
Di sisi lain, Kinan segera pulang. Sebab bayi dugongnya di rumah sendirian. Entah sudah makan atau belum. Sesampainya di mansion, Kinan mengernyitkan dahi. Tumben sepi, biasanya Yasmin akan melakukan sesuatu yang membuat ricuh di mansion.
Kinan segera masuk, mengecek bayi dugongnya. Ada rasa kasihan, sebab Yasmin belum makan.
"Bayi dugong!" teriak Kinan.
"Yuhuu, bayi dugong!" Kinan berteriak, tetapi tak ada sahutan dari Yasmin.
Kinan menerobos masuk ke kamar Yasmin. Ada apa sebenarnya yang terjadi. Kinan terbelalak melihat Yasmin terkapar di lantai. Pikirannya ke mana-mana, takut terjadi sesuatu terhadap Yasmin.
"Bayi dugong!" teriak Kinan setengah berlari ke arah Yasmin. Dengan mata yang berkaca-kaca, dia menggoyang-goyangkan tubuh Yasmin.
"Bayi dugong, bangun! Hei! Kamu kenapa?" Yasmin enggan membuka matanya. Sebab, dia tengah bermimpi bertemu seorang pangeran yang sangat tampan di taman yang sangat indah. Namun, dia merasakan gempa.
"Gempa, pangeran ada gempa," lirih Yasmin, seolah dia tengah diselamatkan oleh pangeran dari gempa tadi.
"Terima kasih, Pangeran," gumam Yasmin.
Kinan yang merasa aneh pun memastikan, sebenarnya apa yang terjadi. Dia melihat Yasmin yang tersenyum dengan mata yang terpejam.
"Asem, aku kira kenapa. Ternyata ngigo. Awas kau bayi dugong," kesal Kinan.
"Hahaha, awas aja kau bayi dugong," sambung Kinan dengan smirk jahatnya.
Kinan lantas mengambil speaker dengan volume full dan diletakkan di dekat Yasmin. Lalu ia memutar sebuah lagu rock.
Dan wala, Yasmin terkejut setengah mati hingga melompat. Sedangkan Kinan terbahak-bahak melihat reaksi Yasmin yang diluar dugaannya.
"Kak Kinan!" teriak Yasmin kesal.
"Makannya kalo mimpi nggak usah aneh-aneh," jawab Kinan sambil terbahak.
"Duhai Kakakku yang durjana, kau sungguh tega membiarkan princess Yasmin yang cantik jelita ini sekarat kelaparan dan ditinggal sendirian tanpa uang jajan. Tapi, giliran kau pulang malah menghilangkan separuh nyawaku yang tengah bercumbu dengan mimpi yang telah lama ku idamkan," ucap Yasmin dengan penuh penghayatan bak seorang penyair yang membacakan untaian prosa.
Kinan memutar bola mata malas melihat Yasmin yang terlalu drama.
"Duhai bayi dugong paling buruk rupa yang ingin ku buang ke Amazon, Kakakmu ini bukannya tega. Tapi, memang sengaja," sahut Kinan dengan tawa jahatnya.
Yasmin pun diam penuh kekesalan karena kalah telak dari kakaknya. Untunglah Kenzo tak ada di sana menyaksikan pertunjukan opera yang diperankan Yasmin dan Kinan. Karena kemungkinan besar ia bisa buta melihatnya atau paling tidak muntah menyaksikan drama mereka.
"Sudah-sudah. Kakak sudah lelah. Nih, buat kamu," ucap Kinan sambil menyodorkan sekotak kue.
"Eh, tumben. Ada ranjau pasti nih," jawab Yasmin suudzon.
"Ya sudah kalau tidak mau. Mati kelaparan saja kamu," balas Kinan sambil berlalu pergi dengan kue di tangannya.
Yasmin pun dilema, antara dia harus waspada dengan ranjau yang mungkin disembunyikan oleh kakaknya atau mementingkan perutnya.
"Aah, tak perdulilah. Perutku sudah meronta-ronta minta diberi makan. Sebaiknya aku merayu Kak Kinan sebelum cacing di perutku benar-benar membunuhku," batin Yasmin.
__ADS_1
"Kak Kinan! Yasmin mau kuenya," ucap Yasmin sambil berlari mengejar Kinan.
"Cacing di perut Yasmin hampir membunuh Yasmin nihhh," sambung Yasmin.
Kinan yang mendengar teriakan Yasmin tak mengindahkannya.
"Kakakku yang paling durjana," ucap Yasmin mendapat pelototan dari Kinan.
"Ups, maksudnya, kakakku yang paling baik dan tidak sombong. Cantiknya seperti bidadari, adikmu ini sedang lapar. Bisakah bayi dugong ini minta kuenya," ucap Yasmin dengan dibuat selembut mungkin. Dia harus bisa merayu kakaknya, bisa-bisa kelaparan nanti.
Kinan hanya diam menyaksikan drama yang dibuat oleh adik durjana nya itu. Lebih memilih bermain ponselnya, Kinan juga mendekap kotak kue yang dia bawa tadi. Biarlah bayi dugong itu lelah merayunya.
"Kak Kinan, lapar," rengek Yasmin, tetapi Kinan tetap diam.
"Kakak, kasihanilah cacing-cacing di perutku ini. Sudah satu abad aku tidak makan, Kak. Lapar sekali." Drama yang dibuat Yasmin membuat Kinan jengah.
"Mati kau kalo sampai satu abad nggak makan," ketus Kinan membuat Yasmin makin merengek-rengek minta makan.
