Tier by Revenge : LAGNALOK "DendaM"

Tier by Revenge : LAGNALOK "DendaM"
Kekuatan para petinggi Neraka.


__ADS_3

Episode 20


Tap!


 


"Itulah mereka. Peringgi tempat ini. Teme dan Amo," ucap orang berjubah itu bergumam karena dia mungkin sedikit takut.


 


Azza tampak mengerti lalu dia menghampiri keduanya yang tengah bercanda dan tertawa terbahak-bahak.


 


"Huahahahaha! Dan nyatanya kejadian yang dia ceritakan sendiri malah sudah membuat nyawanya kini tak ada. Huahahahahahah!"


 


Mata milik Xavi mendengar itu tak suka.


 


Tap!


 


Lalu, keduanya pun menoleh lihat ada orang yang datangi mereka.


 


"Oh, engkau datang juga," ucap satu orang penampilannya seperti manusia. Punya kulit hitam di area dagunya dan naik ke atas sedikit itu.


 


Lalu, orang lain juga penampilannya seperti manusia. Namun, dia punya kuku-kuku hitam seperti setengah monster.


 


Rambutnya hanya sebatas pipi saja panjangnya.


 


"Apa kalian berusaha melawanku ku?" tanya Azza tanpa basa-basi dan menunjang tombak hitam miliknya itu.


 


Heh!


 


Dua orang itu tampak terkekeh.


 


Blaaaar!


 


Tampak, tangga panjang dan tinggi itu runtuh dan hancur.


 


Blaaaar!


 


Lalu, di udara tampak ada pertarungan antara Azza dan salah satu orang yang punya pedang hitam itu. Yang juga diselimuti dengan energi hitam.


 


Blaaaar!


 


Keduanya tampak di dasar sana. Lalu, datang teman-teman Azza lain dan satu orang musuhnya lagi yang juga di udara sepertinya bentrok dengan azza dan kawannya itu.


 


Tap tap tap tap tap!


 


Terlihat, azza memandang tajam. Mide Titan aktif.


 


Wuuush!


 


"Belzebob!" guam seseorang dari dua orang itu. Mengangkat tangannya.


 


Ngung!


 


Tampak, gerakan azza pun terhenti di tengah jarak dari kedua belah pihak.


 


Beberapa temannya kaget. Namun, dua orang dari mereka tak terlalu kaget.


 


"Itu adalah Amo. Orang berambut lebuh panjang lainnya adalah Teme. Amo punya kekuatan tangan kosong yang luar biasa. Lalu, yang lainnya punya kekuatan pedang dan energi hitam yang kuat pula," jelas si jubah misterius itu.


 


Blaaar!


 


Tampak, tubuh milik azza pun ditendang ke belakang amat jauh.


 


Wing!


 


Balar blaar blar blaar blaaar!


 


Menabrak dan menubruk beberapa hal di sana.


 


Tubuh kawannya yang bernama Billy tampak digendong oleh si kepala hitam.


 


"Kupikir di sini akan sangat menyeramkan. Ardeus! Kau bawa anak itu keliar drai sini saja," ucap si berorot itu.


 


"Ya!" Jawab si kepala hitam yang bernama Ardeus.


 


Tap tap tap tap tap tap!


 


Ardeus pun keluar.


 


Lalu, azza pun melihatnya. Tiga orang teamnya bersiap lagi. Kini entah mengapa si pria berotot itu Mengeluarkan energi hitam pula di tubuhnya itu.


 


'Aku juga punya suatu segel. Di mana kekuatan sempurnaku akan aktif di depan para petinggi di sini' batin orang itu bersiap.


 


Si jubah tampak juga sama. Dia sepertinya punya kekuatan hitam itu.


 


Lalu, orang lainnya kembali bersiap dengan kukunya yang dia buat makin panjang itu. Serta dia pun mengeluarkan gigi-gigi panjang juga yang sama dengan kukunya. Diperkuat aura merah yang kuat.


 


Hyaaaa!


 


Tampak, dua orang itu melihat itu. Namun, semua serangan miliknya tampak tertahan oleh sesuatu. Di saat Teme mengangkat tangannya deabg kemampuannya itu.


 


"Belzebob!"


 


Trang! Trang trang trang trang!


 


Blaaaar!


 


"Sialan!"


 


Ketiganya kesal karena tak mamou menyentuh dua orang itu.


 


Tampak, azza pun bangkit.


 


"Sepertinya aku akan menganggur jika seperti ini terus. Aku akan lawan anak itu saja sendirian. Kau orang-orang ini saja ya. Kuserahkan padamu," ucap Amo dan melesat pergi.


