
Episode 13
Azza tampak memandang ke arah larian dari Billy. Salah satu rekannya itu. Membantunya hingga sampai ke tempat ini.
Terlihat, banyak sekali orang yang disiksa dapam rendaman air panas ini. Berwarna merah darah dan terlihat sangat panas. Bahkan, embun-embunnya bisa langsung menghanguskan orang di sana.
Namun, tampaknya hak itu tak berguna pada semua penjagal atau mahkluk-mahkluk yang bertugas untuk menyiksa di dunia neraka.
Sementara, terlihat azza pun mendekati Billy yang dekat dengan kolam itu. Dia merasakan panas dan kulitnya mulai melepuh. Akan tetapi karena kekuatannya yang besar. Dia masih bisa menahan itu.
Tap tao tap tap tap tap!
Lalu, terlihat Billy berhadapan dengan seseorang yang tak nampak bagi azza.
"Siapa dia?" tanya azza dengan raut muka datarnya itu.
Lantas, Billy yang ternyata sudah dapat sesuatu dari orang itu. Melihat ke arahnya.
Terlihat, Billy menggeser badannya. Saat itu azza bisa melihat orang itu.
Terlihat, penampilannya biasa saja. Tak aneh sama sekali.
"Dia adakah Jolly. Artis paling terkenal di neraka, karena dosanya sangat banyak," jelas Billy dengan senyum dan tatapan yang senang.
Azza tampak bisa saja. Melihat penampilan orang itu yang tampaknya tersiksa di sana.
Dia adalah seorang manusia. Tepatnya, wanita yang tengah di siksa berendam abadi merasakan panas karena semua dosanya yang dilanggar itu.
Lantas, Billy dan azza mulai bergerak lagi.
Tap tap tap tap tap!
Mereka melihat pemandangan penyiksaan itu. Dengan tatapan yang sudah terbiasa.
Xavi muncul.
"Kita harus mengalahkan seseorang di sini kan?" tanya Xavi.
Tampak, Billy menatapnya.
"Ya! Untuk itu, kita harus mencoba orang yang ada di sini," jawab Billy.
Lalu, mereka pun terus berjalan di pinggiran kolam.
Byuur byuur byuuur!
Terlihat di depan ada beberapa penyiksa yang tengah melakukan siksaan dengan menceburkan manusia-manusia itu. Mereka tampak mempunyai topeng yang menyeramkan. Pakaian mereka juga sangat panjang.
"Itulah mereka. Para Death eater," ujar Billy membisik pada azza.
Azza menatap semuanya. Mengangguk mengerti. Kemudian, bersiap mengambil pedang kegelapannya itu.
Tap tap tap tap tap tap tap tap!
Azza pun tampak sampai di tempat mereka bertiga. Ketiga mahkluk bertopeng mengerikan itu langsung menatap heran pada azza yang mengacungkan pedang.
"Siapa kau? Apa maumu?" tanya salah satu dari ketiga mahkluk yang Billy sebut Death eater.
Tampak, mereka masih seperti itu. Masih terdengar suara siksaannya di sana.
"Heh."
Bilky terkekeh. Lalu, kemudian lagi-lagi. Billy menggunakan sihir Divine. Mencoba menjebak mahkluk itu.
Cling!
Sihir dan cahaya garis-garis bintang itu mulai menyusun untuk memberikan kunci ruangan itu. Azza menatap datar pada ketiga orang itu.
Cling!
Kini, terlihat ketiganya un melihat ruangan itu yang mana itulah sihir Divine itu.
Billy terkekeh bangga. Nampak semua matanya sedikit menyipit. Lalu, terlihat Billy pun puas.
Azza tampak maju beberapa langkah. Mata Xavi menyipit terkekeh.
Lalu, salah stau orang dari musuh mereka.
Mengeluarkan semacam senjata yang lumayan besar.
Kemudian, memutarnya.
Cling!
Billy tampak kaget.
'Apa yang terjadi?' Batin Billy tak mengerti.
Azaa pun begitu. Lalu, kemudian. Setelah semua cahaya putih di sekitar mereka menghilang. Mereka pun tampak sampai di sebuah tempat putih dan kosong.
Seketika setelah itu.
Baju dan topeng mereka tampak berganti menjadi putih dan indah.
Billy menatap tak percaya.
"Sihir Divine kalian sudah terdeteksi, kini saatnya kami membunuh para perusuh seperti kalian!" teriak salah satunya.
