
Setelah mendapat penjelasan dari dokter, Yasmin dan Kinan segera masuk ke dalam ruangan kakaknya. Mereka benar-benar khawatir akan kondisi Ara. Diikuti oleh Kenzo dan Keenan.
Kinan memutar knop pintu, sejujurnya dia takut tapi apa mau dibuat, dia ingin tahu keadaan sang kakak. Sedangkan Yasmin, dia juga mencengkram tangan Kinan.
"Heh! Bayi dugong, sakit tau. Jangan dicengkeram gini juga ih," gerutu Kinan.
"Apa sih, Kak," jawab Yasmin tanpa rasa bersalah.
Kenzo dan Keenan hanya geleng-geleng kepala, di saat begini bisa-bisa mereka berdua berdebat. Keenan memilih untuk menyerobot masuk, tanpa mengindahkan ocehan Kinan dan Yasmin.
"Kucing kecil," gumam Keenan saat melihat Ara terbaring lemas di ranjang perawatan, dengan tangannya yang diinfus, dahinya diperban, juga memar di bagian siku.
"Maaf," lirih Keenan seraya memegang tangan Ara. Rasa sesalnya makin terasa, seharusnya dia lebih berhati-hati. Jika saja tadi dia tak terburu-buru, mungkin saja Ara tak akan terbaring di sini.
"Kakak!" teriak Kinan dan Yasmin diiringi derai air mata.
"Kakak bangun!" Yasmin menggoyang-goyangkan tubuh Ara dengan histeris.
"Kak Ara, bangun, Kak." Kinan tak kalah histeris.
"Kalian bisa diam tidak," ucap Keenan tapi tak dihiraukan oleh Kinan dan Yasmin yang masih histeris memeluk sang kakak.
"Kenapa Kakak tega banget ninggalin kami, nanti siapa yang masakin kami lagi Kak," tangis Kinan histeris.
"Iya Kak, nanti siapa yang marahin kita lagi kalau kita nakal," sahut Yasmin yang tak kalah histeris.
Keenan dan Kenzo memijat pelipis mereka karena pusing dengan tangisan kedua gadis yang ada di hadapannya itu.
"Kakak, bangun. Katanya mau buka toko kue lagi, aku sudah dapat tempatnya Kak," ucap Kinan masih menangis.
"Jangan percaya sama Kak Kinan, pasti dia berbohong Kak," ucap Yasmin dengan polosnya.
Kinan pun menjitak adiknya yang tidak punya akhlak itu, Kinan heran kenapa bisa-bisanya Yasmin berbicara yang tidak berfaedah.
"Sakit Kak," ucap Yasmin sambil mengusap keningnya yang malang itu.
"Hei, bayi dugong. Kita sedang berduka malah bicara seperti itu, Kakak jadikan sate juga kamu," ucap Kinan sambil berkacak pinggang.
"Aku kan tidak sengaja Kak," ucap Yasmin yang lemot itu.
"Sudah-sudah, kenapa kalian malah berantem sih? lebih baik kita urus pemakaman Kakak kalian," sela Kenzo yang sudah jengah dengan tingkah konyol Kinan dan Yasmin.
Kinan dan Yasmin pun kembali menangis sambil memeluk kakaknya, tapi Kinan merasa ada yang aneh dengan diri kakaknya itu.
__ADS_1
"Ken, kalau orang meninggal itu bernafas tidak?" tanya Kinan.
Kenzo dan Keenan pun tergelak dengan pertanyaan aneh yang keluar dari mulut Kinan. Ingin rasanya Kenzo tenggelam ke dasar bumi karena gemas dengan Kinan.
"Honey, dari dulu sampai sekarang kalau orang meninggal itu tidak bernafas lagi," jawab Kenzo yang mencoba menahan kesalnya.
Kinan pun kembali mendekatkan dirinya ke tubuh sang kakak, sedangkan Yasmin masih saja menangis. Ara yang dari tadi merasa terganggu pun langsung membuka matanya.
"Kalian bisa diam tidak sih!" teriak Ara.
"Setan!" teriak Kinan dan Yasmin.
Kinan dan Yasmin langsung lari bersembunyi di balik badan tetap Kenzo. Keenan pun benar-benar dibuat pusing oleh tingkah kakak beradik yang akhlaknya sudah minus itu.
Untunglah Kenzo tahu tabiat mereka lebih awal, jadi ia sudah siap mental dengan segala drama yang tersaji.
"Ken, tolong bantu aku membuang dua cecunguk itu ke jurang. Mereka terlalu mengganggu waktu istirahatku," ucap Ara pada Kenzo.
Keenan pun ikut memelototi Kinan dan Yasmin. Meskipun mereka adik dari Kucing kecilnya itu, ia tak akan membiarkan Kucing kecilnya menderita.
"Kalau aku membuang Kinan, lalu aku akan menikah dengan siapa kakak ipar?" jawab Kenzo membela Kinan.
