
Hay All
Dah kubilang aku mau up terus, aku mau nyepetin alur kebagian seru.
Kalian tau alur awalan ini membosankan, makanya saya jarang up. Namun karena sudah masuk cerita yang menariknya, jadi saya semangat up nya.
Kalian juga semangat donk dukungnya☹, yakali saya aja yang semangat.
Yaudah langsung mulai aja ya.
...Happy Reading and Enjoy💐....
...Preview Bab Sebelumnya~~...
Ah ya.! Aku ingat sekarang. Dia adalah kakak keduaku, pangeran Wang Bo Mat Ri.
Namun...Mengapa ia mendekatiku..? Bukankah dia tidak menyukaiku ya..?
Kupandangi wajahnya yang tampan diusianya yang masih muda. Bukankah ia akan menjadi pria tampan dimasa depan. Namun tidak sengaja mata kami bertumbukan.
Saat mataku bertumbukan dengannya, kulihat dia tertegun sejenak sebelum menormalkan kembali ekspresinya. Dia juga terlihat menghentikan langkahnya 1 meter didepanku.
Kami sama-sama terdiam.
...Yu Ling PoV off~...
...Bab 34~~...
"Kau..."
Wang Bo Mat Ri bingung ingin mengatakan apa, bahkan ia disini saja ia heran dengan dirinya sendiri. Tiba-tiba saja ia ingin mendekati gadis yang tidak disukainya.
"Ya..?" Balas Yu Ling bingung.
"Tidak ada, lupakan saja" Wang Bo Mat Ri berbalik hendak pergi. Namun langkahnya terhenti karena perkataan Yu Ling.
"Bisakah kamu menemaniku sebentar." pinta Yu Ling dari arah belakang Wang Bo Mat Ri.
Wang Bo Mat Ri melirik sekilas Yu Ling dari ujung matanya, ia ingin melangkah pergi namun hatinya berkata lain. Bukankah ini kesempatannya mengorek lebih jauh tentang gadis ini..?.
Memikirkannya Wang Bo Mat Ri akhirnya mengangguk lalu berbalik dan mendekati Yu Ling yang saat ini mulai bangkit dari posisinya tadi.
Dapat Wang Bo Mat Ri lihat bila Yu Ling sedang mengibaskan sedikit hanfunya yang basah. Ia perlahan duduk tanpa alas dipinggir danau kecil disana.
Wang Bo Mat Ri perlahan mendekati Yu Ling dan duduk dibatu yang tidak jauh dari tempat duduknya Yu Ling barusan. Ia ingin jauh namun juga ingin dekat, ia bimbang sendiri dengan perasaannya.
Keduanya terdiam kembali
__ADS_1
Suasana sangat canggung saat ini, bahkan pelayan pribadi Yu Ling saja perlahan mundur untuk memberi ruang keduanya bicara.
"Hufftt"
Helaan napas terdengar dari bibir mungil Yu Ling, dan hal itu berhasil membuat Wang Bo Mat Ri mengalihkan pandangannya pada Yu Ling.
"Tidak bagus seorang putri menghela napas dengan keras" tegur Wang Bo Mat Ri tanpa menatap Yu Ling, ia hanya fokus pada arah depannya. Memperhatikan ikan-ikan hias berenang kesana-kemari.
"Aku benci aturan." ucap Yu Ling cuek.
Wang Bo Mat Ri sempat tertegun sejenak sebelum menatap Yu Ling marah.
" Apa maksudmu..?! Kalau kau benci aturan mengapa kau berambisi menjadi seorang putri kekaisaran lain..?!"
Wang Bo Mat Ri saat ini sangat kesal dengan Yu Ling, 3 kata yang diucapkan Yu Ling sukses menyulut emosinya.
Bukankah apa yang dikatakannya benar..? Kalau gadis disampingnya membenci aturan, mengapa ia menyetujui menjadi putri..? bahkan putri mahkota..! Itu menunjukan ia tak tau malu dan tak sadar diri.
Mendengar apa yang dikatakan Wang Bo Mat Ri, Yu Ling mengalihkan pandangannya padanya.
"Kau pikir aku mau menjadi seorang putri..? Jika bisa memilih, aku lebih baik menjadi pengembara yang bisa bebas kemana saja sesukaku." balas Yu Ling dengan nada tajam.
" Lalu kenapa kau mau menjadi seorang putri hah..? Owh apa benar kamu itu sengaja diutus untuk memata-matai kekaisaran kami hah..?! JAWAB..!!." Bentak Wang Bo Mat Ri yang mulai berpikir kearah pemikirannya saat pertama kali melihat Yu Ling.
