
Hay semua ini double up nya ya.
Happy reading😊.
Preview Episode Sebelumnya ~~
Keluarga Wang dan Ming yang melihat hal itu hanya menatap biasa mereka walau dalam hati keluarga Ming mengumpati Yu Ling sedangkan keluarga Wang cuek saja (beberapa) tidak untuk Juo yang sudah mengenal Yu Ling selama sehati penuh kemarin, walau tidak sepenuhnya tapi dia merasa nyaman dengan Yu Ling.
" Ek-ekhem" deheman ringan putri Ming Fu Jia yang kurang menyukai interaksi mantan kakak adik itu.
Seketika juga ketiga insan itu tersadar dari ketertegunan mereka dan saling membuang pandangan masing-masing.
" Saudara Yu....
Episode 17 ~~
" Saudara Yu tidakkah kamu memberi salam juga, bagaimanapun kami adalah keluargamu dulu" ucap putri Ming Su Ri Lang dengan nada lembutnya yang memuakan menurut Yu Ling dan beberapa anak keluarga Wang.
" Ya adik benar itu, bagaimanapun kita masihlah sedarah" saut putri Ming Fu Jia dengan ekspresi berwibawanya.
Kalian tau kebenarannya😌.
Yu Ling melihat mereka dengan tatapan bingung, lalu mengucapkan salam formalitasnya.
" Salam pangeran dan putri Ming, berkah selalu menyertai kalian" salam Yu Ling dengan menundukan kepala dengan tepukan ringan dipundaknya sebagai tanda hormat.
" Kami terima salammu putri Wang Yu Ling Mei" balas pangeran Ming Shan Zhun mewakili saudaranya yang lain.
" Tunggu..!! bukankah putri mengatakan bahwa Meimeiku tadi belum memberi salam pada kalian, lalu mengapa kalian juga tidak memberi salam pada Meimeiku dan hanya kami para pangeran saja" ucap Juo dengan tenang walau dalamnya tidak terima dengan sikap para anak Ming itu.
" Maafkan perkataan adikku pangeran bila sekiranya membuat anda tersinggung" ucap pangeran Ming San Zhun mencoba menengahi.
" Haish lain kali ajarkan pada adikmu itu pangeran, apabila ia ingin dihormati maka hormatilah dulu orang itu agar tidak terlihat seperti seorang musuh saja" ucap Juo dengan tenang lengkap dengan nasihatnya yang entah mengapa raut wajah puti Ming Su Ri Lang dan putri Ming Fu Jia menjadi jelek seketika.
'si@l mengapa pangeran ini tampak sekali membela si sampah ini" batin putri Ming Su Ri Lang.
__ADS_1
'ish kenapa dia mendadak punya pendukung sih, kan aku tidak bisa memojokannya dengan mudah seperti kata ibu' batin putri Ming Fu Jia.
" A-m-maaf pangeran bukan maksud saya begitu, tapi tadi saya terlanjur terbawa emosi sesaat sehingga melupakan itu pangeran" ucap putri Ming Su Ri Lang memberi alasan yang langsung diangguki putri Ming Fu Jia.
" Baiklah lupakan, tapi sebaiknya jangan hanya karena emosi sesaat putri melupakan tata krama seorang bangsawan" ucap Juo dengan santai yang menyulut emosi pangeran Ming seperti Ming Zhe An Ru, Ming We Lai Lang, Ming Gong Wa Ling, Ming Doi Shan Lang, dan Ming So Wan Ru
" Cukup pangeran..!! kenapa anda malah memojokan meimei saya..!!" ucap Ming Zhe An Ru menaikkan nada suaranya, dia yang memang terkenal emosional walau masih muda.( gimana tuanya ya🤔)
" Saya tidak memojokannya pangeran dan kenapa anda menaikan suara anda kepada saya..? apakah anda tak tau sopan santun" balas Juo tetap tenang layaknya air mengalir tanpa riak.
" Anda lah yang lebih dulu pangeran..!! jangan membuat emosi saya semakin menjadi kepada anda hingga melakukan kekerasan..!!" pangeran Ming Zhe An Ru menjawab dengan deru napas menggebu karena menahan emosinya.
Walau bagaimanapun sekarang ini mereka ada di wilayah kekuasaan Wang, sehingga mereka tidak bisa leluasa disini, ayah mereka..kaisar Ming Do Hwai..juga sudah memperingatkan mereka untuk tidak membuat masalah.
Tapi apa jadinya bila seorang Ming Zhe An Ru yang emosional dipancing oleh kata-kata tenang namun pedas milik Wang Hu Jo Ten yang terkenal bermulut tajam bak belati yang ditempa khusus untuk menusuk perasaan lawannya.
" Cukup..!! hentikan..!! Saudara Zhe mohon jangan buat keributan, dan pangeran Wang Hu Jo Ten mohon maaf bila perlakuan saudara saya menyinggung anda" ucap pangeran Ming San Zhun mencoba menengahi.
