
Episode 7
Demos tampak berhasil saat itu. Tuk goda manusia sesuai rencana dari tuhan. Namun ....
Dua orang itu pun terpaksa untuk berjalan menuju ke kuil itu bersama. Mereka tampak ada di tengah danau itu.
"Maaf aku kurang hari-hati," ujar satu iblis yang menabrak orang itu.
"Ya! Tak maslah. Tapi, apa yang engkau pikirkan sehingga kau seperti itu?" tanya iblis rambut panjang itu.
"Aku tak ingin kau marah. Tapi, sepertinya kau tipe orang yang terbuka. Jadi, saat ini. Aku penasaran saja sih. Dengan apa yang terjadi dan hubungan antara semua rencana tuhan yang terus diubah-ubah itu," jawab iblis itu.
"Hmmmm, begitu ya!"
Lalu, mereka mmasih untuk arungi lautan itu.
Lalu, mereka tampak bercanda tawa di sana. Melupakan hal itu. Mereka bahkan bermain sesuatu yang tak sengaja tangan iblis si rambut panjang kembali menyentuh seseorang di bayangan air itu.
Cling!
Saat itu pula. Rencana pun terubah oleh tuhan. Lalu, hal itu tampaknya bertentangan dengan seorang iblis yang sudah berhasil menggoda manusia.
Lalu, dua orang itu tampak mencoba untuk ke tempat awal. Mereka yang terlalu akrab lalu kembali untuk bercanda. Dan kini, tangan si iblis temannya Demos pun menyentuh seseorang di bayangan itu.
Wuuush!
Yang mana itu memicu satu perubahan besar saat ini.
Lalu, karena semua itu sudah dicatat oleh satu malaikat. Semua iblis pun sepertinya dikumpulkan hari itu juga.
Setelah itu, mereka disuruh mengaku tentang semuanya.
Beberapa rencana yang bertolak belakang. Lalu, mereka pun dihukum dengan dimasukkan ke neraka.
Satu hari sebelum itu. Tampaknya, teman Demos itu. Menyadari sesuatu.
'Ya, benar. Sepertinya semua informasi yang diterima seorang manusia itu berasal dari diriku ini' batinnya sedikit sedih. Dia menemui Demos dengan alasan itu.
'Lalu, Demos yang malang itu'
Tap tap tap tap tap!
Dia menemukan Demos yang sudah terbaring. Karena sepertinya dilakukan sesuatu pada kesadarannya. Dirinya lalu entah bagaimana akan menyentuhnya.
'Dengan mengorbankan nyawaku. Demos pasti bisa sadar dari pengaruh penghilang nyawa ini' batinnya dan menyentuh lalu. Dirinya tampak tergeletak dengan dibarengi Demos yang pulih.
Dia terkejut dan dirinya menganggap dia tak jadi untuk dimasukkan ke neraka. Dia pun sepertinya kini tak peduli dengan aturan tuhan. Karena dia menganggap yang dia alami ini bagian dari rencananya juga.
Lalu, dia pun kabur. Akan tetapi stay iblis memergokinya. Iblis itu tampaknya adalah teman baru temannya yang tadi. Dia juga tak sadar tentang temannya yang mati demi dirinya juga.
"Kau! Semua itu salahku. Maka dari itu, aku sengaja mengorbankan diriku. Namun, untunglah kau sudah bisa sadar. Sepertinya aku terlambat,” ucap iblis rambut panjang itu.
Demos tak paham.
"Akan tetapi aku akan menjadi kekuatanmu untuk semua yang sudah aku perbuat," ujarnya lagi.
Demos tak mengerti dan dia pun memegang sebuah senjata yang berwarna biru itu. Dia tampak tak mengerti lalu dia pun kabur dari dunianya itu.
__ADS_1
Demos pun lama menjadi buronan. Dia pun tampaknya terus saja bersembunyi di berbagai tempat dunia ini.
Tuhan menugaskan beberapa Prophet agar membunuh atau mengusir sat Demos mengganggu atau mendekati mereka.
Demos pun terus saja mengacau sesuai dengan rencana tuhan yang dia hafal itu. Dia tampak baru saja terkena serangan dari satu Prophet itu. Lalu, dirinya pun beruntung bisa kabur.