 


"Hey, bukankah ini tanggung jawabmu? Sialan," kesal Teme.


 


Wuuush!


 

__ADS_1


Trang!


 


Seseorang menyerang azza. Lalu, dia menangkisnya dengan pedangnya itu.


 


Tampak, orang itu adakah Amo. Si rambut panjang yang punya kekuatan hitam dan pedang hitam. Suatu kekuatan yang kuat jika dirasakan pada perkataan teman-temannya itu.


 


Azza pun bersiap di tempat itu.


 


Amo tampak memandang terkekeh.


 


'Aku akan menghancurkan lelucon terbodoh di depanki ini' batin Amo senang.


 


Wuuush!


 


Tampak, dia pun maju ke depan..


 


Mencoba menebas.


 


Blaaaaar!


 


Lalu, ditangkis ternyata. Kemudian, azza menggunakan tombak panjang yang bisa dia keluarkan di mana saja juga.


 


Blaaar!


 


Menusukkannya pada musuhnya yang mundur dengan cepat. Musuhnya tersenyum senang.


 


Lalu, azza pun tampak melesatkan dua tombak yang dia ciptakan itu.


 


Trang trang!


 


Ditangkis dengan mudah.


 


‘Dia sprtinya menggunakan kekuatan masing-masing orang di atas sana ya. Para prajurit tombak Auxilian itu' batinnua sedikit berpikir.


 


Lalu, azza maju dalam mode lain untuk menendangnya.


 


Lantas orang itu memiring.


 


'Tapi, kan kutunjukkan kekuatan yang sempurna' batin orang itu.


 


Dia tampak sangat cepat hanya dengan gerakan miringnya saja. Azza dan Xavi tak percaya melihat ini.


 


Blaaaar!


 


Tertendang ke bawah dan membuat luka di sekujur tubuh azza itu.


 


Dia lalu mendarat sempurna di dekat azza.


 


"Apa kau menyadarinya. Kekuatan sempurna itu?" tanya orang itu.


 


Azza lalu bangkit.


 


'Apa artinya itu?' Batin azza.


 


 


Saat pulih. Azza maju menyerang. Namun, orang itu menghindar dan menendangnya ke depan sana.


 


"Uaaaah!"


 


Azza mengeluarkan darah.


 


Dia lalu bangkit setelah pulih lagi.


 


"Kekuatan sempurna juga bisa dibilang kecepatan sempurna, kelincahan sempurna dan lain-lain. Itu karena semua hal itu berkembang sangat pesat dari yang biasanya. Ditandai dengan energi hitam dalam tubuh yang merupakan perkembangan dari kesempurnaan gelap," ucap orang itu mengoceh.


 


"Heh!"


 


Xavi tampak terkekeh.


 


'Orang ini bodoh atau apa. Dia sepertinya tak tahu azza bisa menyerap kekuatan apa saja. Bahkan, informasi seperti ini dia mungkin akan manfaatkannya' batin Xavi tertawa.


 


Tap!


 


Membalikkan badan. Lalu, memanah orang itu dengan api yang besar.


 


Blaaar!


 


Semuanya terbakar. Orang itu ternyata ada di atas. Lalu, dia melesat. Azza gunakan tombaknya itu.


 


Trang!


 


Orang itu menahannya dengan tertawa terbahak. Lalu, azza pun tampak menciptakan tombak lagi.


 


Lalu, dia pun menusuknya di sana.


 


Jrasssh!


 


Orang itu ternyata menghindar sembari menebasnya.


 


Luka diterima di dari milik azza. Namun, Azza masih bisa bergerak untuk menjauh.


 


Datanglah musuh tampak akan menusuknya.


 


Azza pun tampak melesat cepat dalam mode Titan. Akan tetapi musuh juga sama dan dia pun tampak menebas.


 


Azza melompat dan menyadari dua kakinya itu sudah tak ada.


 


Dalam kecepatan yang tak biasa itu. Azza pun terlihat kehilangan dua kakinya karna tebasan Amo.


 


Blaaar!


 


Di tempat lain. Terlihat Teme yang masih menahan semua serangan kuat itu. Tampak, cakaran dan tinjuan mereka. Lawannya tak bisa ditembus.


 


'Ini level kedua dari kekuatan sempurna. Yaitu kekuatan invisible' batin si jubah hitam itu yang menujunya.


 

__ADS_1


Blaaaar!


 


Tampak, dia pun dipentalkan oleh kekuatan itu. Kekuatan invisible yang kuat dan tak bisa ditembus.


 


Tampak, yang lain juga sama termundur karena itu.


 


Jduaaaar!


 


Tap!


