Time Travel Yu Jin Ru

Time Travel Yu Jin Ru
TTYJR 25 ~~ Curahan Hati Wang Bo Mat Ri


__ADS_3

Hey hey maksih buat yang udah like, komen, dan vote nya ya...dukungan kalin adalah penyemangatku..!!


Walau lagi males tapi kalo dukungan ngalir terus aku gak akan sungkan buat up terus, makasih juga buat komentar positif kalian yang membangun dan beberapa orang yang kasih saran😁.


Aku dah bilang loh ya..kalian terserah mau kritik atau saran juga yang penting membangun, aku orangnya gak baperan kok..karena aku orangnya humoris jadi walau kalian mau ngomong apa juga yang jelek² aku gk peduli kecuali aku lagi gak mood, aku bisa aja bales dengan kata² yang lebih buruk dan kasar.


Inget ini aku bukan orang yang mudah kepancing emosi tapi aku orang yang mood nya sering jelek jadi waspada aja ya kalo tiba² aku ngamok² gak jelas😂😂.


Oke langsung next aja ya.


Preview Episode Sebelumnya ~~


" *Heh kau pikir aku ini gila kedudukan hah..?! kau salah besar..!! silakan jika ingin menurunkanku dari kursiku, lagi pula para pangeran disini hanya tau melucuti para gadis dan meniduri mereka dengan milik mereka yang kecil itu" sarkas San Zhun dengan tak tau malunya mengatakan itu.


Tampak wajah terkejut dari permaisuri Lili dan putri Ming Ji Lia Zhu mendengar apa yang dikatakan San Zhun, mereka berdua segera memalingkan wajah mereka yang bersemu merah karena ucapan San Zhun.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang menahan tawa mendengar ucapan San Zhun tadi, ia berusaha sekuat tenaga agar tidak menyemburkan tawanya yang siap meledak kapan saja.


Ya, ia adalah pangeran ke 4, Ming Zhe Min Zhu..tokoh sampingan dalam drama saat ini🤭.


Dan tanpa mereka semua sadari lagi bahwa ada seseorang yang sedari tadi mendengar perdebatan mereka dibalik pintu dan juga dibalik bayangan.


Orang dibalik pintu itu mengepalkan tangannya dengan wajah menahan amarah sedangkan seseorang dibalik bayangan itu segera melesat pergi tanpa diketahui siapapun kecuali 1 orang yang sudah menyadari kehadiran mereka sedari awal*.


Episode 25 ~~


Tap...Tap... Tap....


" Salam yang mulia selir Mei...!!!" ucap penjaga didepan sebuah paviliun yang tampak indah walaupun sederhana namun elegan.


" Ya...Apakah ia ada didalam..??" tanya Selir Mei pada penjaga tersebut.


" Yang mulia pangeran ke 2 ada didalam yang mulia selir" balas penjaga tersebut karena dia tau siapa yang dicari selir Mei....tentu saja pemilik paviliun, siapa lagi😑.


" Baiklah, saya akan menemuinya..mohon untuk tidak memberitahukan kedatangan saya" pinta Selir Mei yang langsung diangguki penjaga tersebut, lalu Selir Mai masuk diikuti oleh 4 pelayan setianya.


Kriet...


Suara pintu yang digeser, sedangkan orang didalamnya tidak menyadari ada seseorang yang berkunjung ke kediamannya, ia terlihat melamun entah memikirkan apa itu.


Puk..

__ADS_1


Suara tepukan itu menyadarkan lamunan orang didalam paviliun yang dikunjungi selir Mei yaitu Paviliun milik pangeran ke 2, siapa lagi kalau bukan Pangeran Wang Bo Mat Ri.


Salah satu kakak Yu Ling dikekaisaran Wang yang sampai saat ini belum menerima Yu Ling sepenuhnya diantara keluarganya.


" Apa yang kau pikirkan putraku..?! mengapa kau sampai tidak menyadari kehadiran ibunda, tidak biasanya kau seperti ini" tanya Selir Mai yang sebelumnya heran akan tingkah anaknya ini.


" A-a-ah...maafkan putramu ini ibunda karena tidak menyadari kehadiranmu, mungkin sebab pengawal didepan tidak mengumumkan kedatangan ibunda" elak pangeran Wang Bo Mat Ri dengan menangkupkan tangannya didepan dada, bagaimanapun ia tak ingin ibundanya mengetahui apa yang ia pikirkan.


Tapi ia lupa bahwa yang dihadapannya ini adalah ibundanya, orang yang melahirkannya dan paling mengerti dirinya baik dari sikap maupun pemikiran.


Puk..


Selir Mai menepuk kembali pundak Pangeran Wang Bo Mat Ri sebelum berjalan kearah kursi yang tersedia disana lalu mendudukinya, ia meminta pelayannya untuk menyiapkan teh hangat agar perbincangannya dengan putranya lebih nyaman.


Pelayan itu segera pergi kedapur untuk menyiapkan teh dan beberapa cemilan.


" Kemarilah" pinta Selir Mei agar putranya mendekatinya dan duduk disampingnya.


