
Hahahah ada yang kaget sama judulnya..?
Nah ini emang eps yang agak boom sih buat kalian. Karena ada yang minta agak cepetin alurnya (Walau tuh komenan dah lama bet) tapi author kabulin.
Author emang gak suka bertele-tele tapi anehnya kok author bikin 1 masalah aja sampe 3 atau 5 bab ya..? Bukankah itu terlalu slow..? Nah makanya author masuk kebagian yang bakal bikin kalian senyum-senyum sendiri deh..!!
Yaudah langsung aja, Next.
...Happy Reading and Enjoy💐....
Tapi bentar dulu🙃.
Itu hampir ke up double😑, dan Alhamdulillah itu ranking bulanan ku gak turun padahal gak pernah up🤣🤣. Tadinya level 6 pas November terus turun ke 5 bulan Desember dan itu sampe sekarang😀, apakah ada author lain yang sama denganku..? Gk up lama tapi level tetap..?
Oke lah stop bac0t, lanjut aja ya.
.......
...Preview Bab Sebelumnya~~...
" Baiklah." Yu Ling segera menatap Li Guang Hai untuk memintanya menutup kelas menyair.
Li Guang Hai yang menerima kode tersebut segera mengangguk.
"Baik, kita akhiri kelas hari ini. Gunakan pelajaran yang kalian dapat hari ini dengan baik. Jangan untuk semena-mena. Kalian bisa kembali kekediaman masing-masing." Ucap Li Guang Hai dan mendapat jawaban "YA" dari murid-muridnya.
Kelas pun berakhir dengan damai..walau diawali kerusuhan🙃.
...Flashback Off~~...
...Bab 33~~...
Skip~
...Dikamar Wang Bo Mat Ri...
Tampak si pemilik kamar sedang duduk termenung diatas peraduannya.
Tiba-tiba ia mendongak memperlihatkan mata coklat terangnya yang menyejukan dan sejernih air sungai.
"Kenapa aku terus terpikir anak itu ya🤔, haih sepertinya aku terkena mantra nya." gumam Wang Bo Mat Ri kesal. Ia sedari tadi terus memikirkan tentang Yu Ling dan segala tingkahnya seharian ini.
"Apa aku datangi dia saja ya..?" mengetuk-ngetuk dagunya menggunakan jari.
"Eh tapi nanti si anak itu malah merasa kesenangan lagi😒."
"Tapi kalau tidak didatangi, aku makin penasaran." Wang Bo Mat Ri perlahan menunjukan sifat aslinya sebagai seorang anak kecil.
DIA CEMBERUT..!!
"Sepertinya aku perlu waktu lebih lama lagi dalam mengawasinya, inikan baru 1 hari. Ya aku tidak boleh menyerah." menggenggam tangan penuh semangat.
__ADS_1
"Tapi bosan☹."
"Apa aku ketaman saja ya..? Em tidak-tidak..mungkin aku bisa ketempat latihan..?" berguling-guling diperaduan.
"TAPIKAN AKU LAGI PURA-PURA SAKIT..!!" teriaknya kesal dan berhenti berguling.
Tak lama kemudian Wang Bo Mat Ri beranjak duduk dan memangku dagunya.
"Yasudah ketaman saja, lagi pula aku tidak memiliki teman."
Sesudah mengatakan itu, Wang Bo Mat Ri bersiap untuk ketaman dan jalan-jalan.
Skip~
Wang Bo Mat Ri kini dalam perjalanan menuju taman.
Sepanjang jalan ia disapa oleh para prajurit dan dayang yang sedang berlalu lalang walau kadang ada yang takut padanya.
Tidak menutup fakta, walaupun Wang Bo Mat Ri masih kecil namun ia disegani oleh para penghuni istana. Hal ini karena kecerdasan dan kemampuan bertarungnya yang bisa dibilang mengagumkan diusianya yang baru 14 tahun saat ini.
Note : Eh bentar itu umurnya bener gak sih..? Soalnya seinget author Yu Ling sekarang umurnya 10 tahun terus si Wang So Ku Ri 11 tahun, Terus .....Ahh author lupa..!!
Wang Ku Ro Ten lupa tapi kayaknya 13 tahun, kalo Wang Hu Jo Ten kayaknya 16 tahun deh sekarang.
Oke next aja ya.
Saat hampir sampai ditaman ia melihat...
"Apa yang dilakukan anak itu disana..?." mengerutkan alisnya bingung.
"Kenapa ia terlihat kesepian dan sepertinya ia sedang sedih"
Wang Bo Mat Ri sejenak tertegun melihat tatapan Yu Ling, entah dorongan dari mana tiba-tiba ia melangkahkan kakinya mendekati tempat Yu Ling saat ini.
...Yu Ling PoV~...
Aku saat ini sedang bosan.
