Tier by Revenge : LAGNALOK "DendaM"

Tier by Revenge : LAGNALOK "DendaM"
Kekuatan ikatan terkuat kedua setelah keluarga : Teman.


__ADS_3

Episode 19


Azza melihat sosok berwajah  hitam dan tubuh agak  kecil namun sedikit berisi  itu. Hampir seperti Billy.


 


"Emmm, kauu bisa  berdiri?" tanya orang lainnya yang berotot. Dia tampaknya manusia.


 


Azza tampak berdiri. Lalu,  dia  melihat ada sekitar empat orang aneh  di sana.


 


Azza lalu  mencoba berjalan  lewati  mereka semua untuk  keluar.


 


Tap!


 


"Oi!" panggil salah satunya dengan kasar.


 


Azza pun berhenti.


 


Lalu,  Xavi muncul di leher belakang milik azza.


 


"Hey, kalian semua jangan ikut campur. Kami sedang dalam darurat," ucap Xavi.


 


"Tenanglah, bisa  ceritakan sebentar?"  tanya satu orang lainnya.


 


Xavi laku bercerita tentang hal itu. Si wajah hitam tampak mempunyai ide.


 


"Aku tahu suatu  informasi di sebuah tempat rahasia. Itu  ada  di  dunia manusia."


 


Azza menatapnya.


 


"Apa itu mencakup segalanya?" tanya azza tertarik.


 


Orang itu mengangguk.


 


Lalu, azza pun tampak mencoba membawanya keluar dari sana.


 


Namun, masih terhalang oleh orang-orang  di sana.


 


Lalu, sato orang berwujud  agak  mengerikan itu tampak bilang  "mereka semua sebenarnya biasa saja. Karena mereka semua masih punya kelemahan."


 


Azza menatapnya.


 


"Apa itu?"


 


Wuuush!


 


Azza kembali menghadapi semua orang itu. Matanya mengkilat tajam di sana.


 


Lalu, menunjukkan ujung pedangnya itu. Lalu, maju!


 


Hyaaaa!


 


Trang!


 


Tampak,  azza menebas satu dari mereka. Namun, mereka semua tampak menahannya.


 


Mata milik Azza bisa melihat suatu  energi yang tak terlihat bagi dirinya yang sebelumnya itu.


 


Energi itu akan muncul saat dirinya menyerang.


 


Blaaar!


 


Azza terpental karena energi itu juga bisa mendorongnya  terlihat,  saat mereka menyerang.


 


"Orang-orang itu. Menggunakan suatu teknik kekuatan pertahanan dan serangan yang terbilang mutlak. Namun, itu semua  adalah sebuah konsep saja.  Tak lain seperti trik.  Terlihat mereka semua sering melakukan gerakan yang sama. Pola dan gerakan dari bertahan dan menyerang yang terlihat padu itu. Sebenarnya itu sudah mereka latih  agar terlihat alami," ujar orang itu di saat menjelaskan saat  itu.


 


"Jadi apa kelemahannya?" tanya Xavi.


 


"Kalian hanya perlu melihat polanya lalu cobalah untuk  mengacaukannya. Contohnya jika pola pertama adalah bertahan  atau memutar tingkat lalu pola seterusnya mungkin menusuk atau menyerang. Maka,  kau coba ubah hal itu. Sebut saja pola mereka adalah A-B-C-D. Saat kalian bertemi pola A maka mereka akan meneruskannya deabg pola B lalu C dan D. Jadi, untuk  mengacaukannya. Kalin  tinggal ubah saja. Jika kalian menyerang dan lawan sudah menampilkan semua pola itu. Buatlah mereka terpaksa untuk melakukan pola yang salah. Ambil contoh, kau akan melakukan serangan dan mereka akan lakukan pola A. Maka, kau bisa mengubah mereka dengan cara seperti melakukan serangan yang lebih besar atau lakukan serangan yang tidak terfokus ke satu hal," jelas orang itu.


 


Azza tampak mengangguk.


 


Serangan yang besar bisa mengacaukan fokus mereka. Namun, untuk yang sudah kompak dan ahli itu mustahil. Tapi, dengan melakukan serangan yang tak terfokus. Itu mungkin akan lain. Butuh beberapa hal untuk melakukan itu.


 


Maka ....


 


Tap!


 


Terlihat, muncul 4 orang itu dari sana. Kini tampak semua  musuh azza pun membelalak..


 


"Kalian semua!" geram mereka semua.


 


"Hehehehehe!"


 


Tampak, semua tahanan itu tersenyum melihat itu. Merak sepertinua akan bantu kacaukan poal teknik mereka itu.


 


Azza pun bersiap di sana.


 


"Kau coba ingat pola itu," ujar orang yang tahu tentang itu kepada  azza.


