Tiga GadisBar-bar(Jatuh Cinta)

Tiga GadisBar-bar(Jatuh Cinta)
Panggil aku "Honey"


__ADS_3

Kenzo yang sedari tadi memperhatikan Ara dan Keenan membuat perjanjian menjadi teringat tentang perjanjiannya dengan Kinan yang belum selesai dibahas.


Kenzo pun menarik Kinan keluar mencari tempat nyaman untuk membahasnya sekalian makan siang.


"Eh, Kakak ipar mau bawa Kak Kinan kemana?" tanya Yasmin yang melihat Kinan ditarik begitu saja.


"Ada urusan. Kamu baik-baik jagain Kak Ara dulu. Nanti kakak ipar beliin kamu es krim," bujuk Kenzo sambil tersenyum meyakinkan Yasmin.


Yasmin pun mengangguk setuju dan duduk diam tak berani bersuara karena masih ada beruang kutub yang dingin sedingin kutub utara.


"Apa liat-liat?" ucap Keenan pada Yasmin yang menatapnya dengan puppy eyes.


"Kakak ganteng, beliin Yasmin jajan dong," pinta Yasmin dengan suara dibuat-buat.


"Siapa kamu yang permintaannya harus saya turuti?" tanya Keenan.


Yasmin langsung cemberut mendengar pertanyaan Keenan.


"Hei, aku ini adik kesayangan Kak Ara. Nanti Yasmin ganti deh pake stiker barbie kesayangan Kak Ara," bujuk Yasmin.


Keenan tampak jengah dengan perilaku Yasmin yang selalu diluar dugaan. Ia pun menurutku permintaan Yasmin dan pergi membeli beberapa cemilan agar Yasmin diam.


Disisi lain, Kinan mulai memberontak karena diseret Kenzo tanpa aba-aba.


"Ken, kau mau membawaku kemana?"


"Makan siang, juga ada hal yang perlu Kita bahas honey," jawab Kenzo dengan santai ya tanpa melepas tangan Kinan dari genggamannya.


Kinan pun mau tak mau harus menurut daripada memberontak dan mengorbankan tangan mungilnya. Dan lagi, tenaga Kinan tentulah kalah jika dibandingkan dengan tenaga Kenzo.


"Mau makan apa?" tanya Kenzo saat sampai di kantin rumah sakit.


"Apa aja," jawab Kinan singkat.


"Okay."


Kenzo memesankan dua piring nasi goreng dan lemon tea. Entah, Kinan mau apa tidak dengan makanan itu, sebab Kenzo juga bingung mau makan apa.


"Honey?"


"Hmmm." Kinan masih fokus dengan ponselnya. Tak tahu apa yang sedang dilakukan.


"Honey?"


"Hmmm." Lagi-lagi Kinan menjawab tanpa melihat ke arah Kenzo.


"Honey, kita ke sini mau bicarain sesuatu. Jadi, ponselnya biar aku yang simpen." Kenzo merebut ponsel milik Kinan dengan lembut, meski sedikit kesal. Namun, Kenzo harus ekstra sabar menghadapi sikap ajaib Kinan.


"Ishh, ponselku. Lagi asyik tengok si kembar yang botak juga malah diambil," gerutu Kinan.


"Makan dulu," tegas Kenzo membuat Kinan menurut.


Ini karena makanan yang sudah datang barusan, makanya Kinan mau menurut apa kata Kenzo. Kalau bukan karena makanan, mana mau Kinan menurut.


Kinan dan Kenzo makan dengan khidmat. Tak ada suara selain denting sendok yang terdengar. Sebab sudah jadi kebiasaan saat makan, maka tak ada pembicaraan apapun.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, mereka sudah selesai makan.


"Jadi? Apa yang ingin kamu katakan?" tanya Kinan penasaran.


"Ini tentang perjanjian kita."


"Aih, lagi begini masih bahas perjanjian. Yaudah, iya apa?" tanya Kinan malas.


"Honey, aku serius atau aku akan kasih tahu Uncle Heri kalau kamu dan kedua saudaramu berada di Mansion Ku," ancam Kenzo.


Kinan mencebikkan bibirnya, dia begitu malas dengan ancaman Kenzo tapi mau gimana lagi dia sangat kenal siapa Kenzo Junior Aberto.


"Baiklah, cepat katakan aku tidak punya banyak waktu," ucap Kinan dengan kesal.


Kenzo pun mengambil sesuatu di dalam mobilnya, kemudian ia menyerahkan berkas itu ke Kinan.


"Kamu baca dulu, honey," ucap Kenzo tersenyum menyeringai.


Kinan pun terbelalak ketika membaca isi perjanjian yang tertulis di atas kertas itu.


"What, perjanjian macam apa ini," ucap Kinan yang masih syok.


(Isi perjanjian yang sah)


1.Pihak kedua harus menuruti semua ucapan pihak pertama.


2.Jika pihak pertama yang selalu benar.


3.Pihak kedua harus memanggil "Honey " kepada pihak pertama.


5.Pihak kedua tidak boleh membantah atau menolak ucapan pihak pertama.


Kenzo pun terkekeh ketika Kinan membaca isi perjanjian yang sudah ia buat.


