Time Travel Yu Jin Ru

Time Travel Yu Jin Ru
TTYJR 40 ~~ Pria Gurun Salju


__ADS_3

Hallo apa kabar all.?


Nih author up lagi untuk mengobati kalian yang ntah apa kabarnya karena tergantung lama sekali sama author. Hehe.


...Happy Reading and Enjoy....


...Preview Episode Sebelumnya~~...


Tak.. wushh..


Duarrrr..


Terlihat beberapa retakan besar dan kecil di salju yang tebal tersebut, tak banyak juga pedang-pedang yang terlempar dan tertancap diatas salju dengan beberapa tubuh manusia di sekitarnya. Entah yang hidup ataupun mati.


...Bab 40~~...


Terlihat 2 sosok yang masih bertarung dengan gesit nya diatas tumpukan saljunya itu beserta 2 pasang sosok lagi yang sama-sama sedang beradu kemampuan menunjukan dominasinya masing-masing.


Guo Ji sang ketua Kelompok Sǐwáng zhíwù menggunakan satu pedang perak tajam ditangan kanannya dengan sebuah cambuk berduri yang terbuat dari akar pohon yang diselimuti salju dan beberapa daun yang membeku ditangan kirinya.


Sedangkan Chou Li sang ketua Kelompok Dìyù shuǐniú menggunakan sebuah pedang dengan gerigi di sekitarnya dan sebuah sabit disisi lain pedang tersebut. Sebut saja senjata 2 arah yang cukup berbahayanya bila melukai musuhnya. Di tangan kirinya dia memegang sebuah botol anggur untuk menghangatkan tubuhnya dalam keadaan dingin serta tetap menjaga vitalitas nya.


Gyutt.. ctak..


Diatas salju terdapat jejak berjalur yang dihasilkan dari pukulan cambuk Guo Ji yang diarahkan pada Chou Li. Disisi lain Chou Li menghindari serangannya dengan gesit sembari melemparkan pedangnya kearah Guo Ji.


Pedang itu berputar seperti baling-baling dengan tempo yang cepat, Guo Ji yang melihat serangan itu berusaha menghentikan serangan dengan cambuk nya yang berniat untuk mengikat pedang Chou Li dan membuang pedang itu ke sembarang arah.


"Heh..Serangan sampah seperti ini tidak ada gunanya bagiku." ujar Guo Ji dengan meremehkan lalu dilemparkannya cambuk nya kearah depan berniat beradu dengan pedang Chou Li.


Namun tanpa diduga, pedang yang berputar itu lambat laun mulai menciptakan percikan tenaga kejut yang seketika membuat laju pedang itu semakin cepat dan memotong cambuk Guo Ji dengan mudahnya.


"Si@l.!! Bagaimana bisa seperti itu..?"


Guo Ji yang marah tidak sempat bereaksi lebih karena pedang itu semakin dekat dengannya, diangkatnya pedang perak miliknya untuk melawan pedang milik Chou Li.


Dentang.. Trang..


Nginggg..

__ADS_1


Suara bising terdengar saat angin dingin berhembus. Chou Li tidak menyi-nyiakan kesempatan untuk mengalahkan Guo Ji pun segera merangsek maju dengan melemparkan botol anggurnya yang sudah kosong dan mulai mengarahkan tinjunya pada ulu hati Guo Ji.


"Haaaa" teriak Chou Li.


Bukk.. Duaghh..


Ekkk.. huekk..


Pukulan itu telak mengenai ulu hati Guo Ji karena dia tidak memperhatikan serangan Chou Li. Melawan pedang Chou Li saja sudah kerepotan karena energi kejut yang ada dalam pedang itu membuat tangannya kesemutan sekaligus nyeri.


Guo Ji memuntahkan seteguk darah merah yang bercampur suatu cairan berwarna hijau lumut, kedua cairan itu jatuh dan menodai warna hamparan salju yang putih bersih.


"K-kau.!! Dasar Si@l@n.!!" umpat Guo Ji tak terima.


.....


Tak jauh dari mereka 2 orang kepercayaan masing-masing ketua sedang bertarung dengan sengit.


"Lama tak berjumpa, kau tampak menjadi lebih tua Nie Wei." ujar seorang wanita muda dengan hanfu hijau dengan beberapa bagian berwarna keperakan.


Dia memegang 2 buah senjata semacam pisau dengan masing-masing berbentuk setengah lingkaran. Senjata itu mengepulkan hawa dingin dan ujung-ujungnya berkilauan menunjukan betapa tajamnya benda tersebut.


" Dan kau tampak semakin dungu Zhang Wei." ujar seorang wanita berbaju merah dengan kipas merah kehitaman ditangan kanannya, kipas itu tampak indah namun memiliki ujung yang tajam berbentuk seperti pisau.


