Tier by Revenge : LAGNALOK "DendaM"

Tier by Revenge : LAGNALOK "DendaM"
Ketakutan dan dendam.


__ADS_3

Episode 15


Terlihat tubuh orang itu ternyata membesar lagi. Kini tubuhnya menjadi naga lagi.


 


Azza tampak melompat ke atas itu. Kemudian, Billy entah dari mana tiba-tiba saja menggunakan sihir Divine.


 


Naga itu kaget entah mengapa.


 


"Heh!"


 


Billy terkekeh di sana.


 


'Saat aku berlarian itu. Aku menemukan bekas jejak kaki. Lalu, ku lihat ada banyak darah. Dengan darah itu aku bisa sadar. Karena itu adalah darah Jolly yang sepertinya pernah ke sini' batinnya.


 


Jolly : artis pendosa yang diidolakan Billy.


 


Tap!


 


Tampak, dengan begitu pertarungan mereka sepertinya akan berubah. Naga itu tampak marah.


 


"Apa ini!"


 


Blaaaaar!


 


Dia menghentakan tangannya itu. Lalu, ternyata hap itu ditahan dengan mudah oleh azza.


 


Tap!


 


Naga itu menatap  tak percaya.


 


Yang kemudian, azza langsung menusukkan pedangnya itu ke tangannya.


 


Dia pun tampak kesakitan dan mencabut hal itu. Pertarungan  mereka kembali kagi.


 


Groaaarg!


 


Lalu, naga itu tampak maju ke arah dirinya lagi. Dia lalu melompat.


 


Naga itu berbalik ke arahnya lagi dan dirinya menahan gelombang yang kuat itu.


 


Blaaaar!


 


Tak disangka kekuatan naga itu yang terus meningkat semakin dia marah itu. Kini tampak sedikit membuat kewalahan Billy yang menahan sihirnya itu.


 


Tampak, naga itu terus memberontak.


 


Lalu .....


 


Blaaaaar!


 


Naga itu berhasil memojokkan azza lagi.


 


Azza pun tampak mencoba berdiri. Azza lalu mengelap darah yang menghilang  itu.


 


Lalu, bersiap lagi menggunakan pedangnya itu.


 


Wuuush!


 


Trang!


 


Menahan satu terjangan itu. Naga itu melihat anak itu yang bisa menahannya dengan baik. Dia sepertinya tahu. Anak itu sedikit menguat.


 


"Saat naga itu marah. Kita sepertinya harus coba hentian hal itu," ujar Xavi.


 


Lalu, azza pun maju lagi. Azza tampak mencoba untuk menusuknya.


 


Naga itu termundur karena tusukan itu. Lalu, dia pun tampak ditebas lagi di area kepala oleh azza yang lompat amat tinggi.


 


Blaaar!


 


Naga tu tampak berhenti sejenak. Kemudian, dia seperti tertawa.


 


"Khukhukhukhukhu!"


 


Naga itu seperti berubah lagi. Kini tampak wujudnya makin besar sekali.


 


Ngung!


 


Saat itu, sihir Divine yang hanya mini itu. Sepertinya tak bisa menampung itu.


 


Blaaaaaar!


 


Sihir itu pun tampak  hancur. Tampak, azza dan Billy mundur.


 


"Kadal yang merepotkan," teriak Billy tak suka.


 


Lalu, ukurannya tampak dua kali lipat lebih besar dari yang seharusnya.


 


Groaaaaar!


 


Bentuknya juga sedikit  berbeda.


 


Groaaaaarg!


 


Tampak, naga itu melihat ke arah dua orang itu. Lalu menerjang. Billy lalu membuat sebuah dinding api.


 


"Kau yang  telah menyiksa Jolly. Tak bisa kubiarkan!" ucap geram Billy.


 


Lalu, tampak azza pun melompat ke atasnya.

__ADS_1


 


Setelah itu ....


 


Blaaaaaar!


 


Dia menendangnua.


 


Wuush!


 


Kepulan asap tercipta. Lalu, terlihat naga itu sepertinya masih bisa bangkit.


 


Dia tampak menatap lebih tenang saat tubuhnya ini sedikit lebih besar.


 


"Heh!"


 


Billy berdecih tak suka. Lapu, azza tampak bersiap dengan pedangnya lagi.


 


Naga itu lalu melompat tinggi. Semuanya melihat. Lalu, Billy dan azza harus menghindar dari besarnya naga itu yang akan menimpa mereka semua.


 


Blaaaaaaaaar!


 


Lalu, dia mengaum sangat keras sekali di dalam sana.


 


Groaaaaaaaaaeg!


 


Auman itu terdengar sampai ke atas sana. Beberapa penjagal yang berpakaian hitam menunggu di atas sana dengan berbagai perangkat perang. Bersiap membunuh azza tang sudah mengancam di Neraka ini.


