
Episode 16
Terlihat, azza pun pergi dari sana.
"Dendam adalah kegelapan. Jadi itu tak bagus sih," ujar Billy berpikir.
"Ya!"
Mereka tampak berhasil ke sisi jurang lain. Lalu, di sana mereka tampak melihat ada bangunan merah besar yang mengeluarkan api panas juga di sekitarnya.
Tampak, azza dengan sigap ke sana.
"Kita harus kalahkan semuanya. Lalu, pergi dari aini," ucap Billy.
Tampak dia sudah tak memikirkan hal sebelumnya yang sedikit aneh tadi.
Tap tap tap tap tap tap tap!
Mereka tampak di sebuah hutan neraka. Banyak tumbuhan merah juga di sini. Lalu, tampak ada banyak manusia yang digantung di pohon-pohon itu setelah mereka sudah lumayan dekat dengan tempat merah itu.
Setelah itu, tampak semua manusia itu ternyata akan disiksa di tempat itu.
Billy dan temannya tampak terbiasa. Karena ini neraka.
"Aku memutuskan untuk hal ini, jika aku berhasil keluar. Aku akan mencari informasi tentang tuhan " ucap azza.
Mereka pun sampai.
Tap!
Di sana banyak penyiksaan. Lalu, beberapa penjagal monster terlihat. Mereka adalah Hell monster. Mereka punya kekuatan gelap lain selain dendam monster naga sebelum ini.
Tampak, Azza pun mundur. Mereka tampak membuat gerbang membuat mereka tak bisa masuk ke sana.
Blaaaar!
"Sial!" teriak Xavi tak suka.
Lalu Azza pun coba menghancurkan itu dengan kekuatan besarnya itu.
Blaaaar!
Dia coba lakukan usaha itu terus hingga beberapa menit berhasil membuat lubang.
"Berhasil!" teriak senang Billy. Lalu, mereka pun berjalan lewati lubang itu. Namun, nampaknya lubang dan retakan itu pulih amat cepat.
Mereka pun lompat mundur. Apalagi gerbang itu semakin besar, tebal dan kuat.
"Sialan apa ini?" tanya Xavi kesal.
"Ini gerbang kuat yang biasanya berada di beberapa tempat kuil dewa Amorka. Sepertinya dewa Amorka pernah ke sini. Gerbang ini akan kembali pada tempat semula pada beberapa hari setelahnya," ujar Billy menjelaskan.
Azza pun mengangguk.
Lalu, dia memutuskan untuk pergi terlebih dahulu. Saat ini kekuatannya belum cukup untuk kalahkan semua ini. Dia juga tampaknya mulai punya tujuan jelas. Selain ingin keluar dari tempat ini.
"Xavi, sebenarnya aku pernah melihat dalam ingatanmu. Kau diciptakan dari benda hitam kan?" tanya azza saat dia sendirian di hutan itu.
"Ya! Benar! Tapi, satangnya. Aku sudah tak ingat lagi tentang itu."
Billy lalu datang ke tempat mereka.
"Kita sepertinya memang harus menunggu saja. Dari pada buang-buang waktu dengan hancurkan gerbang itu " ucaonya dan ikut duduk.
Mereka lalu masih menunggu beberapa hari lagi.
Blaaaaar!
Tampak, gerbang itu menghilang. Lalu, asap un mengepul. Kemudian, azza bersiap dengan pedang kegelapannya itu. Terlihat beberapa monster juga di sana. Monster hitam dengan bentuk semi manusia itu tampak bengis kepadanua.
Groaaag!
Mereka punya gigi-gigi tajam. Hell monster adalah monster yang mengerikan. Lebih kuat dari monster besar yang ada di bawahnya.
Setelah itu, tampak monster itu maju.
Blaaar!
Tebasannya tak kena. Dalam mode titan. Azza menghantamnya dan membuatnya mental jauh. Dua monster lain maju ke arahnya.
Wuush!
Dia dengan cepat menghantam keduanya itu.
Jduaaaar!
Terlihat, semua monster itu mulai bangkit lagi. Azza laku melompat dan tembakkan panah api yang sangat panas.
Blaar balar blaaaaar!
Satu monster itu tertusuk dan meledak hebat. Berkat dirinya yang mendapatkan kekuatan naga itu. Dia pun sedikit lebih tangguh.
Tap!