"Honey, kenapa kamu malah syok begitu? Bukankah itu tidak sulit bukan," ucap Kenzo.


"Tapi Ken-" ucapan Kinan terhenti.


"Tidak ada penolakan, honey. Jadi mulai sekarang kamu harus memanggil honey bukan Kenzo," ucap Kenzo tegas.


Tubuh Kinan pun lemas dia tidak menyangka jika Kenzo lebih menyebalkan dibandingkan dengan Kakaknya Ara. Jadi mau tidak Kinan pun menuruti kemauan Kenzo daripada identitasnya ketahuan sama daddynya.


"Baiklah, ho-honey," ucap Kinan dengan senyum yang terpaksa.


"Apa? Aku tidak mendengar."


"Ish! Sudahlah aku tidak perduli. Tak ada siaran ulang," jawab Kinan kesal.


Kenzo hanya terkekeh melihat Kinan yang mulai jinak. Mereka pun beranjak setelah membayar tagihan. Dan tentulah Kenzo tak melupakan janjinya pada adik iparnya yang rakus itu.


"Honey, Yasmin menyukai es krim yang seperti apa?" tanya Kenzo.


"Kau tanyakan saja sendiri," jawab Kinan acuh.


"Honey.. kau melupakan sesuatu."

__ADS_1


Kinan yang tak peduli langsung berjalan mendahului Kenzo. Ia sedang malas berdebat dengan Kenzo, jadi Kinan memilih diam tak peduli.


Kenzo pun segera menyusul Kinan ke mobil. Melihat Kinan yang tak bisa masuk membuatnya tertawa penuh kemenangan dalam hati.


"Kenapa tidak masuk?" tanya Kenzo pura-pura tak tahu.


"Hei! Kau butakah? Menyebalkan," jawab Kinan ketus.


"Hahaha, baiklah-baiklah. Sudah, sekarang masuklah. Kita perlu pergi membeli es krim untuk si bayi dugong rakus itu," jawab Kenzo dengan tawa yang terdengar menyebalkan bagi Kinan.


Mereka pun berhenti di sebuah supermarket untuk membeli beberapa es krim. Setelah melihat-lihat beberapa es krim, Kenzo yang bingung langsung mengambil semua jenis es krim yang tersedia.


Kinan yang melihatnya langsung menegur. Dan mengembalikan sekeranjang penuh es krim yang tadi diambil Kenzo.


"Hei, kau mau buka kedai es krim di rumah sakit?" ucap Kinan sambil terus menatap ilang eskrim-eskrim itu pada tempat semula.


"Mmm, bukan 'kau' honey. Tapi 'honey'," bisik Kenzo di telinga Kinan.


Wajah Kinan memerah karena bisikan Kenzo. Namun, untung saja Kenzo tidak melihat wajahnya yang memerah karena tertutup cadar.


"Iya-iya, honey." Kenzo tersenyum puas bisa membuat Kinan memanggilnya 'honey' dan ini adalah langkah awal untuk membuat Kinan jatuh cinta padanya.


Sesampainya di rumah sakit, Kinan dan Kenzo keluar dari mobil. Kinan yang kesusahan membawa es krim pesanan bayi dugong.


"Hih, bayi dugong! Menyebalkan sekali," gerutu Kinan membuat Kenzo tertawa kecil.


"Biar aku yang bawa honey," ucap Kenzo seraya mengambil alih kantong plastik yang dibawa Kinan.


"Terima kasih," ucap Kinan.


"Bicara apa? Aku tak mendengarnya." Kenzo berpura-pura.


"Terima kasih, honey," ucap Kinan dibuat selembut mungkin.


Keduanya langsung menuju ruangan di mana Ara dirawat. Saat masuk ke dalam, Yasmin tengah bersantai dengan snack yang dibelikan Keenan di tangannya. Sedangkan Keenan, dia tengah duduk di sebelah Ara yang masih tertidur.


"Kakakku sayang." Yasmin setengah berteriak melihat Kinan datang, tepatnya dia berbinar melihat kantong plastik yang dibawa oleh kakaknya.


"Berisik, bayi dugong." Yasmin mencebik.


"Wah, es krimku udah dateng." Yasmin merebut kantong plastik yang ada di tangan Kinan, membuat Kinan mencibir.


"Bagi satu es krimnya," minta Kinan.


"Gak boleh. Beli sendiri," ucap Yasmin dibalas toyoran maut dari sang kakak.


"Heh, yang beliin itu siapa? Dasar," kesal Kinan langsung merebut es krim di tangan Yasmin. Jadilah, keduanya saling berebut es krim.


"Bagi es krimnya," ucap Ara yang terbangun karena Kinan dan Yasmin berisik.


"No. Kamu tidak boleh makan es krim dulu," ucap Keenan dengan tegas membuat Ara mendengus. Sedangkan kedua adik durjana itu malah tertawa.


"Kakak yang cantik, biar kami saja yang habisin, ya," ucap Kinan dengan nada meledek.


"Yups, Kakak istirahat saja." Yasmin dan Kinan menikmati es krim itu tanpa melihat Ara yang tengah cemberut.

__ADS_1


__ADS_2