Yu Ling mengepalkan tangannya erat sebelum merenggangkan kembali tangannya dan memalingkan pandangannya kearah lain. Asal ia tidak bertatapan dengan Wang Bo Mat Ri.
'Bukankah ini tanda bahwa ia mengakui secara tidak langsung' batin Wang Bo Mat Ri.
"Kalau kau tidak tau hidup seseorang lebih baik kau lebih banyak diam. Tidak baik seorang laki-laki terlalu cerewet sepertimu." ucap Yu Ling.
"Apa kau bilang.,?!." Saut Wang Bo Mat Ri yang merasa tersinggung.
"Hahh sudahlah, apa kau ingin aku pergi..?"
Yu Ling mengalihkan pandangannya pada Wang Bo Mat Ri.
Perkataan dan tatapan itu membuat Wang Bo Mat Ri heran sendiri dan mulai merasa gundah. Bukankah seseorang bila sudah punya kekuasaan tidak akan melepaskannya dengan mudah, tapi mengapa gadis didepannya..?
Dan lagi, pergi kemana..? Keperguruan, Keluar kekaisaran, atau apa..?
Wang Bo Mat Ri bingung sendiri, namun ia menegaskan dalam hatinya bila ini mungkin jebakan dari gadis didepannya, sehingga ia menjawab...
"Ya, kamu pergi. Kamu hanya merusak keluargaku. Hubunganku dengan saudaraku awalnya berjalan baik namun semenjak ada kamu hubungan kami menjadi berantakan, begitupun ayahanda, ibunda, dan ibunda ratu. Mereka jadi tidak harmonis gara-gara kamu." Ucap Wang Bo Mat Ri tanpa menyadari ucapannya membuat Yu Ling tersadar akan sesuatu.
'Benar, aku tidak berhak atas semua ini. Aku tidak akan pernah mendapat cinta keluarga sampai kapanpun. Karena aku Yu Jin Ru hanya gadis buangan.' begitulah yang ada dalam pikiran Yu Ling.
.......
__ADS_1
Seakan tersadar akan sesuatu, Wang Bo Mat Ri segera melihat kearah Yu Ling untuk memastikan ekspresinya. Namun yang ia lihat hanya tatapan mata kosong dan tampak ketakutan serta keputusasaan didalamnya.
Melihat itu Wang Bo Mat Ri cukup terkejut, Bagaimana bisa seorang gadis kecil memiliki pandangan mata seperti itu..? Bukankah tatapan mata itu yang memiliki hanya orang yang pernah mengalami pahitnya hidup dan kerasnya dunia.
.......
Yu Ling segera kembali pada kesadarannya ketika merasakan ada yang memperhatikannya, ia menoleh dan melihat Wang Bo Mat Ri melihatnya dengan tatapan terkejut.
Yu Ling segera berucap.
"Baiklah, aku akan pergi. Namun izinkan aku meminta 1 hal." pinta Yu Ling setelah memikirkannya baik-baik.
Sementara tanpa kedua orang itu sadari, pelayan pribadi Yu Ling yang melihat dan mendengar pertengkaran itu hanya menutup mulutnya terkejut dengan mata berkaca-kaca.
Benarkan putri mahkotanya akan pergi..? Lalu apa yang akan ia katakan bila Permaisuri bertanya padanya..? Dan bagaimana reaksi kaisar bila mendengar ini semua.
Namun segera pelayan pribadi Yu Ling tepis semua yang ada dikepalanya karena ia ingat, Bukankah putri dan pangeran masih kecil..? Siapa tau itu hanya candaan mereka sebagai saudara yang mulai akrab satu sama lain.
Oleh sebab itu si pelayan tidak melapor dan hanya diam saja melihat pertengkaran sungguhan itu yang ia kira hanya Candaan.
.......
"Apa syaratnya..? dan lagi, kamu tidak berbohong kan..?" tanya Wang Bo Mat Ri ragu, namun itu ia tutupi dengan nada menantang saat menanyakan syarat dari Yu Ling.
"Ya aku sungguhan untuk itu, dan ya..syaratnya adalah..."
.......
.......
.......
...TBC...
😌kugantung ya, hahaha
Pusing tau, lagi gak ada ide. Soalnya author lagi fokusin ke tugas sekokah dulu.
Udah tadi ulangan fisika sm kimia dadakan lagi, biologi hapalan impuls syaraf pusat dan 31 rusuk. Jadi maaf ya kalo lambat up nya.
Hehe yaudah ya segitu aja, good bye all.
...Thanks for Reading💐....
...Jangan lupa LIKE, KOMEN, VOTE OR GIFT YA...
^^^1077 kata.^^^
__ADS_1