
Hay hay.
Aku up lagi😝.
Pasti pada kaget aku up mendadak kan..? Setelah sebulan lebih tiada kabar bahkan level karya aja sampe turun😂😂.
Author mau curhat dikit kalo itu level turun karena author lupa up diakhir bulan, padahal walau hanya up 1 eps aja tuh level bakal tetap gak akan turun..eh author kemarin malah gak up jadinya turun deh. Dari level 5 jadi level 4.
Apa kabar nieh semua..? (Tinggalkan jawaban ya😌.)
Yaudah Yuk Lanjut.
...Happy Reading and Enjoy💐....
...Preview Bab Sebelumnya~~...
"Kalau sampai ada anakmu yang berani mengangkat pedangnya padaku, maka.. akan kumusnahkan semua keturunanmu..!! Tak peduli ia anakku atau bukan, jika ia berani padaku maka bersiaplah untuk m4ti..!!."
Kaisar Ming segera meninggalkan tempat itu, tanpa memperdulikan permaisuri Ming yang terisak dilantai dengan keadaan menyedihkan.
"Kenapa...? KENAPA KAU BERUBAH XIAO HWAI..?!" teriak Permaisuri Ming dengan tangisan pilunya.
Tak lama kemudian~
...Bab 38~~...
Tap...tap..tap..
"Ibunda, bangunlah jangan menangisi seseorang yang tidak benar-benar mencintai ibunda." ucap seorang pemuda yang berdiri didepan Permaisuri Ming yang menangis di lantai.
Permaisuri Ming mendongak dengan wajah penuh air mata, ia seperti mengenal suara yang sepertinya sudah lama tak didengarnya.
Yang dilihatnya adalah wajah dengan senyum tulus, ia mengulurkan tangan kearah Permaisuri Ming.
"Xiao Zhun..?." ucap permaisuri Ming yang diangguki orang didepannya.
Ya orang itu adalah pangeran pertama kekaisaran Ming, Ming San Zhun.
"Segeralah bangun ibunda." ucap pangeran Ming San Zhun masih mempertahankan ekspresinya.
Perlahan, permaisuri Ming bangkit berdiri. Ia menatap Pangeran Ming San Zhun dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Xiao Zhun hikss.."
Permaisuri Ming segera memeluk putra pertamanya tersebut dengan erat bagaikan putranya itu akan pergi bila ia melepaskannya.
Pangeran Ming San Zhun ragu sejenak sebelum membalas pelukan ibunya dan sesekali mengelus lembut punggung ibunya dengan maksud menenangkannya.
"Mengapa Xiao Zhun..mengapa..mengapa ayahmu bisa berubah jadi begini hiks..ibu tidak menyangka.." isak Permaisuri Ming dipelukan Pangeran Ming San Zhun.
Pangeran Ming San Zhun tertegun sejenak sebelum menghela napas lelah.
"Ibunda apakah ibunda tidak mendengar apa yang ku katakan tadi..?."
Pangeran Ming San Zhun menunduk untuk menatap permaisuri Ming, tepat saat itu juga Permaisuri Ming mendongak menatap manik mata Pangeran Ming San Zhun, sehingga kedua manik mata itupun bertumbukan.
Dapat Pangeran Ming San Zhun lihat mata ibunya yang sarat akan kesedihan didalamnya hanya karena seorang b@jing@n tua seperti ayahnya itu. Diam-diam Pangeran Ming San Zhun mengepalkan tangan dibalik lengan bajunya yang lebar itu.
Sementara Permaisuri Ming melihat mata anaknya yang biasa dingin dan tegas kini terpancar kelembutan dan tampak teduh, tatapan itu membuat Permaisuri Ming merasa tenang entah kenapa.
"Maafkan ibunda." Entah kenapa ucapan itu lolos begitu saja dari mulut Permaisuri Ming yang membuat Pangeran Ming San Zhun mengerutkan alisnya bingung.
"Untuk..?."
"Karena ibunda yang tak dapat mencegah adikmu untuk pergi, maaf karena ibunda belum bisa menjadi sosok ibu yang baik untuk kalian semua, maaf karena ibunda tak dapat membuat ayah kalian luluh dan malah mengalah untuk para selir itu sehingga ayah kalian menjadi seperti sekarang." ucap Permaisuri Ming dengan diselingi isakannya.
"Ibunda tidak salah dan tak perlu meminta maaf, semua yang kita jalani dari awal sampai saat ini adalah takdir. Takdir di mana kita hanya dapat mengikuti sesuai alurnya dan berjuang untuk bertahan didalam takdir yang sewaktu-waktu menelan jiwa kita dalam perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Tidak lihatlah ibunda dengan kelakuan para selir busuk itu..? Yang membuat keluarga kita malah hancur dan membuat ayah menjadi sosok yang melupakan tanggung jawabnya terhadap keluarganya dan lebih mementingkan egonya. Itu semua sudah takdir dari pemilik semesta ini ibunda. "
Pangeran Ming San Zhun berucap dengan bijak dan penuh kesabaran pada ibundanya itu. Ia tak ingin ibundanya terus berlarut larut dalam kesedihan dan penyesalan, ia ingin keluarganya seperti dulu walau mereka sudah kehilangan 2 orang dari keluarga kecil mereka karena ego ayahnya dan sifat ibunya yang terlalu penurut sehingga tak dapat mengontrol ayahnya.