 


Azza mengangguk.


 


"Aku sudah mengingatnya. Pola mereka adalah, pertama adalah bertahan, kedua adalah bertahan dengan tusukan lalu ketiga dan keempat adalah bertahan dan menyerang bersamaan,"  ucap azza.


 


Orang itu mengangguk.


 


"Baiklah!" ucapnya dan dia tampak mengeluarkan kuku-kuku di jarinya yang memanjang. Lalu, seketika terbungkus dengan energi merah itu.


 


Si kepala hitam tampak mengeluarkan tongkatnya yang lebih tinggi darinya itu. Berwarna hitam.  Lalu, dua orang lain tampak hanya bertarung apa adanya.


 


"Yos!" teriak dua orang itu.


 


"Yeah!" balas si kepala hitam.


 


Tampak, ada seseorang yang naik ke lantai itu. Namun, seseorang tampak menghalanginya atau menghentikannya.


 


"Tidak, jangan dulu. Ini terlihat seru."

__ADS_1


 


Terlihat, azza pun mulai bergerak.


 


Hyaaaaa!


 


Mereka semua tampak menerjang..


 


Trang! Trang! Trang!


 


Blaaaar!


 


Namun, lima orang bersama azza pun terpental masing-masing.


 


"Sial," ucap orang-orang itu.


 


Azza kembali berdiri. Menggunakan mode Titan dan langsung menghajar orang-orang itu.


 


Trang trang trang trang!


 


‘Mereka gunakan pola pertama. Jadi barusan pola terakhir ya' batin orang yang tahu hal itu.


 


'Setelah ini dia akan menusuk dan bertahan’ batin orang lainnya dan bersiap.


 


Setelah itu, dia pun tampak maju.


 


Blaaaar!


 


Tinju dua orang itu tampak berhasil membuat goyah mereka semua.


 


Semuanya tampak mundur ke belakang.


 


Jduaaaaar!


 


Tampak, azza pun sedikit tahu tentang itu.


 


"Menggunakan kekuatan  di saat pola kedua. Benar juga, mereka akan kesulitan untuk menahan serangan itu karena juga harus menyeeang," ucap Xavi mengerti.


 


Laku, dengan hal itu.


 


Mereka terus bertarung. Kini Azza menggunakan kekuatan titannya yang kuat di saat bagian kedua dia lakukan.


 


Hasilnya ....


 


Blaaaaar!


 


Satu orang tampak terpental karena itu.


 


Si  kepala hitam tampak tertawa melihat itu.


 


"Hahahaha. Dia terpental seperti banci," ledeknya.


 


'Sialan' batin musuh-musuhnya itu.


 


 


Azza tampak menahan dan terpental lagi.


 


Orang dengan kekuatan kuku itu tampak mencakar. Cakaran itu tampak membuat mundur lawan itu ke tempatnya lagi. Dia terseret oleh gelombang kuat cakaran itu.


 


"Heeh!" Orang itu puas karena usahanya.


 


Azza pun masih berdiri di sana.


 


Saat ini. Tampaknya  musuh pun mulai terpojok.


 


Lalu, di saat itu. Tampak, azza pun mencoba melawan satu orang yang terpisah dari kawannya itu.


 


Dia mencoba menusuknya. Orang itu menahannya.


 


Trang!


 


Tampak,  hal itu mudah bagi orang itu yang punya senjata kuat itu. Auxilian Hell versi Black impulsif.


 


Azza menatap datar. Orang itu kelihatan mulai khawatir.


 


Sepertinya musuhnya  itu tak biarkan dia bertarung dengan kelomoknya di sana.


 


Sementara, orang-orang lain terus memojokkan musuhnya yang lain.


 


Azza pun lantas mencoba menyerang dalam  mode Titan.


 


Blaar blaar blaa blaaar!


 


Orang itu termundur.


 


'Sialan' batinnya tak kuat.


 


Lalu, dari atas azza tampak melompat dalam mode titannya itu. Matanya tampak memerah seperti Titan.


 


'Mo-monster’ batin musuhnya itu takut.


 


Blaaaaar!


 


Tinju dan tusukan milik  azza tampak berhasil menumbangkan orang itu.


 


Tampak, Azza pun berjongkok di depan badannya itu. Mengambil kepalanya itu..


 


Wuuush!


 


Asap hitam keluar dari sentuhannya  itu. Lalu, setelah itu dia membuangnya.


 


"Dengan begini,  kita pun bisan membuat teknik pertahanan itu. Bersama semuanya. Kebetulan sekali," ucap Xavi.


 


"Ya!"


 

__ADS_1


Semua orang itu tamoak memojokkan kawan-kawan baru dirinya.


