Tiga GadisBar-bar(Jatuh Cinta)

Tiga GadisBar-bar(Jatuh Cinta)
Berhati-hati?


__ADS_3

Pagi harinya seperti biasa setelah sholat subuh Kinan, Ara dan Yasmin membuat kue. Kinan dan Yasmin menyempatkan diri untuk membantu sang kakak.


Meskipun tidak semahir Ara, tapi mereka berdua tidak patah semangat dan terus saja mencoba. Ara yang melihat adiknya kotor semua bahkan pipinya penuh dengan tepung pun merasa gemas.


"Sudah, kalian mandi dulu gih setelah itu sarapan," ucap Ara.


"Biar Kak Kinan aja dulu, aku ada kuliah siang soalnya," ucap Yasmin yang masih fokus sama adonan kuenya.


"Baiklah, bayi dugong. Aku pergi mandi dulu yes," ucap Kinan kemudian naik ke atas untuk membersihkan dirinya.


Sedangkan Ara, dia menyiapkan sarapan untuk kedua adiknya. Kinan pun sudah selesai dan dia pun menyuruh adik bungsunya untuk mandi.


"Kak Ara, bagaimana penampilanku sekarang?" tanya Kinan yang menunjukkan penampilan barunya.


"Keren, kau terlihat sangat anggun," jawab Ara sambil memuji adiknya itu.


"Terima kasih, Kakak juga sangat cantik memakai cadar itu," ucap Kinan.


"Ya sudah kamu sarapan dulu setelah itu langsung berangkat kerja," ucap Ara.


"Siap, Kak." ucap Kinan sambil mengangkat satu tangannya memberikan hormat.


Kinan pun sarapan duluan karna dia hari ini sudah kembali masuk kerja, padahal dia sangat malas jika bertemu dengan Kenzo. Tapi mau bagaimana lagi orang Kenzo adalah bosnya dan dia harus menjaga emosinya agar tidak di pecat dari kantor tempat kerjanya itu.


Setelah Kinan berangkat ke kantor, tak lama kemudian Yasmin sudah selesai mandi dan berpakaian biasa tapi terlihat anggun. Ya, karena Yasmin kuliah siang jadi dia bisa membantu Ara di toko.


"Pagi, Kakak." Yasmin tiba di meja makan, dia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan kakak durjana satunya.


"Kak Kinan sudah berangkat, takut telat katanya," ucap Ara yang menyadari gerak-gerik Yasmin yang mencari Kinan.


Yasmin hanya ber 'Oh' ria saja.


"Kak, gimana penampilanku? Makin imut dan menggemaskan bukan? Ya dong," ucap Yasmin dengan berputar layaknya anak kecil.


Ara hanya geleng kepala, tingkat pede Yasmin makin menjadi. Sebenarnya meniru siapa adik bontotnya itu sampai-sampai tingkat kepedeannya di tingkat level tinggi.


"Nggak," ucap Ara cuek membuat Yasmin mencebik, sedangkan Ara malah tertawa.


"Iya-iya, kamu cantik kalo pake cadar. Makin anggun," puji Ara karena memang kenyataannya begitu.

__ADS_1


"Kak Ara juga cantik, pasti nanti bakal ada yang kepincut deh lihat penampilan Kakak," goda Yasmin mendapat jitakan di dahinya.


"Ishh, Kak Araa," rengek Yasmin.


"Udah, sarapan dulu." Yasmin pun menurut, daripada kena amuk singa betina lagi.


"Oh iya, nanti kalo kuliah kamu harus hati-hati. Anak buah Daddy dan ketiga sahabatnya sudah menyebar," ucap Ara dibalas anggukan Yasmin, sebab mulutnya penuh dengan makanan.


"Good girl."


Di sisi lain, Kinan yang menunggu di halte bus pun hanya menatap jengah Kenzo yang terlihat celingak-celinguk mencari dirinya.


"Hahaha, mampus. Kebingungan kan nyariin aku," batin Kinan.


Kinan pun berusaha bersikap layaknya orang asing agar Kenzo tak mengenalinya meskipun hanya sementara. Kinan juga merasa tenang karena Kenzo tak mungkin untuk dekat-dekat dengan dirinya.


Kinan yang melihat busway datang langsung melangkah masuk. Sedangkan Kenzo masih celingukan mencari keberadaan Kinan. Kenzo yang terlalu bucin di mata Kinan membuat Kinan merasa malas.


Sesampainya di kantor, semua mata langsung tertuju pada Kinan yang menggunakan cadar. Lantaran tidak ada pegawai yang mengenakan cadar sebelumnya.


"Eh, itu siapa?"


"Perasaan nggak ada pegawai yang pake cadar disini,"


Segelintir pertanyaan yang berbisik tertangkap telinga Kinan, namun ia hanya acuh. Yang Kinan pedulikan sekarang adalah harus waspada terhadap orang-orang suruhan daddynya.