 


Lalu, keadaan di dalam sana tampak masih sama.


 


Azza sendiri tampak masih menahan gelombang itu setengah mati.


 


Groaaaaarg!


 


Tampak, Azza pun berhasil berdiri walau dia terdorong ke belakang sana.


 


Blaaaaar!


 


Gelombang auman yang sangat kuat itu tampak berhenti. Azza lalu bersiap lagi.


 


"Ini sangat kuat. Kita mungkin akan keluar dengan energi yang sedikit," ujar Xavi.


 


Namun, sepertinya para penjagal tak tahu hal lain.


 


Tap!


 


Azza tampak menatap naga itu yang mencarinya. Lalu, tampak dia pun melihatnya.


 


"Apa tujuanmu manusia?" tanya naga itu.


 


Azza tampak menghampirinya.


 


 


Xavi menatap naga yang lumayan besar.


 


"Untuk apa? Tuhan akan selalu mencarimu. Kau akan dijebak lagi dan ditangkap," ucap naga itu bijak.


 


"Apa tuhan itu ada?" tanya azza.


 


"Ya! Dia yang menguasai neraka ini juga. Selain dewa Amorka yang berperan penting di neraka ini," jawab naga itu.


 


"Untuk apa kau keluar dari neraka?" tanya naga itu.


 


Azza tampak berpikir.


 


Dia lapu melihat masa lalunya.


 


"Aku ingin menemui keluargaku. Lalu, menyelamatkan mereka dari neraka ini," jawab azza.


 


"Orang-orang yang penuh dosalah yang berhak dimasukkan ke dalam neraka," jelas naga itu.


 


"Jadi begitu."


 


"Jika keluargamu tak masuk neraka. Apa tujuanmu saat ini?" tanya naga itu kembali.


 


Azza kembali lagi untuk berpikir.


 


Namun, tampak naga itu maju ke arahnya.


 


Blaaaaaar!


 


Azza terpojok di tembok itu. Di telapak tangan naga itu dengan kuku-kuku nya yang lumayan tajam.


 


"Kekuatan tuhan sangat menyebalkan. Aku yakin. Bahkan aku tak bisa keluar dari sini. Bayangkan saja. Neraka itu adalah buatannya, yang bisa membuat semua manusia dan monster sepertiku menderita," ucap naga itu marah.


 


Azza menatapnya dengan tatapan kosong.


 


Lalu, terlihat azza pun jatuh karena naga itu melepasnya.


 


"Jadi, pikirkanlah lagi. Jika kau ingin keluar dari neraka ini. Sama saja, kau akan kembali lagi. Atau lebih buruk lagi," ucap naga itu.


 


Xavi lalu tiba-tiba muncul.


 


"Kudengar tuhan saja bisa seperti ini. Karena suatu hal," ucap Xavi.


 


Lalu, monster itu tampak mendekat pada leher anak itu.


 


"Siap kau? Bagaimana kau tahu informasi itu?" tanya naga itu heran.


 

__ADS_1


"Aku hanya seorang penjagal yang kebetulan mengetahui itu tak sengaja. Aku dihisap anak ini dan juga aku bersedia membantunya," jawab Xavi.


 


Naga itu lalu menjauh. Dua menatap ke arah langit sana.


 


"Aku yakin di atas sana sudah banyak orang. Orang-orang yang bersiap membunuhmu. Karena mereka yakin aku tak akan kapah semudah itu," ujar naga itu.


 


Azza menatap langit-langit hitam itu juga.


 


"Untuk kupertegas lagi. Apa tujuanmu?" tanya naga itu. Melihat ke arah anak itu yang sepertinya juga melihatnya dari tadi.


 


"Saat aku hidup. Kemungkinan aku sangatlah tidak berguna. Lalu, dengan semua hitam dan putih yang sudah aku rasakan. Aku ingin mengetahuinya. Apa itu tuhan, neraka. Semuanya dan masa lalu dunia ini. Aku ingin mengetahuinya. Lalu, saat sudah tahu semuanya. Aku akan putuskan apa tujuanku," jawab anak itu..


 


Naga itu tampak tertawa.


 


"Hahahahaha!"


 


Tampak, beberapa orang di luar sana. Bersiap dengan banyak senjata besar di sekeliling jurang itu. Terlihat, beberapanya juga sepertinya adalah para penjagal yang punya pakaian yang sama persis.


 


Lalu, di dalam sana.


 


Ternyata petarungan kembali lagi.


 


Kini azza terlihat melangkah dan terpental lagi ke belakang sana. Naga itu tampak menerjang sangat kuat.


 


"Untuk sebagai contoh. Kekuatan dendam adalah hal yang bisa meningkat. Ini mungkin lebih lemah daripada kekuatan tak terbatas tuhan. Tapi ..... Groaaarg!"