__ADS_1
Senjatanya juga berganti. Dia tampak menggunakan semacam tombak putih.
Ketiganya ternyata mempunyai hal yang sama.
'Entah kenapa Death eater bisa mempunyai kekuatan surga' batin Billy di tempatnya.
Azza tampak tak peduli.
"Aku hanya ingin keluar dari sini. Karena aku tak perlu disiksa di sini," ucap anak bernama Azza wa Jall.
Terlihat, tiga orang itu pun maju ke arahnya. Tampak, cahaya putih juga menyertai mereka semua..
Hyaaaaa!
Mata azza menatap tajam pada mereka. Lalu, tampak dia pun juga melesat ke depan.
Orang-orang itu lalu menghunuskan tombak mereka. Tampak, azza pun melompat menghindarinya. Lalu, dia tampak akan menebas.
Trang!
Tampak, saat tebasan mereka bertemu. Pedang azza tampak disusupi oleh suatu energi putih. Hal itu membuat Azza pun mundur ke belakang.
Hap!
Dia lalu merasakan suatu getaran tak biasa di pedangnya itu.
'Apa yang terjadi?' Batin azza yang melihat pedangnya tampak meleleh.
Billy menghampiri mereka.
"Di dalam sini, kekuatan kegelapam akan diubah menjadi kekuatan suci. Maka dari itu. Jika kita tak bisa menggunakan kekuatan suci. Kita pasti akan kalah," ujarnya terlihat frustrasi.
Dia yang mencoba menjebak dengan sihir Divine. Malah terjebak oleh suatu kekuatan lain. Yang di mana kekuatan kegelapan milik pedang penjagal yang kuat saja. Tak bisa melakukan hal apa pun di sini.
Xavi lalu muncul.
"Sepertinya, kita perlu lakukan itu. Tapi, sepertinya kita harus bisa mengalahkannya dulu," ucap Xavi.
Setelah itu, azza tampak mencoba gunakan panah apinya itu.
Blaaaar!
Beberapa ledakan api itu berubah menjadi cahaya. Lalu, salah satu dari ketiga orang itu maju ke arahnya.
Hyaaaa!
Kemudian, trang!
Blaaar!
Azza menahan tombak itu dengan tangan yang dia keluarkan begitu besar. Akan tetapi tangan itu menjadi cahaya putih juga.
Blaaar!
Dia mendarat dengan becus lagi. Dia sedikit khawatir karena kekuatan musuh bisa menghilangkan semua kekuatan miliknya.
Billy juga merasa khawatir.
‘Semua kekuatan yang kita punya. Tak akan mempan' batin dirinya.
Lalu, salah satu orang itu maju. Azza pun hanya bisa menghindarinya saja.
Karena, bahkan kekuatan mode Titan dirinua juga seperti tersedot oleh cahaya yang memasukinya.
Blaaaaar!
Tampak, azza pun bisa meninju salah satunya. Membuat, dua orang lain kaget.
Satu orang itu tampaknya langsung mati di tangan azza.
Xavi tersenyum.
'Saat cahaya sihir ini masuk. Itu berarti azza pun menyerapnya' batin Xavi.
Terlihat, keduanya mulai khawatir. Lalu, mereka pun mundur. Azza tampak berdiam saja di sana.
Lalu, kedua orang itu pun masih diam.
"Kita harus menyerap kekuatan yang satu itu," ujar Xavi.
Membuat azza bergerak lagi. Keduanya tampak diserang olehnya dengan pukulan dan serangan fisik jenis lainnya.
Blaaar balar blaaar!
Keduanya bisa tahan dengan tongkat lancip mereka. Lalu, azza mencoba meninju mereka lagi..
Blaaam!
Keduanya melompat menghindar.
Lalu, saat asap sudah reda. Azza tampak membawa kepala salah satu dari Death eater itu. Mereka pun tampaknya marah. Asap hitam tampak menandakan azza sudah menggunakan TAODnya.
Wuuush!
Dalam hal ini. Azza tampak bisa menggunakan kekuatan kegelapan lagi. Dia memunculkan pedangnya lagi. Semua orang itu pun tampak tak percaya.
"Kemampuan anak ini. Bisa menyerap kekuatan," ujar salah satunya.
__ADS_1
"Kita harus laporkan ini juga," ujar salah sarunya berbisik. Bilky tampak mendatangi azza.
"Cepat kalahkan mereka," ucap Billy.
Azza mengangguk.