" Anda memang bijak pangeran Ming San Zhun, mohon agar adik anda lebih memikirkan dulu apa yang ia ucapkan dan juga lakukan agar kejadian ini tidak terulang..! saya sekarang memberi toleransi namun tidak dengan kedepannya..! semoga kelak kejadian serupa tidak terulang lagi, karena hanya akan mencoreng nama baik kalian sendiri" ucap Juo lalu pergi sebelum itu dia mengucapkan salam terlebih dahulu.
" Saya mohon undur diri terlebih dahulu bersama adik-adik saya pangeran, putri..sampai jumpa dilain waktu dan keadaan" ucap Juo menekan kata keadaan yang bermaksud sindiran untuk keluarga Ming.
Setelah rombongan Wang pergi kini tingalah keluarga Ming yang tampak bersitegang karena masalah tadi, disisi lain pangeran Ming San Zhun yang ingin melerai tapi malah dituduh membela keluarga Wang disisi lain para adik pangeran Ming San Zhun dan putri Ming Jia Li Zhu yang egois dan mau seenaknya saja tanpa pandang tempat walau sudah diperingati orang tuanya beberapa kali.
Kembali ke rombongan keluarga Wang lagi.
Kini mereka berjalan beriringan dengan dikawal para kasim dan pelayan pribadi masing-masing walau pelayan dari Yu Ling masihlah dari permaisuri Gui karena belum memilihnya katanya yang memilih adalah permaisuri Gui sendiri dan kaisar Wang hanya bisa mengiyakan keinginan permaisurinya itu.
Ditengah perjalanan pangeran Wang Bo Mat Ri menyuarakan pendapatnya yang mana membuat Juo menjadi dongkol dengan adiknya yang satu ini.
" Hm saudara-saudaranya saja seperti itu, bagaimana dengan bocah ini, ck pastilah sama busuknya seperti mereka" ucap Wang Bo Mat Ri dengan sarkasnya.
" Apa maksudmu..? apakah kau mengatakan Mei'er seperti mereka..? kalau ya kau seharusmya tidak mengatakan itu karena dia adalah meimei kita" tanya Juo sembari menatap Wang Bo Mat Ri curiga.
" Tentu saja..! siapa lagi..! lihatlah kelakuan saudaranya, dia pun pasti begitu, dan kau bilang apa tadi..? meimei kita..? heh itu mungkin kau saja..! kalau aku tidak sudi punya adik sepertinya..!" ucap Wang Bo Mat Ri dengan acuh tanpa memperdulikan bahwa kini Yu Ling tampak menundukan kepalanya dengan mata memerahnya menahan gejolak rasa dalam dirinya.
__ADS_1
" Jadi benar yang kau maksud itu Mei'er..? sadarlah dia kini menjadi adik kita, yang seharusnya kita jaga bukan seperti itu..!!" balas Juo dengan menggertakan giginya, sungguh dia terima bila orang lain memaki meimeinya tapi tidak untuk sesama saudaranya..alasannya..? tentu rasa antar saudara walau bukan sekandung tapi tetap saja sakit bila itu didasari rasa tulus.
" Apa adik..? jaga..? tak salah dengar aku..? kau ini sepertinya sudah terkena bujuk rayunya yang menjijikan seperti saudaranya sehingga kau dibutakan oleh kebenaran..!!" Wang Bo Mat Ri meninggikan nadanya lalu melirik tajam Yu Ling yang terlihat semakin menunduk dengan tangan terkepal erat.
Dan tanpa mereka sadari ada 1 orang lagi yang tampak hancur hatinya melihat perdebatan antar saudara yang sebelumnya tidak pernah sampai seperti ini.
Siapakah dia..?
.
.
kita lihat di next episode ya
.
haha dah malem.
TBC
oke double up ya, nah dan tadi sempet eror pas bagian atas pengumuman muncul tuh eps 14 dan 15 sampe triple, entahlah lagi sering eror maaf atas ketidaknyamanannya, and udah kuhapus kok jadi tenang ya.
oh y besok aku up lagi jadi berbahagialah wahai penunggu novel ini..!!
btw aku mau kaish tau mungkin di beberapa eps kedepan bakal dikurangi katanya mungkin cm 800 atau 900 kata, tapi 1000 juga bisa selang seling lah ya maksudku.
Jangan lupa like, komen, share, vote, dan fav.
* Pangeran ke 4, kakak kandung Yu Ling, adik Shan Zun dan Jia Li, masih misteri dan bakal diungkap di eps mendatang.
* Pangeran ke 5, anak selir Lang.
__ADS_1
maap perkenalannya disini dulu, gambarnya pada nyempil, tentang nih novel aja ada 500 lebih gambar kependem sama sekitar 3k gambar maap ya, besok lagi sekalian episode selanjutnya😔.
^^^1217 kata.^^^