
Episode 5
Azza tampak berdiri dengan membawa tombaknya itu. Terlihat, Demos sepertinya akan langsung menyerangnya saat ini.
Wuuush!
Demos maju ke arahnya.
Trang!
Lalu, hal seperti serangannya itu menggunakan Antemos pun tertahan di tempat oleh azza.
Azza tampak menatapnya lalu berputar tubuh. Hal itu membuat Demos harus terpental lagi. Lalu, saat di udara. Anak itu tampak dengan sangat cepat akan menghantamnya lagi.
Blaaaaaaar!
Terlihat, Demos yang kini menapak di tanah yang rusak. Lalu azza terlihat di atasnya. Azza memandangnya tajam lalu dia berputar lagi di udara.
Kemudian, dia pun tampak meluncurkan lagi serangan itu. Jduaaaaaaaar!
Serangan besar milik azza tampak masih bisa ditahan oleh orang itu. Demos tampak sedikit kewalahan. Melihat raut mukanya yang kesal itu.
'Aku tak akan kalah hanya melawan manusia seperti ini' batin Demos.
Flasback.
Di sebuah dunia. Tampak, berkumpul banyak sekali mahkluk-mahkluk aneh. Terlihat, salah satu diantara mereka menggunakan pakaian yang berwarna merah dan mewah. Terlihat, orang itu juga punya banyak senjata.
Lalu, dia mengangkat satu senjata berwarna merah itu. Yakni, Antemos.
"Ya! Baiklah, pelelangan senjata legendaris akan segera dimulai!" ucap seseorang di sana.
Setelah itu. Tampak, satu orang itu mendapatkan pedang Antemos. Dia sepertinya adalah mahkluk yang lemah.
Saat dia menuju perjalanan pulang melewati lorong angin yang berwarna hitam. Kini, dia terkejut.
"Mau apa kalian semua!" teriak orang itu. Terlihat, dia dikepung oleh beberapa mahkluk yang lebih kuat darinya. Kejadian selanjutnya. Dia pun mati. Lapu, pedang Antemos direbut oleh para pelaku.
Setelah beberapa bulan. Pedang Antemos kini dipajang di sebuah tempat di dunia manusia. Di sana tampak berlalu-lalang orang-orang itu.
Pedang Antemos yang berwarna merah itu tampak mengkilat. Dipajang di suatu tempat perdagangan. Lalu, datanglah seorang pemuda biasa. Dia memakai pakaian suci atau semacam ahli ibadah. Terlihat memakai topi yang pas dan indah bagi siapa pun. Serta terlihat mewah.
Namun, beberapa orang banyak yang memakai hal yang sama dengannya di mana pun itu. Terlihat, dirinya mendatangi meja pepanggan itu.
Tap tap tap tap tap!
Sembari melirik-lirik ke kanan dan kiri. Dia lalu mendatangi seseorang yang tengah melakukan suatu pekerjaan. Terlihat, orang itu tengah mengangkat suatu kotak barang di balik meja pelanggan.
"Pak, apakah benda yang terlarang itu. Ada disini? Kudengar hal itu berkaitan dengan suatu kisah yang terkenal. El haboh," ujar pemuda yang baru datang itu.
Lalu, orang itu. Tampak tergopoh buru-buru ke arah pemuda itu. Tampak, dia memegangi pinggangnya karena sedikit sakit tadi. Karena terlalu buru-buru.
"Ku kira tadinya memang ada di sini. Akan tetapi benda keramat itu sepertinya hilang atau dicuri. Aku tak berani melaporkannya. Karena aku sendiri belum membukanya. Waktu itu, aku perlu mengunjungi tempat gudang barang dulu sebelum membuka kotak berisikan hal yang kau inginkan," jelas orang tua itu.
Wuuush!
Di dataran yang pasti itu. Berjalanlah dua orang berpakaian hitam. Mereka tampaknya manusia di sana. Lalu, salah satunya tampak membawa sesuatu seperti bola. Bola hitam. Namun, itu bukan sembarang bola.
Itu bola mata yang bahkan bisa berkedip.
Tempat lainnya lagi.
