
Hay all, up lagi nieh.
Yuk langsung mulai aja.
...Happy Reading and Enjoy💐....
...Preview Bab Sebelumnya....
"Sebaiknya jangan banyak tanya..!! Lakukan saja tugas dengan benar atau.."
Terlihat sorot mata tajam dan penuh hawa membunuh dari sang ketua sembari melirik si pria pedang besar.
Sementara si pria pedang besar hanya meneguk ludahnya dengan berat ketika mendapat tatapan maut dari ketuanya, "B-baik ke-ketua." ucapnya dengan gugup.
Setelah itu hanya keheningan yang menyelimuti kelompok tersebut yang diberi nama kelompok Dìyù shuǐniú atau kelompok kerbau neraka. Mereka meneruskan perjalanan dengan waspada takut-takut ada bahaya yang mengintai mereka.
...Bab 39...
Sampailah orang orang itu di tempat yang mereka tuju.
Dipuncak sebuah gunung yang tak terlalu besar disana, terdapat sebuah cahaya pitih kebiruan yang nampak mencolok diantara hamparan gunung salju. Sekilas terlihat sesuatu yang bergerak ketika angin dingin mendayu melewati gunung tersebut. Itu seperti sebuah tanaman yang bergoyang ketika tertiup angin di musim semi.
"Ketua, inilah tempatnya. Sesuai dengan petunjuk arah dan bayangan yang saya lihat tadi. " ucap Ci Rui, sang pengintai di kelompok Dìyù Shuǐniú.
"Hm, sepertinya benar. Teratai es itu hidup disini, lebih tepatnya di puncak gunung itu. " gumam si Ketua kelompok sembari menatap puncak gunung didepannya.
"Ketua, apakah kita akan maju sekarang..?" tanya seorang pria berperawakan besar dengan luka sayatan yang cukup besar di lengan kirinya.
"Tidak..! tunggu waktu yang tepat dulu. Kita perlu memulihkan tenaga dan melihat situasi disini aman atau tidak. " ujar sang Ketua.
"Baik Ketua.!" serempak anggota kelompok Dìyù shuǐniú yang ada disana.
Kelompok itupun memutuskan untuk beristirahat sejenak sembari memantau keadaan sekitar sana. Mereka duduk melingkar diatas hamparan salju, beberapa ada yang menyalurkan energi panas pada dirinya dan juga pada rekan setimnya untuk memulihkan suhu tubuh mereka sementara waktu, ada juga beberapa wanita dalam kelompok itu yang menyalurkan energi penyembuhan mereka pada kelompoknya.
Kelompok itu juga tampak memakan beberapa makanan yang mereka bawa menuju puncak gunung yang berasal dari tas penyimpanan masing-masing. Fungsinya seperti Kongjīan namun hanya bisa membawa barang dengan kapasitas penyimpanan tertentu alias terbatas. Lain halnya dengan Kongjiān yang memiliki penyimpanan yang besar dan kadang ada yang bisa bertransformasi ukuran dan bentuknya sesuai ranah si pengguna.
....
Disaat kelompok itu tengah menikmati waktu istirahatnya, terdengar salah satu orang di kelompok itu berseru sehingga mengagetkan kawan-kawannya yang lain.
__ADS_1
"Saudara-saudaraku lihat.!" ujar pria dengan pedang besar di samping tubuhnya sembari menunjuk kearah gunung yang diatasnya terdapat teratai es.
"Ada apa..?" ujar salah satu wanita dari kelompok itu.
"Benar.! Kenapa mengagetkan kami semua.?" ujar pria dengan luka di lengan kirinya.
"Lihat saja disana. " ujar pria yang mengagetkan mereka tadi.
Semua pun serempak menoleh kearah yang ditunjuk pria tadi, tampak disana beberapa orang berbaju hijau yang mulai mendekati teratai es dipuncak gunung yang akan dituju kelompok Dìyù Shuǐniú.
"Kelompok Sǐwáng zhíwù. " ujar sang Ketua sembari memicingkan mata melihat kelompok lawan.
"Sepertinya mereka juga mengincar Teratai es itu. " ujar seorang wanita dengan kipas merah bersalur hitam ditangannya.
"Benar, kenapa selalu saja kelompok itu tau rencana kita selanjutnya. Apakah mereka mengirim mata-mata dalam kelompok kita.? Atau ada orang lain yang memang menginginkan teratai es itu selain dia. " ujar si Ketua dengan tangan terkepal.
"Ketua, tapi bukanlah lebih baik kita segera bergegas sebelum kelompok itu yang mendapat barang buruan kita. " ujar Ci Rui.
"Benar Ketua, kita tak boleh kalah dari kelompok ulat itu. " ujar si pria pedang besar sembari mengayun-ayunkan pedangnya.
