Tiga GadisBar-bar(Jatuh Cinta)

Tiga GadisBar-bar(Jatuh Cinta)
Kau Milikku


__ADS_3

Di sisi lain Kenzo yang baru saja dapet kabar dari orang tuanya jika calon istrinya kabur dari rumah, tapi dia bodo amat karena dia tidak mau dijodohkan dengan wanita pilihan orang tuanya.


"Syukurlah, kalau dia kabur lagian aku sudah mendapatkan wanita yang tepat untuk menjadi ibu dari anak-anakku," ucap Kenzo tersenyum menyeringai.


Kenzo menatap Kinan dengan lekat, walaupun tidak memakai make up tebal tapi Kinan terlihat begitu sangat cantik.


"Kenapa dia malah menatapku seperti itu, dasar pria gila," gumam Kinan.


Dia pun mengacuhkan tatapan dari Kenzo, dia ingin fokus sama pekerjaannya tapi dia belum tenang. Pasti Daddy sudah tahu jika dia sudah menghapus rekaman CCTV yang ada di hotel itu.


"Maafkan aku, Dad. Ini saatnya aku bisa membuktikan bahwa aku bisa hidup dan bertahan tanpa bantuan Daddy," batin Kinan.


Kenzo yang melihat Kinan yang sedang melamun pun langsung mendekatinya.


"Honey, kamu kenapa? Apa kamu sedang mempunyai masalah?" tanya Kenzo yang sudah duduk di meja Kinan.


"Astaghfirullah, anda membuat saya terkejut. Ngapain anda ada sini?" ucap Kinan malah balik bertanya.


"Tadi, kamu melamun honey! Makanya aku tanya sama kamu." ucap Kenzo.


"Bisa tidak jangan panggil saya dengan panggilan menjijikkan itu, Tuan tahu gara-gara panggilan itu saya jadi di bully sama fans tuan," ucap Kinan kesal.


"Itu tidak penting honey, because you are my mine," ucap Kenzo dengan tatapan serius.


Jantung Kinan berdetak dengan kencang ketika menatap mata Kenzo. tapi dia langsung menetralkan jantungnya agar tidak terlihat gugup.


"Siapa anda yang seenaknya mengklaim jika saya milik anda," ucap Kinan.


"Aku ini calon suamimu, dan mau kamu setuju atau tidak aku tidak peduli, yang penting kamu akan tetap menjadi miliku," ucap Kenzo dengan tegas.


Kinan memutar bola mata jengah dengan Kenzo yang begitu lengket kepadanya. Benar-benar seperti benalu yang kehadirannya sangat merugikanku.


"Pergilah, pekerjaan saya masih banyak dan itu lebih penting daripada ocehan kosong anda," ucap Kinan cuek sambil kembali fokus pada pekerjaannya.


Tanpa Kinan sadari, sikapnya malah membuat Kenzo semakin menginginkannya. Karena sikap Kinan terhadapnya sangat berbeda dengan perempuan-perempuan yang selama ini mencoba mendekati Kenzo.


"Oke, baiklah. Selamat bekerja dan jika kamu kelelahan bekerja, kamu boleh melamar menjadi istriku saja. Aku bisa menjamin kehidupanmu dan adikmu," ucap Kenzo sambil berlalu pergi.


Kinan menatap Kenzo tak suka. Beruang pemaksa itu sangat menyebalkan di mata Kinan bahkan Kinan bersumpah dalam hati jika dia tak akan pernah mau menjadi istri Kenzo sekalipun di dunia ini hanya tersisa Kenzo seorang.

__ADS_1


Hari Kinan yang buruk pun tak jauh berbeda dengan Yasmin yang selalu salah di mata dosen killernya itu.


Baru hendak melangkah ke ruang kelas, Mr. Darren memanggil Yasmin. Dan dalam hati, Yasmin merutuki nasibnya yang sudah sial di pagi hari.


"Yasmin, tugas yang saya berikan kemarin kenapa belum kamu kumpulkan?" tanya Mr. Darren dengan tatapan kejamnya.


"Ma-maaf Sir, saya belum selesai Mengerjakannya," jawab Yasmin terbata namun jujur.


Mr. Darren pun menatap Yasmin dengan tatapan yang sulit di artikan. Lalu menyuruh Yasmin untuk ikut ke ruangannya.


"Kamu kira saya tidak tahu kenapa kamu belum selesai mengerjakannya," ucap Mr. Darren sambil menunjukkan foto Yasmin bersama kedua kakaknya di balai kota.


"A-anu Sir,"


"Sudahlah, saya tidak mau tahu. Pokoknya siang ini tugas itu sudah harus ada di meja saya. Saya tidak menerima tawar menawar apapun," bentak Mr. Darren membuat Yasmin gemetar.


