
Nah guys aku up lagi kuy baca langsung.
Preview Episode Sebelumnya~~
" *Jadi benar yang kau maksud itu Mei'er..? sadarlah dia kini menjadi adik kita, yang seharusnya kita jaga bukan seperti itu..!!" balas Juo dengan menggertakan giginya, sungguh dia terima bila orang lain memaki meimeinya tapi tidak untuk sesama saudaranya..alasannya..? tentu rasa antar saudara walau bukan sekandung tapi tetap saja sakit bila itu didasari rasa tulus.
" Apa adik..? jaga..? tak salah dengar aku..? kau ini sepertinya sudah terkena bujuk rayunya yang menjijikan seperti saudaranya sehingga kau dibutakan oleh kebenaran..!!" Wang Bo Mat Ri meninggikan nadanya lalu melirik tajam Yu Ling yang terlihat semakin menunduk dengan tangan terkepal erat.
Dan tanpa mereka sadari ada 1 orang lagi yang tampak hancur hatinya melihat perdebatan antar saudara yang sebelumnya tidak pernah sampai seperti ini*.
Episode 18~~
Orang itu ada pangeran Wang So Kuri, pangeran yang hanya selisih setahun dengan Yu Ling, yap umurnya baru 11 tahun.
Dia menatap tak percaya pada kedua saudaranya yang bertangkar hanya karena Yu Ling, dia mengalihkan tatapannya pada Yu Ling yang tampak menunduk, ada rasa dalam hatinya yang membuatnya tidak nyaman dengan semua ini.
Dia juga menunduk dan mengepalkan tangannya.
Sementara pangeran lain sudah pergi ke kamar masing-masing saat diperjalanan tadi.
" Ada hal apakah ini..?" suara khas seorang pria berwibawa tampak menggema di tengah-tengan perseteruan antar saudara itu.
Serempak pangeran Wang Bo Mat Ri, pangeran Wang So Kuri, pangeran Wang Hu Jo Ten dan Yu Ling mengalihkan pandangan mereka kearah sumber suara.
Dan terlihatlah seorang pria tampan dan gagah yang berdiri menjulang dengan 2 orang wanita yang amat mereka sayangi...siapa lagi kalau bukan Kaisar Wang, Permaisuri, dan Selir Mai.
Flashback On~~
PoV Permaisuri Gui On~
Saat ini aku duduk di singgasana samping suamiku, kaisar Wang sang penguasa kekaisaran Wang ini.
Kami sedang melangsungkan acara penyambutan dan penobatan Ling'er sebagai anggota kekaisaran Wang dan penobatannya sebagai putri mahkota kekaisaran Wang yang sebelumnya selalu kosong.
Disini hadir 5 kekaisaran di benua Beijin beserta kerajaan-kerajaan dibawah kekuasaan 5 kekaisaran yaitu Kekaisaran Ren, Kekaisaran Ming, Kekaisaran Dai, Kekaisaran Zun dan yang terakhir pastilah kekaisaran Wang.
Para putra dan putri kekaisaran ini sedang diluar karena tadi mereka meminta izin, dan setelah beberapa saat beberapa putra dan putri kekaisaran Ming juga keluar dari aula perjamuan.
Tapi ketika melihat mereka keluar entah mengapa perasaanku menjadi tidak enak, entahlah tapi seketika aku teringat dengan Yu Ling.
Ku mencoba untuk tetap tenang karena sadar sekarang masihlah waktu perjamuan, tapi semakin kesini perasaanku semakin cemas apalagi ketika rombongan putra dan putri kekaisaran Ming kembali dengan beberapa diantara mereka berwajah tak mengenakan untuk dilihat.
Dan tanpa kusadari bahwa gerak gerik ku diperhatikan oleh suamiku, ya siapa lagi kalau bukan kaisar Wang.
" Apakah ada sesuatu yang kau pikirkan..? kenapa terlihat cemas begitu" katanya yang membuyarkan lamunanku sesaat karena kedatangan putra putri Ming tadi.
__ADS_1
"Eh..?"
Segera aku menoleh kearahnya yang tampak menatapku, sikap tenang ada pada dirinya tapi tidak dengan matanya, mata itu menatapku dengan khawatir dan aku dapat melihatnya dengan jelas karena kami sudah saling memahami satu sama lainnya.
" Aku hanya memikirkan keadaan putriku Ling'er, kau tau ketika rombongan putra-putri kekaisaran Ming keluar aula, perasaan hatiku sudah tidak enak, dan ketika mereka kembali dengan ekspresi buruk mereka, aku menjadi lebih cemas suamiku" aku lebih memilih mengatakannya karena aku tau suamiku pasti dapat membantuku.
Dapat kulihat kulihat dia menganggukan kepalanya setelah mendengar penjelasanku, kemudian dia mengalihkan tatapannya kepada para tamu kekaisaran yang ada di Aula, kemudian kembali menatapku dengan senyumannya.
Ya aku paham maksud senyumannya, dan kalian pun bisa menebaknya.
Kemudian dia membuat kode kepada kasim kepercayaannya, lalu kasim itupun mendekati kaisar Wang, setelah dekat kaisar Wang tampak membisikan sesuatu kepada kasimnya yang langsung diangguki kasimnya.
Lalu kasim yang bernama Ji Hong itu melangkah muncur lalu berjalan pelan kearah selir Mai dan membisikan sesuatu kearahnya.
Sejenak selir Mai tampak mencerna perkataan Kasim Ji lalu menoleh kearah Kaisar Wang yang duduk tidak terlalu jauh darinya.
Tampak kaisar Wang membalas tatapan selir Mai lalu mengangguk. Selir Mai juga balas tersenyum dan mengalihkan tatapannya padaku sejenak lalu mengangguk.