Pangeran Wang Bo Mat Ri langsung menurutinya dan duduk ditempat yang disuruh ibundanya.


" Sekarang katakan pada ibunda, kau ada masalah apa putraku...apakah kau lupa aku ini ibumu..?! aku pasti tau bahwa kau memiliki masalah yang belum dapat kau selesaikan" pernyataan Selir Mai membuat pangeran Wang Bo Mat Ri sejenak tertegun dengan perkataan ibundanya, setelah itu ia kembali menormalkan ekspresinya dan menjawab perkataan selir Mai.


" Maaf ibunda membuat ibunda khawatir, putramu ini hanya tak ingin menambah beban pikiran ibunda" pangeran Wang Bo Mat Ri sekali lagi menundukan kepalanya.


Suara helaan nafas berat dari Selir Mai membuat pangeran Wang Bo Mat Ri semakin menundukan kepalanya.


Perlu kalian ketahui pangeran Wang Bo Mat Ri termasuk sosok yang sangat menghormati ibundanya bahkan melebihi ayahandanya, namun ajaran ibundanya yang mengharuskan ia lebih menghormati ayahandanya.


Jika ia disuruh memilih antara kekuasaan, ayahanda, atau ibundanya maka ia akan memilih ibundanya dan berusaha yang terbaik untuk menghidupinya dengan layak.


Ia pernah berkata "jika seseorang melukainyaa maka ia akan membalas sesuai yang orang itu torehkan, jika seseorang itu melukai adiknya maka ia membalas atas nama dirinya, dan bila seseorang melukai ibunya maka kematian lah balasannya".


" Putraku, aku adalah ibumu, tempatmu mengungkapkan keluh kesahmu..tidak ada yang lebih dikhawatirkan ibunda dari pada anak-anaknya, tidak tau kah kamu bahwa ketika adikmu dan kamu bertengkar dengan saudaramu yang lain saat itu, ibunda sangat mencemaskannya karena ia tampak tidak seperti biasanya..kau mengerti kan...!?" jelas selir Mai diakhiri dengan pertanyaannya yang membuat pangeran Wang Bo Mat Ri tampak berpikir sejenak.


Setelahnya ia mengangguk tanda mengerti, ia pun memutuskan untuk mengungkapkan apa yang menjadi beban pikirannya.


Tapi sebelum ia menjelaskannya tampak pelayan yang tadi diperintahkan Selir Mai mengambil teh sudah kembali dengan nampan berisi 1 teko teh dengan 4 cangkir cantik dan sepiring cemilan kue osmantus.


Note : kalian tau kue osmantus kan? ituloh yang dari bunga osmantus dibuatnya.


Kalau ada yang belum tau nih aku kasih gambarnya.

__ADS_1



* Nah itu gambar kue osmantus ya, dan bunga disekelilingnya itu bunga osmantus.


Pelayan itu segera menuangkan teh dari teko tersebut ke cangkir yang tersedia ketika sudah sampai diantara kursi Pangeran ke 2 dan Selir Mai.


Setelah melakukannya ia kembali berdiri kebelakang selir Mai karena itu adalah tempatnya.


" Baiklah katakan sekarang apa itu..?! kau sepertinya ingin mengatakannya sekarang" selidik Selir Mai sekaligus memberikan perintah.


Hufftt..Huhhh...


Sebelum memulai apa yang ingin dia katakan, pangeran Wang Bo Mat Ri mengatur nafasnya dulu, lalu mulai berbicara.


" Ibunda sebenarnya aku hanya kurang menyukai putri pertama, kau tau kan dia itu anak dari Kaisar Ming yang kita juga tau bagaimana sikapnya, mungkin saja ia disuruh menjadi mata-mata dari Kaisar Ming untuk mencari kelemahan kita" jelas pangeran Wang Bo Mat Ri sembari mengepalkan tangannya.


Selir Mai tersenyum kearah putranya, karena ia sudah menduga sejak awal bahwa akar masalahnya adalah putri pertama yaitu putri Wang Yu Ling Mei, putri dari Kaisar Ming Do Hwai dengan permaisuri Ming Lili Zhu.


" Jadi itu alasanmu bertengkar dengan saudaramu..?!" tanya Selir Mai mencoba meyakinkan opininya.


" Ya Ibunda, aku tidak tau apa yang dilakukan putri pertama pada pangeran pertama sehingga ia sangat membelanya, yang jelas aku tak akan membiarkan orang asing berlaku seenaknya diistana ini" balas pangeran Wang Bo Mat Ri menajamkan matanya.


" Putraku.....


.


.


.


TBC


Gw gantung lu pada🤣🤣


Oh ya mau double up atau triple up nih? aku bisa loh asal rame...kemarin gk rame makanya gk up double😜.


Btw ada yang mau masuk grup chat ku? adaloh kalian tingga. klik profilku aja buat gabung😊.


Sekian dariku.


Sayonara👋🏻🏃🏻‍♀️.

__ADS_1


^^^1179 kata.^^^


__ADS_2