Yasmin sangat ketakutan karena selama ini tak ada yang pernah membentaknya seperti itu. Bahkan Mom Jia yang paling galak di rumah pun tak pernah membentaknya sekejam Mr. Darren membentak Yasmin tadi.


Yasmin langsung undur diri dengan alasan memiliki kelas yang hampir dimulai. Padahal, Yasmin sudah tak kuat menyembunyikan tubuhnya yang gemetar karena ketakutan.


"Ahh, benar-benar sangat menakutkan. Aku, tak ingin berkuliah disini lagi," lirih Yasmin ditengah isakan halusnya.


Yasmin yang terduduk lunglai di kursi taman samping fakultas dengan hati yang berantakan mulai menangis dalam diam. Menunduk dalam agar tak ada orang yang melihatnya tenang menangis hanya karena di bentak oleh Mr. Darren.


Sore harinya Kinan sudah bersiap-siap untuk menjemput adiknya, saat dia ingin keluar Kenzo pun menarik tangannya.


"Honey, kamu kenapa buru-buru sekali," tanya Kenzo.


"Bukan urusan anda, jadi sekarang lepaskan tangan anda," ucap Kinan.


"Aku antar pulang," ucap Kenzo.


"Tidak usah," tolak Kinan.


Kenzo pun langsung menggendong Kinan membuat Kinan tercengang dengan perlakuan Kenzo dengannya.


"Hei, turunkan saya!" teriak Kinan.


"Honey, sudah aku bilang kamu itu milikku jadi aku berhak melakukan apapun, asal kamu tetap berada disampingku," ucap Kenzo dengan santainya.

__ADS_1


Semua pegawai pada iri sama Kinan, karena baru masuk kerja diperusahaan itu tapi sudah membuat pak bos nya jatuh cinta. Ada juga yang membenci Kinan karena sudah berani mendekati Kenzo.


Kinan hanya bisa menyembunyikan wajahnya di bidang dada Kenzo, dia sangat malu dengan tingkah laku Kenzo yang di luar nalar.


Setelah sampai lobby Kenzo menurunkan Kinan dan menyuruh Kinan untuk masuk ke mobilnya. Kinan pun pasrah menolak pun sudah terlambat.


"Bapak nggak liat tadi semua orang menatap saya tidak suka?" ucap Kinan kesal dengan perilaku Kenzo terhadapnya.


Kenzo pun hanya menatap Kinan memberi tahu bahwa ia bukan bapak-bapak hanya dengan tatapan dan langsung terbaca oleh Kinan.


"Ah, iya. Tuan Kenzo Junior Aberto yang terhormat," ucap Kinan penuh penekanan dengan wajah malasnya.


"Biarkan saja, tak akan ada yang berani memyentuhmu," jawab Kenzo santai sambil sesekali melirik Kinan.


Wajah ayu Kinan seolah memiliki magnet yang membuat Kenzo sulit mengalihkan pandangannya.


"Kinan, besok saya jemput kamu berangkat kerja. Adikmu juga akan ku antarkan jika bersedia," ucap Kenzo.


Kinan yang sibuk mendengarkan Musik menggunakan headsetnya tidak mendengar apa yang dikatakan Kenzo padanya.


"Terima kasih," ucap Kinan sinis setelah sampai.


"Honey, kau melupakan sesuatu," ucap Kenzo menahan tangan Kinan.


Kinan yang bingung pun menaikkan satu alisnya, bertanya tanpa kata.


"Kau belum menciumku," ucap Kenzo sambil menyodorkan pipinya.


Kinan langsung menghempaskan tangan Kenzo dan langsung pergi tanpa menoleh.


Ara yang melihat Kinan kesal langsung memanggilnya untuk duduk.


"Mukamu kenapa lecek gitu kayak abis kecebur got?" tanya Ara sambil membersihkan meja toko.


"Ketemu orang gila tadi," jawab Kinan dengan nada yang menyebalkan.


Satu kain lap yang barusan digunakan ara pun mendarat tepat di wajah Kinan. Ara ikut kesal mendengar nada bicara adiknya yang menyebalkan itu.


"Ish, kakak nih. Mukaku masih cantik, belom perlu di lap pake kain buluk inii," rengek Kinan pada Ara.

__ADS_1


"Sudahlah. Pergi saja kamu, kamu menghancurkan mood kakak," suruh Ara sambil mendorong Kinan pergi.


Kinan pun pergi ke atas untuk mandi dan beristirahat menenangkan diri sejenak setelah kesialan beruntun yang ia hadapi hari ini.


__ADS_2