
Hay
Up selanjutnya nih.
Ini author selingin sama belajar ya. Maaf kalo upnya dikit.
Besok ulangan matematika + Bahasa Jawa + PJOK...jadi ya gitu, author pusing.
Untung aja materinya cuma 1 matematikanya. Yaitu Limit...ada yang pusing materi ini..? Haha engga lah ya, pasti semua paham materi ini.
Yuk Langsung baca.
...Happy Reading and Enjoy💐....
...Preview Bab Sebelumnya~~...
"Baik Guru..!!" ucap Master Ga Zhuo tegas.
"Namun, apakah ini berlaku juga bagi *orang itu*...?." tanya Master Ga Zhuo.
"Sudah kubilang, tidak ada siapapun yang boleh tau..!!" tegas Master Lu Qiong.
"Baik guru, murid ini mengerti."
Master Ga Zhuo dan Master Lu Qiong pun melanjutkan perbincangan santai mereka setelah membahas hal tadi.
...Bab 37~~...
Disisi lain~
Tepatnya kekaisaran Ming
Tap..tap..tap..
"Salam ayahanda, ibunda. Pangeran ini izin menghadap" ujar seorang pangeran dengan rambut coklat cerah dan mata dengan warna senada.
Ia menatap kedua orang berbeda gender didepannya dengan pandangan hormat namun dingin dan terkesan seperti penuh keterasingan.
"Pangeran ke-4..? Ada apa kau menemui Zhen dan ibundamu..?" balas Kaisar Ming.
"Benar putraku, ada apa kau menemui kami..? Tidak biasanya." ujar Permaisuri Ming dengan senyuman lembutnya.
"Ada yang ingin pangeran ini katakan pada ayahanda dan ibunda." jawab Pangeran ke-4 atau Pangeran Ming Zhe Min Zhu dengan nada datar.
"Baiklah, katakan saja." perintah Kaisar Ming.
"Pangeran ini izin berkelana, ayahanda..ibunda."
Perkataan Pangeran Zhe Min mengejutkan pasangan Ming tersebut. Kaisar Ming yang tertegun dan Permaisuri Ming yang merasakan perasaan yang aneh dihatinya.
"Berkelana..?." Ulang kaisar Ming.
"Ya." singkat pangeran Zhe Min.
"Apa alasanmu ingin berkelana..?." tanya Kaisar Ming.
"Suamiku...." ucap lirih permaisuri Ming.
Kaisar Ming hanya menatap singkat istrinya tersebut sebelum mengalihkan pandangannya kembali pada pangeran Zhe Min.
"Biarkan dia membuat pilihan dan mengemukakan alasannya." jawab Kaisar Ming tanpa menatap permaisurinya.
"Tapi---
"Dengarkan saja." tegas kaisar Ming.
"Baiklah."
Akhirnya Permaisuri Ming hanya bisa pasrah dihadapan suaminya tersebut. Bagaimanapun dia masih tidak cukup kuat untuk melawan suaminya tersebut.
Jadi yang bisa ia lakukan hanya menuruti saja perkataan suaminya.
__ADS_1
.........
Note : Nah guys sedikit penjelasan ya..!!
Walau permaisuri Ming punya keluarga yang lebih tinggi kedudukannya dari kaisar Ming. Namun itu tak menjamin ia bisa melawan suaminya tersebut.
Bila menggunakan nama keluarganya, ia takut suaminya akan terkena masalah karena ia tau watak kakak dan kakeknya yang sungguh tegas dan tak kenal ampun itu.
Kekuatannya..? Permaisuri Ming memang kultivasinya masih dibawah kaisar Ming namun hanya 1 tingkat saja. Dan yang membuatnya heran adalah...kultivasinya tidak dapat meningkat entah sebab apa.
Diperkirakan ada yang sengaja menutup batasan kultivasinya karena takut Permaisuri Ming akan mengancam bila menjadi lebih kuat lagi.
Nah disini ada yang sudah bisa menebak siapa dia..? Yuk jawab..!!
.........
Back to Story~
"Saya hanya ingin menambah pengalaman saya. Siapa tau saya dapat menemukan guru yang lebih baik lagi dan dapat melindungi kekaisaran ini dari musuh yang semakin kuat." jawab pangeran Zhe Min.
"Kau yakin itu jawaban atas alasanmu..?." tanya kaisar Ming memicing curiga.
"Ya."
Setelah mendengar jawaban itu, kaisar Ming segera menampilkan ekspresi datarnya.
Ia mengetuk gagang kursinya sejenak sebelum berucap..
"Kau Zhen izinkan, namun..."
Kaisar Ming menjeda kalimatnya sejenak sebelum tersenyum miring.
Slashh...
Klontangg...
"Bawa pedang itu..! Kembalikan saat kau kembali kekekaisaran ini." ucap Kaisar Ming menunjuk pedang yang dimaksud.
........
Perlahan pangeran Zhe Min bangkit dari duduk simpuhnya dan memegang pedang yang dilemparkan Kaisar Ming padanya.
"Yang mulia..."
Suara pangeran Zhe Min terdengar dingin dan dalam, melambangkan emosi yang teredam didalam hatinya.
Sementara Permaisuri Ming tertegun ditempatnya.