"Huaaa, Kak Ara, tolongin Yasmin. Kak Kinan kejam, dia tega tidak memberi makan bayi dugongnya yang imut ini, huaa," ucap Yasmin dengan nada yang dibuat-buat. Bukannya kasihan, Kinan malah terbahak melihat Yasmin seperti ini.
"Kakak, siniin kuenya. Aku lapar, Kak," ucap Yasmin dengan raut muka yang memelas.
"Ambilin minum dulu." Yasmin yang mendengarkan titah sang kakak pun langsung berlari secepat kilat menuju dapur. Jika bukan karena makanan, Yasmin mana mau mengambilkan Kakaknya minum.
"Ini miminnya Kakak cantik." Yasmin meletakkan minuman di depan Kinan.
"Jadi, mana kue ku." Yasmin tersenyum semanis mungkin agar kakaknya berhenti mengerjainya. Kinan hanya memandang Yasmin sekilas, lalu mengambil kue satu potong untuk Yasmin.
"Pelankan suaramu bayi dugong!" Bukannya berhenti, Yasmin malah mengeraskan suaranya.
Kinan langsung memasukkan satu kue ke dalam mulut Yasmin. Dan Yasmin pun melotot ketika mulutnya dipenuhi dengan kue yang Kinan masukin ke mulutnya.
"Mamam tuh kue," ucap Kinan dengan senyum mengejek.
Yasmin pun dengan susah payah menelan kue itu, dengan cepat dia mengambil air dan meminumnya.
"Kak Kinan tega amat sama aku, kalau aku mati karena keselek kue tadi gimana," ucap Yasmin kesal.
"Kalau mati ya dikubur panjul," ucap Kinan cuek.
"Kakak sungguh terlalu," ucap Yasmin cemberut.
Kinan terkekeh, membully adiknya adalah hal yang paling menyenangkan baginya, tapi Kinan dan Ara tetap menyayangi Yasmin sebagai adik bungsunya itu.
Tak lama kemudian terdengar mobil Kenzo yang berhenti di depan mansion, Kinan yang sudah menyadari kedatangan Kenzo pun langsung pura-pura bersikap manis di hadapan Kenzo.
"Assalamu'alaikum!" sapa Kenzo.
"Waalaikumsalam!" sahut Yasmin dan Kinan secara bersamaan.
__ADS_1
"Honey, kamu sudah pulang," ucap Kinan.
"Hari ini pekerjaanku sedikit, jadi aku bisa pulang cepat," ucap Kenzo.
"Ya sudah, honey. Kamu mandi dan setelah itu aku siapkan kue buatan Kak Ara," ucap Kinan yang dalam hatinya pengen muntah karena bersikap sok manis di hadapan Kenzo.
"Oh honey, hari ini kamu sangat manis sekali. Jadi pengen langsung halalin," ucap Kenzo.
"Woy, kalau mau uwu-uwuan jangan di depan anak kecil, kalian menodai mata suciku!" teriak Yasmin.
Kinan dan Kenzo pun tergelak ketika Yasmin berteriak sekencang itu. Kenzo pun langsung pamit untuk pergi ke kamar.
"Hei, bayi dugong. Kagak usah teriak-teriak juga kali," ucap Kinan.
"Habisnya Kak Kinan bucin banget sama Kakak ipar," ucap Yasmin.
"Panjul, siapa yang bucin Kakak ngelakuin itu juga terpaksa," ucap Kinan keceplosan.
"Terpaksa kenapa Kak?" tanya Yasmin.
"Anak kecil tidak usah kepo," jawab Kinan.
Kinan pun mengambil piring kecil dan membuat teh untuk Kenzo, andai tidak ada perjanjian menyebalkan itu pasti dia malas bersikap manis dengan Kenzo.
Tak butuh waktu lama Kenzo pun turun ke bawah dan menuju ke ruang tamu, ia melihat Kinan dan Yasmin yang sedang menonton drama Korea.
"Kau sudah selesai honey," ucap Kinan
"Hem, apa Kak Ara membuat kue varian baru?" tanya Kenzo.
"Iya, rasanya sangat enak, cobain deh," ucap Kinan dengan antusias.
"Baiklah, aku akan mencobanya," ucap Kenzo tersenyum.
Sedangkan, Yasmin tidak peduli dengan Kenzo dan Kinan. Ia sangat fokus pada layar televisi sambil menyantap kue yang kakaknya bawa tadi.
"Wah, enak sekali. Sepertinya ini tak cukup untukku," ucap Kenzo sambil melirik piring Yasmin yang masihh penuh.
Kenzo yang melihat Yasmin sangat fokus dengan drama korea menjalankan aksinya. Ia menyomot sepotong kue dari piring Yasmin dan langsung melahap ya habis agar tidak ketahuan.
Yasmin yang menyadari kuenya menghilang sepotong langsung melirik Kinan dan Kenzo. Dilihatnya dengan teliti wajah mereka berdua.
"Kakak ipar! Kau mencuri kueku!" teriak Yasmin kesal.
Kenzo langsung buru-buru menelan kue yang ada di dalam mulutnya.
"Mana buktinya? Kamu tuh jangan suka nuduh orang," jawab Kenzo santai.
"Tak ada! Tapi yang makan kue disini cuma aku dan kakak ipar. Kak Kinan sudah kenyang tadi," bela Yasmin kekeh dengan intuisinya.
__ADS_1
Akhirnya, Kenzo mengakui telah memakan kue milik Yasmin dan langsung dihadiahi dengan sebuah bantal yang melayang ke arahnya. Namun, belum sempat bantal itu mendarat di wajahnya, Kenzo menarik Kinan untuk dijadikan tameng. Alhasil, Kinanlah yang terkena bantal melayang dari Yasmin.