'Untung saja aku punya pedang biru ini. Sepertinya pedang ini bisa berubah seperti apa yang menyerangnya' batin Demos saat dia bersembunyi di satu tempat misterius dan gelap.
Demos mengasah kemampuannya di sana. Dia tampak beberapa kali melihat manusia berkeliaran. Lalu, dia pun mendengar ada suatu tempat yang akan terjadi pengeboman.
Dirinya pun berencana ikut campur dengan membantu para ******* ini.
Tap tap tap tap!
Dia terbang ke arah tempat itu. Walau terbang namun langkah kakinya terdengar beberapa orang-orang suci yang punya kelebihan melihat hal seperti itu.
Beberapa orang menahannya. Demos pun menahannya dan dia berhasil lolos. Dia lalu berteduh di sebuah tempat kosong. Di mana dia akan menjadi sangat kecil agar tak ada manusia yang bisa melihatnya. Dia juga menjadi transparan agar manusia tambah kesulitan melihatnya.
Beberapa orang datang. Demos pun mencoba menakuti mereka. Sesuai dengan rencana tuhan yang dia ketahui.
Lalu, Demos pun berhasil untuk sampai ke tempat pengeboman. Akan tetapi di sana sudah bersiaga beberapa orang. Sepertinya Demos harus melakukan sesuatu agar pengeboman itu lancar.
Akan tetapi pada saat itu. Demos dipukul. Lalu, dirinya yang kecil tampak dimasukkan ke dalam sebuah botol.
Sepertinya, beberapa orang sengaja menjebak Demos. Demos pun dibuang ke lautan. Walau begitu, dia tampak masih bisa gunakan kekuatannya namun dalam jarak dan radius tertentu. Dia pun mengganggu beberapa kapal yang berlayar di sana dengan hal-hal aneh yang dia lakukan dari kemampuan iblisnya itu.
Demos tampak lelah dan tak terganggu karena dia butuh tenaga. Hari-hari berlalu. Demos mencoba temukan cara agar botolnya itu terdampar ke sebuah pulau yang ada manusianya.
Lalu, Demos dengan cerdik. Manfaatkan kekuatan iblisnya itu untuk menggoda manusia agar membawa botolnya itu. Awalnya tidak bisa karena dia masih belum tahu pikiran manusia. Karena, semua pikiran manusia saat ini juga sudah agak buram baginya yang sudah tak berada di dunia iblis pagi. Atau dunia penggoda.
Dirinya pun tampak tertarik ke dalam sebuah kapal itu. Lalu, dirinya ditemukan oleh beberapa orang lalu mereka tampak membawanya ke kota.
Jaman ini sepertinya mereka tak tahu tentang botol ini. Atau mereka sepertinya bukan pengikut ajaran Malsi. Ajaran agama yang tuhannya adalah tuhannya Demos yang memerintahkannya untuk menggoda manusia.
Demos sepertinya tahu itu. Demos lalu menunggu di dalam sembari menunggu agar dibuka. Botol tampak jatuh dari atas meja.
Lalu, seorang anak itu tampak membawanya ke dalam kamar. Orang tuanya tak melihatnya karena semua orang banyak di tempat itu.
Lalu, anak itu pun memainkan botol itu. Membuat Demos pun tampak sedikit kecewa. Dia kira itu akan langsung dibuka anak itu.
Terlihat anak itu menggelindingkan dirinya berapa kali di kamarnya itu. Hingga botol menyangkut karena sesuatu.
Demos pun sepertinya masuk ke sebuah lorong gelap. Saat itu, entah bagaimana kemampuan Demos meningkat di gelap itu.
"Ini adalah sisi bagian yang semuanya adalah mayoritas pendosa. Jadi, kegelapan di dunia ini. Sangat membuat iblis bisa mendapatkan kekuatan besar," ucap Demos senang.
Beberapa hari berlalu. Bertahun-tahun.
Demos masih di sana. Rumah yang dulunya ramai jadi tak ada orang. Sudah banyak hewan diluar sana. Tikus dan hal lainnya mencoba membuka. Namun, gagal.