Kalian tau.? Menjadi seorang putri itu tidak selalu menyenangkan namun ini melelahkan.
Andai itu dikehidupan sebelumnya mungkin aku lebih mudah berinteraksi dengan keluargaku, tidak seperti sekarang yang serba susah karena banyaknya aturan yang ada.
Namun aku beruntung masih ada yang mau menerimaku, apalagi kekaisaran Wang tidak seperti kekaisaran lain yang kaisarnya memelihara banyak selir. Kaisar Wang atau bisa disebut ayahku hanya punya 1 selir, itupun hubungan antara permaisuri dan selirnya baik-baik saja. Tidak ada konflik yang berarti ataupun perebutan kekuasaan. Itulah uniknya sistem kekaisaran Wang.
Aku memutuskan untuk pergi ketaman yang tidak jauh dari paviliunku ditemani oleh 1 dayang pribadiku. Kalian tau kan aku tidak terlalu suka diikuti banyak orang seperti ini..? Rasanya aku seperti dikawal bodyguard suruhan.
Saat sampai ditaman aku melihat sebuah danau kecil yang terdapat ikan-ikan cantik yang berenang bebas didalamnya. Ini yang kusuka, melihat ikan dan air yang dapat membuat kegundahan diriku tenang.
Aku jadi teringat kehidupanku sebelumnya, aku memang sering seperti ini bila tidak ada kak Wong So. Karena biasanya kak Wong So yang menghiburku dan menjadi tempatku berbagi kisah.
Ah aku jadi teringat dengan kak Wong So lagi.
__ADS_1
Kira-kira bagaimana ya kabarnya saat ini..? Aku sangat merindukannya. Aku sangat berharap dapat bertemu lagi dengannya disini, yah walau itu mungkin tidak akan terjadi. Haha aku terlalu berharap banyak😞.
Aku memutuskan memainkan air yang terdapat ikan bergerumbul, walau awalnya dayang pribadiku melarangnya namun aku berusaha membujuknya dan itu berhasil. Dia akhirnya mengizinkan walau dengan syarat harus berhati-hati.
Yah kuakui itu ia lakukan karena diriku masih kecil. Aku tidak akan lupa bahwa aku saat ini menjadi anak berusia 10 tahun yang masih terbilang anak yang perlu diurus, apalagi aku seorang putri saat ini.
Kuangkat lengan hanfu ku untuk memudahkanku bermain air. Namun tetap saja, karena hanfu ku yang terbilang panjang, jadinya ada beberapa kain yang masuk kedalam air dan langsung dikerumuni ikan-ikan itu karena mengira kain tersebut adalah makanan mereka.
Haih disini tidak ada makanan ikan seperti pada zaman modern. Jadi...Apakah disini masih menggunakan sayuran untuk memberi makan ikan..? Ah aku jadi penasaran.
Aku mengangkat kepalaku saat sebuah daun terjatuh ke kain ku yang tercelup di air. Aku baru menyadari, saat ini musim gugur.
Hm sepertinya akan asik memancing disebuah sungai, pasti itu menjadi hiburan tersendiri untukku dan...dapat menghilangkan kerinduanku pada kak Wong So.
Kealihkan pandanganku kesekitar dan mataku terkunci pada seseorang yang perlahan mendekat padaku.
Sedikit menyipitkan mata, aku terasa familiar dengannya.
Ah ya.! Aku ingat sekarang. Dia adalah kakak keduaku, pangeran Wang Bo Mat Ri.
Namun...Mengapa ia mendekatiku..? Bukankah dia tidak menyukaiku ya..?
Kupandangi wajahnya yang tampan diusianya yang masih muda. Bukankah ia akan menjadi pria tampan dimasa depan. Namun tidak sengaja mata kami bertumbukan.
Saat mataku bertumbukan dengannya, kulihat dia tertegun sejenak sebelum menormalkan kembali ekspresinya. Dia juga terlihat menghentikan langkahnya 1 meter didepanku.
Kami sama-sama terdiam.
...Yu Ling PoV off~...
.......
.......
.......
...TBC...
Yeah akhirnya selesai.
Kalian tau, tadi sore saya sudah ngetik 500 kata lebih namun saya sakit kepala sehingga saya istirahat sebentar.
Nah jam segini saya melanjutkan bagian PoV Yu Ling dan tak terasa sudah 1k lebih kata. Haha mengejutkan bagi saya memang, saya bahkan tidak berpikir hanya PoV saja bisa lebih dari 500 kata.
Wow lah pokoknya.
Yasudah itu sajaa yang saya mau sampaikan.
...Jangan lupa LIKE, KOMEN, VOTE OR GIFT yaaa....
...Sampai jumpa semua....
...Thanks for Reading💐....
__ADS_1
^^^1154 kata.^^^