 


Teme tampak bisa berada di dekat merak. Lantas menunjuk ketiganya dan blaaaar!


 


Dengan satu kata yaitu "Belzebob!"


 


Kedua orang itu dipentalkan lagi hingga keluar dari zona itu. Dia lalu menghampiri mereka di luar. Di sana tampak sama. Lalu, terlihat Billy di sana sudah sadar  dia bersama dengan orang kepala hitam yang sama kecilnya dengannya.


 


"Si-siapa kau?" tanya Billy.


 


"Aku salah satu temanmu. Tenang saja. Pria manusia itu sedang menghadapi musuh-musuhnya dibantu dengan orang-orang," jawab Adreus dengan jempol okenya.


 


"Teman-teman? Lawan-lawannya?"


 


Di tempat Azza.


 


Dia pun kembali adu pedang lagi dengan Amo yang tak habis-habisnya membuatnya terluka. Terlihat satu tangannua tak ada.


 


Lalu, dirinya pun tampak gunakan tangan milik Xavi itu untuk menjauhkan lawan.


 


Lapu, dia mengeluarkan tombak ke arah musuhnya itu.


 


Trang trang trang trang!


 


Terlihat beberapa tombak akan hilang di tanah. Beberapa tombak di tanah menancap ataupun tergeletakk.


 


Amo tampak memandang remeh semua itu.


 


"Apa kau merencakan sesuatu?" tanya Amo. Melihat dan membiarkan satu tangan dari musuhnya itu pulih kembali.


 


"Ya!"


 


Tap tap tap tap tap!


 


Teme tampak kembali hadapi tiga orang itu. Namun, dari arah hutan tampak meluncur tiga monster itu ke arah merka semua.


 


Mata Teme tampak senang melihat itu.


 


Itu tampaknya adalah monster-monster yang waktu itu dilawan oleh azza. Monster hitam dan besar itu.


 


Tampak, mereka menyerang mereka yang mungkin mengira adalah azza.


 


Teme memandang fokus. Lalu, dia tampak seperti melemparkan tombak-tombak putih.


 


Kraaash Kraaash Jrasssh!


 


Ketiga monster itu tampak berhenti bergerak.


 


Lalu, dia pun seperti menggerakkan semua monster itu dari jarak jauh dengan ayunan tangannya itu.


 


Heh!


 


Sembari terkekeh dia melayangkan tiga monster itu di depannya.


 


Tampak, si jubah mundur.


 


"Apa yang akan dia lakukan?" tanya si kekuatan kuku dan gigi itu.


 


Tampak, semua monster itu pun dilakukan sesuatu oleh Teme.


 


Ngung!


 


Tampak, ketiga monster itu menghilang tanpa jejak. Seperti mnjadi tak terlihat.


 


Semua musuhnya waspada. Lalu, saat itu juga. Terlihat, orang itu yang kini dalam wujud lain. Dia seperti monster berwarna putih polos tanpa rambut. Matanya hitam itu.


 


Tampak, dia pun tersenyum dan tunjukkan gigi-gigi lancip pendeknya itu.


 


"Sial, kekuatan visible ternyata bisa digunakan seperti ini ya?" tanya si otot yang sepertinya tahu tentang kekuatan iti.


 


"Ya! Tergantung dengan orangnya juga. Aku melihat ada dua tipe. Pertama mereka bisa menyerang dan bertahan dari jauh. Lalu, kedua mereka bisa mengirimkan kekuatan tidak terlihat dari beberapa mayat untuk meningkatkan teknik dasar miliknya. Dengan itu, dia akan jauh lebih kuat dalam serangan jarak dekat," sahut si jubah hitam itu.


 


Kedua orang itu tampak menguatkan diri masing-masing. Orang lainnya tampak masih bingung.


 


'Teknik visible? Apa itu?' Batinnya tak mengerti dengan kekuatan musuh itu.


 


Hyaaaa!


 


Sementara dua orang itu tampak menguatkan diri sebelum mereka maju. Satu orang lain pun ikut maju.


 


Wuuush! Wuuush!


 


Wush.


 


Satu tinju tampak diberikan oleh si otot itu.


 


Blaaaar!


 


Namun, dia terkejut. Musuhnya menahan dengan satu tangan saja.


 


‘Sepertinya yang dibilang orang itu benar' batin dirinya.


 


Lalu, satu lainnya tampak menendang dan sedikit memundurkan orang itu ke belakang.


 


Orang lain tampak tak jadi menyerang melihat berhasilnya rekan mereka.


 


'Apa kekuatan itu tak semengerikan yang aku bayangkan?'

__ADS_1


 


Bersambung.


__ADS_2