Lalu, dia pun tampak membuat kibaran api dalam pedangnya itu.
Lalu, menunjukkan pedang itu ke depan.
"Infinity Dark!"
Setelah itu, api itu menjadi hitam dan sebuah serangan luas ke arah musuhnya itu pun.
Tampak, meluncur deras ke arah orang-orang ini. Semuanya tampak bersiap di sana.
"Kau pergi saja! Aku akan di sini! Kiat harus laporkan ancaman ini! Pada dewa Amorka!"
"Baiklah!"
Blaaaar!
Ruangan itu hancur. Lalu, satu mayat yang sudah mati terlihat di tempat semula mereka. Tak ada sihir Divine karena itu semua sudah tak ada.
Lalu, mereka pun tampak berjalan lagi. Mereka tampak menemukan sebuah jurang neraka. Lalu, setelah mengangkat tangannya.
Sebuah jembatan pun tercipta di sana.
Sepertinya dengan kekuatan dari penjagal yang sudah dia serap. Azza mampu melakukannya.
Mereka tampak saling mengangguk. Billy dengan senang melangkah lebih dulu.
"Baiklah ayo!"
Azza mengangguk.
Saat mulai melangkah.
Tap!
Tiba-tiba gemuruh pun tercipta di sana. Saat itu semua air panas itu juga ikut meloncat-loncat. Sebuah gempa terjadi lebih dari gempa normal.
Lalu, dengan begitu jembatan yang terbuat dari tanah neraka tu. Tampak, runtuh dan hancur. Billy tampak terjatuh. Azza melihatnya.
Billy berteriak meminta tolong. Lalu, azza pun tak pedulikan apa pun.
Melompat ke arah jurang itu.
Setelah itu. Gempa reda. Lalu, melangkah seseorang dengan pakaian yang khas neraka itu.
Tap tap tap tap!
Melihat ke arah jurang gelap utu.
"Jadi begitu, dengan dirinya yang bisa menyerap kekuatan. Itu berarti dia bisa menggunakan hak dari semua penjagal. Benar-benar merepotkan," ujarnya tampak kesal.
Lalu tampak terlihat wajahnya biasa saja layaknya manusia. Namun, satu matanya berwarna merah.
"Setelah anak ini keluar dari sana. Aku akan menghancurkannya. Karena, di dalam sana. Ada monster neraka yang sudah lama dibuang karena tidak patuh. Mereka pasti tak akan sanggup keluar tanpa luka-luka. Terlebih lagi, habitat alami monster itu adalah kegelapan," ujarnya lalu tertawa senanh.
Wuuush!
Di dalam sana. Kini, turun azza yang sangat cepat. Dia lalu menggunakan tangan besarnya itu. Menangkap dirinya dan Billy. Tangan itu yang bisa melayang pun. Membuat mereka bisa turun dengan aman.
Tapi, sepertinya mereka harus melakukan sesuatu sebelum mereka naik lagi.
Billy lalu melihat kegelapan ini. Dia tahu tempat apa ini.
Terlihat, di depan sana. Ada sebuah penjara yang sudah lama ada. Lalu, dari sini. Kita melihat penjara itu sudah terbuka.
Azza tampak menatap hati-hati. Dia merasakan ada suatu mahkluk. Lalu ....
Geeoaaaaarg!
Seekor monster dengan berbentuk naga api itu. Tampak, memandang mereka semua.
Blaaaam!
Azza tampak menahannya dengan tangan monster merah itu. Billy mundur karena takut.
Blaaar blaaar baaar!
Ternyata, monster itu sangat kuat. Monster itu lalu mencoba menelan mereka semua.
"Hatii-hatii! Monster ini sangat ganas. Karena dia punya dendam yang kuat,” ucap Billy.
Azzam mengangguk mengerti. Dia lalu mengeluarkan pedang kegelapannya lagi. Mencoba menghadapi naga api itu.
Lalu, melompat dan menahan terjangan naga itu. Blaaaaar!
Naga itu mundur karena tendangan itu.
Lalu, kembali lagi. Tampak azza melesat dan menggunakan tangan monster itu. Kemudian menendang dalam mode titan itu.
Monster itu secara mengejutkan tidak terluka. Bahkan mental.
"Aku adalah naga pendendam. Kekuatanku terus meningkat setelah aku dikurung selama puluhan-puluhan dan puluhan ribu dan banyaknya itu!"
__ADS_1
Groaaarg!
Bersambung.