Azza mendarat. Namun, satu monster tampak menghantamnya. Dia pun terpental dan sangat jauh sekali. Terlihat monster itu keluarkan energi hitam seperti kekuatan dendam monster tadi.
"Mereka menggunakan kekuatannya. Hampir mirip dengan dendam monster itu," ucap Xavi.
Billy pun hampiri mereka.
"Mereka adalah Hell monster. Tujuan mereka adalah menyiksa dan tak punya apa-apa lagi dalam benak mereka," jelas Billy.
__ADS_1
Azza mengangguk mengerti.
"Baiklah, aku mengerti," ucapnya dan bersiap di tempat.
Wuush!
Tiga monster maju. Dia lalu melompat menghindar, dua monster menjegalnya lagi.
Dia tertahan. Namun, dia mengangkat kakinya itu dan blaaaar!
Dia menendang dua monster itu.
Dia menjauh. Satu monster sangat cepat dan dia menahan satu monster itu.
Hyaaaa!
Dengan mode Titan dia berhasil memdorongnya. Kombinasi kekuatan dan mode Titan itu sangatlah membantu.
Kemudian, dalam hap ini. Tampak satu monster menerjangnya lagi.
Blaaaar!
Dia mental karna itu.
Billy lalu membantu mereka namun, dia dihantam dan mental sangatlah jauh sampai ke langit dan sepertinya sangat sulit untuk menghampirinya lagi.
Blaaar balar blaaar!
Tiga monster dia tahan di sana dengan tangannya itu. Lalu, dia mendorongnya. Azza berhasil dengan itu. Lalu menendang semuanya.
Mereka semua terhempas. Dia lalu mencoba mencari Billy yang ceroboh itu. Biasanya dia tak akan menyerang tapi kali ini lain.
Tap tap tap tap tap!
Tiga monster itu mengejarnya. Dia lalu melompat ke belakang. Tiga monster itu akan menerjangnya.
Masuki mode Titan dan menendang semuanya. Membuat mereka menjadi amat jauh.
Tap tap tap tap tap tap!
Dia berlari sangat cepat. Hingga melihat jejak dari Billy yang sepertinya memasuki tempat besar dan hitam di sana. Lapu, dia akan masuk. Akan tetapi ternyata ada beberapa penjagal di sana.
Namun, pakaian mereka terlihat lain. Mereka nembawa pedang yang aneh dan terluhat kuat.
Lalu, mereka pun mencoba menghampirinya.
"Ini afdalah penjara neraka. Tak ada yang boleh ke mari!" teriak mereka semua. Sekitar lima orang itu. Mereka para penjagal.
Sepertinya Billy tertangkap oleh mereka.
Bagaimana bisa Billy tertangkap?
"Memegang pedang penjagal nomor 6, penampilan seperti manusia(telanjang bulat) warna rambut dan mata hitam. Kau orang itu ya!" ucap mereka.
Tampak, tambah nafsu untuk bertarung dengannya itu. Tampak azza langsung mengaktifkan mode titannya langsung.
Dia maju dan tendangan itu tampak ditahan dengan pedang orang itu.
Blaaaaaar!
Laiu dia dimundurkan oleh orang yang sama. Azza mendarat di tanah itu.
Tap!
Sedikit tergeser di sana. Nampak, azza pun menegakkan badannya lagi.
Orang-orang yang berjumlah lima. Tampak mulai maju.
Wuuush!
Azzam lompat dari tusukan itu. Namun, datang orang lain. Dia lalu mencoba tusukan pedangnya itu.
Blaaaaar!
Azza mental karena pedangnya itu.
Tap!
Terlihat, azza melompat lagi. Lima orang itu sudah berlari dari depan sana.
Azza lalu lari juga dan menebas lagi.
Blaaaaar!
Tebasan itu tampaknya bisa ditahan dengan mudah. Namun, orang itu sedikit terpental juga.
Lalu, orang lainnya menusuk lagi.
Dia menahan dan melompatinya.
Trang trang trang trang trang!
Syut!
Blaaaar!
Azza gunakan panah apinya itu. Membuatnya bisa membakar di sana.
"Dia juga punya elemen api ya?" ujar orang-orang itu.
__ADS_1
"Salah satu dari kita harus laporkan ini," ucap meereka semua.
Semuanya tampak mengangguk.
Lalu, azza pun maju dan terjang satu dari mereka semua. Blaaaar!