Selang tak berapa lama, Kenzo yang melihat orang aneh di meja kerja Kinan langsung menghampiri.


"Maaf, anda siapa? Kenapa anda duduk di meja sekretaris saya?" tanya Kenzo pada Kinan yang belum dikenalinya.


Kinan hanya diam sambil terus fokus pada pekerjaannya. Diam-diam ia tersenyum dibalik cadarnya karena Kenzo yang tak mengenalinya.


'Sepertinya dia lupa jika aku bukan pegawainya, Mana mungkin aku bisa masuk kesini. Apalagi lift yang digunakan juga ada pemeriksaan kartu pegawai,' batin Kinan.


"Jika anda diam seperti ini, saya akan panggil security untuk menyeret anda keluar. Saya tidak sudi kursi kekasih saya ditempati orang lain," tegas Kenzo sambil mengambil telepon untuk memanggil security.


Kinan mulai muak dengan ocehan Kenzo yang begitu berisik. Kenzo terlalu menghambat pekerjaannya hingga akhirnya ia buka suara.


"Bisa diam tidak! Saya sangat terganggu dengan kehadiran anda," bentak Kinan sambil melempar kartu pegawainya ke muka Kenzo.

__ADS_1


"Hon-honey," panggil Kenzo setelah melihat nama yang tertera pada kartu pegawai itu.


"Honey, kenapa kamu memakai cadar? Aku jadi tak bisa mengenalimu. Maafkan aku tadi aku kasar padamu," sambung Kenzo dengan puppy eyesnya yang begitu menggemaskan.


Kenzo yang mendekat dengan tangan yang hendak memegang pipi Kinan langsung di tolak mentah-mentah.


"Menjauh! Kau tak menghargaiku dan pakaianku?" tanya Kinan dengan tatapan tajam.


Kenzo pun memgangkat kedua tangannya sambil mundur satu langkah.


"Menjauhlah sejauh 5 meter dariku! Ituu batas toleransiku," sambung Kinan dengan tegas.


Kenzo yang hendak menolak karena terlalu jauh pun dibuat tak berkutik oleh Kinan. Apapun akan ia lakukan untuk pujaan hatinya itu, asal Kinan senang.


Sedangkan disisi lain, Yasmin yang bahagia karena Mr. Darren sedang pergi ke luar kota membuatnya bisa bersantai.


Ia begitu menikmati angin taman yang begitu sejuk lengkap dengan cicitan burung yang beterbangan.


"Ah, betapa indahnya hari ini," desah Yasmin lega sambil menutup mata.


Dibalik cadarnya Yasmin tersenyum tanpa sadar memikirkan Mr. Darren ketika menyudutkannya ke pintu. Namun buru-buru ia sadar, menepuk pipinya agar otaknya kembali normal.


"Bagaimana bisa aku memiliki pikiran kotor seperti ini," bisik Yasmin sambil menutup wajahnya.


Perkuliahan Yasmin hari ini terasa sangat sepi. Seperti ada yang hilang dari dirinya, tapi entah apa. Bahkan ketika berjalan di koridor yang ramai saja tetap membuat dirinya merasa sepi. Juga, bermain dengan teman-temannya pun seperti bukan menjadi hal yang menyenangkan lagi.


Sedang Ara yang kewalahan di toko kue tampak begitu telaten dan gesit melayani pelanggan yang sedang sangat ramai.


Awalnya banyak yang kebingungan lantaran penampilan Ara yang tiba-tiba berubah mengenakan cadar. Namun, kecantikan Ara tetap mampu memikat banyak mata.


Buktinya saja, ada seekor beruang kutub yang setia berkunjung. Dia tersenyum tipis melihat penampilan baru Ara.


"Cantik." Satu kata yang keluar dari mulutnya.


Iya, dia Keenan. Meski terlihat cuek, entah kenapa dia seperti tertarik dengan Ara. Tapi dia tak ingin terlalu menunjukkan bahwa dia tertarik, biarlah dia yang tahu.


Ara awalnya tak menyadari bahwa Keenan ada di toko kuenya. Namun, tanpa sengaja dia melihat Keenan menatap dirinya.


"Beruang kutub," gumam Ara.

__ADS_1


Dalam benaknya, tumben sekali beruang kutub itu ada di sini? Apakah dia tak ada kerjaan lain? Memilih abai, Ara melanjutkan pekerjaannya. Selain menjaga dirinya, dia juga tengah berhati-hati agar anak buah sang Daddy tak mengetahuinya.


Sedangkan Keenan merasa aneh, tumben sekali kucing kecilnya diam. Tak seperti biasanya. Ya itu panggilan baru untuk Ara.


__ADS_2