
Reni dan Romi sampai dihalaman rumah dan turun dari taxi.
"Mas Romi gak nginap aja? ini sudah malam sekali" Tanya Reni
"Tidak, aku pulang saja" jawab Romi singkat
"Baik lah, terimakasih mas sudah menemani ku hari ini"Ucap Reni dan dibalas senyuman lalu berjalan menuju ke mobil nya tanpa berkata apa - apa lagi.
Reni lalu masuk kedalam rumah, setelah mobil romi berlalu pergi dari hadapan nya.
"Ren, kenapa pulang malam sekali? Terus kenapa pake taxi, mas Reza mana? " Tanya Lisa yang sudah sejak tadi menunggu kepulangan Reni.
"Em... Mas Reza marah kak, dia melihat kedekatan ku dengan mas Romi, jadi dia perfi meninggal kan kami di restoran.
Lisa menghembus kan nafas dengan kasar dan mengeleng - geleng kan kepala nya pelan mendengar cerita Reni.
"Jangan seperti itu lagi Ren,itu tidak baik, kamu memanfaat kan Romi untuk membuat Reza sakit hati" Tutur Lisa
"Lalu aku harus bagaimana kak? Aku tidak nyaman Mas Reza terus datang dan membuat aktivitas ku jadi terbatas, aku merasa terganggu, aku juga tak ingin memberikan harapan pada nya" Ucap Reni tertunduk lesuh.
Reni merasa tidak nyaman karena Reza hampir setiap hari datang mencari nya, membuat nya terpaksa harus menemani nya mengobrol dan membuat waktu Reni untuj diri nya sendiri menjadi sangat kurang.
"Minta maaf dan ungkap kan apa yang membuat kamu tidak Nyaman, semoga saja dia bisa mengerti" Balas Lisa mengangkat dagu adik kesayangan nya dan mengelus kepala Reni.
"Baik lah kak" Jawab Reni tersenyum
"Istirahat lah" suruh Lisa dan meninggal kan Reni yang juga segera masuk kedalan kamar nya.
Reni masuk ke dalam kamar dan melempar tas nya kesofa.
Kamar terasa sunyi
.
.
Reni berbaring di tempat tidur dan meletak kan kedua tangan nya di atas kepala.
Reni merasa bersalah karena sudah memperlakukan Reza seperti itu.
"Kenapa aku harus bertemu dengan Mas Reza, aku jadi melakukan hal untuk menghindari nya, aku bahkan sudah seperti penjahat karena apa yang ku lakukan salah dan menyakitkan orang"Kata - kata itu seperti menjerit dalam hati nya, begitu kesal dengan diri nya sendiri karena tidak pernah berani berkata tidak pada Reza.
Reni lalu beranjak berdiri dan mengambil ponsel nya di tas.
Reni mengirim pesan pada Reza.
Untuk bertemu besok di cafe yang tidak jauh dari rumah dan Reza yang membaca pesan dari Reni pun mengiyakan untuk bertemu dengan nya di Cafe besok.
__ADS_1
Dikamar Lisa
.
.
.
Lisa menatap Leo yang tertidur nyenyak disamping nya dengan bertelanjang dada.
Lisa menatap dalam - dalam suami nya yang dulu sangat dia benci, tapi kini cinta Lisa mulai tumbuh karena Leo terus berusaha menjadi yang terbaik untuk Lisa.
"Aku merasa seperti wanita yang sangat sempurna, karena dicintai kamu, kamu tidak marah, tapi menasehati ku lebih dulu, semoga saja hubungan kita akan terus baik - baik saja, meski ku tahu, akan ada badai yang akan menguncang pernikahan kita" Batin Lisa ketika mengingat Jenita yang ternyata adalah mantan Leo.
Lisa sangat bahagia hingga tak bisa menerjemah kan bagaimana bahagianya wanita itu saat ini, akan kah Lisa terus bahagia?
Tidak ada rumah tangga
yang akan terus berjalan baik - baik saja.
akan ada moment perbedaan pendapat
yang akan menjadi kan adanya
perdebatan
dan kekecewaan semua tergantung
bagaiman cara kita menyikapi nya agar
tidak terus larut dan semakin besar.