 


"Kalian semua akan dibunuh sekarang ini!" teriak musuh-musuh azsa.


 


Teman-temannya mulai khawatir. Mereka akan diserang..


 


Namun, azza pun datang.


 


Trang!


 


Dia tampak menahan  dengan sebuah tombak Auxilian Hell. Namun, bentuknya lain. Tampak  lebih kecil dari punya orang-orang itu. Warnanya juga hitam kemerahan.


 


Orang-orang  itu khawatir.


 


'Jadi, dia menyerap kekuatan dari teman kami ya. Sial. Itu sebabnya dia tak ada tadi' batin musuhnya itu.


 


Setelah  itu, dia pun hampiri teman-temannya itu. Musuh-musuhnya itu tampak melihat mereka berbincang di sana.


 


Mereka pun tampak tak bisa mendengar itu karena jauh.


 


"Kita harus bunuh mereka semua!" uccap geram orang paling depan itu. Para musuh dari azza.


 


"Ya!"


 


Lalu, azza dan temannya itu mengangguk. Kemudian,  setelah berbalik.


 


Mereka tampak seperti mendapat energi lain. Namun, energi itu hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang sudah tahu teknik mereka itu.


 


Wuush!


 


"Syincrosesion!"


 


Ngung!


 


Tampak, semua teamnya itu berkumpul kompak di sana.


 


"Ayo maju!"


 


Dia lalu memimpin. Semuanya kompak maju.


 


Lalu, terlihat semua musuhnua itu tak kaget.


 


Mereka sudah pasti akan menahan semua saat ini. Karena sepertinya mereka akan lakukan tahap A.


 


Lalu, saat itu.


 


Trang! Trang trang trang!


 


Jduagh jduagh jduagh jduagh!


 


Tampak, semuanya malah terhempas satu per satu oleh semuanya itu.


 


"Apa ini?" kejut satu orang yang belum diserang itu.


 


Lalu, orang dengan cakarnya itu. Tampak, maju.


 


"Syincrosesion adakah teknik serangan berkelompok yang mutlak. Tentunya hal ini adalah lawan mutlak bagi teknik kalian!" teriak orang itu dan mulai menyerangnya.


 


"Apa?!!"


 


Blaaaaar!


 


Semua musuh tampak tumbang. Kini, mereka semua tampak masih di sana untuk sementara ini.


 


Tampak,  Azza mencoba menyerap semuanya. Si kepala hitam melihatnya.


 


"Wow. Apa yang kau lakukan?"  tanyanya dengan takjub.


 


Azza menatapnya.


 


"Orang ini punya kkuatan untuk menghisap kekuatan atau takdir. Dia punya kekuatan karena hal ini," ucap Xavi menjawabnya.


 


Semuanya tampak kaget.


 


"Apa?!"


 


"Jadi begitu juga caramu membuat teknik Syincrosesion itu berjalan ya?" ucap tak percaya orang dengan kekuatan kuku itu.


 


"Ya!"


 


Mereka lalu terus melihat azza menyerap semuanya. Setelah itu, mereka sepertinya akan pergi.


 


"Tapi, jangan anggap remeh pada hal lainnya," ucap satu orang selain orang berotot itu. Dia punya jubah misterius. Pakaiannya misterius dengan gabungan biru dan hitam itu.


 


"Apa kau tahu sesuatu tentang penjara ini?" tanya Xavi.


 


"Kami semua tahu. Dia pasti akan datang. Para  petinggi lapu terakhir bos tempat ini. Yang tingkatnya jauh di atas prang-orang yang ada  di atas dan  di sini,"  jawab orang itu lagi.


 


"Jadi begitu ya," gumam Xavi.


 


"Selanjutnya adalah membebaskan kawanmu bukan?" tanya si kepala hitam. Menunjuk  orang yang disekap  itu.


 


Lalu,  Azza mengangguk.


 


Azza lalu mengeluarkan Billy yang ternyata belum sadarkan diri itu. Azza pun menggendongnya. Lalu, mereka pun tampak  akan turuni tangga.


 


Namun, ada  dua orang  di sana yang sepertinya tengah bercengkrama serius.


 


"Ahahahaha!  Kau tahu? Rahasia  dunia ini dibuat lelucon. Pada akhirnya lelucon itu menjadi  kenyataan.  Huahahahaha!"


 


"Ya! Dia berkata 'dupu sekali  tak ada tanaman.  Hingga membuat tuhan pun membuat neraka. Lalu, di dalam neraka akan ada iblis yang menghancurkan neraka. Setelah itu dia kan menghancurkan tuhan sendiri  lalu tuhan akan dihidupkan kembali’ semua orang takut pada saat itu. Namun, ternyata itu hanya omong kosong. Hahahahha."


 


Teme dan Amo.


 

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2