Permaisuri Ming tampak mencerna ucapan Pangeran Ming San Zhun dan perlahan menunduk dengan tangan terkepal.
"Kau benar Xiao Zhun, ini semua sudah takdir. Maaf ibunda tidak dapat berpikir jernih sehingga tidak dapat berpikir seperti dirimu." ucap Permaisuri Ming.
"Tidak mengapa ibunda, aku mengerti ibunda kecewa akan perubahan sifat ayah dan masalah-masalah kerajaan baik diluar maupun dalam, ibunda juga terus memikirkan Ling'er bukan..? Jadi kumohon, jangan terus meminta maaf seperti ini. Ini tidak seperti ibunda yang kukenal..yang selalu tangguh akan apapun yang dialaminya. Mengapa ibunda tidak melawan saja para selir busuk itu..? Padahal ibunda punya otoritas untuk itu. "
Mendengar ucapan Pangeran Ming San Zhun, Permaisuri Ming menyetujuinya secara diam-diam. Benar yang anaknya katakan, ia harus bisa melawan para selir itu dan menciptakan keluarga yang harmonis seperti dulu sebelum suaminya itu mengangkat banyak selir.
"Baiklah Xiao Zhun, terimakasih atas nasihatmu. Ibunda akan berusaha berubah dan mengembalikan keluarga kita seperti dulu lagi. Dan untuk para selir itu, mulai sekarang ibunda akan melawan mereka agar mereka jera dan tak pernah mengganggu hidup kita lagi." ucap Permaisuri Ming dengan penuh tekad.
"Sudah kewajibanku ibunda." ujar Pangeran Ming San Zhun dengan merendah ketika ibundanya berterima kasih padanya.
....
__ADS_1
Disisi lain.
Di sebuah wilayah dengan hamparan putih salju yang membentang luas sejauh mata memandang, terlihat beberapa orang sedang berdiskusi sembari berjalan dengan perlahan ditengah tebalnya salju yang menutupi daratan.
"Bagaimana..? Kau sudah menemukan titik pasti benda itu..?" tanya salah seorang pria dengan perawakan tegap dan memiliki tato berbentuk kepala kerbau neraka ditangan bagian atasnya.
Note : Kerbau neraka adalah salah satu spirit beast tingkat tinggi yang memiliki kemampuan berlari yang sangat kencang serta serangan yang mematikan, tubuhnya keras dan diselimuti salah satu api terkuat urutan no 9 yaitu api Anze yang dimana bila orang menyentuh atau tidak sengaja mengenai nya mana orang itu kulitnya akan menghitam dan perlahan membusuk sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap.
"Sudah ketua..! Benda itu tepat diarah utara dari tempat kita saat ini." ujar seorang pemuda dengan perawakan tinggi dan tubuh kurus.
"Kerja bagus..! Namun adakah yang akan menghalangi jalan kita nanti..?" tanya sang ketua.
"Sejauh yang dapat saya lihat, tempat itu sangat lengang ketua. Hanya ada benda itu diatas gunung kecil diantara beberapa gunung disana " jelas pria kurus tadi.
"Baiklah kita segera saja kesana, namun tetap waspada. Kita tidak dapat memprediksi apa yang ada disana walau melalui kemampuan pengintai Ci Rui kita dapat tau situasi saat ini." ujar sang ketua memberi komando pada bawahanny.
"Ketua sebenarnya apa yang akan kau lakukan pada teratai salju itu..? Kita sampai harus ke tempat seperti ini untuk mendapatkannya." tanya salah satu anggota kelompok itu yang membawa sebuah pedang besar nan tajam.
"Untuk seseorang yang berani menukar sesuatu yang sangat dibutuhkan anggota kelompok kita dengan benda itu." ucap sang ketua kelompok dengan senyum miringnya.
"Memang sesuatu apa ketua..?" tanya si pria pedang besar lagi.
"Sebaiknya jangan banyak tanya..!! Lakukan saja tugas dengan benar atau.."
Terlihat sorot mata tajam dan penuh hawa membunuh dari sang ketua sembari melirik si pria pedang besar.
Sementara si pria pedang besar hanya meneguk ludahnya dengan berat ketika mendapat tatapan maut dari ketuanya, "B-baik ke-ketua." ucapnya dengan gugup.
Setelah itu hanya keheningan yang menyelimuti kelompok tersebut yang diberi nama kelompok Dìyù shuǐniú atau kelompok kerbau neraka. Mereka meneruskan perjalanan dengan waspada takut-takut ada bahaya yang mengintai mereka.
...
TBC
Nah sudah selesai juga, owh ya saya juga akan up RFJE setelah ini dan hanya satu bab krena saya akan belajar untuk ulangan harian ekonomi saya. Karena gurunya menjanjikan kalau nilai ulangan saya bagus di bab ini, maka ulangan bab sebelumnya yang nilainya kurang memuaskan akan menjadi nilai yang cukup memuaskan.
Jadi mohon pengertiannya ya🙏.
Oke segini saja jangan lupa komen untuk hari ini, rate bintang 5 untuk nanti, vote untuk esok, dan like untuk selamanya.
Thanks for Reading All💐.
__ADS_1
^^^1287 kata.^^^