Kasim Ji lalu mengumumkan bahwa para tamu bisa beristirahat di paviliun yang sudah disediakan oleh kekaisaran untuk para tamunya dengan alasan waktu sudah semakin larut.
Para tamu memakluminya lalu Kaisar Wang beserta aku dan selir Mai bangkit, serempak yang ada di Aula membungkukan badannya sebagai tanda penghormatan dan kami pun keluar dari Aula beserta rombongan.
Mereka yang ada di Aula juga keluar setelah rombongan tuan rumah keluar dari Aula.
Kami dalam perjalanan di lorong istana menuju ke taman karena tadi aku ingat bahwa para pangeran dan putri akan ketaman untuk berbincang.
Saat kami sampai ditaman ternyata para pangeran dan putri sudah pergi dari sana, lalu kami menanyakan pada prajurit yang berpatroli disekitar taman dan mereka menjawab para pangeran dan putri pergi ke paviliun masing-masing.
" Sudahlah sepertinya kita akan menanyakannya besok saja, kau dengar mereka sudah kembali ke paviliun masing-masing" Ucap kaisar Wang kepadaku.
Kualihkan pandanganku kearahnya yang juga menatapku, sebenarnya aku kurang setuju tapi ada benarnya juga perkataan suamiku ini, jadi aku hanya menganggukan kepalaku dengan lemas.
Selir Mai tampak tersenyum melihat percakapan kami.
Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju paviliun kami yang ada diarah Selatan kebetulan arah menuju paviliun para anggota kekaisaran masih menggunakan 1 jalur.
Dan ketika rombongan kami akan melewati persimpangan pemisah antara jalur untuk ke paviliun pangeran dan putri dengan paviliun kaisar, permaisuri dan selir kami pun dikejutkan dengan....
" *Jadi benar yang kau maksud itu Mei'er..? sadarlah dia kini menjadi adik kita, yang seharusnya kita jaga bukan seperti itu..!!" Itu adalah suara pangeran Wang Hu Jo Ten.
" Apa adik..? jaga..? tak salah dengar aku..? kau ini sepertinya sudah terkena bujuk rayunya yang menjijikan seperti saudaranya sehingga kau dibutakan oleh kebenaran..!!" Dan itu terdengar seperti suara pangeran Wang Bo Mat Ri yang kedengarannya sedang emosi.
" Bukankah itu suara pangeran Wang Hu Jo Ten dan pangeran Wang Bo Mat Ri..??" tanya Selir Mai yang diangguki olehku.
Sedangkan kaisar tampak mengerutkan keningnya ketika mendengar suara seperti pertengkaran.
__ADS_1
" Kita lanjukan saja, Zhen juga ingin tau apa yang terjadi, jadi mari..!" ajak kaisar Wang yang berjalan lebih dulu yang disusul olehku dan selir Mai beserta rombongan kami.
Dapat ku lihat kini 2 saudara yang sedang dalam suasana tegang dengan Yu Ling dan pangeran Wang So Kuri yang tampak menundukan kepala dengan tangan terkepal.
Dan saat tegang itulah muncul kaisar Wang dan Permaisuri Gui beserta Selir Mai, jangan lupakan dengan rombongan dibelakang mereka yang berisikan beberapa prajurit, kasim, dan pelayan.
PoV permaisuri Gui Off~
Flasback Off~~
Rombongan Kaisar, permaisuri,dan selir Mai semakin mendekat.
Langsung saja Permaisuri Gui menghampiri Yu Ling dan mengecek keadaannya, begitupun dengan Selir Mai yang mengecek keadaan pangeran Wang So Kuri karena bagaimanapun pangeran Wang So Kuri belum cukup umur untuk mengerti keadaan ini.
" Apakah kau baik-baik saja putriku..?" tanya cemas permaisuri Gui pada Yu Ling.
Yu Ling tidak berani mendongak menatap kearah permaisuri Gui karena dia tidak mungkin menunjukan kesedihannya kepada orang lain walaupun kepada keluarganya, bagaimanapun mereka belum terlalu dekat untuk Yu Ling percaya menumpahkan keluh kesahnya.
" Hei tatap ibunda (Aih apasih namanya buat menyebut formal di kerajaan Timur, kl ada yang tau komen dibawah ya😟), apa kau baik-baik saja..?" tanya permaisuri Gui lagi.
" Aku tidak apa-apa ibunda" balas Yu Ling dengan tetap menundukan kepalanya.
" Kau bohong putriku, cobalah untuk bercerita pada bunda..!" tegas permaisuri Gui.
Sementara Selir Mai juga menenangkan dan juga menanyakan hal yang sama pada putranya, pangeran Wang So Kuri.
Tapi pangeran Wang So Kuri juga tidak menjawab dan malah melihat kearah Yu Ling, tatapannya ketika melihat Yu Ling err..... seperti tidak biasa.
Ntahlah apa arti tatapan itu, yang pasti itu bukanlah hal yang baik karena pangeran Wang So Kuri menatap Yu Ling dengan mata yang kosong dan dalam, seperti orang yang memiliki banyak masalah dan masalah itu ada dihadapanmu.
Selir Mai yang melihat tatapan putranya pada Yu Ling pun merasa aneh dengan putranya satu ini.
' Sepertinya ini bukanlah hal yang baik, apakah dia memiliki rasa yang salah pada putri mahkota..? ' Batin selir Mai.
TBC
Hey aku kembali
maaf tidak up hari itu karena ada tugas dadakan, hihi
Sekali lagi maaf, btw aku ganti cover sm ganti judul gpp? karena judulnya kepanjangan dan masalah cover itu karena kurang jelas judulnya di cover awal jadi kuganti..maaf ya😖.
Udah ah see you👋🏻.
^^^1381 kata.^^^
__ADS_1