Transmigrasi Menjadi Dewi

Transmigrasi Menjadi Dewi
Perubahan


__ADS_3

Di saat yang sama, di khayangan Dewi Letizia dan Dewa Rigel tengah berduka atas meninggalnya putri mereka, semua dewi dan dewa juga sedih atas kematian nya.


Yah dewa Rigel adalah ayah dari Charlene,suami dewi Letizia.


Namun sebenarnya, Charlene masih hidup, nadinya lemaaah sekali.


"mungkin anak ku bisa bangkit, tapi aku membutuhkan kekuatan kalian semua, apa kalian bersedia? Jika kalian tak bersedia tak apa. Karena kekuatan dewi ku, tak bisa di transfer sekarang, karena ia belum genap 17 tahun." Dewi Letizia mengharapkan persetujuan, jujur saja ia tak rela melihat putri nya terbaring tidak berdaya, belum lagi apa yang terjadi di dunia bawa membuat runyam masalah ini.


Mentransfer kekuatan tidak lah menghilang kan kekuatan orang yang memberinya, namun hanya kehilangan energi, mungkin tak bisa menggunakan kekuatan nya untuk beberapa hari saja. Dan lagi, dewi Letizia atau dewi yama memiliki kedudukan paling tinggi, bahkan dewa Rigel selaku suaminya pun kalah Kedudukan dengan nya.


"saya bersedia membangunkan Dewi Charlene." Lilith adalah dewi pertama yang bersedia.


"saya juga dewi, kami semua siap membangunkan dewi Charlene." dewa Ashlee menundukkan badan nya sebentar.


"hem, baik lah satukan kekuatan kalian, dan arahkan ke tubuh putri ku. aku berterimakasih untuk ini." Dewa Rigel memimpin upacara penyembuhan Charlene.


"baik dewa." para dewa dan dewi pun langsung mencari posisinya masing masing, tak apa jika mereka kehilangan kekuatan sementara, yang penting dewi mereka bisa sembuh.


Saat ini mereka menggabungkan kekuatan, yang kekuatan satu orang nya setara dengan kekuatan mythic di dunia manusia, sedangkan di sana ada sekitar 100 dewa/i petinggi, serta para pelayan dewi.


Mereka membuat sebuah bola besar yang di arahkan langsung pada tubuh Charlene, kekuatan yang sangat besar itu membuat guncangan di bumi, membuat badai dan angin kencang, perasaan makhluk bumi sedang di landa kegundahan, hujan yang begitu deras nya, menerpa bumi..


"wahai dewi! Kami memberikan engkau kekuatan kami, bangunlah!." setelah itu mereka mengucapkan mantra yang sulit, bola itu berusaha masuk ke tubuh Charlene.

__ADS_1


Sewaktu kekuatan para dewa dan dewi telah habis terkuras, perlahan lahan tubuh Charlene bangkit, namun matanya masih tertutup, rambut pirang nya berubah menjadi warna perak, sayap nya tumbuh indah, berwarna perak juga. sayap yang lebar membentang, baju Yang langsung berubah menjadi gaun perak yang menjuntai, bulu mata panjang, bibir merah merekah, dan saat itu juga, ia membuka mata nya, bola mata berwarna biru muda yang seakan seperti permata menghiasi matanya.


Perlahan tapi pasti ia turun lagi, dan menyapa dewi Letizia dan Dewa Rigel dengan suara indah.


Semua dewa dan dewi terpana dengan kecantikan Charlene yang sekarang, kecantikan nya 10x lebih cantik dari sebelum nya, bahkan tingkat kekuatan nya kini hampir sama seperti dewa Rigel, ayahnya.


"ibunda, ayahanda." Charlene tersenyum simpul ketika menyapa orangtua nya, entah dorongan dari mana yang membuat Charlene tahu kalau mereka adalah orang tua nya


Dewi Letizia dan dewa Rigel tersenyum haru, putri mereka telah sadar sepenuh nya.


"untuk kalian terimakasih." ujar Charlene Sambil memberikan sedikit kekuatan untuk mengembalikan kekuatan para dewa dan dewi, walau tak sepenuh nya namun setidak nya cukup untuk mengembalikan sedikit kekuatan yang hilang


" putri ku, kau harus istirahat."


" baik ibunda."


"kenapa aku bisa sakit Lilith? jelaskan." Charlene lebih bijaksana dari sebelum nya, entah lah tapi Charlene terlihat berbeda dari sebelum nya.


"dewi, anda hampir meninggal di karenakan bertarung di bumi." Hanya itu yang bisa Lilith jelas kan.


"hem? Aku mengapa ke bumi?."kenangan nya di bumi seakan hilang dan lenyap begitu saja.


"anda dilahirkan di bumi dewi, dewi Letizia menganugrahkan engkau terhadap ratu diana dan raja edward, dan di bumi nama mu Victoria Charlene Hillbright." Lilith tersenyum, setidak nya Charlene masih ingat padanya.

__ADS_1


"oh? Jadi begitu, Baik lah." Charlene mengangguk.


Yah,, Charlene kehilangan semua ingatan nya di bumi, bahkan sekarang ia lebih menonjolkan sifat seorang dewi yang kuat seperti ibunda nya, sifat tegas dan sedikit angkuh membuat kharisma nya semakin kuat.


"baiklah Lilith, hantar kan aku berjalan jalan di dekat sini." Lilith tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Dewi, di sini pun seperti di bumi, bahkan ada sebuah kawasan perbelanjaan nya, apakah engkau tertarik?." Lilith tersenyum, ia tak bisa melepaskan senyum nya.


"tentu."


"baik lah dewi, mari terbang bersama saya."


"ya."


__________


Benar saja, di kawasan itu terlihan beberapa dewa dan dewi berlalu lalang melihat indahnya barang barang yang ada, mata Charlene melihat sebuah kalung cantik berwarna putih, ketika hendak mengambil nya, ada sebuah tangan yang ingin mengambil nya juga..


_________


Maaf typo


Salam rindu author

__ADS_1


RSY


____


__ADS_2