Tolong Cintai Aku

Tolong Cintai Aku
65 - Bulan Madu 2


__ADS_3

Selesai makan siang.


Leo dan Lisa bersantai sambil menonton tv.


"Apa kita akan menghabiskan waktu di kamar saja? " Tanya Lisa merasa bosan.


"Kenapa? Bukan nya kita lebih bagus berlama - lama dikamar? apa kau tak suka dekat dengan ku? " Tanya Leo menatap Lisa dengan penuh tanya.


"Hm. apa ini nama nya bulan madu, dika. ar seharian, lebih baik dirumah saja bersantai di kamar sendiri masig bisa menatap Kenzo" Gumam Lisa dalam hati.


"Suka kok mas" Jawab Lisa dengan senyuman terpaksa.


Leo mengerti jika Istri nya sudah mulai bosan di kamar, tapi Leo sengaja agar bisa berduaan lebih lama dengan istri nya sebelum nanti malam leo akan mengajak Lisa kepasar malam ya terkenal dikota X.


Sesekali Leo mencium Lisa yang duduk disamping nya dan dibalas lisa dengan lembut,bagaimana orang yang lagi khasmaran dan jatuh cinta, menghabis kan siang hingga menjelang malam di dalam kamar.


Hari menjelang malam, Leo pun mengajak Lisa untuk makan di restoran yang terletak di lantai 2 apartemen itu sebelum mereka akan pergi ke pasar malam setelah makan.


Saat akan memasuki lift, Lisa baru ingat jika ponsel nya tertinggal di kamar, Lisa pun menyuruh Leo untuk turun lebih dulu dan dia akan menyusul setelah mendapat kan Ponsel nya, dan Leo pun mengiyakan kata Istrinya untuk turun lebih dulu ke lantai 2.


----------------------


Restoran


.


.


.


Saat sampai di lantai 2,Leo mendengar suara seseorang memanggil nama nya,Leo pun menoleh ke arag sumber suara.


"Pak Leo Mantaro! Sapa seorang pria tua yang tak lain adalah rekan Bisnis Leo di kota X bernama Holan.

__ADS_1


"Oh selamat malam pak Holan" Sapa Leo "Anda ada di sini? " Tanya Leo


"Iya,putri ku Berlin tinggal di apartemen ini" Jawab Holan "Kapan anda datang pak Leo, senang bisa bertemu anda setelah lama tidak bertemu" Tanya Holan yang memang sudah lama tidak bertemu dengan Leo karena selalu Romi yang di tugas kan berkunjung ke negara X.


"Iya saya datang untuk... " Ucap Leo terhenti karena mendengar suara teriakan seorang wanita yang adalah putri Holan memanggil nama nya.


"Kak Leo.... " Teriak Berlin dan lansung memeluk tubuh Leo yang sudah kenal dengan Leo beberapa tahun yang lalu, setelah Holan bekerja sama dengan perusahaan Leo di negara X,dan sejenak melepas kan pelukan nya.


"Apa Kabar Nona Berlin! Kamu sudah tumbuh besar" Ucap Leo karena Umur Berlin saat bertemu dengan nya masih 17 Tahun, sekarang sudah 22 Tahun.


"Iya kak, aku sudah tumbuh besar,aku juga sudah menyelesai kan kuliah ku"Ucap Berlin memberi tahu, seakan memberi kode kalau dia sudah sama seperti Leo sudah sama - sama Dewasa.


Berlin sudah menaruh hati kepada Leo,pria yang menurut nya sangat tampan dan mempesona,Berlin juga mengambil sebuah apartemen di sini karena tahu apartemen Leo juga ada di sini,Meski pun sudah 5 tahun tidak bertemu, tapi Berlin tidak melupakan Leo dan selalu membuka sosial media Leo.


Holan juga mengerti, jika Putri nya menyukai Leo, dan Holan sangat mendukung putri nya untuk berjuang, apa lagi setahu Holan Leo masih lajang dan belum menikah.


--------------


Tidak berapa lama, Lisa yang sudah mengambil ponsel nya pun sampai di lantai 2 dan melihat Leo sedang mengobrol dengan 2 Orang yang begitu asing bagi nya.


