Tolong Cintai Aku

Tolong Cintai Aku
85 - Meminta Maaf


__ADS_3

Seminggu pun berlalu.


Reni mencoba ingin meminta maaf pada Romi,tapi Romi terlihat mencueki nya,hingga beberapa kali niat nya terurungkan.


Reni dan Anza sudah bersiap untuk ke kantor.


Kali ini Anza memilih mengunakan motor karena merasa sudah menghapal jalan menuju ke kantor tempat ia bekerja.


Saat semua sedang sarapan Romi datang untuk menjemput Leo.


"Selamat pagi " Sapa Romi pada semua nya.


"Ayo duduk sarapan" ajak Leo


"Saya sudah sarapan Bos" Jawab Romi


"Anza,kau naik motor kan hari ini?" Tanya Reni.


"Iya,kenapa?" jawab Anza.


"Aku ikut dengan mu saja,boleh ya Mas Leo" Kata Reni sembari meminta Izin pada Leo.


"Iya,terserah kamu saja" Jawab Leo sembari menikmati sarapan nya.


Sementara Romi hanya berdiri tanpa ekspresi mendengar percakapan Mereka.


Selesai sarapan Reni dan Anza pun berangkat lebih dulu mengunakan motor.


Romi yang sudah diteras rumah bersama Leo melihat Anza dan Reni berboncengan di atas motor.


Didalalm Mobil.


.


.


Romi tampak diam dan fokus menyetir.


"Ada apa? Apa kau tidak sehat?" Tanya Leo


"Tidak apa - apa" jawab Romi


"Apa kau cemburu Reni bersama Anza?" Tanya Leo sembari tersenyum menatap Romi dan Romi pun menoleh ke arah Leo sejenak sebelum kembali fokus melihat jalan,Romi tidak tahu harus menjawab apa pertanyaan Leo dan memilih untuk diam saja.


"Berjuang lah kalau kau mencintainya,tidak ada Cinta yang datang sendiri begitu saja" Kata Leo menepuk pundak Romi.

__ADS_1


Romi pun sedikit tersenyum saat mendengar perkataan Leo.


Sesampai dikantor.


.


Romi masuk kedalam ruangan nya.


Diruangan Reni,ia duduk memikirkan,mungkin saja dia salah sudah bersikap seperti itu pada Romi,hinga Romi menghindari nya saat ini,Reni pun ingin mencoba lagi meminta maaf perihal ia meninggalkan Romi di restoran waktu itu.


Siang itu,Reni datang mengantar Berkas keruangan Romi.


Tok


Tok


Tok


"Masuk!"


Reni pun masuk kedalam,Romi yang sedang menatap Laptop mengangkat kepala nya sejenak dan melihat siapa yanh datang,dan terlihat Reni berjalan masuk,Romi kembali menatap Laptop nya dengan wajah datar nya.


"Ada apa?" Tanya Romi datar tanpa menatap Reni.


"Ini,mau antar berkas meeting nanti sore" Kata Reni agak gugup.


"Em,mas Romi..." Kata Reni tapi perkataan nya terhenti.


"Apa ada lagi?Kalau tidak ada lagi,sebaik nya kamu kembali bekerja,aku sedang sibuk" Kata Romi dan niat Reni pun terurungkan.


"Tidak ada apa - apa,Aku permisi dulu" Jawab Reni dan berlalu keluar dari ruangan nya sembari jari - jari tangan nya saling meremas satu dengan yang lain.


Romi pun membuang Nafas dengan Kasar dan menyandar kan tubuh nya di sandaran kursi kerja nya,tubuh nya yang kekar terasa begitu kaku sembari tangan nya memijit kening nya yang terasa pusing.


Tiba - tiba terdengar ketukan pintu kembali terdengar dan Kembali Romi mempersilakan siapa pun yang datang untuk masuk,Romi lali menyudahi tangan nya memijit kening nya.


Saat pintu terbuka masuklah Anza berjalan masuk menghampiri meja Romi.


"Ada apa?" Tanya Romi.


"Aku ingin bicara sesuatu,bisa kah kita makan sianh bersama?" Ajak Anza.


Romi pun menghela nafas dan mengiyakan ajak kan Anza.


Kantin Kantor.

__ADS_1


.


.


"Apa yang ingin kamu bicara Anza?" Tanya Romi.


"Apa kau dan Reni sedang ada masalah?" Tanya Anza.


"Kemarin iya,tapi sekarang tidak lagi,dan kedepan nya juga tidak lagi" Ucap Romi dan membuat Anza sedikit binggung dengan Maksud jawaban Romi.


"Aku tidak tahu maksud mu,tapi entah tebakanku salah atau tidak,kau sepertinya cemburu kepada aku dan Reni" Ucap Anza dan Romi hanya terdiam tidak merespon.


"Tapi kamu jangan salah menilai kedekatan kami,Kami hanya bersahabat baik selama ini dan aku menyayangi nya seperti seorang kakak pada Adik nya" Ucap Anza.


"Bukan kah dia menyukai mu?dia cemburu saat kau dekat dengan Anie" Tanya Romi


"Ha ha ha,dia hanya tidak bisa membeda kan rasa Itu,dia hanya tidak senang aku dekat dengan orang lain,karena kami selalu berdua saja kemana pun kami pergi,tapi beberapa hari lalu,dia sepertinya sudah menyadari nya,kalau dia mencintai mu" jawab Anza dan membuat Romi agak terkejut.


Anza mencoba memberi sedikit harapan untuk Romi,agar Romi mau berjuang mendapatkan Reni,Karena Sudah seminggu Anza melihat Reni tampak murung.


"Apa kau tidak mempunyai perasaan lebih pada Reni?" Tanya Romi memastikan.


Anza pun memgeleng - geleng kan kepala "Tidak,Aku hanya menganggap nya sebagai Adik ku,masih banyak mimpi yang ingin ku capai untuk membahagia kan orang tua ku,aku tidak ingin terhalang kan karena urusan percintaan" jawab anza.


"Maka,berjuang lah sedikit!,dia bilang ingin meminta maaf pada mu,soal kejadian beberapa hari lalu saat makan siang itu,tapi kau menghindari nya" Kata Anza lagi dan membuat Romi merasa sedikit Tenang.


Romi memang mencoba menghindari Reni,dengan tidak banyak bicara pada Reni,dan hanya berbicara seperlunya,karena Romi berfikir Reni mencintai Anza begitu juga sebalik nya,Romi tidak ingin sakit lagi karena terlalu berharap,tapi setelah mendengar dari Anza,semangat Romi untuk memiliki Reni pun timbul kembali didalam hati nya.


Bersambung


.


.


Bantu Like dan Vote nya ya teman - teman.


Untuk yang bertanya kenapa Pemeran utama nya jadi Reni,kalian bisa baca pengumuman di bab 76 ya...


Dan ini juga akan segera tamat,karena Author juga ingin menamat kan setiap karya Author dan tidak ingin bertele - tele dan berlama - lama 😁🤗


Jadi mohon dukungan nya ya dengan menglike setelah membaca dan bantu vote nya juga ya.


Baca juga karya baru Author


(Suami Pilihan Papa 2 )

__ADS_1



Terimakasih banyak ^_^


__ADS_2