Keesokan hari nya
Lisa bangun lebih awal, sengaja ingin menyiap kan sarapan untuk suami nya.
Lisa pun menyuruh bik Emi untuk membeli sayur dipasar di antar supir Leo.
"Selamat pagi sayang" Ucap Leo memeluk Lisa dari belakang, mengagetkan Lisa yang sedang memasak.
"Pagi Mas, Mas Leo mengaget kan ku saja,kenapa bangun awal sekali? " Tanya Lisa membalik kan tubuh nya dan mengalungkan tangan nya di leher Leo.
"Aku tidak melihat istri ku saat membalik kan tubuh, jelas saja aku akan bangun dan mencari nya" jawab Leo tersenyum dan bertatapan dengan Lisa beberapa saat,lalu ciuman menghujani bibir kedua nya.
Lisa lalu melepas kan pelukan dan melanjutkan memasak agar tidak gosong.
"Sayang, aku ingin mengajak mu bulan madu setelah Papa keluar dari rumah sakit" Tutur Leo yang mengubah posisi berdiri di samping Lisa.
__ADS_1
"Iya, boleh Mas, tapi setelah kamu mengurus sekolah Kenzo dulu, kapan dia akan kamu urus kepindahan sekolah nya? " Balas Lisa sembari bertanya saat mengingat Sekolah nya Kenzo
"Hari Romi akan mengurus nya" Balas Leo
" Baik lah, mas Leo sekarang mandi lah dulu,nanti turun sarapan" Perintah Lisa dengan lembut.
"Baik lah" Jawab Leo tidak lupa mencium kembali pipi lisa sebelum meninggal kan dapur dan kembali kekamar,sementara Lisa mengeleng - geleng kan kepala pelan melihat Suami nya yang semakin hari semakin lengket dan romantis dengan nya.
Setelah selesai memasak, Reni yang sudah bangun dan mandi keluar dari kamar untuk sarapan.
"Wah wangi sekali" Ucap Reni sembari memajukan wajah nya mencium aroma masakan kakak nya.
"Sudah rapi mau kemana Ren? " Tanya Lisa
"Bertemu mas Reza kak, aku akan ikut seperti yang kakak bilang" jawab Reni pelan
"Semoga saja dia bisa mengerti" Balas Lisa.
Tiba - tiba Leo turun dengan mengandeng tangan Kenzo.
"Siapa sayang? " Tanya Leo
"Tidak, Eh Kenzo sudah siap saja, padahal mama baru mau ke atas" Ujar Lisa melihat Kenzo sudah rapi
"Papa yang memakai kan baju untuk Kenzo ma, papa juga yang bangunin Kenzo" Jawab Kenzo
"Oh iya,papa ternyata bisa juga ya, kalau begitu ayo duduk kenzo sarapan" Ajak Lisa " Terimakasih ya mas" Ucap Lisa dengan pelan ke Leo.
"Besok kita cari pengasuh untuk mengurus Kenzo agar kamu tidak kelelahan dan bisa selalu masak untuk kami, karena masakan kamu enak,Iya kan Ren? " Ucap Leo membuat Reni tersenyum melihat keromantisan Leo.
"Iya masakan kakak memang sangat enak, sama seperti masakan mama " Balas Reni
Lisa pun senang karena Adik dan suami nya menyukai masakan nya.
"Mau ikut aku ke kantor hari ini? Nanti siang kita beli alat sekolah kenzo" Tanya Leo
"Iya, boleh mas" jawab Lisa
"Kenzo juga ikut kan ma? " Tanya Kenzo dengan polos,karena tak ingin di tinggal kan.
"Tentu saja ikut sayang, kamu yang paling berharga untuk di bawa" Ucap Leo mencubit pipi putra nya dengan lembut karena gemes.
Lisa dan Reni pun tertawa kecil melihat Leo mencubit pipi dan mencium Kenzo berkali - kali.
"Semoga saja kakak dan Mas Leo selalu hidup bahagia seperti ini, kebahagian yang tertunda, sudah saat nya mereka merasakan nya setelah sekian lama berpisah"Gumam Reni dalam hati melihat tawa bahagia di wajah kakak dan kakak ipar nya.
Bersambung
__ADS_1
Bantu Vote nya ya ^_^