakan pedangnya lagi. Bergerak cepat dan menyerang lalu blaaaar!


 


Terbanglah dirinya sendiri mental ke belakang. Tampak, satu orang yang sudah membuatnya mental itu kembali bersiap dengan cara yang sama seperti yang lainnya.


 


Semua orang itu kembali berdiri siap di tempatnya itu.


 


Beberapa tahanan yang tadi tampak masih merenung. Lalu, seseorang dari mereka tampak mengetuk-ketukan mejanya itu dengan rasa penasaran tinggi.


 


"Ini membuatku kesal," ucapnya.


 


Lalu, satu orang tampak menjadi gelisah lagi. Bahkan keringat  mengucur di wajah hitamnya itu.


 


"Ya! Aku bisa menggigil karena rasa penasaran ini," ucapnya.


 


Tap!


 


Azza kembali bangkit lagi. Dia lalu menggunakan pedangnya dan menyerang namun, kembali terhempas.


 


Beberapanya maju dan membuat tusukan namun azza bisa menahannya. Lalu, dalam mode Titan.


 


Hyaaaa!


 


Azza pun tampak mencoba meninjunya. Namun, sebuah tombak menahannya dari sosok lainnya.


 


Azza pun mundur akan tusukan-tusukan yang datang padanya.


 


Dia menapak setelah salto itu.


 


Lalu  bersiap dengan pedangnya lagi. Lantas azza kembali serang menyerang di tempat itu.


 


Jduaaar jduaar jduaar jduaar!


 


"Ugh!"


 


Dia melenguh karena serangannya tak berguna.


 


"Sialan kalian!" teriak Xavi sangat kesal.


 


"Heh!" Orang itu membalas dengan  senyum.


 


Blaaaar!


 


Azza kembali kalah. Dia lalu melesat  lagi setelah itu dan jduaaaar!


 


Dia tampak terpental sangat jauh dan dirinya merusak dibding yang sama itu.


 


Beberapa kali ditabrak olehnya juga.


 


Lalu berlubang saat ini.


 


Lantas di sana. Terlihat sosok-sosok itu yang tak ada di tempat itu lagi.


 


Azza masih kesakitan dan mencoba bangkit susah payah dengan rasa itu.


 


Tap!


 


Sesuatu tampak menjulur padanya. Azza tampak membuka matanya lapu membelalak kaget.


 


"Emmm!"

__ADS_1


 


Bersambung.


__ADS_2