"H-hahaha nah sudah kubilang, kau itu dungu. Bahkan kau mengakui sendiri bahwa dirimu itu dungu." balas Nie Wei dengan tawanya yang menggema ditengah hamparan salju.


"Potong omong kosong dan bertarung denganku..!!" teriak Zhang Wei dengan kesal karena terus dicemooh oleh orang yang paling dibencinya.


"Kau yang terus menyemburkan omong kosong." dengus Nie Wei sembari memutar bola matanya.


Zhang Wei yang diselimuti amarah mulai menyerang terlebih dahulu dengan kedua senjata ditangannya dan menciptakan serangan yang ganas kearah Nie Wei.


Dipihak lain, Nie Wei hanya menatap santai kearah Zhang Wei yang menurutnya seperti banteng yang mudah sekali di provokasi. Inilah yang disukai Nie Wei ketika berhadapan dengan Zhang Wei, musuhnya itu mudah terpancing emosi dan egonya.


Zhang Wei membuat gerakan memotong secara vertikal dengan pisau ditangan kanannya kearah Nie Wei. Sedangkan Nie Wei langsung melakukan gerakan lenting dengan salah satu tangan di punggungnya sementara tangan yang lain memegang kipas didepan tubuhnya.


Mengetahui serangannya tak mengenai lawan, Zhang Wei mengarahkan pisau ditangan kirinya membuat tebasan secara horizontal kearah Nie Wei.


Nie Wei yang melihat jelas arah serangan Zhang Wei pun segera melakukan lompatan terbang kebelakang dengan kaki yang diseret diatas hamparan salju.

__ADS_1


Zhang Wei pun dibuat menggeram marah karena Nie Wei selalu bisa menghindari serangannya.


"Balas serangan ku si@l@n..!!" amuk Zhang Wei dan mulai merentangkan kedua tangannya. Dia memegang kedua senjatanya dengan erat dan mulai melakukan putaran tornado yang terus mengejar Nie Wei.


Note : Bagi kalian pemain M0b1le Legends pasti paham ini skill siapa.


Yap, ini skill papa Balmond😂😂.


Nie Wei yang mendengar teriakan Zhang Wei hanya terkekeh pelan dan mulai menyelipkan beberapa jarum perak diantara jari-jarinya. Ditunggunya hingga Zhang Wei berada pada posisi yang tepat untuk ia kenai titik vitalnya.


Dirasa sudah tepat, Nie Wei segera menembakan jarum perak nya kearah Zhang Wei, sementara itu Zhang Wei yang melihat benda kecil berkilau mengarah padanya segera mengatur arah serangannya agar ia bisa menangkis benda itu yang diketahuinya adalah jarum milik Nie Wei.


Mengetahui serangannya sudah dibaca pihak lawan, Nie Wei segera mengipaskan kipasnya dan mulai membentuk asap hitam yang langsung diarahkan nya pada Zhang Wei.


Tepat ketika asap itu akan mengenai Zhang Wei, suara ledakan pun terjadi..


Duarrr..


Boomm... pretekkk..


Muncul kawah besar berdiameter sekitar 20 meter ditengah pertarungan antara Kelompok Dìyù shuǐniú dan Kelompok Sǐwáng zhíwù.


Asap putih membumbung tinggi dan lapisan es mulai hancur sehingga memperlihatkan apa yang ada dibawah salju. Itu adalah tanah kecoklatan yang tampak subur bila tak ada salju yang menutupi di atasnya, tanaman hijau dibawahnya pun masih tampak segar sehingga orang tidak akan percaya bahwa ada hal ini dibawah tumpukan es yang tebal.


Tiba-tiba terdengar suara dingin hingga menusuk tulang dan membuat bulu kuduk orang-orang dari 2 kelompok yang tersisa itu berdiri.


"Sudahkah manusia perusak ini menikmati kesenangannya.? " ujar suara itu dengan dingin.


Beberapa orang yang tersisa itupun menoleh kearah suara termasuk orang kepercayaan 2 kelompok beserta sang ketua. Dilihatnya disana, di tempat teratai es tumbuh sebelumnya. Muncul es runcing yang mencuat hingga tampak menembus awan, dan diatas es itu berdiri seorang pemuda dengan rambut putih salju nya beserta mata berpupil abu-abu yang menawan.


Pria itu mengenakan setelan brokat putih dengan beberapa benang emas di sekitarnya. Pria itu tampak menyendiri dan tak tersentuh, tatapan matanya yang menawan itu menatap orang-orang dengan datar dan hawa mencekam disekelilingnya.


...


TBC


...Nah sudah dulu ya, mau request berapa bab nih kawan..? 2 atau 3.? ...


...Author bakal usahakan, kalo mau komen dibawah ya. Jangan lupa like, gift dan vote nya😁. ...

__ADS_1


...Thanks for Reading. ...


^^^1144 kata. ^^^


__ADS_2