Ia tau..!! Ia tau yang dilakukan suaminya sekarang salah, karena ia mengerti maksud dari perbuatan dan perkataan suaminya tadi.
.........
Note : Ada yang tau maksudnya apa..?
.........
Dan ia lebih tertegun lagi ketika Pangeran Zhe Min menyebut suaminya dengan kata 'yang mulia' yang menunjukan sindirannya pada Kaisar Ming.
"Saya tidak akan melakukan apa yang ada dipikiran yang mulia, jadi anda tidak perlu memikirkan hal tersebut." ucap Pangeran Zhe Min dengan senyum sinisnya.
"Oh..? Benarkah..? Apa kau dapat Zhen percaya..?." Tantang kaisar Ming.
"Terserah yang mulia percaya atau tidak pada saya. Itu urusan yang mulia." balas Pangeran Zhe Min.
"Kalau begitu, lakukan apa yang zhen perintahkan." perintah Kaisar Ming.
"Tidak akan." acuh pengeran Zhe Min.
"Kau ingin berhianat pada kekaisaran." gertak Kaisar Ming.
Ia berpikir, mungkin dengan ini. Pangeran Zhe Min akan menuruti apa yang dia katakan.
__ADS_1
"Jika yang mulia berpikir demikian, silakan saja. Karena saya tidak seperti yang anda katakan." Balas Pangeran Zhe Min dengan datar.
Setelah mengatakan itu, pangeran Zhe Min berbalik hendak pergi.
Namun...
"Berhenti..!!." perintah kaisar Ming.
"Apa kau tidak punya sopan santun pangeran ke-4..? Mengapa kau menjadi pembangkang seperti ini..? Kau ingin menjadi kakak pertamamu itu..?" tanya Kaisar Ming.
"Kakak pertama bukan membangkang, namun ia membela yang benar." balas Pangeran Zhe Min sebelum pergi mengabaikan Kaisar Ming yang terus memanggil namanya.
"Pangeran ke-4..!! BERANI SEKALI KAU PADA ZHEN..!! KAU DILARANG PERGI SEBELUM ZHEN IZINKAN..!!" teriak Kaisar Ming dengan napas menderu karena marah.
"MING ZHE MIN ZHU..!! KEMBALI KAU, 4N4K SI4L4N..!!" murka kaisar Ming.
Permaisuri Ming segera bangkit dari duduknya untuk menenangkan kaisar Ming.
Ia menepuk pundak kaisar Ming sembari berkata...
"Cukup yang mulia..! Cukup..! Mohon tahan emosi anda..!." pinta Permaisuri Ming.
Namun bukannya menjadi tenang malah kaisar Ming mendorong Permaisuri Ming menjauh darinya.
"Singkirkan tanganmu dariku..!!." gertak Kaisar Ming.
"Lihat..!! LIHAT ANAKMU ITU..!! BERANI SEKALI DIA PADAKU..!! APA YANG KAU AJARKAN PADANYA HAH...? MEMBANGKANG PADAKU DAN MENUSUKKU DARI BELAKANG..?! BEGITU..?!!." cerca Kaisar Ming.
Kaisar Ming menggapai lengan Permaisuri Ming dan mencengkeramnya dengan keras yang membuat Permaisuri Ming kesakitan.
"Shhh, yang mulia. Mohon lepaskan genggaman ini, anda menyakiti saya." ucap permaisuri Ming disela ringisannya.
"Sakit..? Kau bilang sakit HAH..?! ANAKMU ITU LEBIH MENYAKITI HARGA DIRIKU..!!" teriak kaisar Ming sembari menghempaskan tangan Permaisuri Ming.
Hal itu membuat Permaisuri Ming tersungkur dan menangis tak bersuara.
"Camkan ini baik-baik..!!" ucap kaisar Ming dengan menunjuk tepat didepan wajah permaisuri Ming yang penuh air mata.
Wajah Kaisar Ming bahkan sudah memerah padam dengan gigi yang bergemeletuk. Sungguh penampilan kaisar Ming saat ini tidak sama sekali mencerminkan seorang kaisar yang berwibawa dan dipuja banyak rakyat.
Ia bagai bukan dirinya, namun seperti ada set4n yang merasuki diri kaisar Ming.
"Kalau sampai ada anakmu yang berani mengangkat pedangnya padaku, maka.. akan kumusnahkan semua keturunanmu..!! Tak peduli ia anakku atau bukan, jika ia berani padaku maka bersiaplah untuk m4ti..!!."
Kaisar Ming segera meninggalkan tempat itu, tanpa memperdulikan permaisuri Ming yang terisak dilantai dengan keadaan menyedihkan.
"Kenapa...? KENAPA KAU BERUBAH XIAO* HWAI..?!" teriak Permaisuri Ming dengan tangisan pilunya.
Tak lama kemudian~
.......
.......
.......
...TBC...
*Xiao digunakan untuk mengatakan kesayangan atau sebutan dekat pada seseorang.
.......
Nah udah dulu ya, author mau next belajar.
Bye all.
Jangan Lupa LIKE NYA, KOMEN UNTUK NEXT, VOTE SEIKLASNYA, DAN GIFT SESUKANYA😉.
...Thanks for Reading💐....
^^^1118 kata.^^^
__ADS_1