 


Tampak naga itu menyerang dan melempar tubuh anak bernama azza itu ke atas sana.


 


Blaaaaaaar!


 


"Dengan ini, kau mungkin bisa melindunginya.  Maka mulai sekarang, rasakanlah kebencian, rasakanlah  kelaparan,  rasakanlah rasa sakit.  Jangan pernah berhenti untuk marah. Karena semua orang di  atas sana. Semua orang  yang punya kekuatan besar. Semua orang-orang itu. Yang sama sekali tidak kau kenal lalu  tiba-tiba menghampirimu. Mereka  belum  tentu akan menerimamu. Apalagi  dirimu yang punya  banyak kekuatan. Berjuanglah!! GROAAAAARG!"


 


BLAAAAAAAAAAAAAR!


 


Tap.


 


Terlihat, beberapa orang itu pun mulai menyerbu Billy yang keluar dari sana. Lalu, dia pun ketakutan dan akan turun lagi  dari lembah naga itu.  Namun,  Azza ternyata hadir.


 


Dirinya laku tampak  bisa terbang karena  kekuatan gelap  yang terselubung itu. Lalu,  matanya tampak menghitam.


 


Dia  mendapat kekuatan dendam dari naga  itu. Tampak, dirinya lalu turun di sana. Semua orang sedikit khawatir.


 


"Anak  itu ternyata bisa menyerap kekuatan dari semua mahkluk. Ini sangat berbahaya!" ucap satu orang.


 


"Beberapanya tahan. Sisakan orang untuk melaporkan informasi ini!"  teriak satu orang lain.


 


Ya!


 


Tampak, ternyata  naga itu masih sadar  di bawah sana.  Tubuhnya tampak kurus. Dia masih  sadar bahkan setelah diserap semua kekuatannya oleh  azza.


 


"Orang-orang dan semua hal. Aku sama sekalo tak tertarik lagi. Terkurung dan dimanfaatkan seperti ini membuatku puas dan tak penasaran lagi. Hari orang-orang dan maut mereka. Semuanya pasti akan sama," gumamnya.


 


"Tapi, aku melihat hal itu sedikit demi sedikit berubah. Lapu, menghasilkan sebuah  hal yang belum aku ketahui. Aku sama sekali tak menyesal akan mati. Tapi,  aku sedikit rugi karena tak bisa melihat akhir dari semua ini.  Tamatlah aku,” gumamnya lagi  dan menutup matanya dengan damai.


 


Dia pun meninggal dengan cara yang halus.


 


Lapu, di  atas sana. Tampak  semuanya menyerang dengan serangan bermacam-macam.


 


Jduaaar!


 


Namun, azza yang punya kekuatan dendam  monster itu. Tampak, menahannya dengan mudah. Lalu,  menatap  kejam pada semuanya.


 


"Ini semua adalah kejahatan!  Dan dengan semua kekuatan  amarah ini!  Aku menghukummu!"  teriak azza.


 


Lalu,  dia mengangkat tamgannya.


 


Lalu, dia  membuat semacam energi hitam yang  keluar dari  dalam tanah itu menguar le  atas lalu bentuknya kini sangat panjang.


 


"Blood The dragon of Revenge!"


 


Blaaaaaaaar!


 


Seekor naga tampak muncul di sana. Bentuknya panjang dan bisa tebang. Merupakan kumpulan dari semua kekuatan dendam yang dimiliki naga itu yang terserap oleh azza.


 


Naga pendendam yang kuat.


 


Semuanya tampak khawatir mengenai saat ini. Ternyata keadaan malah sebaliknya.


 


Lapu, naga itu tampak membuat gelimbang di saat itu juga.


 


Blaaaaaar!


 


Tampak  memporak porandakan sekitarnya. Lalu, azza sendiri tampak di bawah. Sepertinya, dia sengaja melepas dendamnya itu sebagai kekuatan.


 


"Walau bagaimanapun. Kekuatan dendam itu tak bagus kita gunakan. Maka dari itu, semuanya keluarkan saja," ujar Xavi melihat itu.


 


Azza menatap naga itu yang mulai bergerak.


 


Billy melihat takut. Untunglah naga itu hanya melewatinya saja.


 


Lalu, Azza menghampiri Billu.


 


"Kekuatan dendam sangat berbahaya. Jika tak bisa dikendalikan. Itu akan sangat fatal. Jadi, azza mengeluarkannya," ucap Xavi.


 


Billy mengangguk setuju. Mengingat naga merah tadi saja sangat sulit dikalahkan. Jika saja azza tak membuatnya pengah dalam bertarung.


 


Bisa dibilang, azza menang dengan cara lain.


 

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2