Setelah pemuda itu tak dapatkan hal yang dia ingin. Dia pun keluar. Banyak orang lalu-lalang lalu membuatnya bergerak cepat saat dia tengah merenung.
'Kira-kira di manakah letak benda itu ya?' Batin sang pemuda alim itu.
__ADS_1
Tap tap tap tap tap tap!
Terlihat, dua pemuda itu sampai di suatu negeri. Negeri itu tampak umum. Ada satu gurun pasir di dalamnya. Terkenal akan hal itu. Lalu, dua pemuda itu pun tampaknya memasuki tempat itu.
Sekarang mereka masuk. Tiba-tiba ....
Bluuuuuum!
Terjadi ledakan. Di mana kedua orang itulah pelakunya. Mereka tampak melemparkan bola-bola bukan sembarang itu dan meledakkan beberapa hal dan tempat di sana.
Tampak, warga sipil pun berlarian ke sana ke mari. Mereka berteriak histeris di tempat mereka.
Uaaaaaa!
Blaaar blaaar blaaar blaaaaar!
Terlihat, kini semuanya hampir sepi. Beberapa penduduk itu tampak berlarian dan ada pula yang jatuh. Beberapa anak-anak juga terinjak-injak oleh orang-orang.
Dua pemuda yang memakai pakaian hitam itu. Tampak tersenyum terkekeh di tempat mereka. Sembari mereka terus lakukan aksi itu.
"*******!"
Beberapa pasukan berkuda tampak berlarian di kota itu. Menuju dua pemuda yang tampaknya tak menyadarinya. Mereka terus lakukan aksi pengeboman di tengah-tengah negeri itu.
Blaaaar blaaaar blaaar blaaaaaar!
Terlihat, orang-orang berkuda itu pun tampaknya mendatangi tempat itu.
Wuuush!
Grak grak grak grak!
Lalu, beberapa orang dari pasukan berkuda pun tampak mencapai hal itu. Lalu, mereka melihat ada satu bangunan yang terbakar.
Hyaaaa!
Gladak gladak gladak!
Setelah usai itu. Tampak, ada satu korban yang selamat dari kebakaran itu. Dia adalah pemilik bangunan itu. Lalu, tampak seorang dari penolong itu mencoba bertanya tentang kebakaran padanya.
"Anda tidak apa-apa? Apakah anda melihat para pelaku kebakaran ini?"
Lalu, pria itu tampak menunduk. Dia membayangkan kejadian tadi.
Flasback.
Terlihat, orang itu tampak tengah bekerja dengan baik di tempatnya. Setelah itu. Dia tampak menatap heran ke arah suatu kotak yang bergerak-gerak itu.
Kemudian, dia pun membukanya dan blaaaaaaaar!
Sesuatu kkuar dari sana. Namun, bersama dengan itu muncul beberapa orang dari arah pintu depan. Mendobrak dan mereka tampak membakar habis ruangannya itu. Ruangannya yang dipenuhi barang-barang langka atau barang yang bisa dijual dengan harga tinggi pun. Lenyap sudah.
Kemudian, dirinya tampak berlindung di balik beberapa kardus. Menggunakan kain untuk tutupi tubuhnya dari api. Orang itu gemetaran takut. Dalam siluetnya itu. Dia sempat memandang sosok yang keluar dari kotak besarnya itu. Lalu, dua orang yang tak lain adalah ....
Flasback off.
"Mereka ada tiga orang, satu orang berasal dari dapam kotak barang besarku. Entah bagaimana itu terjadi," ucap orang itu gemetaran. Masih trauma dengan kejadian tadi. Walau para pelaku tadi tak sempat melihatnya.
Tap tap tap tap tap!
Kini, pemuda yang tadi. Sempat mendengar berita serangan itu. Yang terduga para *******.
"Sialan, bahkan para ******* itu. Membunuh dengan cara menyembah yang sama dengan kaum agama Malsi," ujar satu orang yang bersamanya. Dia berambut putih panjang dan baru saja meneguk minumannya itu.
__ADS_1
Terlihat, pemuda itu pun mengangguk setuju.