"Baik semua, kita bersiap. Apapun yang terjadi tetaplah sebagai satu kelompok dan dapatkan barang buruan kita itu. Jangan sampai kita keduluan oleh mereka. " titah sang Ketua pada para anggota kelompoknya.
Kelompok Dìyù shuǐniú pun mulai berlari kearah gunung tempat tumbuhnya teratai es yang menjadi incaran mereka. Disisi lain, Kelompok Sǐwáng zhíwù yang melihat pergerakan dari musuh mereka yang sama-sama mengincar benda yang sama dengan mereka pun semakin mempercepat langkah mereka menuju puncak gunung.
Gunung itu memang tidak setinggi gunung-gunung yang lainnya, namun tekanan yang dihasilkan dari puncak gunung itulah yang membuat perjalanan mereka menjadi agak terhambat. Untung saja kemampuan kelompok itu tidak termasuk lemah karena setidaknya yang paling lemah pun ada di ranah Qi Formation ⭐ 10 an.
....
Kedua kelompok itupun tampak saling berkejaran diatas salju yang tebal dan padat yang memenuhi seluruh wilayah tersebut.
Dan sampailah ketika kedua kelompok itu saling berhadapan, mereka tampak saling memandang tajam satu sama lain. Jika tatapan mata dapat membunuh mungkin kedua kelompok itu sudah sama-sama menjadi daging cincang.
"Guo Ji, apa yang kamu lakukan di tempat ini juga hah.? Kau tidak mengirim mata-mata diantara kelompok kami kan..? sehingga kamu mengetahui semua rencana kami." tanya Ketua Kelompok Dìyù shuǐniú pada Ketua Kelompok Sǐwáng zhíwù.
Ketua Kelompok Sǐwáng zhíwù yang bernama Guo Ji itupun melirik sekilas pada Ketua Kelompok Dìyù shuǐniú yang ada di hadapannya. Terdapat tatapan mencemooh yang jelas tampak dimatanya yang tajam dan sipit itu.
"Chou Li, jangan terlalu naif. Seperti kau tidak pernah melakukan itu saja pada kelompok lain." ujar Guo Ji.
Chou Li, sang Ketua Kelompok Dìyù shuǐniú tampak mendengus dan mengarahkan pedangnya tepat didepan wajah Guo Ji.
__ADS_1
"Aku tidak serendah kelompokmu, setidaknya kami punya dasar dari kelompok kami dan kami merasa terhormat dengan hal itu." balas Chou Li.
"Cih, kelompokmu dan kelompok ku itu sama saja. Kita bekerja untuk memperoleh bayaran dari orang-orang kaya ataupun melakukan pemerasan dan perampokan pada para pedagang yang kelebihan harta itu. Kau saja yang terlalu merasa kelompokmu bagai yang paling suci dan tidak bersalah." cibir Guo Ji.
" Hentikan omong kosong tak berdasarmu itu.! Kau sedang menyamakan kelompok kami dengan para belalang tengik seperti kalian..? Kelompokmu bahkan hanya bisa meniru gaya kelompok kami dalam menghasilkan uang yang banyak namun kau bisa begitu tak tau malu untuk memutar balikan fakta seperti itu."
Chou Li sangat marah pada satu kelompok yang menurutnya pengganggu ini, karena sedari kelompoknya berdiri dan mulai berkembang. Kelompok Sǐwáng zhíwù ini saya tau cara meniru dan selalu menyama-nyamakan kelompok mereka dengan kelompok milik dirinya.
Bahkan tak jarang, Kelompok Sǐwáng zhíwù selalu memilih tugas yang sama seperti Kelompok Dìyù shuǐniú untuk bersaing memperebutkan hal yang sama. Hal itu membuat Chou Li naik pitam dengan perilaku tak tau malu mereka.
"Heh, baik jika kau tak ingin kelompokmu disamakan dengan kelompok ku. Maka kita bertarung saja, siapa yang menang dialah yang pantas menjadi penguasa nya. " tantang Guo Ji sembari terkekeh.
"Jangan sesali perkataanmu, dan jika kami menang jangan pernah kau mencoba terus mengganggu kami lagi dengan segala rencanamu itu. " ujar Chou Li langsung mengiyakan tawaran Guo Ji.
Tak lama kemudian..
Trang...
Tang.. taang..tang..
Tak.. wushh..
Duarrrr..
Terlihat beberapa retakan besar dan kecil di salju yang tebal tersebut, tak banyak juga pedang-pedang yang terlempar dan tertancap diatas salju dengan beberapa tubuh manusia di sekitarnya. Entah yang hidup ataupun mati.
.... ...
.... ...
.... ...
...TBC...
...Sudah dulu ya, jangan lupa like dan komennya. ...
...Thanks atas dukungannya ya guys. ...
...Thanks for Reading. ...
__ADS_1
^^^1126 kata. ^^^