Tiga GadisBar-bar(Jatuh Cinta)

Tiga GadisBar-bar(Jatuh Cinta)
Gara-gara Busway


__ADS_3

Pagi harinya, Ara, Kinan, dan Yasmin sedang sibuk membereskan semua keperluan untuk pembukaan toko kue.


"Yasmin, Kinan. Kita sarapan dulu ya!" ucap Ara kepada kedua adiknya.


"Yes, Kak." ucap Kinan dan Yasmin secara bersamaan.


Ara kini sudah terbiasa menyiapkan sarapan serta bekal untuk kedua adiknya itu. Tapi terlintas bayangan ketika mereka sarapan bersama dengan mom dan daddynya.


"Makan yang banyak," ucap Ara sambil mengambilkan nasi untuk kedua adiknya.


Mereka pun sarapan bersama hari ini Ara hanya membuat nasi goreng, dan telur ceplok. Sedangkan untuk bekal Ara hanya membawakan susu pisang dan naget untuk Kinan. untuk Yasmin dibawakan bekal nasi, lauk dan buah.


Karena Yasmin memang doyan makan tapi entah kenapa tubuhnya tidak gemuk-gemuk.


"Oh ya, Kak. Aku sudah dapet dua karyawan yang akan membantu Kakak nantinya," ucap Kinan.


"Apa uang kamu masih cukup Dek!" ucap Ara.


"Tenang saja Kak. Aku kerja di perusahaan terbesar di dunia, jadi biar aku yang bayar kedua karyawan itu. Kakak fokus sama Yasmin dan toko kue aja," ucap Kinan dengan penuh keyakinan.


"Baiklah, tapi ingat kamu harus jaga diri baik-baik," ucap Ara.


"Siap Kak," ucap Kinan tersenyum.


Yasmin hanya menyimak obrolan kedua kakaknya itu, dia sangat bersyukur mempunyai kakak yang sangat menyayangi dirinya, walaupun ia suka dijadikan bahan bully-an. Tapi kedua kakaknya terlihat begitu kompak.


"Yasmin, nanti berangkat sama Kak Kinan. Kamu belum pernah naik busway bukan," ucap Kinan.


"Belum pernah, kita nanti naik busway ya Kak!" ucap Yasmin.


"Yes," ucap Kinan.


Setelah selesai sarapan Kinan dan Yasmin pamit untuk berangkat kuliah dan kerja, tapi sebelum ke kantor Kinan akan mengantarkan Yasmin terlebih dahulu.


Tapi lagi-lagi Kinan dibuat kesal karena Kenzo sudah menunggu di halte bahkan Kenzo tidak membawa mobilnya, melainkan ikut naik ke busway Yasmin pun menyipitkan matanya ketika melihat Kenzo.


"Kakak, siapa pria ini?" tanya Yasmin.


"Orang gila," bisik Kinan.


"Masa orang gila ganteng banget, Kak?" celetuk Yasmin.


"Pelankan suaramu bayi dugong!" ucap Kinan seraya menoyor kepala Yasmin.

__ADS_1


Yasmin mencebik dengan mengusap kepalanya, kakaknya ini hobi sekali menoyor kepalanya.


Kenzo yang melihat kedua perempuan itu hanya mengernyitkan dahi, apa yang tengah dibicarakan oleh keduanya. Memilih abai, tapi ada rasa penasaran dalam diri Kenzo. Meskipun sempat mendengar kata 'ganteng' saat keduanya berbisik, membuat Kenzo makin percaya diri bahwa dirinya memang ganteng.


Sudah lebih dari 10 menit mereka menunggu busway namun belum ada tanda-tanda. Sedangkan Yasmin sudah mulai gelisah takut terlambat di hari pertamanya. Lantaran jarak dari rumah ke kampus terbilang jauh, belum lagi jika macet.


"Kak, udah jam segini. Kapan buswaynya datang?" tanya Yasmin gelisah.


"Sabar Dek, bentar lagi. Jam berapa emang kamu kelasnya?" jawab Kinan santai.


Baru mau menjawab pertanyaan Kinan, klakson busway yang datang mengalihkan perhatian Yasmin.


"Wah, Kak Kinan. Ini yang namanya busway?" tanya Yasmin dengan polos dan penuh kagum.


Yasmin yang kegirangan karena baru pertama kali naik busway membuat Kinan merasa malu. Apalagi ada Kenzo yang sedari tadi memperhatikan.


"Duduk Dek, nggak usah kampungan gitu. Kalo kamu nggak nurut Kakak buang kamu ke kali biar temenan sama bebek," ancam Kinan.


"Iya-iya. Kak Kinan nih, suka banget ngancem aku yang imut dan menggemaskan bak bayi panda ini." Papar Yasmin dengan penuh percaya diri.


