
Episode 8
Di tempat Demos. Dia tampak dipuja bak raja. Dia kini memakai nama sebagai iblis. Dia mengaku sebagai yang terkuat.
Banyak, pengikutnya di sana. Lalu, beberapa orang datang. Mereka melaporkan sesuatu. Lalu, datang tamu yang berasal dari negeri para Malsi.
Demos pun menyambutnya.
“Kami semua ingin menjadi bagian dari kalian!” ucap mereka semua.
“Hahahahahaha!” Demos ketawa jahat.
Demos pun angkat sebuah pedang yang dia namai Chikara. Karena itulah nama iblis yang sudah menjadi nyawa pedangnya itu.
“Dengan ini, kita akan menguasai semuanya!” teriak Demos puas.
Tap tap tap tap tap!
Beberapa orang kini mulai berdatangan dari luar. Mereka semua tampak gunakan pakaian putih dan mewah. Lapu, semua orang tampak ada yang benci mereka semua.
Semuanya kacau. Terjadi perang bahkan antara negara agama Malsi dan kaum pengikut atau mereka yang sudah terpengaruh ajaran sesat dari perkumpulan Demos.
Heh!
Demos pun tampak puas membuat banyak kekacauan itu. Dia lalu banyak disembah oleh beberapa orang yang sudah tak bergabung dengan agama besar itu. Dia puas akan hasil ini.
‘Dengan ini, semuanya sesuai’ batinnya puas.
Perang dan hal lainnya. Banyak kematian di mana-mana. Saat itu, sebuah negeri tampak banyak memakan korban karena ulah negeri-negeri menentang agama Malsi buatan Demos.
Salah satunya Irania. Tampak, salah satu Prophet menuliskan sebuah kitab di kertas putih itu. Lalu, kertas itu melayang ke atas.
Kemudian jatuh ke sebuah tempat keagamaan Malsi. Kitab itu bagian dari kitab suci mereka. Taruat.
Semuanya terkejut.
“Akan ada Prophet terakhir? Dan sepertinya dia bernama azza. Dia juga ada di sebuah negeri yang bernama Irania?”
Beberapa orang senang mendengar kabar itu. Lalu, mereka sebarkan hal itu.
Berita itu tentunya terdengar itu terdengar oleh Demos. Lalu, saat Demos berusaha akan membunuh anak itu.
Tap!
Dia didatangi oleh seorang manusia yang tak asing.
“Kau?”
Keduanya saling tatap.
“Demos! Kupikir kau tak perlu lakukan ini! Prophet itu penting bagi keterusan manusia. Karena jika mereka tak ada, semua orang atau dunia ini bahkan bisa musnah dengan tuhan kita, Halla Gnay!” ucap manusia berambut hitam dan sedukit panjang itu. Da memiliki mata yang kecil.
Demos tampak tak menyukai apa yang dia bicarakan itu.
“Sebagai seorang iblis. Aku akan melakukan hal ini!” ujar geram Demos.
“Tapi, ini Prophet terakhir. Kau akan menyesal jika melakukan hal ini. Sekarang ini, tak mungkin ada yang melindungimu. Kau harus mengalah untuk saat ini,” ujar orang itu.
Hal itu sedikit membuat ragu Demos. Dia lalu berjalan kembali.
Setelah hari itu, Demos pun berusaha untuk menggoda langsung manusia-manusia iti. Hingga Demos pun bertarung dengan satu malaikat.
Malaikat itu tampak biarkan Demos unjuk kemampuan.
“Kau, orang yang punya kemampuan membaca ingatan dari gerakan tubuh!” ucap Demos melihat seorang malaikat yang tubuhnya seperti manusia setengah burung itu.
Malaikat itu tampak bersiap-siap.
“Demos! Kau pendosa. Tapi, jika kau bisa memenuhi tantanganku ini. Kau akan diampuni. Karena dirimu, rencana tuhan terdengar lebih baik,” ujar malaikat itu.
“Apa itu benar?” tanya Demos yang juga tak tahu mengenai itu.
“Ya! Awalnya tuhan mencoba membuat jaman yang amat panjang. Bencana, kematian, lalu kepercayaan dan kesesatan. Semua itu lalu diakhiri dengan membuat semua orang dekat dengan tuhan mereka walau di dunia apa pun kini mereka. Tapi, karena dirimu. Tuhan sepertinya sudah tak peduli lagi dan segera akan membuat rencana akhir yaitu The END of All For him.(EOH)” jawab orang itu.