Membuat dia mental dan jjatuh ke dalam jurang dalam yang sepertinya terkurung monster juga di dalamnya.
Lalu, dia melihat lagi ke arah orang lainnya. Dia dalam mode titan akan menusuknya.
Namun, nampak ditahan. Lalu, orang-orang itu tampak seperti menggabungkan kekuatan semua pedang mereka. Terlihat seperti kekuatan panjang terhubung dari semua pedang itu.
Azza tampak melihat itu. Lalu, mereka menyerangnya.
Trang!
Azza tampak terikat oleh kekuatan itu. Yang mana kekuatan dari tali itu. Ternyata dari musuhnya.
Lalu, mereka semua akan menebasnya.
Kraaash!
Azza tampak terpotong di bagian tangannya itu. Serta satu kakinya.
Dia lalu mencoba membebaskan diri dalam mode Titan. Dia pun lompat ke atas dan mendarat di tanah yang jauh.
Tap!
Dia melihat ke depan. Orang-orang itu saling pandang. Mereka laku gunakan kekuatan tali penghubung itu.
"Ini berbahaya, pedang mereka bukan sembarangan," ucap Xavi.
Mata milik azza tetap fokus. Lalu, tampak diia pun akan diserang secara serempak.
Blaaaaaar!
Azza mental.
Demikian pula.
"Apa?!"
Mereka terkejut. Azza membuat sebuah ruangan putiih yang mengurung mereka semua. Sepertinya azza gunakan kekuatan milik Death eater.
"Ini Holly Spase," ucap mereka semua.
Lalu, tampak dengan suatu kekuatan suci pada peedangnya itu.
Dengan sekali tembak itu.
"Holy Dark!"
Sebuah kekuatan besar pun tampak dilesatkannya ke arah musuh-musuhnya itu. Terlihat, semua orang itu tak bisa menahannya.
Blaaaar!
Ruangan itu kenyap. Lalu, dia pun tampak mencoba mendapatkan kekuatan mereka semua yang bisa mengikat itu.
Lalu, dari yang diketahuinya lewat kekuatannya itu. Semua orang itu adalah pemegang pedang penjagal. Tentunya lebih lemah dari senjata top penjagal. Akan tetapi, mereka punya kekuatan unik yang bisa digabungkan.
Semua pedang itu tampak bergabung dengan pedangnya.
Pedangnya kini seperti punya warna lain saat terkena sinar. Semua warna pedang yang dihisap itu akan muncul secara acak.
Lalu, dia menuju ke penjara itu. Yang dikatakan oleh orang yang dia kalahkan.
Di dalam sana. Billy tampak disekap.
Tap!
Terlihat, ada seseorang berpakaian hitam di depannya itu. Lalu, tampak ada suatu pedang di tempatnya ia duduk.
Dia melihat Billy yang disekapnya.
"Bocah itu akan ke sini. Sebentar lagi," ujar orang itu menunduk senang.
Lalu, terlihat beberapa wanita yang sebenarnya adalah manusia yang seharusnya disiksa di sana. Tampak, memandang hormat dan patuh padanya. Mungkin dia salah satu mahkluk penjagal.
Lapu, azza pun sampai. Dia pun buka gerbang kegelapan itu. Lalu, dia mendobrak pintu dengan pedang kegelapan yang sudah punya kemampuan yang lebih.
Mata miliknya melihat ke sana kemari. Laku, di dalam sana. Hanya ada ruangan penjara yang berisikan berbagai macam manusia dan monster-monster serta beberapa penjagal itu.
"Pemandangan yang agak aneh," ucap Xavi.
Azza bergumam mendengarnya. Dia melihat ke segala arah.
"Kemungkinan Billy itu ada di ruangan atas," ucap Xavi. Lalu, dengan itu azza pun tampak langsung lompat ke atas atap tempat itu.
Tap!
Lalu, di sana sudah berdiri beberapa penjagal yang tampaknya berpakaian tak menyeramkan. Dia seperti manusia.
Mereka semua tampak tersenyum jahat melihat datangnya azza si manusia ini. Lalu, mereka tampak berbalik dan dengan memegang tali penyiksa itu.
"Apa inikah manusia yang harus kita siksa?!" ujar mereka semua. Yang semuanya adalah wanita.
"Heh!"
Bersambung.
__ADS_1