Suasana busway kembali tenang setelah Yasmin diam. Namun, suasana busway yang semakin ramai membuat Kenzo berdiri di sebelah kursi Kinan agar Kinan tak terdesak oleh siapapun.


"Kak, aku turun sendiri aja. Aku udah telat soalnya," ucap Yasmin sambil mencium tangan Kinan.


"Assalamualaikum!" seru Yasmin pada Kinan sambil berlari terburu-buru.


Yasmin pun berlari sambil mengecek jadwalnya hari ini. Dan matanya membulat sempurna setelah mengetahui bahwa kelas pertamanya di ajar oleh dosen yang terkenal killer seantero kampus.


"Mampus! Kenapa dosen killer itu duluan sih yang ngajar," gerutu Yasmin sambil berlari menuju lantai 3.


Bodohnya lagi, Yasmin tidak menggunakan lift yang jelas-jelas berhadapan langsung dengan pintu masuk gedung.


Yasmin yang masih ngos-ngosan langsung membuka pintu ruang kelasnya. Dan langsung membeku mendapati dosen killer yang hanya ia dengar dari gosip ada di depan matanya.


"Siapa kamu? Berani-beraninya masuk kelas Saya," ucap Mr. Darren.


"Ma-maaf Sir, saya terlambat. Nama saya Yasmin Alfiana, mahasiswa pindahan." Jawab Yasmin dengan gugup dan menunduk.


"Baru pertama masuk sudah telat apalagi nanti, keluar saya tidak suka dengan mahasiswa yang tidak disiplin," ucap Mr. Darren dengan tegas.


"Tapi," ucapan Yasmin terhenti.


"Saya tidak suka dibantah, keluar dari ruangan ini!" teriak Mr. Darren.

__ADS_1


"Siapa anda, berani sekali membentak adik saya," ucap Kinan yang dari tadi mendengar percakapan antara Mr. Darren dan Yasmin.


Kinan tidak tega melihat adiknya berangkat sendiri tanpa ada yang mendampingi, jadi dia memutuskan untuk menyusul Yasmin tidak hanya Kinan tapi Kenzo pun mengikuti wanita pujaannya.


Semua menoleh ke arah pintu, Yasmin tergelak melihat kakaknya berasa di ruangannya. Kinan tidak suka jika ada yang membentak adik serta kakaknya.


Kinan berjalan menghampiri Yasmin dan Mr. Darren. Tidak ketinggalan Kenzo yang mengikuti Kinan dari belakang.


"Siapa anda?" tanya Mr. Darren.


"Saya Kinan Aurelie Pra-" ucap Kinan kemudian tersadar dengan apa yang akan dia ucapkan.


Sedangkan Yasmin sudah deg-degan takut kakaknya keceplosan.


"Saya Kinan, kakak dari Yasmin." ucap Kinan.


"Kakak, sudah lebih baik kakak berangkat kerja saja. Aku yang salah," ucap Yasmin menenangkan kakaknya.


Dia sangat paham kalau kakaknya yang satu ini gampang tersulut emosi, jadi dia tidak mau mengambil resiko.


"Tidak Dek, dia memang dosen disini tapi setidaknya dia memberi kesempatan kamu untuk mengikuti mata pelajaran dia,"


"Dan kamu hanya telat 5 menit saja," lanjut Kinan.


"Kampus sudah mempunyai aturan tersendiri, jadi saya tidak mentoleransi mahasiswa yang telat," ucap Mr. Darren.


"Hey, bung. Jangan terlalu kaku seperti itu, biarkan calon adik ipar ku mengikuti mata pelajaranmu," sela Kenzo.


Kinan dan Yasmin terbelalak ketika Kenzo berbicara seperti itu, Darren yang tidak mau ambil pusing pun mengizinkan Yasmin untuk tetap mengikuti mata pelajarannya.


"Baiklah, kali ini saya kasih kesempatan untuk mengikuti mata pelajaran saya," ucap Mr. Darren dengan wajah datarnya.


"Terima kasih Mr." ucap Yasmin tersenyum.


"Hei, adik ipar harusnya kau berterima kasih dengan calon kakak iparmu yang tampan ini," ucap Kenzo tidak terima.


"Terima kasih, Kakak ipar," ucap Yasmin dan langsung mendapat tatapan tajam dari Kinan.


Kinan pun langsung pamit kepada Yasmin, begitu juga Kenzo yang masih setia mengikuti Kinan.


"Bapak, ngapain ngikutin saya terus," ucap Kinan.


"Apa aku sudah terlihat bapak-bapak, sampai kau memanggilku dengan sebutan itu," ucap Kenzo yang merasa dirinya masih muda.

__ADS_1


"Tau ah," ucap Kinan kemudian pergi meninggalkan Kenzo.


"Kinan, kau semakin membuatku penasaran dan ingin memilikimu," gumam Kenzo lalu menyusul Kinan.


__ADS_2