"Saat itu juga. Sebuah toko kelontong yang sempat membeli benda yang berhubungan dengan cerita jaman lampau itu, juga terbakar hebat. Gosipnya ada beberapa orang yang juga pelaku pengeboman yang melakukam itu," jesal si pemuda itu.
Glup!
Orang itu tampak meneguk sebuah minuman itu. Lapu, saat sudah habis. Dia tampak mengisinya ķembali.
"Kejadian ini sangat membuat kaum Malsi resah. ******* membuat beberapa negara sekutu orang-orang Malsi pun menjadi takut dan tingkat kepercayaan mereka menjadi rendah," ucap orang itu yang di dekat sang pemuda.
"Kita harus mencegah semua ini!" teriak orang itu semangat.
Setelahnya.
Tampak, dua orang ******* tadi kini sedang berjalan di perjalanan kabur mereka. Sepertinya mereka tak tertangkap.
"Ini saatnya kita menghancurkan orang-orang Malsi, seperti ajaran nenek moyang kita," ujar satu diantara mereka. Mereka tampak seperti membawa kantung hitam yang berisi sesuatu yang seukuran itu.
"Ya! Menghancurkan kaum Malsi adalah budaya kita. Para pengikut ajaran ini," sahut orang lainnya itu. Lalu, mereka tampak tertawa di sana.
Mereka berjalan menanjak sebuah bukit. Lalu, mereka tampak melihat ada satu bangunan hitam jauh di depan sana.
Mereka pun berjalan langsung sembari membawa kantung hitam itu.
Tap tap tap tap tap tap tap tap!
Tampak, setelah itu. Mereka pun menaiki bukit lagi untuk lurus menuju ke tempat besar itu. Beberapa jam kemudian tanpa gangguan mereka pun tampak sampai di sebuah tempat seperti kuil ini. Tampak aura hitam menyebar ke mana-mana saat gerbang pintu dibuka.
Grak!
Sebuah tempat di mana itu adalah salah satu markas para musuh kaum agama Malsi dan pengikut kitab Taruat. Mereka bisanya disebut sebagai kaum penyembah kesesatan atau bisa juga dengan setan-setan manusia.
Tap tap tap tap tap tap tap tap!
Terlihat mereka dua orang itu pun tampak berjalan menuju rauangan besar utama itu. Di aula awal saja sudah sebesar dan juga auranya mencekam sekali seperti ini.
Tap!
Mereka lalu membuka kantung itu. Lalu, diperlihatkan satu sosok di dalamnya yang kini tengah menutup mata.
Namun, dengan cepat dia membuka matanya.
"Dengan begini. Kita semua sudah mendapatkan hikmah. Di mana walaupun kita berbuat jahat. Kita tetap bisa selamat dari neraka itu," ujar satu dari dua orang itu. Satu lainnya tampak tertawa menangapinya.
Lalu, orang yang menutup matanya tadi. Dia tampak punya wajah yang lain dari manusia. Beberapa bentuk berwarna hitam di wajah dan pipinya. Lancip dari arah mata itu.
Dia tampak memandang ke sebuah arah yang di mana. Di depan sana ada sebuah pusaran hitam yang disebut Intergalaksot.
Lalu, wanita itu pun terkekeh melihat itu. Dua orang itu tampak hanya diam sembari tersenyum puas akan hal itu.
Lalu, setelahnya. Terlihat, orang tua yang ruangannya habis terbakar saat insiden lalu. Terlihat barusan keluar dengan beberapa barang yang masih bisa dia perbaiki atau jual dengan harga yang sudah tidak mahal lagi.
Tap tap tap tap!
Lalu, ada seorang pemuda lagi ke arahnya. Kemudian, tampak pemuda itu menanyakan sesuatu padanya.
"Aku ingin tahu, apakah ada seseorang yang menanyakan benda pusaka yang berhubungan dengan peristiwa El haboh?"
Orang itu pun menjawabnya. Lalu, pemuda itu berlari cepat ke sebuah tempat ibadah. Lalu, beberapa orang tampak keluar dari sana. Mungkin baru saja beribadah atau belajar mendalami agama mereka itu.
Tap!
Melepas sepatunya di sana. Dia lalu masuk. Kemudian ...
Di tempat pengikut ajaran sesat.
__ADS_1
Bersambung.