“Apa itu? Kenapa berubah sedrastis ini? Awalnya aku tak penasaran. Tapi ....”
Malaikat itu pun tampak menegakkan badannya di sana.
“Demos, untuk saat ini. Kau harus melewati tantanganku. Di mana kau bisa diampuni dan bahkan bisa melihat rencana akhir itu. Bersama tuhan juga,” ucap malaikat itu tenang.
“Apa itu? Cepat ucapkan!” teriak Demos memaksa.
“Pertama kau harus mencari pedang yang bernama Antemos. Pedang itu akan kau gunakan sebagai penjagal Neraka jika kau bisa mendapatkannya,” ucapnya itu.
“Tapi, sebelum itu. Kau harus bisa melawanku dan menahan siksaan yang mematikan setelahnya. Kau harus bertahan, jika mati. Kau tak bisa melakukan. Kekuatan mahkluk sepertimu adalah dari kebencian. Aku memberitahumu tentang rahasia mahkluk sepertimu. Jadi, sekali-kali bersyukurlah,” jelas orang itu.
“Baiklah kalau begitu!”
Demos pun bersiap di tempat. Dia mendapatkan kekuatan yang maha dahsyat di mana dia bisa menguat hingga dua kali lipatnya itu.
Hyaaaaa!
Malaikat itu sedikit tercengang. Lalu, dia tampak bersiap dengan tangan yang keluarkan cahaya kental itu.
__ADS_1
“Hmmm, lumayan!” gumam malaikat itu.
Hyaaaaa!
Demos lalu menyerang sangat cepat. Kekuatan itu tampak sangat kuat menghancurkan sebuah bukit bangunan di tempat itu.
Blaaaaar!
Demos pun tertahan dengan mudah.
“Sialan!” teriaknya kesal.
Lalu, malaikat itu tampak menampar pipinya. Kemudian, terjadi badai di atas sana menggelegar dalam satu kali keluarnya itu.
Blaaaaar!
Demos pun terpental dan tampak tak sadarkan diri.
Tes tes tes tes!
Dia tampak tertetesi oleh hujan. Demos pun bangkit dan melihat orang itu duduk di depan sana pada sebuah puing itu.
“Hari sudah sangat malam. Awalnya tuhan sangat marah. Tapi, sepertinya kau lebih beruntung dari orang-orang! Ayo, sekarang giliranmu keluarkan kekuatanmu itu!” ujar orang itu dan kini berdiri di atas puing itu.
Jrak!
Demos pun tampak berdiri lagi.
“Jangan coba-coba denganku ya. Lain kali lagi!” teriaknya dan menguarkan kekuatan besarnya itu.
Wuuuuuush!
Flasback off.
Saat ini, terlihat Demos yang terpental karena kekuatan dari azza.
Lalu, Demos pun bangkit sama seperti saat itu. Sihir Divine masih menyala.
“Hahahaha! Aku terpaksa gunakan kekuatan kebencian setelah sekian lama. Walaupun semua orang akan tahu. Aku tak peduli lagi!” teriak Demos.
Flasback lanjutan.
Huaaaaaa!
Demos pun tampak mengeluarkan kekuatan. Disertai dengan otot-ototnya yang membesar itu.
Hyaaaaa!
Wuuuush!
Demos melaju di sekitarnya. Menabrak dan hancurkan apa pun.
Blaar blaar blaaar!
Mata malaikat itu terus mengikutinya.
‘Saat ini dia sangat cepat. Kekuatan ini mungkin masih bisa berkembang jika Demos punya kekuatan spirit’ batin malaikat itu.
Huaaaa!
Demos dengan menyeramkan tampak menyerang dengan cepat ke arah orang itu.
Jduaaaar!
Orang itu terseret olehnya. Lalu, Demos melemparnya dan dia pun tampak lompat dan menembakkan suatu sinar hitam ke arahnya.
Jduaaaaaaaar!
Ledakan sinar hitam melaju sekitarnya bola di sana. Lalu, berputar dan berbunyi dengung unik.
Nguiiiung!
Jduuuuuum!
Sebelum akhirnya menjadi ledakan maha dahsyat yang sampai menyentuh awan-awan.
Wuuush!
Malaikat itu tampak kacau. Intinya dia masih bisa tahan. Dia mengelap pipinya itu.
‘Itu sepertinya sangat kuat. Layaknya kekuatan kegelapan saja’ batin dirinya.
