
Saat Pulang bekerja.
Romi masih harus mengantar Reni dan Anza pulang,karena Leo memutuskan untuk tidak ke kantor hari ini,karena merasa lelah menghabis kan pagi hingga siang di sekolah Kenzo.
.
.
Dalam perjalanan
Suasana tampak sunyi dan mencekam bagi Reni,sementara Anza hanya biasa - biasa saja karena tahu Reni dan Romi sedang ada masalah.
Romi tampak fokus menyetir,Reni pun sesekali mencuri pandang melalui kaca Spion untuk melihat Wajah Romi yang terlihat agak Lusuh tidak seperti biasa nya.
Saat mata Romi melihat ke arah kaca Spion,Reni dengan cepat mengalihkan pandangan nya menatap keluar jendela.
.
.
Sesampai dirumah Reni dengan cepat masuk kedalam rumah,meninggalkan Anza yang masih duduk mematung didalam mobil dan melihat Reni yang berjalan begitu cepat kedalam rumah.
"Terimakasih sudah mengantar kami" Ucap Anza dengan sopan dan Romi hanya membalas dengan anggukan dan senyum tipis di wajah nya.
Malam harinya
.
.
__ADS_1
Setelah pulang kuliah,Lisa memotong kue tart yang Leo beli dan menaruh ke piring untuk di nikmati bersama.
.
.
Dimeja makan,tidak terlihat Reni ada diantara mereka.
"Kemana Reni?" Tanya Leo
"Dia loteng,kata nya mau makan buah aja" Jawab Lisa yang tahu adik nya sedang dilema.
"Apa ada masalah di kantor?" Tanya Leo pada Anza.
Anza lalu menatap Lisa sejenak dan kembali menatap Leo " Tidak ada mas" Jawab Anza.
Setelah menghabiskan kue nya.
Anza naik ke atas Loteng melalui sebuah tangga kecil dan terlihat Reni sedang berbaring di sebuah bantal boneka besar yang sengaja di bawa nya ke atas dan melihat kelangit - langit.
"Ada yang lagi galau ya" Kata Anza dan membuat Reni menoleh.
"Tidak"
"Aku rasa Romi menyukai mu" Kata Anza dan ikut berbaring di samping Reni.
"Sok tahu"
"Tapi itu lah yang aku lihat,apa kau juga menyukai nya?" Tanya Anza dan membuat Reni memiring kan tubuh nya menatap kedua mata Anza,ia mencoba mencari rasa cemburu dimata Anza,tapi Reni seperti tidak menemukan itu.
__ADS_1
"Apa kau cemburu?" Tanya Reni dan membuat Anza tertawa.
"Mana mungkin aku cemburu,aku bukan pacar mu,kamu adalah sahabat yang ku sayangi,aku hanya cemburu ketika kau mendapat teman baru dan mencueki ku" Ucap Anza
Reni lalu melentang kan kepala nya kembali menatap langit - langit yang di penuhi dengan bintang bintang kecil dan bulan yang menerangi bumi.
"Apa aku juga cemburu karena Anza dekat dengan Anie,karena biasa nya dia selalu bersama ku" Gumam Reni dalam hati.
"Siapa wanita yang menjadi incaran mu saat ini? dan ingin kau jadi kan pacar" Tanya Reni tiba - tiba.
"Aku belum mau pacaran Ren,dan aku sudah memberi tahu tentang itu,aku ingin fokus kuliah dan bekerja,aku ingin membahagia kan orang tua ku dan mengangkat status kami dari kemiskinan" Jawab Anza
"Iya,maaf aku bertanya lagi,semoga saja kau dapat mencapai impian mu" Ucap Reni menyengol tubuh Anza dengan siku nya.
"Kau juga" Balas Anza tersenyum
Anza sejak berteman dengan Reni sudah memiliki perasaan suka nya pada Reni,tapi mengingat bukan itu yang terpenting bagi nya dan mengingat tujuan nya bersekolah demi orang tua nya,Anza mencoba membuang rasa cinta itu jauh - jauh,dan mencoba menyayangi dan menjaga Reni seperti seorang kakak pada Adik nya.
Anza juga tidak melarang atau marah Reni mau dekat dengan siapa saja,asal kan Reni bahagia,terlebih Reni dan Lisa selalu baik pada nya dan juga keluarga nya.
Anza tidak akan menerima siapa pun menyakiti Reni mau pun Lisa,wanita - wanita yang dia sayangi.
Reni merasa sedikit lega meski hati nya pada Anza masih abu - abu,tapi dia mencoba menyakinkan hati nya,kalau dia cemburu saat Anza dekat dengan wanita atau teman lain,karena Reni ingin selalu menjadi teman baik dan teman dekat Anza.
Tiba - tiba terlintas di hati Reni wajah Romi,membuat Reni mencoba menutup mata dan menghilangkan wajah Romi dari pikiran nya.
Anza dan Reni saling berbagi cerita tentang hari pertama mereka kuliah dan bekerja.
Bersambung
__ADS_1