"Kalau kau tak mau membuangnya. Aku bisa," celetuk Keenan dengan ekspresi dingin dan garang.
"Hei! Siapa kau berani-beraninya membuang adik dari seorang Ara yang cantik jelita nan baik hati ini," sergah Ara menimpali celetukan Keenan.
Sedang Kinan dan Yasmin masih terpaku menonton Ara yang tengah membela mereka di hadapan Keenan. Setelah Keenan kalah telak, mereka berhambur memeluk Ara yang masih terbaring lemah lemah diatas ranjang.
"Kak Araaa!" teriak Kinan dan Yasmin sambil menangis bahagia.
Ara langsung menoyor kepala kedua adiknya yang terlalu ribut. Belum lagi mereka mengira Ara sudah mati.
"Hei, kalian adik tak punya akhlak. Kalo kalian ribut lagi, Kakak buang kalian ke Antartika," ancam Ara pada Kinan dan Yasmin.
Kinan dan Yasmin langsung diam menurut dengan puppy eyes mereka yang terlihat menyebalkan bagi Ara. Namun, Ara tetap menyayangi mereka meski mereka sangat merepotkan ketika berulah.
"Kucing kecil, sebagai permintaan maafku. Aku akan memberikan kompensasi apapun yang kamu minta sebagai bentuk permintaan maaf tulusku," sela Keenan.
Ara menatap Keenan bingung. Namun, ia memiliki ide untuk mengerjai beruang kutub yang terkadang tak berperasaan itu.
"Kamu yakin? Mau menuruti semua yang aku minta?" tanya Ara kepada Keenan dengan tatapan menyelidik.
Keenan terkekeh melihat Ara, "Apa aku terlihat bercanda?" tanyanya balik.
__ADS_1
"Entah, beruang kutub sepertimu sulit untuk dipercaya." Ara mengalihkan pandangan seraya bersendekap, berakting sebaik mungkin agar Keenan mau meyakinkannya.
"Hei, kucing kecil. Apa kamu tak percaya padaku? Aku pasti mau menuruti semua yang kamu mau," tegas Keenan membuat Ara tertawa kecil.
"Oke-oke, baiklah aku percaya padamu."
"Bayi dugong, ambilin pulpen ama kertas," minta Ara membuat semua heran.
"Hah? Buat apa, Kak?" Otak lemot Yasmin mulai berulah.
"Buat bungkus kamu biar mudah dibuang ke Antartika," kesal Ara membuat Yasmin mencebik.
"Cepat, Yasmin," ucap Ara dengan nada keras membuat Yasmin langsung mengambil pena dan kertas, entah di mana dia harus mendapatkannya.
Lima belas kemudian Yasmin sudah kembali dengan membawa pena dan kertas. Are langsung mengambilnya dan menulis sesuatu di kertas itu.
Tak berapa lama, Ara menyerahkan kertas yang sudah ditulis itu kepada Keenan. Kinan, Kenzo, dan Yasmin dibuat penasaran dengan kertas itu.
"Tanda tangani," ucap Ara.
"Wait, aku baca," ucap Keenan. Dilihatnya tertulis tentang surat perjanjian antara Ara dan Keenan. Di situ, tertulis bahwa Keenan harus menuruti semua yang diinginkan oleh Ara, sampai batas waktu tak tertentu.
"Buat apa, sih?" tanya Keenan yang sedikit kesal.
"Tanda tangani atau jangan pernah temui aku lagi," tegas Ara membuat Keenan tak berani membantah. Sontak saja dia langsung menandatangani surat itu. Bagaimana pun dia tak mau jauh dari Ara.
"Bagus, beruang kutub."
"Asal kamu bahagia kucing kecil,' ucap Keenan dalam hati.
"Kak? Apa itu? Surat cintakah?" celetuk Yasmin, mendapat pelototan dari Ara.
"Iya, surat cinta kayaknya," timpal Kinan.
"Sembarangan aja." Ara menoyor kedua adiknya yang tak punya akhlak itu. Bisa-bisanya mereka berpikir seperti itu.
Ara kembali berbaring, "Jangan berisik, Kakak mau istirahat. Ken, beruang kutub, kalian juga diam!" ucap Ara, lebih baik dia istrirahat daripada menimpali kedua adiknya yang tak punya akhlak itu.
"Apa Kak Kinan penasaran dengan isi tulisan itu?" tanya Yasmin berbisik.
"Penasaran, kira-kira apa isinya," bisik. Kinan.
"Apa kita colong aja nanti kalau Kak Ara nyenyak tidurnya," ucap Yasmin.
__ADS_1
"Boleh, kita atur strateginya," ucap Kinan tersenyum menyeringai.
Kenzo yang curiga dengan Kinan dan Yasmin yang saling berbisik, dia penasaran apa yang akan di lakukan oleh kedua gadis gesrek itu.