Tap!
Lalu, terlihat datang kagi serangan.
Blaaaar!
Tampak, tubuh milik Demos pun tertahan dirinya pun tampak memekik karena dia terseret lagi oleh Demos.
Blaaaarr!
__ADS_1
Dia terpental lagi. Demos lalu menyerang lagi begitu sangat cepat. Namun, dia bertahan dari itu semua.
‘Benar-benar sangat kuat’ batinnya dan menyilangkan tangan. Dipukuli olah semua serangan demi yang cepat dan kuat itu.
Tenaga kekuatan kebencian itu. Dia pun tampak terus menyerang malaikat itu.
Jduaaaar!
Satu serangan kuat dilakukan oleh Demos lagi.
Blaaaaaar!
Malaikat itu termundur. Dia mendongak lagi karena merasa Demos akan mukulnya.
“Hyaaaaa!”
Demos tampak datang dan blaaaaar!
Dirinya mental kini. Dia lalu terseret beberapa kali. Bahkan menyentuh suatu genangan air dan menghancurkannya.
”Heh!” terkekeh sembari mengusap air cipratan itu. Setelah itu, dia pun tampak terbang ke depan lagi.
Demos pun menujunya.
Blaaar!
Lalu, menujunya lagi.
Blaaaarr!
Hyaaaaa!
Demos pun tampak menyerang dan meninjunya lagi. Dia pun terpental beberapa kali hingga dia pun bisa berhenti di jalan.
“Baiklah ini sudah cukup!” teriaknya yang sudah mengeluarkan semacam tombak petir.
‘Senjata ini dipinjamkan oleh salah stau dewa kuat dan yang sudah dikalahkan oleh tuhan, yaitu dewa Suez’ batin dirinya.
Tombak pendek itu tampak memercik listrik panjang yang melumuri tongkat itu sendiri.
Lalu, datanglah musuh. Kemudian, dia pun tampak melesat tuk hindari tendangan kuat itu.
Blaaaar!
“Jangan kabur kau malaikat! teriak sombong iblis itu.
“Heh, kesombongan. Jadi itu caramu bisa bertahan dari dunia ini! Baiklah, Demos saatnya sudah tiba!” ujar malaikat itu.
Demos lalu menyerang lagi. Namun, orang itu menahannya dengan tongkat itu.
Lantas, dengan serangan kuat itu. Demos malah terpental sendiri.
Jduaaaar!
Dia lalu bangkit lagi melihat itu mendarat di atas sana. Lalu, dia pun akan menyerang dengan tusukan itu.
Blaaaaar!
Aaaaaaaargh!
Sebuah medan listrik tercipta di sana sangatlah besar. listrik iti tampak tak menghancurkan sekitarnya. Namun, gelombang itu amat kuat.
Saat ini Demos ditusuk oleh orang itu dengan tongkatnya itu.
Demos tersetrum saat tersentuh benda panjang itu. Terlihat Demos pun mencoba keluar dari rasa sakit itu.
Dia pun terpental saat sengaja dilepaskan oleh orang itu dengan sebuah pukulan.
Malaikat itu terbang perlahan untuk mendekat. Dia lalu membalikkan ujung tongkat itu yang ternyata jika dilihat lagi. Bentuk ujungnya itu sedikit berbeda. Satu ujung yang punya dua lancip itu. Sepertinya berfungsi untuk menyetrum lalu, ujung lainnya yang lancip itu.
“Kini, saatnya hukuman bagimu! Demos!”
Orang itu lalu terbang amat cepat. Demos pun bangkit dengan cepat pula. Tak disangka Demos bisa menghibdari orang itu duluan.
Orang itu berdecih. Lalu, dia pun tampak melesat lagi dan menusuk orang itu si Demos. Demos tersetrum akan gaya listrik dan medan magnet yang membentuk bola itu.
Bzzzzzzt!
Arrrgh!
Lalu, dia pun tampak lemas di tanah itu. Sang malaikat tampak kesal dan menginjak kaki itu.
“Aku kini sedang kesal. Saat ini, aku bisa saja mekanggar hal yang kukatakan sebelum ini padamu. Demos!”
Orang itu akan membuat suatu setruman lagi. Dengan kekuatan akan sentuhan salah satu ujungnya itu.
Lalu, Demos pun sedikit berkutik.
‘Tak akan ku ....’
__ADS_1
Bersambung.