"Oh pak Holan,Nona Berlin perkenal kan ini Lisa istri ku" Leo memperkenal kan Lisa.


"Istri? Saya tidak pernah mendapat kabar kalau anda sudah menikah"Tanya Holan penasaran,meski pun agak kecewa harapan untuk putri nya sudah hilang.


"Saya baru menikah dan kamu belum mengelar acara nya,tapi pasti nanti saya akan mengundang anda Pak" Jawab Leo sembari mengajak Holan dan putri nya untuk duduk.


Berlin yang mendengar jelas saja merasa jengkel saat tahu ternyata wanita yang kini duduk di hadapan nya adalah istri dari pria yang di sukai nya.


Tapi Berlin mencoba tetap tenang dan berkenalan dengan Lisa.


Lisa pun hanya duduk diam dan menikmati makanan sembari mendengar percakapan Suami nya dengan Pria paru baya di hafapan Leo.


Sesekali Lisa Menatap Berlin yang seperti nya tidak senang duduk makan bersama di meja makan, Lisa pun tidak mengerti alasan nya dan terus menikmati makan malam nya.

__ADS_1


Karena mengobrol terlalu asik Leo sampai lupa mau mengajak Lisa ke pasar malam, Lisa yang sudah mulai mengantuk pun berbicara ke Leo untuk pamit kembali ke kamar lebih dulu dan memberi tahu Leo untuk menunda Ke pasar malam besok saja.


Berlin yang tahu Lisa akan kembali ke kamar pun lansung kembali semangat 45 dan duduk di samping Leo.


Meski tahu Leo sudah memiliki Istri tidak memudar kan hati Berlin yang masih labil dan yang sebenar nya juga sudah memiliki kekasih di luar sana.


"Aku tidak mau menyerah , Kak Leo harus menjadi milik ku" Ucap Berlin yang sudah terbiasa dengan dengan pemikiran seperti ini, karena belajar dari orang tua nya yang akan mengambil apa pun yang menjadi keinginan mereka sejak awal dalam urusan bisnis.


Holan pun pamit akan pulang dan menitip kan Berlin ke Leo untuk naik ke atas bersama, Karena Apartemen Berlin juga terletak di lantai yang sama dengan apartemen Leo.


Saat memasuki Lift, Berlin pun pura - pura merasa pusing dan meminta Leo untuk mengantar nya ke kamar nya.


Leo yang merasa kasihan pun mengantar Berlin ke kamar nya dengan memegang pundak Berlin agar tidak terjatuh.


"Kak Leo, ini kunci ku, tolong buka kan pintu nya" Ucap Berlin memohon.


Leo pun segera melepas kan pegangan nya dan meraih kunci dari tangan berlin dan membuka kan pintu apartemen Berlin.


"Masuk dan istirahat lah! Apa perlu aku menghubungi Pak Holan? " Ucap Leo


"Tidak Kak, tidak perlu, kenapa tidak kakak saja yang menemani ku di sini, Papa pasti sudah pergi jauh" Ucap Berlin.


Tiba - tiba masuk seorang pria yang umur nya sama dengan Berlin bernama James yang adalah kekasih Berlin.


"Siapa kau? " Tanya James dengan kesal melihat kekasih nya berdua dengan pria lain.


"James! Sedang apa kau di sini? " Tanya Berlin kesal.


"Seperti nya kalian saling mengenal, kalau begitu saya permisi dulu,semoga anda segera sembuh nona" Ucap Leo dan berlalu pergi meninggal kan berlin dengan seorang pria yang Leo nyakini adalah kekasih berlin.


James yang mendengar kata Leo kalau Berlin sakit pun berubah jadi panik setelah Leo berlalu pergi.


"Sayang, apa kau baik - baik saja? " Tanya James dan langsung saja Berlin mengakhiri sandiwara nya dengan rasa kesal pada James.

__ADS_1


"Aku baik - baik saja" Ketus Berlin dan membuat James keheranan.


Bersambung


__ADS_2