Lalu, tampak ada seorang anak gendut yang tak sengaja melihat botol Demos itu. Botol Demos tampak sudah dipenuhi debu apa saja.
Lalu, anak itu pun mengusapnya. Dia melihat tulisan yang tak bisa dia pahami.
"Woooow!" ujarnya kagum. Dia masih mengaguminya. Lalu, dia pun turun dari lantai atas kamar seorang anak yang dulunya masih hidup di rumah itu.
__ADS_1
Tap tap tap tap tap!
Anak itu lalu di kamarnya. Demos masih memandang jelas anak itu yang menatap tanpa lakukan sesuatu. Lalu, Demos pun sepertinya punya ide.
"Aku akan menarik perhatiannya. Mumpung kekuatanku sudah sedikit puluh. Akan aku gunakan untuk saat ini juga," ucap Demos dan dia sendiri melakukan sesuatu yang membuatnya seperti sedang sembelit parah itu.
"Nggggggggh!"
Gladak!
Tampak, anak gendut itu yang akan pergi. Mendengar botol yang dia letakan di meja itu jatuh. Seseorang tampak memanggilnya. Membuat dia tampak acuh pada botol itu.
Di dalam botol. Demos hanya bisa tersenyum lelah.
'Semua itu percuma' batinnya kecewa.
Tap tap tap tap tap!
Hari-haru berlalu. Demos terus saja di sana menjadi pajangan anak itu. Beberapa anak yang sepertinya temannya juga ikut melihat botol itu. Tangannya ingin membuka namun, dia tampak langsung dipanggil untuk keluar. Membuat Demos lagi-lagi harus menerima harapan palsu.
Wuush!
Hingga bertahun-tahun tiba lagi. Demos pada akhirnya berada di sebuah pantai yang sepi. Kali, ini tak ada manusia satu pun.
Di negeri non Malsi. Semua orang tak mempercayai adanya iblis. Mereka adalah orang-orang yang tak percaya pada ajaran Malsi. Namun, mereka tetap menghargai orang-orang Malsi juga.
Untuk beberapa hal. Seperti bisnis dan hal politik. Mereka tak memandang agama. Hal itu tampaknya juga sudah direncanakan oleh tuhan mereka yang bernama atau sering disebut. Halla Gnay.
Lalu, suatu ketika.
Blup!
Botol miliknya tampak terbuka. Akan tetapi dirinya itu tertidur karena berusaha memulihkan tenaganya itu. Satu orang tua yang sudah sangat renta itu. Tampak mencoba melihat dalam botol dengan tangan gemetaran hebat itu.
Lalu, setelah usai selama satu jam lebih. Dia pun menutupnya lagi dan berlalu dengan tongkat kayunya yang akan patah itu.
Tap tap tap tap tap tap!
Hari terus berlalu. Lalu, suatu ketika datang seseorang di sana. Demos langsung membuka matanya.
"Hahahahahaha! Jadi, kau memang madih di dunia ini ya? Demos?"
Tap!
Botol itu dibuka. Lalu, Demos pun keluar. Tampak, satu orang sepertinya manusia.
"Ya! Maafkan aku! Tapi ....."
"Tak apa!" Orang itu tampak berbalik akan pergi.
"Aku adalah salah satu mahkluk yang tak bisa terlihat oleh takdir dan tuhan. Intinya, kau tak akan bisa melihatku juga setelah ini," ujar manusia itu dan menghilang misterius.
Demos pun tampak tak terlalu memikirkan itu. Kemudian, dia pun melakukan sesuatu di tempat non Malsi itu. Hingga dia pun tampak berhasil membuat kelompok sejenis organisasi sesat. Namun, dirinya tampak mengajarkan untuk menyembah iblis dan dewa-dewa lainnya.
Hal itu membuat tuhan marah. Lalu, mengirimkan satu malaikat itu ke arah mereka. Akan tetapi, karena di sana tak ada kaum maksi. Malaikat itu tak bisa memasukinya. Karena tak ada kepercayaan. Lalu ...
Datang beberapa orang ke negeri itu.
__ADS_1
Bersambung.